
Qin Zhao terbang menggendong bayi mungil, bayi itu memiliki rona di pipinya dan sedikit air di sudut matanya. Bayi itu diselamatkan Qin Zhao sebelumnya, karena baru saja menangis wajah mungilnya agak kemerahan, nafasnya tersendat sesekali yang membuatnya terlihat sedikit menyedihkan.
Tatapan Qin Zhao mau tidak mau melunak melihat ekspresi bayi yang berbaring di lengannya itu. Dia juga menggelengkan kepalanya tak berdaya, dia ingin segera kembali di kehidupan damainya di sembilan lapisan, setidaknya akan membuatnya bisa merawat bayi – bayi itu dengan lebih tenang.
Dia khawatir akan suatu hal yang akan terjadi tiba – tiba, karenanya ia menempatkan bayi itu kedalam daun kehidupan. Bayi itu terlihat seperti baru lahir, dia belum melihat seperti apa warna rambutnya, apakah akan menjadi hitam mengkilat atau berwarna seperti dua bayi sebelumnya, yang terpenting Qin Zhao akan tetap merawatnya, bagaimanapun juga, hal kecil itu terlihat sangat imut.
Qin Zhao terbang di langit, dia melihat dan mengawasi sekitarnya, menit demi menit berlalu namun dia belum melihat adanya keanehan, atau lebih tepatnya dia menunggu kapan munculnya pusaran dimensi.
Dia muak dengan dunia yang ia tinggali sekarang, banyak sekali perselisihan tanpa perdamaian yang berarti, dan juga udara disekitarnya terasa sangatlah buruk. Tidak ada udara yang penuh dengan energi kehidupan dan kemurnian ilahi di lapisan kesembilan sebelumnya, sungguh menjijikan terus menghirup udara yang tercemar setiap detik, pikirnya.
Setelah Satu hari penuh Qin Zhao menunggu, dia belum juga melihat tanda – tanda munculnya pusaran dimensi, dia tidak bisa berbuat apapun dan akhirnya memutuskan untuk bermeditasi. Dia sangat penasaran dengan karakter emas di kedalaman jiwanya, dengan potongan ingatan yang sering kali muncul secara tiba- tiba, membuatnya mmenjadi lebih penasaran untuk menggali misteri dibalik karakter emas.
Qin Zhao duduk diatas batu yang terletak di puncak tebing, dia memilih tempat ini karena membuatnya merasa lebih tenang dan nyaman.
Dia menyilangkan kakinya dan memejamkan matanya, nafasnya berangsur – angsur menjadi lebih tenang, auaranya naik, kekuatan yang tak terlihat menyelimuti tubuhnya.
Sementara itu, jauh di kedalaman lautan jiwanya, terdapat sebuah karakter emas yang bergerak berputar – putar. Karakter yang berputar itu semakin lama menjadi semakin cepat, sebelum Qin Zhao menyadari, karakter meas tersebut telah menjadi sebuah pusaran berwarna emas mengkilau.
Pusaran itu menyelimuti setiap sudut lautan jiwa Qin Zhao. Qin Zhao tidak merasakan rasa sakit atau keanehan apapun, yang ia rasakan adalah ketenangan batin, semakin lama ia merasakan ketenangan itu semakin ia terserap kedalamnya.
Hari demi hari berlalu, tak terduga sudah 6 bulan Qin Zhao bermeditasi, selama meditasi ini pikiran Qin Zhao serasa direndam oleh kehangatan tanpa batas, seluruh tuuh dan jiwanya serasa terpisah dari keberadaan.
Disaat yang sama sebuah ingatan yang lengkap akhirnya terungkap, Qin Zhao melihat versi dirinya yang lebih fana, wajah tampan namun terlihat polos.
Seperti yang ia duga, ternyata ini adalah ingatannya sebelum reinkarnasi, pemuda yang dilihatnnya bernama Arai, yaitu dirinya sendiri sebelum menjadi abadi. Arai adalah seorang pemuda tampan dari keluarga kaya, dia lahir dengan sendok emas yang menyuapinya sejak bayi. Dia tumbuh dikeluarga yang sangat mewah, memiliki saudara yang sangat berbakat membuatnya menjadi pemalas sejak kecil.
Dia tidak pernah ingin sekolah, Arai terus bermalas – malasan dirumahnya, bermain dan bermain sampai ia menjadi bosan.
Di usia ke 16 tahunnya Arai mulai menginjakkan kakinya di dunia anime, dia melihat banyak sekali karakter yang hidup dan dia menyukai melihat bagaimana karakter itu berkembang. Dia sangat terharu dengan anime, dan pada akhirnya ia terus menonton anime hingga usia ke 19 tahun, sampai usia ini Arai sama sekali tidak peduli dengan belajar, yang ia inginkan adalah menonton anime, yang paling ia sukai adalah Naruto.
