Merawat Putri Paling Berharga

Merawat Putri Paling Berharga
04. Perjalanan Waktu


__ADS_3

Semakin dekat dengan energi spasial yang ia cari, Qin Zhao merasa tenang dan sedikit bersemangat, bayi dipelukannya juga masih aman dan sehat, ada perisai pelindung yang menyelimuti dari segala macam keadaan. Bayi itu juga tertidur dengan tenang, Qin Zhao tersenyum mellihat betapa imutnya bayi itu.


Krakk... krakk...


Suara pecahan kaca terdengar kembali, sebuah retakan terbentuk dilangit tidak jauh dari tempat Qin Zhao, pusaran hitam kembali terlihat, dan kali ini daya hisapnya tidak terasa. Qin Zhao merasa agak aneh, namun masih tetap masuk kedalamnya tanpa ragu – ragu.


Swoosh...


Dia akhirnya masuk, Qin Zhao benar – benar memperhatikan keselamaten bayi itu yang berada dalam gendongannya, perisai energi terus melindunginya walaupun tidak ada bahaya apapun dalam pusaran kali ini. Pada akhirnya setelah 1 jam perjalanan, akhirnya terowongan mencapaii akhir dan cahaya kembali terlihat. Qin Zhao bersama bayi yang digendongnya mendarat dengan selamat.


Dia mendarat disebuah hutan, disana Qin Zhao mulai merasa khawatir kembali tentang bayi yang digendongnya, dia mengingat sebuah daun yang bisa menampung makhluk hidup dan membuatnya terus terawat dengan energi yang memeliharanya.


Item ini bernama daun kehidupan, kerena mengambil sifat dari induknya pohon kehidupan, pohon kehidupan melahirkan para peri juga sebagai tempat tinggal mereka.


Sedangkan daun kehidupan yang merupakan bagian dari pohon kehidupan juga memiliki kekuatannya, bedanya adalah memiliki ruang spasial didalamnya, Qin Zhao memodifikasinya sendiri di masa lalu, mungkin jika dia tidak menggendong bayi dan mengkhawatirkannya, dia akan melupakan daun kehidupan yang tersimpan di dasar cincin penyimpanan miliknya.


“Oh aku hampir melupakannya, aku akan menempatkanmu di sana bayi kecil, istirahat disana akan membuatmu lebih aman.” Qin Zhao menggunakan kekuatan pikirannya untuk mancari daun kehidupan di dalam cincin penyimpanan.


Daun berwarna hijau terang bersinar dengan penuh aura kehidupan, Qin Zhao menggumamkan beberapa kata, kemudian daun hijau itu menyala lebih terang menutupi bayi itu, tak lama bayi itu menghilang tersimpan dan terlindungi di dalam daun kehidupan.


“Haa, sekarang lebih aman, aku akan melihat – lihat dulu dimana ini.” Qin Zhao terbang di atas hutan, dia mendengar suara berisik dikejauhan, dia pikir ada hal yang terjadi di arah sana, ia memutuskan untuk mendatangi arah tersebut.


Swoosh...


Disana terlihat kekacauan, namun kekacauan ini tidak sebesar sebelumnya, bisa disebut juga sebagai perang, Qin Zhao mengernyitkan kening melihatnya, bukan karena perang ini, namun karena seberapa familiarnya tempat ini. Dia menutup matanya, mencoba menggunakan kekuatan untuk mendeteksi peristiwa penting yang terjadi, namun sebelum bahkan ia mencoba memperluas area deteksi, sebuah ingatan melintas tiba – tiba.


Dikedalaman jiwanya, karakter emas yang membungkus jiwanya mulai berputar sedikit, Qin Zhao merasakan rasa sakit tajam, namun rasa sakit ini disertai dengan kilasan ingatan yang melintas.


“Apa ini? Kushina? Siapa dia? Ughh...” Rasa sakit semakin tajam, rasa sakit ini berasal dari kedalaman jiwanya, ia ingin segera duduk dan bersila untuk memfokuskan pikirannya dalam menghadapi rasa sakit ini. Namun tiba – tiba ia bangkit dengan tegas, ia merasakan retakan ruang sekali lagi dikejauhan.


“Apa – apaan? Sangat cepat, dan ughh, rasa sakit ini terus meningkat.” Qin Zhao ingin segera menyusul retakan ruang, namun rasa sakit terus meningkat berkali – kali lipat, dia bingung dengan apa yang terjadi dengannya sekarang. Sampai akhirnya ia melihat serang perempuan yang menggendong anaknya berlari dikejar gerombolan orang di belakangnya, perempuan itu memiliki rambut berwarna merah terang.


“Apa itu? Apa aku harus menyelamatkannya lagi, tapi bagaimana jika tidak?” Sekejap rasa sakit meningkat secara tiba – tiba.


“Baiklah, aku tahu aku harus menyelamatkannya.” Rasa sakitnya kembali mereda namun hanya sedikit, masih ada rasa sakit yang tajam menusuk dikedalaman jiwanya.

__ADS_1


Qin Zhao melesat turun menghantam gerombolan orang di belakang perempuan berambut merah.


Boom...


Asap debu naik, pandangan tertutup debu, setelahnya terdengar suara yang sangat dingin, suasana menjadi membeku dengan niat membunuh yang sangat mengerikan.


“Sekelompok sampah!”


Qin Zhao memperlihatkan sosoknya yang melayang diantara perempuan dan gerombolan itu.


“Hiiii... Mo-monster macam apa dia?”


“Tidak tahu, auranya sangat mengerikan, A-aku menyerah, tolong jangan bunuh aku!”


