
setelah dirasa fatim sudah agak tenang,ibu hani mengajaknya berdiri.
"dari pada fatim sedih,lebih baik ikut umi sama abi belanja yuk!"
fatim hanya mengangguk
"apa yg dikatakan satriya sebaiknya jangan terlalu difikirkan sekarang,lambat laun satriya pasti akan menerimamu"
ibu hani mengajak fatima belanja sebenarnya ingin membuktikan bahwa yg dia pikirkan tentang fatima matre adalah sepenuhnya salah
walaupun dia juga ingin menenangkan fatima dengan membawanya keluar rumah
"ya udah fatim siap - siap dulu sana"fatimah menganggukkan kepalanya dan segera kekamarnya dilantai atas
setelah kepergian fatimah,ibu hani pergi ke taman belakang. ia masih melihat satriya menenangkan zifa dipelukannya.
tadinya ibu hani ingin menghampiri mereka tapi ia urungkan dan memilih pergi dari sana. setidaknya ibu hani juga tau bagaimana perasaannya zifa dan satriya saat ini.
zifa pasti sangat sedih karena laki laki yg ia cintai menikah dengan orang lain
dan satriya pasti juga masih sedih karena terpaksa harus menikahi orang lain yang sama sekali tidak ia kenal dan baru beberapa minggu ia temui
ibu hani akhirnya memilih ber siap siap untuk belanja dan menyuruh pak ridwan suaminya juga bersiap siap
tak berapa lama fatimah sudah siap dengan pakaian terbaik yang dia punya dan tak lupa memakai masker nya karena sekarang masih masa pandemi
fatima celingukan mencari ibu mertuanya, fikirannya sebenarnya ingin menyeret langkahnya ke taman belakang untuk mencari suaminya tapi perasaannya berkata lain.
ia jadi takut semakin sakit hati karena melihat kenyataan yang akan di lihatnya nanti.
jadi fatima memutuskan untuk menunggu di ruang tamu
setelah duduk beberapa lama dengan setelah melamun memikirkan semua hal yg berkecamuk di otaknya akhirnya bu hani dan pak ridwan keluar dari kamarnya
"fatima sudah siap??ya sudah yuk nak!!" fatima langsung berdiri dan mengikuti langkah ibu hani dan pak ridwan
mereka membawa sopir pribadi, ibu hani dan fatima duduk dibelakang dan pak ridwan duduk disamping pak sobri sopir keluarga satriya
sesampainya di sebuah butik pak ridwan lebih memilih duduk di sofa untuk menunggu istri dan menantunya belanja
sedangkan ibu hani menuntun fatima kedalam untuk mencari beberapa stel baju
sudah beberapa stel baju yg ibu hani pilihkan untuk fatima,sedangkan fatima hanya menurut saja dengan yang bu hani lakukan
apalagi fikirannya sekarang sedang kalut,
setelah beberapa lama,ibu hani akhirnya menyadari jika menantunya sepertinya tidak terlalu suka berbelanja.
__ADS_1
apalagi tidak ada binar bahagia melihat baju baju yang ada di putik itu.
itu salah satu bukti bahwa fatimah bukan orang yg suka foya foya. tapi untuk lebih meyakinkannya ibu hani masih ingin membuktikannya lagi
"fatim boleh pilih apapun yang ada disini, nanti umi yang bayar"ibu hani melihat fatim mengerutkan dahinya seperti tidak setuju
"maaf umi, fatim memang jarang sekali belanja seperti ini,apalagi baju fatim masih banyak mi. fatim akn membelikan sesuatu untuk najwa dan ayra saja mi. dan fatim masih ada sedikit uang yang fatim bawa mi. jadi fatim akan membayar sendiri saja"
"lohhh kok gitu sih,,umi kan udah nganggep fatim sebagai anak umi sendiri,jadi fatim harus mau ya kalau ibu yg belikan buat fatim"
ibu hani pura pura memaksa untuk melihat reaksi fatim selanjutnya
"maaf umi,bukannya fatim menolak pemberian umi, tapi fatim benar benar masih belum membutuhkannya. tapi suatu saat jika fatim butuh bantuan umi,fatim pasti tidak akan sungkan meminta bantuan umi. tolong umi jangan salah faham ya"
fatim memegang kedua tangan ibu hani
ibu hani menatap mata fatim untuk mencari kebohongan disana dan ia tidak menemukannya
fatim membawa tangan mertuanya ketempat baju anak anak
"umi tolong pilihkan baju untuk najwa ya,fatim akan pilihkan baju untuk ayra"
akhirnya bu hani setuju,ibu hani sengaja memilihkan baju yang paling mahal untuk najwa,dan ingin melihat reaksi fatim selanjutnya
sedangkan fatima mulai memilih baju yang cocok untuk anak tertuanya ayra.
