Menjadi Antagonis Novel

Menjadi Antagonis Novel
Episode 15


__ADS_3

Happy Reading😘


Kediaman Duke,


Pagi hari,


Tak lama dari kepergian Steven dari kediaman Duke, tiba-tiba seorang penghantar surat berkunjung ke kedimana itu. Dari penampilannya terlihat seperti pengantar surat resmi. Saat si pengantar surat mengatakan bahwa surat itu untuk Agatha, sontak saja seorang pelayan yang tadinya menerima itu langsung memberikannya kepada Lucy. Pelayan itu terlihat ketakutan karena berani menyentuh surat yang ditujukan untuk Agatha.


“ Nona-Nona Sa-Saya barusaja mendapat sebuah undangan dari Academy.”Gadis berambut cokelat keriting itu berlarian pelan ke arah Agatha. Ia segera mendekat dengan kepala menunduk dan tangan mengulurkan sepucuk amplop.


Agatha melirik sekilas dan langsung mengambil amplop itu. Tak berlama-lama, ia segera membuka undangan dengan amplop berpita merah. Gadis itu membacanya dengan seksama.


“ Undangan pelatihan berkuda ?” Gumam Agatha keheranan. Ia merasa tidak pernah mengikuti pelatihan apapun. Atau jangan-jangan Agatha yang asli yang mngikuti ini sebelumnya.


“ Lucy, apa dulu aku sering berlatih kuda?” Agatha bertanya untuk memastikan.


“ Iya Nona, beberapa bulan yang lalu Nona bahkan sempat mengikuti turnamen berkuda.”


Agatha mengangguk. Seingatnya, di dalam novel tidak pernah diceritakan tentang Agatha yang mengikuti turnamen, pelatihan atau apalah itu. Mungkin saja karena di dalam novel lebih disorot kehidupan tokoh Sheila dibanding dengan kehidupan tokoh Agatha.


“Aku tidak tertarik.”Pernyataan itu membuat Lucy cengo. Padahal, Nona nya itu selalu bersemangat jika diadakan pelatihan kuda setiap beberapa bulan sekali.


“No—”


“Tapi mau bagaimana pun....”Agatha menjeda kalimatnya “...aku akan tetap ikut hehehe.” Sambungnya. Lumayan juga kan, di dunia asli nya, Agatha tidak memiliki waktu untuk olahraga berkuda karena sibuk bekerja. Ia hanya pernah dua kali olahraga berkuda saat di dunia itu. Itung-itung untuk menambah pengalaman juga kan.


Gadis berambut merah itu beranjak dari kursi nyamannya dan beralih pada meja meja balajar yang sudah berserak banyak kertas.


“ Undangannya nanti sore.” Agatha terlihat berpikir. “Kira-kira aku akan pake baju apa ya?” Ujarnya girang. Agatha akhirnya berhasil melupakan mimpi yang mengganjal di hatinya itu.


Gadis itu beralih membuka lemari pakaian dengan antusias dan terpampanglah bebagai jenis gaun yang amat mencolok. Matanya mengeluarkan binar.

__ADS_1


Aku udah jadi orang kaya ya?


Ia sangat terpukau dengan selera gaun Agatha yang asli yang begitu elegan dan berkelas.


“Oh iya Lucy, bagaimana dengan kudanya?”Agatha tiba-tiba teringat.


“Nona sudah memiliknya di academy, jadi tidak perlu membawany lagi dari rumah.” Balas Lucy.


***


Sorenya,


Academy Esperandto,


“ Baiklah anak-anak, langsung saja pada intinya.Ekehm! Academy ini akan mengadakan kompetisi perburuan dua minggu lagi. Perburuan kali ini akan berbeda karena perpaduan ketrampilan berkuda dan memanah akan diuji. Setiap murid berkuda yang terpilih akan dipasangkan dengan murid pemanah senior yang handal.” Pak guru berkepala botak itu membenarkan kacamatanya sebelum akhirnya melanjutkan.


“Bagi murid yang menang akan diberi penghargaan menjadi anggota majelis siswa dan juga uang sebesar satu juta koin emas.”


