Merawat Putri Paling Berharga

Merawat Putri Paling Berharga
10. Tragedi (1)


__ADS_3

Jiraiya dan ke 3 tim dengan Minato, Yahiko, dan Konan sedang dalam situasi yang sangat sulit.


Tap... tap... tap...


"Hahaha... Aku akhirnya bisa bertemu dengan kelompok kalian, kau tahu... Aku sangat membencinya ketika melihat seberapa mendominasinya kalian sementara aku sebagai pemimpin desa hanya bisa melihat." Seorang pria yang memiliki aura kuat dalam dirinya, mengenakan masker dan baju perang, Kusarigama di tangan kanannya yang berbentuk seperti sabit yang terhubung dengan rantai, terlihat sangat kejam dan mendominasi.


Jiraiya menatap wajah asing di depannya, setelah berpikir beberapa saat, dia akhirnya mengenali siapa lawan yang akan ia hadapi, ternyata ia bertemu dengan lawan yang sangat kuat kali ini, kemudian dia berkata,


"Dia, Hanzō Si Salamander."


Minato dan timnya terkejut mendengar perkataan Jiraiya.


"Siapa dia guru?" Yahiko berkata terlebih dahulu.


"Dia adalah pemimpin Amegakure yang sebenarnya, kekuatannya sangat kuat, tubuhnya sangat beracun." Jiraiya berkata dengan serius, dia menatap Hanzō.


Jiraiya dalam era ini belum pernah bertemu dengan Hanzō hingga hari ini, karena itulah julukan Sannin belum pernah terdengar.


"Guru, seberapa kuat dia? Aku merasakan aura membunuh darinya, dipastikan dia akan menyerang kita." Minato bertanya-tanya, sangat jarang dia melihat Jiraiya menjadi sangat serius, dalam setiap pertempuran, Jiraiya selalu sangat riang, bahkan sering kali bercanda.


"Dia sangat kuat, keterampilan menggunakan senjata miliknya tidak diragukan lagi sangat terampil, yang mengerikan darinya adalah racun dari dalam tubuhnya. Dia bisa mengeluarkan racun dari mulutnya, binatang Kuchiyose miliknya adalah Ibuse, sebuah salamander, jika tertelan maka akan mati karena racun di perutnya."


Jiraiya tidak bisa meremahkan lawannya, Hanzō, jika dia melawannya akan sangat sulit untuk menang, untungnya ia tidak sendiri. Ada Minato dan timnya yang sangat kuat dan berbakat, dia tidak khawatir karenanya.


"Racun ya... Guru, aku mempelajari ninjutsu medis belakangan ini, kupikir bisa membantu jika menghadapi racun." Konan berkata dengan tenang, dia mengetahui keseriusan ancaman di depannya, untungnya ia mempelajari ninjutsu medis, namun ia masih tidak tahu seberapa efektifnya itu.


"Hm, bagus. Ninjutsu medis memang sangat berguna, namun lawan kita adalah Hanzō. Dia memiliki racun mengerikan yang sama sekali tidak bisa ditawar oleh pengguna ninjutsu medis biasa. Banyak sekali berbagai jenis racun di luar sana, dan racun milik Hanzō adalah salah satu racun terkuat, meski begitu seorang shinobi pengguna ninjutsu medis yang hebat masih belum juga muncul. Haa... Sayang sekali."


Di era ini, shinobi pengguna ninjutsu medis sekuat Tsunade masih belum ada, bahkan Tsunade saat ini hanyalah seorang bayi setelah melintasi waktu.


Hanzō menatap Jiraiya, dia tertarik dengan tim mereka, dia membiarkan merek berbicara terlebih dahul tidak akan terburu-buru untuk bertarung, terlebih lagi semua sesuai dengan rencana.


"Cukup akurat juga informasimu, hm... Jiraiya... Murid pak tua kera itu kan? Ish, ish, sayangnya kau terlalu lemah, jika teman ularmu ikut membantumu, itu mungkin bisa menggerakkan lebih banyak ototku."


Hanzō menyeringai, menatap kelompok itu dengan bercanda, memang benar dia bisa melawan Jiraiya dengan mudah, bahkan dalam cerita aslinya, Jiraiya bersama Orochimaru dan Tsunade tidak bisa mengalahkan Hanzō, karena terkesan dengan kehebatan ke tiga orang itu, Hanzō memberi julukan Sannin kepada mereka, itulah asal mula nama Sannin legendaris.


