
hari pernikahan sudah tiba . "ah , calon besanku ini awet muda sekali , ini pengantennya atau ayah dari penganten wanita yah ?".ucap Albar menggoda Abraham.
"kamu Al , bisa aja . kalo aku yang nikah ,gimana sama istriku di alam sana".ucap Abraham dengan senyum malu dan mengelak.
"aham.....aham,kamu itu paling anti wanita setelah kematian istrimu . memang best , cowok paling setia deh".ucap Albar memuji sekaligus menggoda Abraham .
"emang kamu Al , mainin hati para wanita terus tinggalin . mungkin istrimu sampai berkata *bagaimana bisa aku mengenal dan menikahi pria seperti itu*. hahaha ". ucap Abraham diselingi tawa tergelak yang membuat sahabatnya tidak terima.
"enak aja kamu ngomong. eh tapi kata ibu dan ayahku *bagaimana bisa aku punya anak seperti Al*. hahaha". jawab Albar berusaha mengganti kekesalannya dengan lelucon .
"pah , om , pernikahan akan segera dimulai".chelky masuk untuk memanggil kedua sahabat itu agar segera keluar.
janji di ucapkan oleh kenzi dengan jelas dan tegas . "ah , hanya karena ini aku harus menghafalkannya selama semalaman . gila sih".ucap kenzi dalam hati dengan sebalnya.
Albar dan Abraham mengeluarkan air mata terharu dengan janji yang diucapkan Kenzi , mereka teringat pernikahan mereka dengan istri mereka dahulu.
Cantika datang dengan gaunnya , terlihat sangat cantik dengan gaun putihnya , pernikahan yang awalnya akan diadakan sederhana itupun menjadi salah satu pernikahan termewah . atas permintaan orang tua mereka .
flash back on
"kamu pokoknya harus menikah sama Aldo , titik"bentak Abraham pada Cantika .
"tapi pah , Aldi itu calon suaminya Killa ".ucap Cantika sambil menangis dan memohon kepada sang papa .
"kalo gitu , besok kamu ajak calon kamu ke depan papa , bawa juga keluarganya!".ucap Abraham dengan penuh amarah , bukan tanpa sebab Abraham menjodohkan Aldo dengan cantika. tapi karena suatu balas Budi .
"iya , aku bawa Kenzo , om Al , sama dek ly besok".ucap Cantika dengan lega dia lalu menghapus air matanya dan menggantinya dengan senyum manisnya.
berbeda dengan Cantika Abraham terlihat marah , dia masih belum tahu siapa yang disukai oleh sang putri kesayangannya.cantika lalu pergi keluar rumah .
"maaf ma , mungkin papa masih belum bisa membalas Budi pada keluarga orang yang menyelamatkan mu dulu , meskipun akhirnya kau harus meregang nyawa , tapi anak kita selamat ".ucap Abraham sambil memegang figura foto sang istri.
tes.......
setetes air mata Abraham jatuh di figura itu , air mata Abraham pun mulai bercucuran . tak lama Zidan oulang dari kantor , Abraham yang mendengarnya langsung mengusap air matanya.
__ADS_1
"papa , ngapain disini?".tanya Zidan ketika masuk ke ruang keluarga dimana Abraham berada.
"ah nggak , tadi Cantika bilang dia akan membawa kekasihnya".ucap Abraham tanpa basa basi dengan nada lembut.
"oh kenzidana Albar Fahri itu pah ?" . tanya Zidan pada Abraham.
Abraham yang tadinya duduk di sofa dengan santai seketika menatap tajam Zidan sambil mengerutkan dahinya ,"Albar Fahri?".ucao Abraham bertanya pada dirinya sendiri.
"siapa namanya tadi katamu ?"tanya Abraham dengan penasaran.
"kenzi pah".ucap Zidan "dia orang yang pernah diselamatkan Cantika " lanjut Zidan menjelaskan pada sang papa.
"diselamatkan maksud kamu?".tanya Abraham penasaran .
"jadi dulu ada seorang pria satu lift dengan Cantika , tiba - tiba pria itu pingsan , jadi Cantika menolongnya".ucap Zidan menjelaskan pada sang papa , meskipun sangat tidak lengkap tapi Zidan tidak berbohong.