“A-aku juga, tolong biarkan kami pergi.”


“B-bos, sepertinya aku baru saja kencing.”


“Kau! Dasar bodoh! E-ehehe, tolong maafkan bawahan saya yang bodoh ini tuan.”


Qin Zhao segera menurunkan tangannya, dia menatap manusia rendahan itu dan berkata dengan dingin.


“Pergi!” Suaranya bagai surga oleh para penjahat itu, mereka segera lari terbirit – birit menjauhi tempat sebelumnya.


“Hiii... Te-terima kasih tuan.”


Woosh...


Debu berterbangan, menyisakan jejak kaki tak beraturan di belakang para penjahat yang melarikan diri.


Di belakang Qin Zhao terdengar suara yang sangat lembut dari seorang ibu, dia berbicara dengan putrinya dan berusaha menenangkannya dari tangisan sebelumnya, tangisan bayi itu berasal dari aura kuat Qin Zhao sebelumnya.


“Tidak apa – apa putriku, kita akan baik – baik saja, lihat para penjahat sudah menghilang pergi menjauh.” Suaranya terdengar sangat lemah, seperti seoarang yang sudah mendapati enrginya terkuras mencapai batas.


Qin Zhao menggunakan kekuatannya untuk memberikan aura kehangatan untuk menenangkan bayi itu juga, dia tersenyum melihat pemandangan mengharukan di depannya.

__ADS_1


Dia juga merasa sedih melihat betapa lemahnya ibu itu, kemudian dia mengguanakan indranya untuk mengamati tubuh perempuan itu. Sesaat kemudian ekspresinya menjadi jelek, dia mengerutkan keningnya dalam – dalam.


Qin Zhao menghampiri perempuan itu, dia berkata dengan lembut namun nadanya serius. “Nona, aku sudah melihat kondisimu, kekuatanmu terus terkuras, tubuhmu sangatlah lemah, dan aku melihat ada jejak racun di dalam darahmu.”


“Jadi kamu sudah tahu ya? Nee, bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu penyelamat?” Perempuan itu terus berbicara, namun pandangannya tidak pernah lepas dari putrinya, dia terus menerus membelai rambut merah putrinya.


“Aku akan membantumu sebisaku, namun kamu harus cepat, karena aku akan segera pergi dari sini.” Kata Qin Zhao dengan sedikit penyesalan, dia melihat retakan dimensi yang akan segera ditutup, dia harus cepat jika ingin melakukan sesuatu, karenanya dia tidak bisa membantu jika berkaitan dengan pembersihan racun perempuan itu. Racun di dalamnya sudah sangat mengakar, diperlukan waktu untuk bisa sembuh secara total.


“Emmh, tidak banyak, hanya satu hal.” Perempuan itu menggelengkan kepala dan kemudian menatap Qin Zhao dengan serius, “Tolong! Rawatlah putriku!”


Qin Zhao terkejut, dia membelalakkan matanya, namun ssegera sadar. Dia menatap wanita itu, tatapannya sangatlah tegas, tatapan seorang wanita yang menggantungkan segala sesuatu yang paling berharga miliknya kepada pemuda di depannya.


Qin Zhao merangkai kalimat di benaknya, dia akan bertanya suatu hal, namun sebelum bahkan ia berkata, perempuan itu berkata terlebih dahulu.


“Kau tahu, suamiku meninggal belum lama ini, seluruh keluargaku dibantai, aku hidup sebatang kara dengan putriku.” Qin Zhao menatap wanita itu, tatapan wanita itu sudah kosong dengan sedikit air mata disudut matanya.


“Aku sering sakit – sakitan, aku terus menderita namun aku tetap bertahan dengan harapan bisa melihat putriku tumbuh, namun hari ini aku sadar. Betapa lemahnya aku dalam bertahan melawan dunia yang kejam ini, hanya satu hal saja, tolong rawat dan jagalah putriku. Aku tidak tahu kamu siapa, namun dengan tatapan penuh kasihmu barusan, aku yakin, kamu pasti bisa merawat Kushina ku dengan baik.” Tatapan memohon penuh dengan harapan dari wanita itu, Qin Zhao mau tidak mau menjadi tersentuh.


“Haaa... Baiklah, aku akan menjaga dan membesarkan putrimu.” Qin Zhao mengulurkan tangannya dan mengambil bayi dari gendongan wanita itu.


“Jadi namamu Kushina ya? Sangat lucu, aku yang akan merawatmu selanjutnya, jadi tolong jangan sering menangis ya, seringlah tertawa.” Qin Zhao memeluknya dengan lembut dan membelai rambutnya dengan penuh kasih. Tanpa Qin Zhao sadari, rasa sakit sebelumnya sudah menghilang tanpa jejak.


“Baiklah, aku harus segera pergi sekarang, kamu dapat yakin, bahwa aku akan membesarkan kushina layaknya anakku sendiri.” Qin Zhao berkata,dia akan segera pergi dan kembali memasuki pusaran dimensi sekali lagi.


“Um, Terima kasih, penyelamat. Aku doakan yang terbaik untuk putriku dan kesejahteraanmu.”


Swoosh...


Qin Zhao melayang menjauh menuju pusaran itu berada, dikejauhan wanita tadi tersenyum melambai.


“Dengan begini, aku bisa istirahat dengan tenang, aku akan menjemputmu, Sayang.”


Sebuah cahaya turun dari langit, disana terdapat bayangan lelaki dengan senyum lembut yang juga melambai ke arah perginya Qin Zhao.


Disaat bersamaan, bayi Kushina di gendongan Qin Zhao menteskan setitik air mata.

__ADS_1


__ADS_2