Menikahi Pria Laut 2 (Finally)

Menikahi Pria Laut 2 (Finally)
Bab 1


__ADS_3

Angin berhembus kencang melewati Jalanan.Debu berselir melewati tubuh.Xian mendorong kereta bayi sambil menggandeng tangan Xiuwa.Wajah Xiuwa hanya tersenyum menatap kearah Xian sambil mengelus kepala Xian.


"adakah sedikit yang kamu mau?"tanya Xiuwa.


"aku mau es krim...."ucap Xian.


"kalau es krim aku tidak mengizinkan mu ..... itu tidak baik untuk kesehatan bayi"ucap xiuwa.


"ahh...iya iya.... Xiuwa humm... tidak terasa sudah musim gugur"ucap Xian.


"aku mau minum kopi....kita pergi ke tempat nona Vyu ya..."ucap Xian.


Xiuwa dan Xian kemudian mendorong kereta bayi dan melihat cafe yang ditutupi pohon hijau rindang.


"Xian...hah itu Xian....nona...Xian kembali"teriak Chiwa.


"Xian...."


"nona Vyu....."


Vyu kemudian melirik ke arah Xiuwa.


"sudah lama tidak melihat mu..."ucap Vyu dengan wajah datar.


Xiuwa hanya memalingkan wajahnya dengan enggan melihat Vyu.Larutan masalah perihal Vyu dengan Xiuwa belum berhenti di situ saja.


"nona maaf waktu itu aku kabur darimu....aku tidak berniat tapi...."


"iya tidak apa apa...."ucap Vyu


"terimakasih nona....ohh...aku ingin memesan creamy latte"ucap Xian.


"segera diantar"ucap Vyu.


"kenapa kita kembali lagi kesini?!"tanya xiuwa dengan kesal.


"entah....aku hanya ingin meminum kopi dari sini"ucap Xian.


"(ngidamnya aneh aneh lagi....jika Vyu menceritakan tentang aku di bar bersama wanita lain.....aku yakin Xian akan pergi dari ku lagi...."pikir Xiuwa.


"xiuwa ada apa?"


"ah tidak...."ucap xiuwa.


Vyu hanya tertawa kecil melihat tingkah Xiuwa yang kekanakan.


Tiba tiba dari arah belakang Vyu berbicara sambil mengantar kopi pesanan Xian.


"ekhemm....aku masih marah sebenarnya padamu...tapi kamu ....."


"cukup aku tidak mau membahas hal itu saat ini.... nona vyu.... apakah anda tahu Xian hamil saat ini jadi kumohon jangan membahas masalah waktu itu disini"potong Xiuwa memotong pembicaraan Vyu.


"Xian...kau benar benar hamil?!!"


"ahh...uh iya...nona masalah apa yang baru saja dikatakan Xiuwa...."tanya Xian.


"ahh..itu tidak penting lagi..."ucap Vyu.


Vyu langsung mengambil mejanya dan duduk sambil menatap lingyan.


"Chuchu...."


"ahggh.... lingyan ~~anak kalian masih sekecil ini kenapa kalian bisa melakukan hal itu?!!!"Vyu hanya menggelengkan kepalanya sendiri


"aghh...itu karena kamu sudah lama tidak bertemu...jadi masih memendam perasaan yang mendalam.... sudah lama kami menahannya dan kami melampiaskannya dengan cara itu "ucap Xian.


"terus apakah kalian tidak menggunakan pengaman seperti inhibitor atau Kon**m begitu?"tanya Vyu.


"posisi kita saat itu di...."


"sudah... sudah kalian membahas apa sih didepan anak kecil...aku tidak mau melanjutkan pembicaraan ini"ucap xiuwa.


"Chichi....papa .... Chichi Copi"ucap lingyan terbata bata.

__ADS_1


"tidak boleh lingyan tidak boleh minum kopi..."sentak xiuwa melarang tegas.


"Hi.....huwaaaaaaa'' seketika lingyan menangis.


Vyu langsung memukul kepala Xiuwa.


Bughh...


"brengsek!!"sentak xiuwa.


"bukan begitu caranya merawat anak kecil.... lingyan ayo ...yuk kita kebelakang kebetulan Chichi punya coklat"ucap Vyu sambil memopong lingyan.


Xian hanya diam sambil meminum kopinya.


"Sudah lama sekali aku tidak kesini...rasa kopi ini sangat pas nona Vyu sudah berhasil dengan bisnisnya....lalu bagaimana dengan.,"


"sudah Xian aku selalu mendukungmu"ucap xiuwa.


setelah begitu lama nya Xian dan Xiuwa meninggalkan cafe.Xian hanya tertawa lepas sambil merasakan sesuatu yang sudah lama tidak di dia rasakan disana.


"jangan lupa datang lagi ya. ....,"ucap Vyu.


"ya...aku akan bosan berada disana!!"sentak Xiuwa.


"(dasar bocah tengik)"pikir Vyu.


Xian hanya tersenyum.


"papa,,,,mama,,,,ituhh"


"eh??toko bakery? lingyan mau mama sama papa kesana...."


"eumhh"lingyan hanya mengangguk membalas perkataan Xian.


"Xiuwa sepertinya lingyan ingin roti disana...ayo kita membelinya..."Ucap Xian.


"ahh...iya kalau begitu..."Xiuwa dan Xian langsung pergi ke toko bakery itu.


Langkah pertama Xian dan Xiuwa memasuki toko bakery sudah dikejutkan dengan Ruo Wang Lee.


