Menjadi Baik

Menjadi Baik
Part 3


__ADS_3

"Baik bu" Ghani melangkahkan kaki ke arah yang di tunjuk bu Ima


tap


tap


tap


brakkk.....


"Aduhhh" Irel memegangi kepalanya bagian belakang


"Kenapa Rel?" bu Ima melihat ke arah Irel


"Gapapa bu, kayak ada cicak jatuh tadi bu, tapi ga ketemu" ucap Irel sambil melihat dinding sampingnya, sambil melirik belakang sedikit


'Sialan ! gue di katain cicak. Awas aja loe nanti, gue kasih kejutan yang gak bikin loe lupain !' Gumam Ghani dalam hati


"Kamu juga kenapa Ghani? naruh tas kayak orang marah-marah, pake di banting-banting segala" tanya bu Ima sambil tersenyum, walaupun tahu sebenarnya Irel bukan kejatuhan cicak, tapi kejatuhan tas nya Ghani, yang menaruh setengah melempar.

__ADS_1


"Tidak apa-apa bu, hanya sedikiti berat saja. Semua buku mata pelajaran Ghani bawa semua. Biar jadi mudah nyarinya. Karena belum tahu jadwal pelajarannya bu" Elak Ghani


"Yaudah, jam istirahat nanti bisa di catat ya !"


Ghani mengangguk, tanpa menjawab perintah bu Ima


"Buka LKS Halaman 59 ya !" perintah bu Ima


"Di situ ada perintah, diskusikanlah materi tentang adab kepada orang yang lebih tua dengan kelompokmu. Karena jumlah sekelas sekarang sudah 30 pas, jadi bisa berhitung 1 sampai 15"


Lanjut bu Ima "satu kelompok dua orang ya... berhitung mulai dari Veve !"


Berhitung berlanjut sampai nomer 15, setelah itu mengulang lagi dari 1 sampai 15 lagi. Suatu yang kebetulan, kali ini Ghani satu kelompok dengan Mirelda.


Jadi apa ya kalo mereka satu kelompok???


Kini perkelompok sudah duduk satu meja bersama untuk mendiskusikan materi yang di suruh bu Ima. Semua berdiskusi dengan khidmat, terkecuali Irel, karena masih canggung dengan teman barunya yaitu Ghani. Ghani membuka suara, tapi bukan untuk memulai diskusi


"Sorry ya ! tadi gue sengaja lempar tas" ucapnya ketus

__ADS_1


"Gak kerasa juga, jadi gak perlu minta maaf" tolak Irel dengan senyuman, mencoba sabar. Karena ini juga sudah menjadi salah satu naskah yang ada di hidupnya


"Beneran gak kerasa? mau gue lempar lagi tasnya?" tanya Ghani sedikit tidak percaya


"Eh... jangan-jangan" tolak Mirelda dengan mengangkat kelima jarinya


"Langsung bahas ini aja ! tugas dari bu Ima, biar dapat nilai A+" menunjuk tugas yang ada di buku


"Ah, gue gak perduli mau dapat nilai A B C D E" menyingkirkan buku yang ada di hadapannya


"Tapi aku peduli, kalo kamu gak mau diskusi yaudah ! biar aku saja yang kerjakan ini !" Irel mulai mengerjakan tugasnya


"Terserah loe aja !" jawab Ghani


Irel mulai membaca semua materi dan menuliskan semua jawaban di ikuti suaranya yang sedikit keras, sampai-sampai terdengar oleh Ghani


"Sebagai seorang anak, berbakti kepada orang tua sudah menjadi hal yang wajib. Hal ini juga sudah diperintahkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Salah satu bentuk berbakti kepada orang tua adalah dengan memperhatikan etika dan adab antara anak kepada orang tuanya.


Mengenai adab seorang anak kepada orang tuanya juga pernah dibahas oleh Imam Al-Ghazali dalam risalah yang berjudul Al-Adab fid Diin yang terdapat dalam buku Majmu’ah Rasail. Dalam tulisan tersebut disebutkan beberapa adab seorang anak kepada orang tua yang perlu diperhatikan, yaitu: Tidak mudah merasa capek dalam berbuat baik kepada orang tua, Memenuhi panggilan orang tua, dan Mendengarkan kata-kat orang tua" ucap Irel sambil menulis di buku tugasnya

__ADS_1


"Kamu salah ! harusnya bukan itu jawabannya"


__ADS_2