Abraham semakin penasaran . tapi dia berbahasa sabar menunggu hari esok , "apa benar itu kenzidana Albar Fahri yang sama dengannya?". tanya Abraham pada dirinya sendiri setelah Zidan pergi.
keesokan harinya
suara bell rumah berbunyi , kepala pelayan lalu datang membukakan pintu " selamat pagi Tuan , silahkan masuk ".ucap kepala pelayan itu dengan senyum dan ramah .
mereka pun masuk , Albar yang masuk melihat dan lihat rumah itu , matanya tertuju pada suatu foto keluarga , "aham....".ucap Albar pelan hibgga tak ada yang mendengarnya.
Abraham lalu keluar bersama Cantika dan zidan " selamat pagi om , kenzi , chelly".sapa Zidan ramah dan senyum.
"selamat pagi kenzi , om Al , dek ly ". sapa Cantika dengan ramah dan menunjukkan kasih sayang , walaupun hanya kepalsuan dalam nya .
lalu lenzi , Albar , dan chelly mencari suara yang memanggil mereka , begitupun dengan Abraham yang tadinya tertunduk menoleh pada calon keluarga nya .
Albar dan Abraham terdiam , mereka mematung dengan pandangan mereka "Al" ucap Abraham pelan .
"aham".ucap Albar pelan .
"pah , hayuk ih ". ucap Cantika dengan manja sambil menarik tangan sang papa menuruni tangga.
__ADS_1
"pelan - pelan aja cantik".ucap Zidan mengingatkan Cantika agar hati-hati dan pelan-pelan.tqoi tak ditanggapi oleh Cantika hingga duduk di kursi , Zidan hanya menggelengkan kepalanya .
"dia...."ucap Abraham sambil menunjuk ke arah kenzi .
"dia Ken , kenzidana Albar Fahri , calon suamiku , anak dari om Al dan kakak dari ly , chelly Albar Fahri".ucap Cantika menjelaskan dengan detil .
"dan Cantika anak kamu?".tanya Albar pada Abraham.
"i....iya ".ucap Abraham tak percaya , bahwa calon besannya adalah sahabatnya .
Abraham dan Albar lalu berpelukan , Cantika , Zidan , kenzi , dan chelly bingung dengan kelakuan sang papa . lalu Cantika memecah nya dengan pertanyaan "apa dia om Al , sahabat papa yang sering papa ceritakan pada cantik dan kak zi ?".tanya Cantika , yang mendapat tatapan dari chelly , dan kenzi.
"iya , dia sahabat papa om Al ".jawab Abraham sambil menghapus air mata harunya .
"apa!".teriak kenzi dan chelly . kompak dan serentak .
"kak Ken , belum tahu ?".tanya Cantika pada kenzi.
"kok , kak cantik manggilnya enak banget . kak Ken , dek ly , om Al , kak zi.... lalu apa lagi?".ucap chelly penasaran.
"papa aham , semua itu ada hubungannya bukan ?".ucap Cantika santai dengan senyumannya .
"iya chel , itu semua emang bener , papa itu sering dipanggil al , ini om aham , namanya Abraham , kamu ingatkan papa sering manggil kakak kamu Ken ". jawab Albar panjang lebar .
"kalo chelly sama kak Zidan ?".tanya chelly penasaran.
"chelly , ada orang dengan marga Lee . Zidan , ada orang bernama Zee , kita memanggil itu cari yang simpel aja , tapi gak seenaknya , kakak , aja gak mau dipanggil can kakak maunya cantik aja , bukan karena biar gimana , tapi kalo can nanti orang bisa panggil kamu Ken dan itu kan panggilan cowok".jelas cantika panjang lebar .
"jadi papa setuju kalau kamu menikah sama kenzi , syaratnya kenzi harus bisa jagain dan bahagiain Cantika".ucap Abraham setelah Cantika menjelaskan panjang lebar.
"belum juga aku lamar , kamu itu aham".jawab Albar.
setelah mereka berbicara panjang lebar hingga tak terasa sudah malam , "yasudah kami pulang dulu udah malam".pamit Albar.
flash back off
__ADS_1