MENUJU KESUKSESAN

MENUJU KESUKSESAN
01


__ADS_3

“Hei apa yang kau lakukan disini”… ketrin menyapa seseorang pria yang duduk di kursi pinggir sungai.


“Tidak, aku hanya duduk saja”… jawab tiffin sambil menoleh kearah ketrin.


“Ayolah jujur saja kepadu apa yang kau pikirkan”


“Aku hanya memikirkan nasib ku yang sebatang kara dan mungkin tidak memiliki masa depan”


“Jangan berbicara seperti itu apa kau tidak menggapku teman aku akan menemani mu sampai kapanpun”…jawab ketrin sambil memegang tangan tiffin


“Ket seharusnya kau tidak disini, kau memiliki keluarga yang kaya dan seharusnya kau mencari teman yang sederajat dengan mu bukan menjadi teman ku yang tidak memiliki apa-apa”… jawab tiffin sambil melepaskan tangan ketrin.


“Sudahlah yang kaya orang tua ku bukan aku, dan aku tidak mau berteman sama orang yang hanya menyombongkan harta orang tuanya, aku lebih suka beteman dengan orang yang tulus”…


Tidak lama handphone ketrin berdering dan yang menelphone adalah ayahnya.


“Halo ayah ada apa menelphone ketrin”


“Ketrin dimana kamu sudah jam berapa ini cepat pulang”… kata ayah ketrin menyuruh pulang


“Baik ayah ketrin akan pulang”… jawab ketrin, setelah mematikan hp ketrin menoleh ke tiffin.


“Fin aku pulang dulu kamu ngga usah mikirin yang tadi kita masih sekolah dan masa depanmu aku yakin pasti kamu akan sukses”


“Terima kasih ket ya sudah hati-hati dijalan sampai bertemu besok”… jawab tiffin


Setelah berpisah dengan ketrin tiffin pulang kerumah peninggalan orang tuanya karna hari sudah demakin gelap.

__ADS_1


Pagi hari tiba tiffin sudah bangun sekitar jam 4 subuh sehabis melakukan sholat subuh dia bersiap-siap untuk berangkat sekolah.


Tiffin dan ketrin satu sekolah di SMA terbaik di kota itu tiffin salah satu siswa pintar disekolah makanya dia bisa sekolah di SMA terbaik tanpa harus bayar sepeserpun.


Setelah selesai bersiap-siap tiffin pun berangkat kesekolahnya menggunakan sepeda miliknya yang.


Diperjalan menuju sekolah tiba-tiba tiffin ditabrak pengendara mobil dan tiffin terpental sangat jauh.


“Aiss sial sekali hariku kenapa harus menabrak orang, bagaimana dengan orang itu”… kata orang yang menabrak.


Keadan tiffin cukup parah dia tidak sadarkan diri.


“Kenapa ini sangat gelap apakah aku sudah mati”…kata tiffin dalam hati.


‘(TING)’


“Hah suara apa itu apakah suara malaikat”… kata tiffin sambil mencari asal suara itu.


‘(Saya bukan malaikat tuan saya adalah sistem yang akan membantu tuan)’…jawab sistem


“Apakah sistem seperti yang ada di novel-novel yang pernah ku baca”… kata tiffin


‘(Kira-kira seperti itu tuan)’ jawab sistem


“Benarkah begitu kalau benar begitu bisakah sistem membatu ku menjadi sukses dan mencari tahu kenapa orang tua ku meninggal”


‘(Tuan tenang saja sistem akan membatu tuan menjadi sukses dan mencari tahu penyebab kematian orang tua tuan)’

__ADS_1


‘(Tapi pertama saya akan menyembuhakn tuan karna keadan tubuh tuan lumayan parah, tuan harus menahan sedikit sakit, apakah tuan siap)’


“Baiklah aku siap lakukan saja sekarang” jawab tiffin dialam bawah sadarnya.


‘(Penyembuhan dimulai… 10%…..30%…..)’


“Akhhhh”… teriak tiffin kesakin


‘(60%…..90%…..100%)’


Tiba-tiba tiffin terbangun dari pingsannya dan yang dilihat tiffin dia seperti berada diruang rumah sakit.


“Kenapa aku ada disini”…kata tiffin yang terlihat bingung


“Ah akhirnya kamu bangun juga, perkenalkan saya adam”… kata adam yang duduk disofa punggir kasur.


“Apakah tuan yang menabrak saya tadi?”


“Bukan saya asistenya, karna kamu sudah bangun ini untuk kamu sebagai ganti rugi atas kejadian tadi”…jawab adam sambil menyerahkan amplop ke taffin.


“Tidak perlua tuan saya hanya ingin tahu siapa nama yang menabrak saya tadi”…kata tiffin sambil menolak amplop putis tadi


“Kamu nggak perlu tahu siapa bos ku cukup kamu ambil amplop ini saja”…kata adam sambil menuruh amplop itu diatas meja samping kasur, setelah itu adam keluar ruangan.


“Dasar aneh aku cuma penasaran siapa yang menabrakku, dasar orang kaya cuma ngandelin uang semua urusan dianggap selesai”


“Oh iya aku baru ingat apakah benar aku sekarang memiliki sistem atau hanya mimpi saja”… kata tiffin sambil bangun dari kasurnya.

__ADS_1


‘(Tuan tadi tidak bermimpi saya ada didalam kepala tuan sekarang)’…jawab sistem


__ADS_2