Menikahi Pria Laut 2 (Finally)

Menikahi Pria Laut 2 (Finally)
Bab 3


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya dokter?"tanya Xian yang terus menggenggam tangan Xiuwa.


Xiuwa hingga saat ini belum kunjung juga bangun.Panasnya semakin menjadi.


"Ini karena tuan Zu adalah alpha dominan....jadi ketika dia Rut dia akan sulit menghadapi obat obatan... bahkan alpha dominan seharusnya mencari omega lain untuk menghilangkan rasa Rut alpha nya itu"ucap dokter.


"Jalan satu satunya hanya mencari omega lain..."


"(Omega lain?!!)tidak!!! bukankah setelah alpha dominan Rut bukannya dia harus kehilangan ingatannya?!!"sentak Xian.


Xian kemudian menentang perintah dokter.


"tapi bagaimana begitu juga aku harus tetap membantunya...."


"Xian... hentikan heii...kau sedang hamil mana bisa kamu membantu Alpha yang sedang Rut....kau ingin bayi mu celaka?tenang ini hanya masalah Rut...."


"tapi aku tidak ingin melihat Xiuwa tersiksa terus terusan seperti ini..."


"kau tau? ketika satu tahun kau pergi meninggalkan Xiuwa.... Xiuwa juga terbaring koma karena Rut alpha yang belum selesai....jadi aku mohon untuk selama ini biarkan aku dan dokternya yang mengurusnya...."Ucap Chenzu.


"tapi dia dan omega lain...."


"aku tidak akan membiarkan itu terjadi...kamu percayakan padaku?"tanya Chenzu.


Xian terdiam sambil menatap Xiuwa yang belum siuman.Xian kemudian menangis sambil mengusap wajah Xiuwa.


"su...sudah ...."


"aku tidak mau!!!"


"Xian.... apakah kau selama hamil lingyan selalu rewell....astaga... menurut lah aku akan membantu Xiuwa"ucap Chenzu sambil menarik tangan Xian.


Xian kemudian pergi dari kamar Xiuwa.Xiuwa terus dibius.


"menurut saya ....Saya akan memberikan Xiuwa obat ilusi....untuk sementara waktu kita bisa meredakan emosi dan pikiran Xiuwa....eumhh dokter bisakah kamu keluar...aku akan mengurusnya..."Ucap Chenzu.


"baiklah dokter Chen saya percayakan kepada anda..."kemudian dokter itu pergi.


"haishhh....dimana dildo bulat kemarin..."


"ketemu.."


Chenzu kemudian menyuntikkan obat ilusi dan mengikat tangan Xiuwa diranjang.


"si...siapa itu..."


"hah.... Xiuwa ini adalah yang terbaik untukmu.... sekarang bayangkan saja bahwa dildo ini adalah pinggul Xian~~"


"brengsek!!apa yang kamu lakukan Chenu!!"


Chenzu kemudian membekap mulut Xiuwa dengan pakaian Xian.


"aku tahu kamu alpha dominan jadi aku akan membiarkanmu bercinta dengan Xian.


~~(yha walau aku tahu itu hanya dildo...ini akan berhasil?)"pikir Chenzu.


Chenzu kemudian mulai memainkan tangannya dengan dildo itu.


"Panggil aku Xian..."bisik Chenzu ke telinga Xiuwa.


"Enghh...."


"(Sepertinya ini berhasil....)"


Chenzu kemudian keluar dari kamar Xiuwa.Xian terus mondar mandir didepan kamar Xiuwa.


"Tu...tuan Chen... bagaimana dengan Xiuwa"tanya Xian dengan khawatir.


"Apa dia akan mencari omega lain?"

__ADS_1


"Hahaha bodoh kamu...mana mungkin aku membiarkan dia menjadi bajingan"ucap Chenzu sambil tersenyum.


"Lalu??dokter tadi mengatakan...."


"Aku membiarkannya bercinta dengan mu..."bisik Chenzu sambil memotong pembicaraan Xian.


"A..apa bagaimana bisa?!"sontak Xian terkejut.


"Itu rahasia..."


Hari berakhir begitu cepat dengan bergantinya hari.Suara lirih lirih terdengar dari pintu kamar xiuwa.


"Xi..Xian...."


"Hah.. Xiuwa?!!kau baik baik saja?"tanya Xian.


"Aku sudah baik baik saja...tolong buka kan pintunya"ucap xiuwa.


Tanpa pikir panjang Xian yang sedari tadi menunggu Xiuwa didepan pintu langsung segera masuk.


"Xiuwa!!!"


"Bisakah..."


"Sebentar aku akan melepaskan tali mu..."ucap Xian.


"Kenapa kau terikat seperti ini?"


"Aghh Chenzu sialan...astaga sibodoh itu..."Xiuwa kemudian memegang kepalanya.


"Apa yang terjadi?"


"Tidak sepertinya Chenzu mengikat ku ketika Rut...tapi ini sangat lega...tumben sekali dia..."gumam Xiuwa.


Xian kemudian mengambil salep dari dalam laci meja.Xian kemudian mengoleskan obatnya ke tangan Xiuwa.


"Apakah sakit?"tanya Xian.


Xian kemudian menaruh salepnya kembali ke laci sambil mengecek suhu badan Xiuwa.


"Akhirnya....panasmu akhirnya mereda...aku sangat takut waktu itu karena ku pikir jalan satu satunya kau harus mencari omega lain untuk melakukan itu..."ucap Xian sambil memegang tangan Xiuwa.


"Apa kamu cemburu?"


"Jelaslah!! istri mana yang tidak cemburu melihat suaminya melakukan hal buruk itu dengan orang lain"ucap Xian.


"Pftt..."


Xiuwa kemudian tersenyum lebar melihat wajah Xian yang marah.


