
Xiuwa kemudian berhenti didepan parkiran kantornya.Seseorang menghampiri Xiuwa dari belakang sehingga membuat Xiuwa terkejut.
"kakak jahat!!!!"
teriak anak kecil yang sambil memukul-mukul kaki Xiuwa.Xiuwa kemudian menundukkan kepalanya sambil menatap kearah anak kecil itu.
"Langxu??"
"kakak bukan yang menculik kakak Xian... kakak bukan yang membawanya pergi..."Tanya Langxu sambil menangis.
***mengingat ***kembali****** ...
..."Kamu tahu....aku pergi dari sana karena aku kabur"...
kembali
"haishh.... aku lupa sesuatu...nak Langxu Kakak Xian datang ke rumah sakit waktu itu karena mengalami kecelakaan....dan kakak Xian sekarang ada dirumah kak Xiuwa... sekarang kakak Xian sedang hamil jadi tidak bisa keluar rumah....kalau Langxu mau menjenguknya juga boleh..."penjelasan Xiuwa.
"hahh yang benar?"
"iya sayang...kamu boleh menjenguknya kapan pun Langxu mau... ini alamat rumah kakak Xiuwa.."Xiuwa kemudian memberikan card namenya.
Xiuwa kemudian menatap kearah belakang Langxu.
"Langxu apa itu ibumu...."wajah Xiuwa seketika berubah datar.
"ahh iya itu mama ...."
Wajah Xiuwa membatu melihat mamanya Langxu yang berdiri dibelakang Langxu.
"tuan muda Zu... selamat pagi..."mamanya Langxu menyapa Xiuwa.
"ahh selamat pagi juga... apakah kamu mamanya Langxu?"
"iya...maaf atas kelakukan Langxu tadi tiba tiba memakimu tidak jelas seperti itu..."ucap mamanya Langxu.
"aku sudah mengerti situasi nya.... sekarang Xian dirumahku jadi anda tidak perlu mencarinya atau mengkhawatirkannya....aku sudah tahu alasan anda ingin datang kesini...."jawab Xiuwa sambil tersenyum.
mamanya Langxu hanya membalas senyumannya.
"tapi nyonya.... bisakah saya mendengar jawaban dari anda.... tentang mitos Shireen..."tanya xiuwa.
mamanya Langxu terdiam kaku.Pertanyaan yang Xiuwa berikan seperti pertanyaan tidak masuk akal wajahnya hanya memunculkan ekspresi kebingungan.
"maaf tuan apa maksud anda?"
"aku bertanya tentang mitos Shireen.... mungkinkah anda mengetahuinya?aku dengar kau tinggal di pesisir pantai...."
"yha...kami memang tinggal dipinggir pantai"jawab mamanya Langxu.
"tapi kenapa anda bertanya tentang Shireen.... bukankah itu dongeng dan mahluk mitologi lama...."balasnya lagi.
Xiuwa kemudian mendekati mamanya Langxu.
"apakah kau benar benar yakin itu hanya dongeng?dia saat ini benar benar hidup bersama dengan kita mahluk hidup lainnya"Xiuwa kemudian membungkuk sambil membisikkan sesuatu ketelinga mamanya Langxu.
mamanya Langxu spontan langsung mundur.
"tuan aku tidak mengerti maksud mu...."
"aku tidak memaksa mu untuk menjawabnya....tapi satu hal ingin ku katakan....aku akan mengakhiri kutukan itu dengan cara menghabisi semua dosa orang tua dari Shireen itu..."Xiuwa membalasnya dengan tatapan sinis.
tubuhnya mamanya Langxu seketika bergetar hebat.
"(aku tidak pernah seperti ini sebelumnya... sebenernya apa yang terjadi....)"pikir mamanya Langxu.
Xiuwa kemudian pergi tanpa menoleh ke arah belakang.Langxu kemudian menatap mamanya berdiri tegak seperti patung itu.
"halo... sekertaris Joy tolong urus semua jadwal pemberangkatan ke Jerman dan Spanyol....aku akan tiba disana pukul 12 siang..."ucap xiuwa ke sekertaris nya.
