
"maaf cantik , tapi bukannya.....".ucap Albar terpotong karena gugupnya dan ragunya untuk bertanya pada Cantika.
tapi Cantika yang mengerti pun menjawab "iya om , kakek udah meninggal , saya diajarin dulu waktu saya masih kecil".jawab Cantika .
flash back on
"*aku maunya bubur ketan hitam".ucap seorang anak laki - laki .
"iya , kakek buatin dulu yah".ucap pria tua bernama Zein Malik.
"cantik ikut , cantik ikut , cantik ikut ".jawab cantik dengan riangnya.
"gak , nanti gak enak bubur ketan hitamnya kakak".lelaki tersebut adalah kakak Cantika , Zidan .
Cantika mengendus kesal , menyilang kedua tangannya , dan memanyunkan bibirnya . "yaudah kamu boleh bantuin kakek,tapi jangan ngerepotin kakak ya cantik".ucap Zidan dengan tenang dan tersenyum pada sang adik .
membuat Cantika menurunkan tangan yang menyilang , bubur manyunnya berubah senyuman . "beneran!".seru Cantika bersemangat.
Zidan hanya menundukkan kepalanya dan senang melihat sang adik bahagia."yaudah , yuk , kakek ajarin cantik buat bubur ketan hitam".ucap sang kakek.
Cantika semangat mengikuti langkah sang kakek dengan girang dan melompat - lompat . terdengar suara dari dapur suara amarah dan kebahagiaan.
"cantik jangan gitu "
"cantik diem "
"cantik awas "
"cantik nanti kamu jatoh"
"cantik hati-hati".
begitulah teriak sang kakek , namun bukannya menuruti sang kakek cantika justru makin jadi , dia lompat - lompat , berlarian . pokonya dia bener - bener bikin jengkel.
"Yeay udah jadi".ucap cantik setelah bubur ketan hitam buatan sang kakek sudah jadi.
"kakek , biar cantik inget terus , tulis di sini".ucap cantik sambil mengeluarkan buku dan pena.sqng kakek pun menulisnya dengan rinci.
"kak , bubur ketan hitam ala kakek Dan cantik udah jadi".ucap cantik sambil berlari ke arah sang kakak .
kakek yang membawanya lalu meletakkannya di atas nakas. Cantika lalu mengambil sendok dan menyuapi sang kakak . "enak cantik , kau sungguh pintar memasak , kalau kakak sa- ssst ".ucap Zidan langsung di hentikan oleh jari telunjuk Cantika yang menutupi mulut sang kakak agar tidak mengatakannya.
__ADS_1
"Cantika buatin kakak , kalau kakak memintanya . tapi kakak gak boleh kenapa - napa , atau cantik gak buatin bubur ketan hitam lagi".ucap cantik sambil berdiri menjauh , tapi dicegah oleh sang kakak dengan memegang pergelangan tangan Cantika.
"ayolah , buburnya kan belum habis , siapa yang akan menyuapi kakak".ucap Zidan dengan manja dan menunjukkan wajah lemah .
Cantika yang tidak tega lalu "makanya Kakak jangan bilang gitu".ucap Cantika sambil memeluk kakaknya , air mata Cantika menetes tetes demi tetes . Zidan yang merasakannya langsung melepas pelukan sang adik dan mengusap air mata sang adik.
kakek yang melihatnya terharu bahagia hingga meneteskan air mata . "udah , sekarang suapi kakakmu , dan kamu habiskan".ucap sang kakek pada kedua cucunya*.
flash back off
"ah , udah habis buburnya .kalo gitu aku pulang dulu ya ".ucap Cantika seraya berpamitan.
"dok , gimana perkembangan Kenzi?".tanya Cantika pada dokter yang menangani Kenzi.
"tuan kenzi tidak apa - apa , dan sudah boleh pulang ."jawab dokter dengan senyum ala dokter .
"kalo gitu , nanti sore sampaikan padanya , dan administrasi nya saya udah bayar ".ucap Cantika .
"baik ".jawab dokter
"tapi , jangan dikasih tahu siapa yang udah bayar".ucap Cantika ."dan dia harus ke alamat ini setelah dari rumah sakit".lanjut Cantika sambil memberikan secercah kertas.