"jangan Xiuwa... biarkan saja...."ucap Xian sambil mencegah Xiuwa.


Xiuwa dan Xian hanya datang ke kasir sambil membeli roti rotinya disana.


"Xiuwa yang ini sepertinya sangat enak..."


"kau mau yang ini?"


"ya...."


"saya ingin roti yang ini juga....dan satu dengan selai strawberry...."ucap xiuwa.


"oh tunggu sebentar tuan....ini pesanan anda...."


"terimakasih..."


Seketika Wang Lee menghadang jalan Xiuwa dan Xian.


"apakah kamu sangat senang menghancurkan semuanya.... menghancurkan adikku... menghancurkan keluarga Ruo... apakah kau sudah senang membunuh ayahku!!!!!!"sentak Wang Lee sambil menarik kerah baju Xiuwa.


semua orang langsung terkejut dengan teriakan yang cukup keras itu.Mata mereka tidak luput dari sentakan keras dari Wang Lee yang membawa nama keluarga Ruo cukup terkenal.


"sebentar kenapa dia mengatakan keluarga Ruo... bukankah keluarga Ruo yang mendalami bisnis administrasi kota...."


semua orang mulai memperbincangkan masalah ini.


"Zu Xiuwa apakah kamu berpikir aku akan melepaskan dan memaafkan semua kesalahan itu begitu saja??"


"cukup!!!"


Plakk ....


tangan Xian seketika melayang menampar wajah Wang Lee.

__ADS_1


"bisakah kau berhenti mengacaukan hidupnya?apa yang kau lakukan disini?!! apakah kamu masih belum puas juga menampakkan wajahmu didepan keluarga Zu?!!!"tanya Xian.


"wah keluarga Zu dan keluarga Ruo.... jangan jangan ini tuan muda Zu Xiuwa yang menikah dengan nyonya Ruo Renxu waktu itu....wah aku tidak menyangka bahwa akan bertemu petinggi seperti mereka...."


semua orang tidak luput dari ucapannya.


"kau ****** omega....apa yang kau ketahui diantara keluarga kami.... sebaiknya kau menyingkir!!!"Wang Lee seketika mendorong Xian hingga terjatuh.


Bugghhh


"Xian!!!"Xiuwa langsung terkejut melihat Xian yang terjatuh.


"ahhh.... Xiuwa... Xiuwa!!tolong... sakit sakit..."Xian mengernyit kesakitan.


"tuan...astaga dia pendarahan...."


"brengsek kau Ruo Wang Lee!!!!!"


Wang Lee kemudian kabur dari tempat bakery itu.


"Xian sayang....sabar ya ..."


"tuan apakah dia istrimu??"


"kenapa kalian malah bertanya urusan pribadi kami!!! bisakah kalian membantu kami?"Tanya Xiuwa.


Semua orang terdiam sambil menatap satu sama lain.Lalu segera menolong Xian.


"kupikir tuan muda Zu akan menikah dengan Ruo Renxu....iya dari keluarga Ruo....apakah itu konyol?"


"jika ingin membicarakan kami... kalian tidak perlu membantu kami... cukup sampai disini saja...."ucap xiuwa dengan wajah kesalnya.


Dari sebrang jalan Chenzu membawa mobil dan langsung berhenti di depan toko bakery.


"kenapa kau selalu ceroboh untung aku melihat mu..."ucap chenzu.


"chenzu kupikir Xian akan...."


"tidak perlu khawatir....dia tidak akan keguguran...ayo cepat naik"ucap chenzu.


Xiuwa langsung memopong Xian ke mobil.


"Lingyan...aduh...aduh keponakan ku.."chenzu langsung memopong lingyan dan membawanya masuk.


Kemudian mereka meninggalkan toko bakery itu.


"kupikir itu memang benar istrinya.... apakah kau tidak lihat wajah kesal tuan muda Zu...."


"ya sepertinya..."


Sesampainya di rumah sakit...


"bagaimana keadaan Xian dok..."


"Xian baik baik saja kondisinya stabil...tapi lain kali jangan biarkan dia kelelahan atau sering terjatuh....ini bisa menyebabkan keguguran dan juga kesehatan bagi bagi ibu omega..."ucap dokternya.


Xiuwa hanya meringkuk sambil memeluk Xian.Xian kemudian tersenyum sambil mengelus kepala Xiuwa.


"sudah tidak apa...aku baik baik saja "kata Xian.


"Xian...aku sangat menyayangimu..."


"ehh..kenapa tiba tiba kamu manja seperti ini?"


"jika adiknya lingyan gagal dilahirkan di dunia ini....aku akan menghukum diriku sendiri karena kecerobohan ku sebagai seorang ayah "ucap Xiuwa.


Xian hanya tertawa kecil sambil menatap kearah Chenzu yang sedari tadi berdiri di depan pintu masuk ruang rawat Xian.


Chenzu memberikan isyarat bahwa Xiuwa sedang Rut alpha.Xian hanya mengangguk sambil mengelus kepala Xiuwa.


"(dia sedang menahan Rut nya hanya demi aku.... bukankah itu sangat lucu... lihat wajahnya yang memerah dan mengusel usel di pangkuan ku...dia seperti anak kecil)"pikir Xian.


"sudah sudah.... jangan memperbanyak anak kalian... kalian apa bisa mengurus mereka semua....coba pikirkan selama ini aku membantu kalian untuk mengganti popok lingyan "ucap Chenzu sambil menarik kerah baju Xiuwa dari belakang.

__ADS_1


"kau!!"


__ADS_2