Dia menonton dari awal hingga tamat, dari komik hingga anime. Kehidupannya bahagia hingga suatu hari kejadian naas menimpanya, ternyata selama ini ia mengidap penyakit jantung, dan seperti yang divonis oleh dokter, dia tidak bisa hidup sampai usia 20 tahun. Pada akhirnya ia meninggal di usia 19 tahun, meskipun ia meninggal, Arai tidak merasa menyesal, karena sepanjang hidupnya ia sangat bahagia. Mungkin karena inilah orang tua Arai juga tidak melarang apapun tindakan Arai, dan seperti itulah kehidupan Arai sebelum ia berainkarnasi menjadi Qin Zhao dengan kehilangan segala ingatan masa lalunya.
__ADS_1
Qin Zhao menghela napas, ternyata seperti ini kehidupan masa lalu miliknya, dia juga tidak isa membenci dirinya di masa lalu yang tak berguna.
Karena memiliki penyakit sejak lahir memang menyedihkan, untungnya Arai selalu bahagia sejak kecil, karenanya ia tidak merasa sedih. Dia hanya tidak menyangka bahwa kehidupan masa lalunya seperti itu. Qin Zhao juga merasakan segala hal yang dialami Arai di masa lalu, mungkin karena itu ia merasa sakit ketika melihat beberapa karakter di dunia ini atau lebih tepatnya dunia naruto terluka.
Dia ingat siapa sebenarnya identitas bayi – bayi yang ia selamatkan, di perjalanan pertamanya ia menyelamatkan bayi yang kelak akan menjadi hokage, Tsunade, diperjalanan kedua dia menyelamatkan bayi yang akan menjadi ibu dari protagonis yaitu Kushina, dan yang ketiga ini dia juga menyelamatkan bayi yang identitas aslinya adalah Sakura.
Mengingat kembali kenangan Arai, ia menjadi sedih karena memang banyak karakter yang ia sukai dan sekarang dunia naruto menjadi sangat kacau akibat campur tangan monster ruang. Dia memikirkannya lagi, di waktu sekarang ini sebenarnya masih ada karakter yang ingin ia temui, salah satunya adalah wanita yang menurutnya paling cantik di anime naruto, Hinata Hyuuga, sudah pasti ia ingin menemuinya.
Qin Zhao menjadi sangat bersemangat setelah mengingat kembali, dai tahu bahwa sebenarnya Sakura lebih tua 9 Bulan dari Hinata, yang beerarti masih ada waktu sebelum ia lahir. Mengingat kembali bahwa ada 3 bayi di dalam daun kehidupan, Qin Zhao merasa sangat puas, apalagi ketiganya akan menjadi wanita yang sangat cantik di masa depan, ada Tsunade, Kushina, dan Sakura... “Tunggu! Jika ada Sakura pasti ada... Sial aku hampir melupakannya!”
Astaga, Qin Zhao hampir melupakan satu hal penting, dunia naruto saat ini lebih kacau dari dalam anime. Dan ia juga menyadari sudah 6 bulan sejak ia bermeditasi, mengingat salah satu karakter yang ia sukai di anime naruto yang selalu bersama sakura, Ino Yamanaka. Dia hampir lupa, Ino lahir 6 bulan setelah lahirnya Sakura, dan mengingat dunia yang sangat kacau sekarang, mungkin saja nyawa Ino dalam bahaya.
Seketika Dada Qin Zhao menjadi sangat sakit, dia merasa seperti akan terkoyak, dari jiwa ke seluruh tubuh, dia merasa akan hancur.
Tanpa membuang waktu, Qin Zhao melesat ke langit, dia dengan panik mengaktifkan teknik deteksinya. Persepsinya meluas beberapa mil, Qin Zhao menenangkan pikirannya dan memfokuskan segalanya pada tempat kamp Yamanaka.
...
Di pihak lawan adalah klan Uchiha, mereka menggunakan segala macam ninjutsu dan serangan ganas, dan yang lebih parah adalah mereka memiliki chakra korosif yang bisa menghancurkan tubuh dengan mudahnya. Pihak klan Yamanaka sangat putus asa, Qin Zhao melihat sebagian shinobi melarikan diri bersama wanita dan anak – anak untuk melindungi keselamatan mereka, dia melihat ada seorang wanita membawa bayi diantara kerumunan tersebut.
Qin Zhao tidak tahan, dia melesat dengan lebih cepat, sementara ia dalam perjalanan, para shinobi Uchiha masih menyerang tanpa ampun.
Shinobi klan Yamanaka terus bertahan dan melarikan diri, mereka mempunyai teknik telepati yang sangat kuat, salah satu pengguna telepati yang paling mahir dan ahli adalah Inoichi Yamanaka. Dia seorang diri mengatur dan merencanakan pelarian dengan segenap tenaga.
Berkali – kalli klan akan menghadapi kehancuran ia selalu memiliki cara yang tepat dalam melarikan diri, itu juga dibantu dari kekuatan telepatinya yang membuat kerja sama seluruh kaln menjadi sangat lancar tanpa gangguan yang tidak perlu.