Cantika pun keluar dari ruang dokter , dia menuju pasar malam di dekat danau , di pasar malam itu biasanya saat siang hanya terdapat orang berjualan , tapi saat malam banyak atraksi yang bisa dilihat dengan membeli voucher.
siang berganti sore , kini lenzi sudah keluar dari rumah sakit , Kenzi menaiki taksi dengan secercah kertas .
flash back on
dokter masuk ke ruang Kenzi pada sore itu , "selamat sore tuan , nona " . sapa dokter sambil masuk ke ruangan kenzi , semua menjawab sapaan sang dokter.
"tuan kenzi , sore ini sudah boleh pulang , tapi lusa harus cek up yah , dan jangan banyak aktivitas dulu ".ucap sang dokter sambil membuka infus di tangan Kenzi.
kenzi , chelly , dan Albar terlihat bahagia dan lega . "kalau begitu papa urusin administrasi nya dulu ya".ucap sang ayah , dokter hanya diam agar aktingnya lebih netural.
tak berselang lama , Albar datang ."loh ,pa kok cepet banget sih?".tanya chelly pada Albar.
"ada yang udah bayarin administrasi Kenzi , tapi mereka tidak tahu itu siapa".jawab Albar dengan bingung.
"mungkin kak Cantika pa".jawab chelly dengan senyum. ucapan chelly begitu mewakili perasaan Kenzi waktu itu.
"emmm , iya sih".jawab sang papa albar singkat.
__ADS_1
"emm , tuan tadi ada orang masuk ke ruangan saya memberikan ini , katanya tuan harus kesana".ucap dokter sambil menyodorkan sebuah secercah kertas dari Cantika.
"baiklah , terima kasih".ucap Kenzi sambil meletakkan kertas itu di atas nakas .
flash back off
sampailah Kenzi di alamat yang ada di kertas tersebut . "kalau sudah sampai , carilah kursi dekat danau".itulah kalimat yang ada di kertas itu . kenzi lalu mencari kursi itu , dia mendapati seorang wanita duduk di kursi itu sambil menatap ponselnya.
"hai".sapa kenzi membuat wanita itu terkejut dan memalingkan wajahnya dari ponselnya "oh , kamu udah sampe".ucap Cantika dengan nada malas.
"jadi kamu yang suruh aku kesini , kamu juga yang bayar administrasi aku . udah ku duga sih". ucap Kenzi seraya duduk di samping Cantika.
"hemm".balas Cantika sambil menjilat es krim nya .
"to the point".ucap Kenzi tanpa basa basi .
lalu Cantika menunjukkan ponselnya . "what , pernikahan kontrak akan dibuat semegah ini!".ucap Kenzi sedikit berteriak .
"dan live streaming di berbagai acara dan siaran". Ucap Cantika melanjutkan . membuat Kenzi menyesal telah menerima pernikahan kontrak dan ingin dia membatalkannya.
"sederhana aja lah"pinta Kenzi memelas
"besok kesini jam sembilan pagi harus udah sampe".ucap Cantika seraya berdiri dan menjauh , Kenzi menatap punggung Cantika yang semakin menjauh .
"aku akan menikahi seorang yang pernah aku kagumi ".gumam Kenzi sambil menggenggam erat tangannya dan memukulnya ke pegangan samping bangku.
___________
drrt....
drrrrrt......
drrrt.....
telephone Cantika berdering , tombol hijau digesek , video call itulah yang sekarang Cantika , Killa , dan Lisa lakukan ."cantik kamu tahu gak , ternyata ketua gank orang yang ngerokok aku itu mati bunuh diri ".ucap Lisa serius
ucap Lisa , selain ayah dan kakak nya , tidak ada yang tahu tentang pembunuhan yang dilakukan nya , termasuk sahabat nya.
"benarkah !!!!syukurlah dia sudah mendapat batunya".ucap Cantika pura-pura tidak tahu .
sepanjang perjalanan suara teman Cantika menghiasi jalan , hingga sesampainya dirumah Cantika menutup sambungan telepon dari teman-temannya.
__ADS_1
cantika pun sampai di rumahnya yang penuh rahasia tersebut .
_bersambung_