"Apa?!kau memang mau melakukan itu?! kalau begitu aku akan pergi"kata Xian dengan dingin


Xiuwa langsung memeluk Xian dan memangku nya.


"Lagi pula kamu sedang hamil bagaimana kita bisa melakukannya...apa kamu sedang ingin melakukannya?"tanya Xiuwa sambil mengendus.


"..."


"Aroma feromon mu sangat kecil.... tidak tercium kuat... bagaimana kamu terpengaruh feromon Rut ku?", tanya Xiuwa.


"Apa itu termasuk omega seperti ku tidak bisa mencium feromonnya?"tanya Xian sambil membalikkan badannya dan lalu mencium Xiuwa.


"Kau mau itu semua hah? sayang jangan memancing ku...."Xiuwa ingin mencium Xian kembali.


Seketika tangan Xian langsung menghentikan wajah xiuwa.


"Pfttt...Tapi bohong...wlekkk sekarang cepat makan aku sudah menyiapkannya untukmu"ucap Xian sambil bercanda.


"Kau..."

__ADS_1


Macam macam jenis makanan tersajikan diatas meja makan.Xiuwa terkejut melihat makanan yang banyak sekali itu.


"I...ini kamu yang membuatnya?"tanya Xiuwa dengan wajah tidak percaya.


"Yha ..tadi sedikit dibantu para pelayan dan bibi Lu..."Ucap Xian sambil tersenyum.


Zinwen kemudian turun dari tangga.Wajahnya terheran heran melihat makanan makanan yang banyak diatas meja makan.


"Enghh .... Xiuwa apakah ada tamu yang akan datang kerumah? sampai sampai kamu menyuruh pelayan membuat kan segini banyaknya makanan?"tanya Zinwen.


"Apa kau lupa aku sedang Rut alpha kemarin?!haisshhh pelayan!!! pelayan!!!"sentak Xiuwa.


"Xiuwa.... jangan salahkan pelayan ini semua memang keinginan ku...kamu tidak perlu...."


"Iya tuan..."seketika kepala pelayan datang menemui Xiuwa.


"Apa semua ini kalian menyuruh tuan Xian memasaknya?!!apa apaan kalian ...kalian bekerja disini aku gaji untuk melayaninya...bukan untuk..."


"Xiuwa!!! sudah cukup kumohon...maaf nona anda bisa kembali bekerja lagi..."ucap Xian ke pelayan itu.


"Baik tuan"


Xian kemudian mengajak Xiuwa untuk duduk.


"Makanlah....jangan buang buang makanan ini..."ucap Xian.


Zinwen kemudian juga ikut duduk di meja makan itu.


"Eitttss... istriku memasakkan ini untukku..apa yang kau lakukan duduk di situ"Ucap Xiuwa dengan arogan.


"Xiuwa...kau tidak boleh mengatakan hal seperti itu...tuan Zinwen anda juga bisa memakannya...aku memasakkan makanan ini memang khusus untuk keluarga ini"ucap Xian.


"Tadi kau bilang...."


"Shut... Xiuwa.... sudah diam!"ucap Xian sambil membungkam mulut Xiuwa.


"Ahh terimakasih..."singkat Zinwen.


Zinwen kemudian mencoba menu yang ada di sana satu.Seketika wajahnya membatu setelah merasakan makanan itu.


"(Masakan kelas atas.... bagaimana orang ini bisa memasaknya....)"pikir Zinwen.


Zinwen hanya melanjutkan makannya sambil menatap kearah Xian.


"Kenapa kau terus menatap dia seperti itu?!"Tanya Xiuwa yang kemudian memotong alih alih perhatian Zinwen.


"Kenapa kau bertanya? haishhh papa akan pulang dari luar negeri malam ini...atur waktu malam mu untuk tidak keluar dari rumah"ucap Zinwen kemudian pergi meninggalkan xiuwa dan Xian.


"Papa akan pulang?kenapa kau tidak mengatakannya padaku?"Tanya Xian sambil memijat bahu Xiuwa.


"Ini tidak penting....oh iya aku ada sedikit urusan keluar negeri nanti....kau jaga dirimu baik-baik mungkin siang ini aku tidak bisa mampir kerumah tapi aku janji akan pulang kerumah lebih awal"ucap Xiuwa.


Xian hanya mengangguk membalas perkataan Xiuwa.Kemudian Xiuwa meninggalkan meja makan dan bersiap siap pergi kekantor.


Seperti biasanya Xiuwa menjalani kesehariannya.Berangkat dari rumah ke kantor.Tidak lupa berpamitan dengan Xian kemudian dia pergi.


Diperjalanannya....


"(Apa akan ada hal lain lagi akan terjadi??kenapa aku terus memikirkan mamanya Langxu dan seseorang yang bernama Gaxie....)"pikir Xiuwa.


Xiuwa mengingat kejadian ketika awal pertama kali bertemu dengan Langxu di pantai ketika Xian menangis waktu itu.


Sebenarnya Xiuwa melihat wanita yang berdiri di pinggir pantai yang jaraknya agak jauh darinya waktu itu.


Sempatnya Xiuwa melihat wajah wanita cantik itu yang persis dengan Xian.Dia berdiri tepat dibelakang Langxu pada hari itu.


Xiuwa hanya diam meliriknya dengan wajah dingin.Sejak saat itu Xiuwa mulai mencurigai wanita itu adalah ibunya Langxu.


Entah kenapa saat ini berpikiran bahwa keluarga Langxu memang ada hubungannya dengan Xian.

__ADS_1


"Jika dipikir kembali... mamanya Langxu itu....juga sangat mirip dengan wajah Xian... apakah aku harus.. mencari tahu itu?"gumam Xiuwa sambil mengendarai mobil.


...*********...


__ADS_2