
Xiuwa dan Xian memutuskan untuk kembali ke rumah.
Waktu mulai larut.Xiuwa membereskan kamarnya seperti biasa.Xian duduk sambil memberi susu untuk Lingyan.
"Malam hari ini sangat indah ya sayang ~~aughh....tapi kamu harus tidur besok masih ada lagi...oke"Ucap Xian sambil mengajak ngomong.
"Ya mama..."
"(Bagaimana ya kira kira keadaan Langxu....aku jadi kepikiran)"pikir Xian.
Xiuwa kemudian menyandarkan kepalanya ke bahu Xian sambil tersenyum memegang tangan Xian.
"Eh.."
"Apa sih yang membuatmu kepikiran?"tanya Xiuwa.
"Aku memikirkan Langxu...."
"Langxu?"
Xiuwa terdiam mendengar perkataan itu.Nama Langxu disebut langsung oleh Xian.
"Sebelumnya aku tinggal bersama Langxu dan kedua orang tuanya....maaf itu sudah terjadi setahun penuh selama kamu belum menemukan aku..."kata Xian sambil menundukkan kepalanya.
Xiuwa kemudian memeluk Xian dengan erat.
"Tidak apa....aku berterima kasih padanya karena mereka kamu dan Lingyan bisa hidup sesehat ini"ucap Xiuwa.
"(Walaupun sisi hatiku sangat marah karena mengetahui semua ini)"pikir Xiuwa.
Xian kembali memeluk Xiuwa.
"Kamu tahu....aku pergi dari sana karena aku kabur"ucap Xian mendadak.
"A..apa?!!"Xiuwa terkejut dan langsung melepaskan pelukannya.
"Ka...kamu marah?"
"Ti... tidak tadi apa yang kamu katakan?ka...ka..kamu kabur?!"tanya Xiuwa dengan wajah tidak percaya.
"Apakah kamu tahu...tuan Chenzu pernah mengira dia bertemu denganku di apotek?"tanya Xian.
"Iya dia pernah menceritakannya padaku..."jawab Xiuwa.
"Yang dia temui itu adalah tuan Gaxie... wajahnya memang mirip persis denganku...dia kakaknya Langxu perbedaannya dengan ku dia adalah seorang Alpha dominan"ucap Xian.
"Alpha?!!kau tinggal bersama Alpha dominan selama ini?!!"tanya Xiuwa.
"Tidak...dia tiba saja datang tepat di masa heatku.... waktu itu dia hanya membantu ku membelikan obat heat untukku...dia sangat membenci omega resesif seperti ku"ucap Xian.
"Lalu kemana obat yang kubelikan untukmu ketika di rumah sakit...aku memesan obat penghambat heat lengkap untukmu"ucap xiuwa.
"Maaf itu aku membuangnya....waktu itu aku merasa aku sangat bersalah padamu....jadi untuk itu aku menolak obat itu dengan cara membuangnya"ucap Xian.
"Haisshhh..."
Xiuwa kemudian menepuk kepalanya sendiri.
"(Jika Xian memiliki kembaran seperti Gaxie yang dia katakan...aku ingin tahu sepersis apa sama Xian... kenapa aku mencurigai nya... kemarin aku curiga pada mamanya....ahh benar sekali itu juga mamanya Langxu yang sebelumnya aku curigai...)"pikir Xiuwa.
"(Apakah dia mengetahui semua masa lalu Xian?)"
"Ahhmm...eumhh... bisakah pertemukan aku dengannya?"tanya Xiuwa.
"Kenapa?"
"Aku ingin mengenalnya...."ucap xiuwa sambil tersenyum.
Xian hanya tersenyum diam sambil menatap Xiuwa.Xiuwa terus berpikir tentang mamanya Langxu tiada henti.Pikirannya dipenuhi dengan rasa curiga.
"Eughh..eumm..."
"Xiuwa Chenzu tadi baru saja memberi tahuku bahwa kamu sedang Rut...."
__ADS_1
"Ahh.... biarkan saja aku mau disini agar bisa mengingatmu selalu...aku takut kamu akan pergi meninggalkan aku lagi setelah tahu aku Rut seperti waktu itu"ucap Xiuwa.
