
Tiffin pun sampai kerumahnya, iya menuju kamar mandi untuk membersihkan badanya yang kotor karna habis berkelahi dengan jordan.
Seteleah selesai mandi iya mau ngecas hpnya yang sudah mati, iya heran menemukan surat dan dua kunci,sepertinya kunci rumah dan mobil yang tergelatak dimeja, karna heran dia pun membuka surat tersebut dan ternyata itu surat kepemilikan rumah divilla goldstar no 1.
“Mungkin habis bertemu jesica aku akan pergi mengecek rumah itu”
Tiffin pun merebahkan tubuhnya kekasur dia tampak termenung.
“Aku bersyukur karna memiliki sistem, setelah mendapatkan sistem hidupku lebih berwarna sebelumnya hidupku tampak gelap dan suram karna kematian orang tua ku, aku berjanji akan mencari tahu apa penyebab kematian kalian”… kata tiffin
Seteleah beristirahat tiffinpun bersiap-siap untuk bertemu jesica dicafe xanta, tiffin pun mengendarai motornya menuju cafe xanta.
Setelah sampai dan memarkirkan motornya tiffin lalu menghubungi jesica.
“Halo jes aku sudah diparkiran cafe xanta, kamu dimana”
“Tuan muda masuk saja saya sudah didalam, dimeja nomor 14”
Tiffin pun masuk kedalam caffe xanta dia melihat seorang perempuan yang cantik berumur sektitar 30 tahunan duduk dimeja nomor 14.
“Apakah kamu jesica”… tanya tiffin keperempuan itu
Perempuan itu tampak terdiam dan berkata dalam hati apakah ini tuan muda tiffin kelihatannya dia masih sangat muda
“Iya saya jesica apakah tuan adalah tuan muda tiffin”
“Iya saya tiffin”… sahut tiffin
__ADS_1
“Silahkan duduk tuan muda”
“Sebentar tuan muda saya akan memesan minuman dulu, apakah tuan muda mau pesan makan juga”
“Ya pesan makanan juga saya belum makan dari siang tadi”
Jesica pun memanggil pelayan dan memesan makan dan minuman terbaik di caffe itu. Setelah selesai memesan jesica pun menyerahkan surat untuk ditanda tangani tiffin.
“Nanti saja setelah selesai makan”
“Baik tuan muda”… kata jesica kembali menyimpan surat itu.
Mereka pun mengobrol dengan santai, saat mereka tengah mengobrol makanan pun datang.
“Silahkan dimakan tuan muda”… kata jesica
“Kamu juga silahkan”
Merekapun selesai makan dan juga sudah selesai dengan urusan peresuhaan.
“Apakah kamu mau jadi asisten saya”… kata tiffin
Tiffin menawarkan jesica menjadi asistenya untuk mengurus perusahannya karna dari obrolan mereka jesica adalah orang yang kompeten yang mampu menjadikan perusahaan volkswagen menjadi sebesar sekarang, dia menjual perusahanya cuma karna hutang perusahaan yang tidak mampu dia bayar.
“Benarkah tuan muda menawarkan saya menjadi asisten tuan”
“Iya benar kamu akan tetap mengurus perusahaan volkswagen dan mungkin nanti akan mengurus perusahan lainya milik saya”
__ADS_1
“Iya tuan saya mau, terima kasih tuan muda”
Setelah selesai dengan urusan perusahaan tiffin pun berjalan hendak mengecek rumahnya divilla goldstar, setelah sampai didepan gerbang rumahnya tiffin dihadang oleh satpam rumah tersebut.
“Ada keperluan apa tuan kesini”… tanya satpam itu
“Saya mau ngecek rumah saya”
“Bolehkah saya melihat surat kepemilikan rumahnya tuan”
Tiffin menujukan surat kepemilikan rumah tersebut.
“Selamat datang tuan maaf sebelumnya saya tidak tau”… kata satpam sambil membukan gerbang
“Tidak masalah”
Setelah masuk kehalaman rumah tersebut tiffin dibuat takjub dengan kemewahan rumah tersebut, rumah tersebut memiliki 3 lantai, rumah itu tidak menggunakan tangga tapi menggunakan lift dan memiliki fasilitas yang lengkap seperti kolam renang, tempat gym, bioskop, dll.
Setelah tiffin mau memasukan motornya kedalam bagasi iya melihat mobil lamborghini yang terparkir didalam bagasi.
“Inikah mobil hadiah dari sistem, wahh gila sangat keren”… kata tiffin kagum melihat mobilnya.
Setelah puas melihat mobil lamborghini venenonya tiffin pun memasuki rumahnya.
“Apakah tidak kesepian sendiri dirumah sebesar ini”… kata tiffin sambil berkeliling dirumah tersebut
“Malam ini aku tidak bisa tidur dirumah ini karna baju dan peralatan sekolah ku masih dirumah orangtua ku”
__ADS_1
Seteleh selesai mengecek dan melihat-lihat rumahnya tiffin pun hendak pulang kerumahnya, tiffin sampai dibagasinya.
“Aku pakai motorku saja kalau aku menggunakan mobil ini kesekolah bakal heboh satu sekolah sedangkan aku menggunakan motor ini saja sudah heboh”