"tapi tuan... bukankah Anda masih dalam...."
"tidak...aku sudah baikan... tolong urus semua nya..."ucap xiuwa dengan tegas.
Joy kemudian langsung pergi mengurus semua jadwal pemberangkatan.
Xiuwa kemudian pergi.
Xian dari kediaman Zu terus mengamati bunga bunga yang bermekaran di depan halaman rumah besar itu.
"dikelilingi air mancur ditambah bunga bunga mawar yang mengelilinginya...hmm ini sangat indah..."gumam Xian.
__ADS_1
dari dalam rumah Zinwen kemudian keluar.
"....hei...kau .... terimakasih atas makanannya..."ucap Zinwen.
"ah ya tidak masalah...tapi tuan kemana ..."
tanpa menghiraukan perkataan Xian Zinwen langsung pergi.Wajah putus asa Xian kembali berkelana.
"sayang apa kamu baik baik saja disana?mama sedang tidak stress hari ini jadi tidak perlu kamu memikirkannya ya..."gumam Xian sambil mengelus perutnya.
"mama...."
"eh lingyan.... kesini nak"
"permen...permen lingyan..."
"kamu sudah makan permen banyak sekali....nanti kamu sakit gigi mama yang dimarahi papa.... tidak boleh itu..."ucap Xian.
lingyan kemudian melirik kearah taman yang ada di dekat air mancur itu.Langkah kecil nya kemudian mengarah ke taman itu.
"eh lingyan mau kemana?"tanya Xian.
"itu..."
Xian terkejut melihat taman itu.Disebelahnya ada patung wanita yang mirip dengan wajah mamanya Xiuwa.Diatasnya ada kandang burung kakak tua yang bermacam macam warna nya.
taman itu sangat asri dan damai.Sejuk dengan suhu pegunungan disekitar kediaman Zu dan kicauan burung kakak tua yang merdu merdu.
"indah sekali...."gumam Xian.
"Xian..."
seketika Xian menoleh kearah belakang melihat papanya Xiuwa yang berdiri. tegak sambil menatap kearah Xian.
"bisakah kita berbicara..."Ucap papanya Xiuwa.
kring.... kring....
"halo..."
"tuan muda saat ini tuan besar sudah pulang..."kata bibi Lu dari telepon.
"papa pulang bi?! bukannya malam ya??!"
"baik bi aku akan pulang...."
setelahnya....
"Xian Guo..... bolehkah aku berbicara berdua denganmu..."ucap papanya Xiuwa.
"ahh bisa .... tunggu sebentar ya pa... lingyan temani bibi Lu dulu ya mama akan menyusul..."
"baik ma..."
pembicaraan pertama dimulai.
"Xian sejak kapan kamu mengenal Xiuwa dan bagaimana pertemuan pertama kalian...."tanya papanya Xiuwa.
"(tidak biasanya papa bertanya campur aduk seperti ini...)ahh kami bertemu dipantai....saat aku menyelamatkan Xiuwa yang tenggelam..."balas Xian.
"Xiuwa tenggelam??"
"iya dia bilang dia sedang dikejar seseorang waktu itu di jembatan dan tidak sengaja tercebur ke laut..."balas Xian.
papanya Xiuwa kemudian memberikan pertanyaan selanjutnya yang membuat Xian tercengang.
"apakah....kamu menyelamatkan Xiuwa dengan tubuh yang sehat..."
"maksudnya papa?"
"Xian... apakah kamu bukan manusia..."
wajah Xian seketika membatu mendengar itu.Tangannya mulai gemetaran.
"aku juga ingin bertanya satu hal padamu... apakah lingyan juga mahluk yang sama seperti mu?"tanya papanya Xiuwa sekali lagi.
Xian serasa ingin menutup kedua telinganya.Seketika Xiuwa langsung masuk ke dalam rumah.
"apa yang kalian bicarakan...."
Xiuwa melihat ekspresi wajah Xian yang ketakutan seperti ingin menangis.Duduk dengan wajah kikuk.
__ADS_1
"apa papa membahas tentang ini lagi...."
Xiuwa kemudian menghampiri Xian dan langsung memeluknya.