"Aku juga berjanji aku tidak akan melakukan hal bejat itu lagi padamu..."lanjutnya.
"Apa kau trauma..."tanya Xian sambil melerai rambut Xiuwa.
"Eumhh... kupikir begitu karena masalah Rut ku waktu itu kamu ikut terluka dan meninggalkan aku selama setahun penuh"ucap Xiuwa.
Xian kemudian menyentuh adik kecil milik Xiuwa.
"Aku tau kau sedang menahannya....biarkan aku membantumu meredakannya ya..."ucap Xian sambil tertawa geli.
Xian mulai membuka resleting celana Xiuwa sambil menggerakkan tangannya.
"Apakah begini suamiku....?"tanya Xian sambil membisikkan kata kata ketelinga Xiuwa.
"Eughmm....Xian ja...jangan mulai aku sedang Rut alpha saat...i..ini.."
"Papa?"tanya lingyan sambil memberikan botol minum susunya ke Xiuwa.
"Papa...ayo ...itu..."
"Eh... sepertinya lingyan ingin main..."ucap Xiuwa kemudian memotong suasana yang ada di kamar itu.
Xian kemudian menghela nafasnya.Senyumnya kembali ceria.
"Ahahaha... tidak boleh... sekarang sudah malam sebaiknya Lingyan tidur nanti sakit..."ucap Xian sambil mencubit pipi Lingyan.
"I..ya mama..."
"Kamu juga tidur bukankah besok kamu bekerja?"tanya Xian.
"Iya...aku akan tidur di ruang tamu...kamu tidurlah dengan Lingyan disini...aku akan turun kebawah..."ucap Xiuwa.
"Eumhh... baiklah..(sepertinya dia memang ingin menahan Rut nya... yasudah aku berharap dia baik baik saja)"pikir Xian.
Xiuwa kemudian mencium kening Xian dan mencium pipi Lingyan.Beberapa saat kemudian Xiuwa keluar dari kamar dan turun ke ruang tamu.
"Haihh... seperti anak kecil saja...."
Hari kembali pagi.Suasana di kediaman Zu seperti dikelilingi dengan kesejukan alam yang indah.Kediaman Zu juga dikelilingi beberapa gunung yang indah seperti di perkampungan penduduk.
"(Aku tidak menyangka kediaman Zu ini memiliki dekorasi seperti lokal....rumah besar seperti Castel ini dihuni banyak pelayan dan pegawai,pengawal pribadi tapi masih saja bisa dirasakan kesejukan alamnya....)"pikir Xian.
"(Sayang sekali Xiuwa meninggalkan rumah yang begitu indah seperti ini...)"lanjut pikirnya.
"Eumhh...hei...kau tidak turun... kenapa tidak membangunkan aku?"tanya Xiuwa.
"Aku saja baru bangun..."balas Xian.
"Xiuwa sebenarnya kita ada dimana?? sepertinya kediaman Zu ini agak..."
"Iya ....letak kediaman Zu agak jauh dari perkotaan....ya bisa dibilang ini di ujung kota....tidak ada banyak orang yang tau kediaman Zu terletak di sini"ucap Xiuwa.
Xian langsung diam kemudian membalikkan badannya sambil menatap Xiuwa.
"Xiuwa jika aku meninggalkan kalian pergi untuk selamanya....apa kalian baik baik saja?"tanya Xian.
"Kau ingin pergi lagi?"tanya Xiuwa.
"Xiuwa kehidupan Shireen dengan manusia itu sangat berbeda.... mungkin aku tidak akan selamanya ada di sisi kalian...."ucap Xian.
"Aku akan mencari cara agar kamu bisa kembali ke wujud manusia seutuhnya.... Xian jangan coba coba pergi lagi dariku..."Xiuwa kemudian memeluk Xian dengan lembut.
Xiuwa diam dengan wajah dinginnya.Hatinya seperti tertusuk pedang ketika selalu memikirkan dimana Xian akan pergi meninggalkannya.Kejadian kelam sudah membuat trauma yang mendalam bagi Xiuwa.
