Menjadi Baik

Menjadi Baik
Part 2


__ADS_3

Hari ini aku sudah masuk sekolah setelah liburan dua minggu, ah kurang lama rasanya. Masih ingin lebih lama membantu emak. Aku harus bangun pagi-pagi sekali. Ada banyak tugas yang belum aku kerjakan, berjalan ke arah kebun, di sana ada banyak bunga yang ku tanam dengan emak. Tak lupa memberi mereka minum, agar tak layu. Cantik, teduh, dan bersinar... begitulah bunga jika tumbuh. Akan tetapi berbeda lagi jika sudah layu. Kususuri jalan kecil, menuju tempatku mencari ilmu, iya sekolah. Aku harus belajar bersungguh-sungguh, aku ingin mengubah nasibku, dan membahagiakan emak.


"Pagi Rel" sapa Rike yang berada di belakang Irel, menepuk pelan pundaknya


"Iya siang juga, Rik" Irel asal jeplak menjawab sapaan Ninda


"Kamu masih ngantuk Rel? jelas-jelas ini masih pagi"


"Udah tahu pagi, pake bilang pagi segala" ejek Irel


Rike hanya mengerecutkan bibirnya, lalu mereka masuk ke kelas bersama. Rike merupakan sahabat Mirelda, duduknya bersebelahan. Orang tua Rike sangat kaya, orang tuanya yang membayar penuh biaya sekolahnya. Berbeda dengan Irel, yang mendapatkan beasiswa


"Rel, aku pengen main ke rumahmu, aku kesepian di rumah. Bapak ibuku sibuk pada pekerjaannya, hanya mbok Nah yang ada dirumah, itupun mbok Nah ngga nyambung kalo di ajak ngobrol" pinta Rike


"Yaudah ayo setelah pulang sekolah! tapi..."


"Tapi apa?" tanya Rike


"Bawa jajan sendiri ! hahaa"

__ADS_1


"Iya, aku akan bawa jajan yang buanyakkk ! kalo perlu setoko-tokonya kau bawa semua ke rumahmu Rel" Rike juga tertawa menjawab syarat dari Irel


"Eh... jangan banyak-banyak, nanti mubadzir ! lagian rumahku kecil, tidak akan muat juga kalo di tambah toko di dalamnya. Bawa secukupnya aja, ya sekiranya kamu gak akan minta makan ke aku aja hahahaa !"


"Haha masak gitu sama temen sendiri Rel" Rike memasang wajah melas


"Gimana gak mau? kalo gak mau yaudah..." Irel langsung duduk ditempatnya, dan menaruh tas yang mulanya terpampang di di punggungnya, kini sudah pindah di atas meja. Dan di susul Rike yang duduk di sebelahnya.


"Eh... koq gitu sih Rel? Apapun syaratnya aku penuhi Rel !" Rike memicingkan senyumnya


Bu Ima sudah memasuki ruang kelas XI, di ikuti oleh murid yang begitu asing wajahnya di kelas itu, iya, dia adalah murid baru.


Semua murid lalu berdiri di tempatnya masing-masing sebagai tanda hormat. Tiada berkah ilmu yang di dapat, jika tidak hormat pada gurunya.


"Wa'alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh" jawab semua murid yang ada di kelas itu


Bu Ima masih berdiri di depan, hendak memperkenalkan murid baru tadi. Sebelum itu, mempersilahkan murid-murid untuk duduk lagi di tempatnya masing-masing


"Hari ini kita kedatangan teman baru, silahkan perkenalkan namanya mas !" perintah bu Ima

__ADS_1


"Baik bu, halo gays ! Perkenalkan nama gue Gavriel Ghani Alfarizi. Kalian bisa panggil gue Ghani" tersenyum tipis di hadapan teman barunya, sambil melambaikan tangan


"Halo bang Ghani !" ucap murid-murid di kelas itu dengan kompak


"Asalnya dari mana mas Ghani?" tanya bu Ima


"Dari Jayakarta bu"


"Baik silahkan duduk di bangku kosong itu !" bu Ima menunjuk salah satu bangku yang di belakang Irel


"Baik bu" Ghani melangkahkan kaki ke arah yang di tunjuk bu Ima


tap


tap


tap


brakkk.....

__ADS_1


__ADS_2