"tidak perlu takut aku ada disini..."
"apa yang papa katakan?!!"
"papa hanya bertanya apakah lingyan itu mahluk yang sama seperti Xian???apa iya begitu??"Tanya papanya Xiuwa.
"tidak...anakku tidak seperti itu....aku mohon maaf sudah membuat...."
"tidak Xian ini bukan salah mu...papa... percayalah padaku... lingyan juga manusia yang sama seperti kita... Xian berubah seperti ini...aku yakin pasti ini adalah kutukan..."
Papanya Xiuwa kemudian memulai pembicaraan nya lagi.
"lalu jika semua orang tahu apa yang akan terjadi dengan nama keluarga besar Zu...."Ucap papanya Xiuwa.
"heii ....aku selama ini sudah memberi mu kesempatan dengan penuh kesabaran....apa kau ingin mengulang nya lagi?!apa kau menikah lagi itu bukanlah aib keluarga kita?!"
"Xiuwa cukup!!!"
Sentakan papanya Xiuwa membuat semua orang terkejut.Xiuwa kemudian terdiam dengan ekspresi wajah dingin.
"jadi semua cintamu padaku palsu papa?"Tanya Xiuwa.
"Xiuwa aku bukan..."
Xiuwa menghempaskan tangan papanya yang masih memegang tangannya kemudian menarik Xian ke atas.
"eh... Xiuwa... bisakah kamu beri kesempatan pada papamu sebentar saja..."kata Xian.
Xiuwa tidak mendengarkan perkataan Xian dan hanya membereskan semua barang barangnya.
Bedanya Xiuwa kali ini membereskan semuanya dari foto figure mamanya yang biasa tertempel hingga gaun gaunnya dan barang antik milik peninggalan mamanya.
"kita akan pindah sayang jangan khawatir...aku sudah muak dengan semua ini...."kata Xiuwa.
"Xiuwa tapi bukankah ini rumah...."
"aku tidak peduli...mama selalu menemani ku...untuk apa aku takut kehilangannya..."balas Xiuwa.
Xiuwa kemudian mulai menyuruh pelayannya dan body guard nya untuk membantunya memindahkan semua barangnya.Xiuwa kemudian membawa lingyan yang masih bermain main.
"sayang ayo ikut papa yuk.."Ucap Xiuwa ke lingyan.
"Xiuwa kamu mau kemana..."Tanya papanya Xiuwa
"berhenti memanggilku Xiuwa.... mulai hari ini aku bukanlah anakmu... terimakasih sudah mau membesarkan ku...jika kamu butuh bayaran karena semua perawatanku selama ini...aku akan membayarnya.."ucap Xiuwa.
Xiuwa kemudian pergi sambil menggandeng tangan Xian.
"Xiuwa!!"
"oh ya dan satu lagi...aku tidak butuh perusahaan ini...semua kontrak menjadi milikmu..."balasnya sekali lagi.
Xiuwa kemudian pergi.Papanya Xiuwa duduk diam tanpa mengatakan satu kata apapun.Papanya Xiuwa kemudian jatuh pingsan.
"Xiuwa stop ....aku tidak mau pindah....apa yang kamu lakukan..."kata Xian sambil melepaskan genggaman tangan Xiuwa.
"sayang..."
"aku memang takut tapi bukan berarti aku ingin memisahkan mu dengan orang tua mu sendiri.. aku mohon jangan pergi karena aku...."ucap Xian.
Wajah datar kemudian kembali.
"aku tidak pergi karena mu...aku hanya sudah muak.."kata Xiuwa.
"Xiuwa aku mohon saat ini...demi aku jangan kamu tinggalkan rumah ini dan keluarga mu..."Ucap Xian.
Xiuwa kemudian menghela nafas dan langsung berbalik memasuki rumahnya lagi.
"a..aa astagaa!!!tu..tuann!!!"
Xiuwa seketika mendengar jeritan bibi Lu.Xiuwa dan Xian segera masuk.
"papa!!"
"Akek...."
Xiuwa menyuruh semua bodyguard nya membawa papanya kerumah sakit.
__ADS_1
...********...