Seperti biasanya Xiuwa pergi bekerja ke kantor.
"Tuan....data berkas nya dari studi yang ada di Amerika...silahkan tuan..."ucap Joy sambil mengulurkan berkasnya.
"Ahh... terimakasih...(resort resortnya bagus...kapan kapan aku akan membawa Xian kesini....)"pikir Xian.
"Tuan apakah kamu baru saja honey moon??"tanya Joy.
__ADS_1
"Tidak Joy...hanya saja aku sedang bahagia....tadi kata mu apa honey moon??umhh... menurutmu dimana tempat yang bagus untuk honey moon....?"tanya Xiuwa.
"Ahh...tuan bukankah kamu yang sering pergi keluar negeri? kenapa anda justru bertanya pada saya"ucap Joy.
"Tidak siapa tahu ada rekomendasi..."ucap Xiuwa.
"Menurut saya sih.... Jeju island di Korea Selatan"ucap Joy.
"Jeju?"
"Iya tuan....eumh kalau begitu saya bekerja lagi ya..."ucap Joy.
"Yha silahkan...."ucap Xiuwa.
Xiuwa kembali bekerja.Papanya Xiuwa memasuki ruangan Xiuwa.
"Xiuwa...."
"Iya pa..."
Papanya Xiuwa kemudian terdiam sejenak lalu kemudian dia langsung berbicara.
"Xiuwa apakah kamu tidak berpisah saja dengan Xian...."ucap papanya Xiuwa.
Mata Xiuwa seketika terbuka lebar mendengar perkataan itu.Dengan kesal Xiuwa langsung memukul meja kerjanya.
Brakk...
"Apa katamu?"tanya Xiuwa yang mulai kesal.
"Xiuwa... pembicaraan tadi pagi papa sempat mendengarnya... apakah istrimu bukan manusia?"tanya papanya.
Xiuwa terdiam.Xiuwa tidak bisa berbicara sama sekali.
"Papa mohon nak...itu demi kebaikanmu bagaimana dengan masa depanmu?"tanya papanya Xiuwa.
"Pa...ini keputusanku aku hanya meminta sedikit dari papa... tolong percaya padaku.... Xian bukan orang yang seperti itu dia juga terkena kutukan ikan....aku yakin semua ada jalannya"ucap xiuwa sambil memegang kepalanya.
Papanya Xiuwa tidak berani melawan keputusan Xiuwa.Papanya akhirnya menerimanya untuk diam.Kemudian dengan rasa kecewa papanya Xiuwa pergi.
"Aku tidak mungkin berpisah...."gumam Xiuwa sambil ingin menahan tangisnya.
Hari semakin usut.Xiuwa melihat lihat berkas perkembangan perusahaan.Satu demi satu file Xiuwa ambil.
"Jeju....kenapa otakku terus berpikir kesana?haishhh"Xiuwa kemudian menutup lembaran kertas itu.
Xiuwa menutup lembaran itu kemudian menyimpannya di laci.
"(Tu... tunggu ini kenapa)"pikir Xiuwa.
Nafas Xiuwa seketika sesak.Xiuwa langsung mencari inhibitor dan obat penghambat Rut.
Bughh...
"Tuan muda!!"teriak Joy.
Xiuwa pingsan di meja kerjanya sendiri.Joy kemudian memeriksa suhu tubuh Xiuwa.
Tubuh Xiuwa seperti terbakar panasnya meninggi.Rut Xiuwa belum selesai dari kemarin malam.
Joy segera menghubungi orang rumah.
Kringg...kring...
"Halo ini kediaman Zu..."bibi Lu kemudian mengangkat telepon Joy.
"Ha...halo ini saya manajer sekaligus sekertaris Joy....maaf mengganggu bisakah anda membawa tuan muda pulang ke rumah....tuan muda sepertinya sedang Rut dia sekarang pingsan dikantor"ucap Xiuwa.
"A..apa tuan muda Zu ...Zu Xiuwa maksud anda..."
"Ya..."
"Tuan Xian!!!"bibi Lu seketika memanggil Xian.
__ADS_1