Aliansi klan Ino-Shika-Cho masih terjalin erat hingga sekarang, mereka terus bertahan dalam serangan bawahan Danzo selama 6 bulan ini, namun entah bagaimana caranya mereka berhasil menemukan persembunyian klan Yamanaka yang akhirnya membuat situasi semakin memburuk.
Inoichi tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa melarikan diri dan menunggu bantuan aliansi. Sudah seminggu ini mereka melarikan diri, stamina mereka hampir mencapai batas, mereka juga masih harus melindungi para wanita dan anak – anak.
Disisi lain Qin Zhao sudah mendekat dalam hanya beberapa ratus meter, dia sama sekali tidak mementingkan klan Yamanaka, yang ia cari hanyalah Ino, asalkan dia masih hidup ia akan lega. Qin Zhao terbang melewati pasukan Yamanaka yang putus asa tanpa melirik mereka, dia hanya fokus pada keadaan ino.
__ADS_1
Kelompok wanita dan anak – anak sudah diserang oleh klan Uchiha, disana ada seorang remaja dengan mata merah darah, yang mengerikan darinya adalah pola matanya yang berbeda dari anggota lainnya. Meskipun warna matanya merah darah tapi masih bisa dilihat dengan jelas bahwa mata itu kosong, seakan – akan ia tidak melihat, seolah sebuah mayat yang berjalan.
Jika Qin Zhao melihat ia akan terkejut, remaja ini tidak lain adalah Itachi, dia sudah membangkitkan Mangekyou Sharingan miliknya, kekuatannya sangat besar dan yang mengejutkan adalah dia merupakan bawahan Danzo. Danzo berhasil membuatnya tunduk dibawah kendali Chakra korosif, itulah seberapa mengerikannya hasil dari eksperimen monster ruang.
Mangekyou Sharingan masih dapat tunduk dibawah energi monster ruang, bahkan Dewa shinobi yang dulunya dibantu oleh Qin Zhao pun hanya dapat menyegel monster tersebut, kini monster itu masih tertidur di penjara konoha. Diperkirakan bencana yang ditimbulkannya tidak akan jauh lebih buruk dari kemunculan Juubi.
...
Itachi dengan wajah tanpa ekspresi membantai para wanita dan anak – anak dengan kejam, dia seperti boneka ataupun mesin pembunuh massal, satu persatu nyawa melayang bagai rumput yang terpotong oleh sabit. Jeritan putus asa menggema, darah berceceran menciptakan genangan berbau busuk, darah mengallir membentuk sungai kecil diantara celah batu dan tanah.
Ketika hampir seluruh Shinobi Yamanaka terbunuh, Itachi dengan santainya berjalan mendekati mereka yang putus asa dengan menginjak - injak mayat yang berlumuran darah segar, di sepanjang ia berjalan akan ada kepala jatuh dan tubuh buntung tanpa kepala yang menyemburkan cipratan darah segar ke udara, cipratan itu bagaikan hujan yang membasahi wajah tanpa ekspresi Itachi.
...
Uwee... Uwee... Uwee...
Itachi mendengar suara tangisan bayi, dia menoleh melihat pemandangan seorang wanita yang pucat pasi terduduk dengan putus asa memegangi bayi digendongannya. Bayi itu menangis dengan menyedihkan, Itachi tertarik dengan tangisan bayi itu, dia menoleh, dengan sekejap mata ia muncul seperti hantu di depan wanita itu. Memegang katana bernoda merah darah yang sangat kental dan lengket, mengangkatnya dan menebas kearah wanita tanpa ampun.
“Tidaaaa....”
Suara jeritan putus asa terhenti di tengah – tengah, sebuah kepala menggelinding di samping kaki Itachi, kepala itu memiliki wajah dengan ekspresi ketakutan, pucat pasi, matanya melotot, darah bercucuran.
Uweee.... Uweee....
Tersisa suara tangisan bayi yang menjadi – jadi, jeritan bayi yang sangat keras mengganggu pendengaran Itachi. Semua yang tersisa hanya mayat dan bayi itu sendiri, Itachi segera mengangkat katananya lagi berniat membunuh bayi itu dan menyelesaikan misinya.
...
Katananya terangkat, suara tebasan terdengar sangat tenang, suasana sunyi yang membekukan, sebelum bahkan katana menyentuh bayi itu, suara bisikan iblis terdengar di samping telinga Itachi.
Qin Zhao berdiri di belakang Itachi, kepalanya sedikit condong kedepan, mulutnya tepat disamping telinga Itachi dengan tubuh membeku tak bergerak, mata merah darah Qin Zhao terlihat horor dengan melotot. Bayangan Iblis tercetak jelas di punggung Qin Zhao.
__ADS_1
“Akan kubawa kau ke NERAKA!”