Sekarang Hanzō masih bisa mengalahkan mereka, namun dia melihat kearah pemuda berambut kuning, Namikaze Minato. Dialah yang paling sulit untuk dihadapi, kekuatannya sangat kuat dan kecepatannya keterlaluan, dia dijuluki sebagai Yellow Flash.


"Aku mengetahui dari guruku bahwa kau adalah pemimpin amegakure, aku tidak salah kan?" Minato menatap Hanzō, dia bertanya dengan serius.


"Benar, kenapa memang?" Hanzō tertarik dengan Minato ini, tidak hanya kuat tapi juga cerdas tatapannya berisi tekad yang membara, dia adalah kandidat pemimpin yang sangat baik.


Minato menatap Hanzō, dia tidak suka dengannya, mengetahui bahwa pemimpin seperti dia, dengan negeri yang penuh dengan kekacauan dan penderitaan.


"Pemimpin adalah seseorang yang mulia yang seharusnya melindungi rakyatnya, pemimpin jugalah yang harus mengutamakan kesejahteraan rakyatnya, tapi kau? Kau justru tertarik dengan kekuasaan belaka, kau mungkin menjadi pemimpin bukan karena rakyat, tapi karena untuk memuaskan hasratmu sendiri. Pemimpin seperti itu, layak disebut Sampah!"


Minato menatap Hanzō dengan tatapan tajam, dia memandangnya dengan jijik, dia benci terhadap pemimpin seperti ini, membiarkan rakyatnya menderita penuh dengan rasa sakit, kehidupan yang sangat hancur dibawah kepemimpinan orang ini.


Mendengarnya, Hanzō sama sekali tidak merasa tersinggung dengan kata-kata Minato itu, memang benar dia pemimpin seperti itu, jadi kenapa? Dia bertindak sesuka hati karena dia kuat, di dunia shinobi yang kacau ini, pemilik kekuatanlah yang berkuasa, kata-kata Minato memang tidak salah, dia juga tidak membencinya, dia tertarik dengan kebijaksanaannya.

__ADS_1


"Hebat, hebat, kau menemukan murid yang hebat Jiraiya! Tatapannya penuh dengan tekad, aku yakin dia bisa menjadi pemimpin yang baik. Tapi sayang sekali dia bertemu denganku, kau tahu kenapa? Karena dia, Namikaze Minato, akan mati di tempat ini!" Hanzō berkata dengan senyum kejam, niat membunuh darinya tumbuh semakin besar.


Suasana menjadi mencekam, Jiraiya menatap Hanzō dengan serius, dia tidak menyangka bahwa Hanzō akan mengincar Minato, Minato adalah murid kebanggaannya, dia tidak bisa membiarkannya mati di tempat ini.


......................


Aura dingin menyebar, terlihat betapa seriusnya keadaan ini, namun dalam sekejap suasana serius hilang, pecah karena teriakan Yahiko.


"Jangan sombong kau pak tua! Minato sangat kuat, dia akan mengalahkanmu dalam sekejap!" Yahiko berkata dengan lantang, sikapnya memang agak bodoh, mirip dengan Naruto di masa depan.


"Kau nak! Berani menyebutku pak tua?! Kurasa aku harus membunuhmu terlebih dahulu." Hanzō marah dengan ejekan Yahiko, dia menatapnya seperti badut konyol, namun entah kenapa ia merasa harus membunuhnya, seolah hama seperti dia harus lenyap dari muka bumi.


Yahiko merasa ngeri ditatap oleh Hanzō,


"Hiii... Senior Minato! Lindungi aku, tatapannya sangat kejam!" Yahiko bersembunyi dibelakang Minato, dia memang merasa takut dengan tatapannya, seolah berada dalam genggaman binatang buas, tidak bisa lari darinya.


......................


Swiss...


Dang...


Hanzō melancarkan serangan dengan cepat, Jiraiya yang berada di samping segera mendekat dan menangkis serangan sabit itu dengan sebuah pedang dengan bahan bilahnya terbuat dari batu.


"Heh, reaksimu cukup cepat."


"Aku disebut petapa gunung myoboku bukan tanpa alasan."


Kedua Shinobi itu terus bertarung, gerakannya cepat dan gesit. Jiraiya tidak akan mudah untuk dikalahkan, tapi dia pasti bisa memenangkan pertarungan ini dengan sedikit lebih banyak waktu. Akan tetapi ada Minato di dekatnya, kombo dari dua orang ini tidak bisa diremehkan, kecepatan dari Minato melebihi milikinya bahkan jika menggunakan Shunshin No Jutsu.