ayra sekarang berada diponpes, seminggu yang lalu ayra baru saja diantar ke sebuah ponpes untuk melanjutkan study nya
dan kebetulan waktu itu satriya juga ikut mengantar ayra ke ponpes atas permintaan najwa. dan karena sikap lembut satrya kepada ayra dan najwa lah akhirnya fatima bersedia menikah dengan satriya.
bahkan ia menggantikan tugas seorang ayah ketika mengantarkan anaknya ke pondok. mengurus semua kebutuhan ayra waktu itu.
dan bukan hanya itu ayra dan najwa sudah seperti menganggap satria sebagai ayah mereka.
ayra dan najwa dengan kompak memanggil satria dengan sebutan ayah.
karena alasan alasan itulah fatima akhirnya yakin untuk menerima satriya.
ibu hani akhirnya tau alasan fatima mau menikahi satria.
dari cerita fatima itu
ibu hani memperlihatkan baju yg dipilhnya kepada fatima.
fatima melihat lihat baju itu kemudian melihat harga yg tertulis disana.
dan harga baju itu 2jt rupiah, harga itu sangat fantastis untuknya jika dibelikan saat dikampung bisa dapat sampai 25 stel baju.
__ADS_1
"umi, maaf boleh tidak umi pilihkan baju yang lain untuk najwa. spertinya baju itu terlalu bagus untuk dipakai dikampung mi,"fatima ber alasan
ibu hani mengerutkan keningnya
"mi,mohon maaf sebelumnya,jika dibeli disana,harga itu bisa dibelikan baju lebih dari 20 baju mi. bukankah sayang mi, lebihnya kan bisa untuk kebutuhan yang lain"fatima mencoba meyakinkan ibu hani sambil tersenyum
ibu hani tertegun melihat pernyataan fatima
sekarang ibu hani sudah lebih yakin kepada fatima
akhirnya ibu hani memberikan baju yang lain
ibu hani diam diam juga memilihkan beberapa stel baju untuk fatima
saat dikasir fatima membayar sendiri barang belanjaannya dan bahkan membelikan sebuah hijab untuk ibu hani
fatima juga membeli satu hem lengan panjang berwarna biru untuk satriya
dan fatima sengaja memilihkan yang ber merk untuk satria tapi masih bisa ia beli dengan uangnya sendiri
ibu hani diam diam semakin kagum padafatima,apalagi semua kalimat penolakan fatima dengan bahasa yang sangat lembut dan tidak menyakiti hatinya.
walaupun fatima memilih baju yang tidak terlalu mahal,tapi ibu hani sangat suka dengan pilihan fatima yang terlihat fashionable itu.
lagi lagi ibu hani kagum pada fatima,karena tidak mau memanfaatkan ibu hani yang sudah memberikannya kebebasan memilih semua hal yg dia suka
tapi malah memilih membayar sendiri sesuai dengan kemampuannya
setelah dari butik,mereka melamjutkannya berbelanja perlengkapan dapur. dari mulai sayuran sampai bumbu. akhirnya setelah seharian bersama fatimah ibu hani akhirnya yakin jika fatimah adalah MENANTU TERBAIK dan istri terbaik untuk satria
sesampainya dirumah fatimah membantu menata semua barang barang yang sudah dibeli didapurnya
dan setelah selesai fatimah menenteng semua belanjaannya
ia ingin segera memberikannya kepada satria
"mi fatim keatas dulu ya!"
"ya sayang,ya sudah kamu istirahat dulu gih sana"
fatim langsung bergegas keatas dan membuka pintu kamarnya.
namun langkahnya terhenti melihat adegan didepan matanya. tangannya tiba2 begitu lemas dan menjatuhkan barang yang sedang dia pegang
"mas satriya."
satriya dan perempuan itu langsung melihat kearah fatim yang pipinya sudah dibasah.
__ADS_1