Semua murid yang berbaris itu menganga. Jarang-jarang sekolah mengadakan kompetisi dengan hadiah yang begitu fantastis. Jika saja mendapatkan satu juta koin emas maka kau tidak perlu bekerja selama satu bulan penuh.


Ditambah lagi rumornya, di dalam majelis itu terdapat banyak gadis cantik dan pemuda tampan. Banyak yang berusahaa masuk majelis itu, namun tes yang diberikan begitu sulit.


“Baiklah anak-anak, silahkan kalian pilih pasangan kalian berdasarkan kertas acak dan kalian tidak boleh saling bertukar rekan. Jika ada yang melanggar akan langsung diiskualifilasi.” Pak guru itu menepuk tangannya dua kali dan datanglah seorang wanita bertubuh seksi dengan kacamata dan kertas yang dimasukan sebuah botol.


“Silahkan pilih.” Ujarnya. Semua murid berurutan mengambil kertas dengan acak termasuk Agatha.


Agatha yang sudah mendapatkan kertas kemudian membukanya dan tertelah nama yang tidak asing ‘Julian von Pensler’. Ia membeku sesaat, berusaha menerima kenyataan pahit itu.


Setelah beberapa menit, gadis itu tidak berdiam diri.Ia berjalan mendekat ke arah pak guru itu .“Permisi Pak,boleh kah saya bertanya?”Guru itu menggangguk mempersilahkan.


“Rekan saya adalah senior Juliain. Senior Julian ini bukankah murid baru ya? Harusnya dia tidak perlu ikut kompetisi ini, bagaimana kalau dia hanya menghambat?”

__ADS_1


“ Jangan meremehkannya, dia itu berhasil mengalahkan lima pemanah terbaik academy ini. Prestasinya di bidang memanah juga sudah tak diragunkan lagi. Dia mendapat banyak sertifikat di academy nya yang dulu.Kau cukup beruntung mendapatkan partner seperti dia.” Ujar guru itu seraya mengelus janggutnya.


Aku tau, aku tau! Aku hanya berusaha menghindari orang menjengkelkan itu.


“Kembalilah ke barisan!”


“Baik Pak.”


“Silahkan kalian bergabung dengan rekan kalian masing-masing dan gunakan halaman belakang sekolah untuk berlatih.Ingat! jika hadiah yang ditawarkan semakin fantastis maka tantangan pun akan semakin menarik.”Ujar Pak Guru itu yang kemudian pergi dari hadapan peserta dengan guru wanita seksi mengikutinya.


***


Agatha berjalan ke halaman belakang Academy dengan tangannya mengandeng kerah kuda. Ternyata disana sudah disediakan sekat pembatas untuk setiap tim berlatih.


Tanpa berlama-lama,Agatha mencari Juliam dan mendekat ke arahnya dengan masih menggandeng kerah kuda.


Sementara itu, Julian menatap heran ke arah Agatha yang berdiri disebelahnya. Ia ingin bertanya tapi terhalang oleh ego nya yang begitu besar.


“Ehem! Senior Julian selamat kau mendapatkan aku sebagai partner mu.”Agatha tersenyum canggung dengan kondisinya.


"Huh? partner? Aku tidak butuh partner. Itu merepotkan!" Ujar Julian menyombongkan dirinya.


"Hem benar sekali, itu merepotkan! Tapi mau bagaimana lagi ya kan..." Agatha berpura-pura murung. "...peraturannya begitu. Kalau tidak memenuhi bisa-bisa kita berdua didiskualifikasi." Agatha merubah nada bicara menjadi manja.


"Nah jadi senior Julian, bagaimana kita akan mulai latihannya?" Gadis itu membalikan badannya dan menghadap Julian. Disaat itu Julian sudah siap dengan wajah jahat.


Huhuhu Aku tau dia merencanakan sesuatu.


"Baiklah karena aku yang senior, jadi aku yang akan tentukan bagaimana latihannya."Julian mengambil panahnya.


Benar kan, firasatku jadi tidak enak.

__ADS_1


***


Jangan Lupa untuk like, komen(kritik saran), dan tambah favorit ya. Terima kasih😘


__ADS_2