Ting...


"Ayo! Tunjukkan kekuatan sebenarnya darimu Jiraiya!" "Kuchiyose: Ura Kaiten No Shuriken"


Swisss...


Hanzō mengeluarkan beberapa shuriken dari udara tipis, dia yang sebelumnya menyerang dengan sabitnya tiba-tiba berkedip. Dia muncul di belakang Jiraiya, shuriken itu ia tembakkan ke arah punggung Jiraiya, dengan cepat shuriken meluncur.


"Huh?... Jutsu sederhana yang cerdik."


"Hari Jizo"


Jiraiya melihatnya, shuriken yang mengincar punggungnya, dia ingin mengurangi resiko terkenanya bagian dari tubuh dengan shuriken. Karena itu ia langsung menggunakan jutsu ini, rambut putih miliknya tiba-tiba berubah menjadi duri tajam yang mengelilingi tubuhnya bagai perisai.


Ting... ting...


"Hehe... Jutsu-mu unik juga Jiraiya, rasakan ini!"


Bang...

__ADS_1


"Guru!" Yahiko melihat Jiraiya yang diserang dengan pukulan ganas Hanzō berteriak dengan khawatir.


Hanzō menggunakan teknik taijutsu miliknya, kekuatan dari pukulan yang ia berikan sangatlah besar, Jiraiya yang masih dalam kondisi tubuh dengan perisai rambut, masih terpental karena pukulan Hanzō.


Sretttt...


"Ughhh... Pukulan yang sangat kuat."


Jiraiya mendarat dengan selamat, meskipun serangan itu kuat, karena dia sebelumnya menggunakan 'Hari Jizo' kekuatan pukulan itu bisa berkurang sehingga kerusakannya tidak terlalu besar.


Hanzō dari kejauhan melihatnya, sebenarnya ia sengaja menyerang Jiraiya dalam kondisi sebelumnya, ia ingin menguji seberapa kuat perisai rambut sebelumnya.


"Hei Jiraiya! Kekuatanmu masih lemah, cepat gunakan mode pertapa mu itu, tunjukkan padaku kekuatan yang sebenarnya dari petapa gunung myoboku."


Hanzō mengejek Jiraiya, memang kekuatannya masih kurang jika berhadapan dengannya tanpa mode itu, Hanzō berpikir seperti itu.


......................


Swisss...


Disaat Hanzō sedang dalam santai-santainya, tiba-tiba sebuah kunai melintas di depannya, dia tsedikit terkejut dengannya, dia awalnya tidak menganggap kunai itu terlalu serius, namun sebuah kilat berwarna kuning melintas.


Cling...


"Jangan melupakanku disini, 'Rasengan'!"


Bzzrrrr.....


Bang....


Hanzō tidak menyangka Minato akan menyerang dengan tiba-tiba, dia menggunakan Kusarigama untuk menahan serangan itu, tidak disangka 'Rasengan' ternyata begitu kuat. Dari energi ledakan yang diberikan, dia terpental beberapa meter, untungnya reaksinya cukup cepat untuk langsung memblokir ninjutsu itu.


"Cepat dan mematikan! Kombinasi dari 'Hiraishin No Jutsu' dengan ninjutsu aneh sebelumnya sangat luarbiasa." Hnazō memberikan komentar.


Cling...


"Terimakasih karena memujiku, tapi dalam pertarungan, kita tidak bisa lengah."


Minato menghilang sekali lagi, dia muncul disamping Hanzō, kunai miliknya sudah tersebar di medan ini, dia bisa dengan mudah berteleportasi.


"Hehe... Begitukah?" Hanzō menyeringai, dia tidak khawatir sedikitpun dengan tindakan Minato.


Minato terkejut dengan ketenangan Hanzō, dia segera menyerang Hanzō dengan kunai digenggamannya, namun tidak disangka.


Ting...


Sebuah Tanto menangkis kunai milik Minato. Sebuah katana mini, Minato terkejut, 'Cepat!'-pikirnya.


Dia berteleportasi menggunakan Hiraishin No Jutsu sebelumnya, akan tetapi sebuah Tanto menghalangi, dia tidak tahu ada shinobi secepat itu seperti dirinya. Dia melihat kedepan, arah shinobi itu berada.

__ADS_1


Minato melihat, sebuah mata merah darah di depannya. 'Sharingan'.


__ADS_2