
Sebastian mengajak Kinan pergi jalan-jalan, setelah saling cemburu satu sama lain mereka ingin bersenang-senang berdua. Sebastian mengajak Kinan menonton dan pergi belanja . tidak lupa Sebastian membelikan hadiah untuk ibu Kinan. dia juga membelikan hadiah untuk ibu yuli , Sebastian mengajak Kinan untuk menjenguk ibunya dewi di rumah sakit . dia sudah mengubungi dewi jika dia akan datang kerumah sakit .Kinan sutuju ikut Sebastian ke rumah sakit, namun dia akan menunggu didalam mobilnya , dia tidak ingin membuat keadaan ibu Yuli drop kembali jika melihat dia .Sebastian pun setuju dengan permintaan Kinan."
*
*
" Sebastian ,ucap Dewi yang sedang duduk di kursi samping ibunya , kamu datang kemari , Dewi menghampiri Sebastian dan memeluknya ."
" dimana ayahmu, dia tidak ada disini ."
" ayah sedang pergi kekantor , ada urusan sebentar . jadi aku yang menunggu ibu ."
"apa kamu bisa melepaskan pelukan mu?."
"kenapa ,aku sangat merindukanmu."
" cepat lepaskan,ucap Sebastian ."
"baiklah , jawab Dewi. oh ya duduklah dulu, ayah pasti akan segera datang ." Dewi meminta Sebastian duduk di sofa dekat pintu ."
" ini hadiah untuk ibu Yuli , semoga dia cepat sembuh ."Sebastian meletakan sebuah Kado di atas meja ."
" trimaksih , buat aku nggak ada . jahat banget sih kamu , bukankah sikapmu sudah keterlaluan padaku . bukanya minta maaf atau memberi hadiah untuk mengganti permintaan maaf , aku juga punya perasaan . aku ini wanita seharusnya aku sudah depresi karena kamu memilih wanita lain .tapi aku masih bis menerimanya , bukankah aku cukup baik ."
" dalam hati Sebastian . sial kenapa aku harus minta maaf bukankah keluargamu sendiri yang membuat kesalahan padaku , tapi lebih baik aku minta maaf daripada dia merengek terus padaku ."
" Sebastian ,ucap Dewi . memegang pipi Sebastian ."
" aku minta maaf , dan maaf sikapku yang terlalu kasar padamu . ucap Sebastian sambil memegang tangan Dewi yang memegang pipinya ."
" Dewi diam , dia hanya menatap Sebastian . tiba-tiba saja Dewi menci** Sebastian ."
" apa yang kamu lakukan, Sebastian kaget melihat Dewi tiba-tiba menci**nya."
" aku akan menerima permintaan maaf mu , tapi kamu harus menci**ku dulu ."
" apa maksudmu , bukankah aku sudah minta maaf . itu sudah cukup . aku tidak akan melakukan apapun ."
" jika kamu tidak mau, aku akan berteriak . biar orang-orang datang ke sini . dan aku akan bilang pada mereka jika kamu mau meleceh*** aku . "
" tidak , mereka tidak akan percaya .jadi aku tidak akan menurutimu , kalau begitu urusanku sudah selesai aku pergi dulu ."
" apa mereka akan percaya jika melihatku begini , ucap Dewi yang melepas kancing bajunya dan merobek sebagain bawah baju yang dia pakai ."
__ADS_1
" apa yang kamu lakukan, Sebastian mendekati Dewi dan menutupi pakaian Dewi dengan jasnya . jangan buat masalah lagi ."
" aku hanya minta itu saja , setelah itu aku tidak akan mengganggumu , ucap Dewi yang membuka jas yang diberikan oleh Sebastian ."
" dalam hati Sebastian , kenapa aku datang ketempat ini . apa yang harus aku lakukan . jika aku menciu**nya apa benar dia akan berhenti membuat masalah ." apa kamu mau berjanji jika aku menciu**mu kamu tidak akan lagi menggangguku ?."
" aku janji , ucap Dewi ."
" baiklah, hanya ciuma**kan . aku akan melakukanya , dan aku harap kamu pegang janji yang sudah kamu ucapakan ."
Sebastian mendekati Dewi dan menciu** bibir Dewi . Dewi yang sangat senang bisa berci*** meskipun dia memaksa sebastian . Dewi yang yang lincah memainkan permainan ya , dia ingin Sebastian mengingat kejadian ini . Sebastian yang merasa sudah cukup melakukanya , menghentikan ciuma**nya . tapi di sisi lain , Dewi menci** balik Sebastian . Dewi tidak akan memegang janji itu .karena dia saat ini sedang merencanakan sesuatu . sebenarnya di dalam ruangan itu bukan hanya ibu Yuli dan mereka berdua ,tapi ada seorang pembantu yang merekam diam-diam saat mereka bercium** , apalagi Dewi juga melepas jas yang diberikan Sebastian padanya seolah olah , mereka melakukanya karena sama-sama ingin. "
" ini sudah cukup ,ucap Sebastian ."
" bagaimana , apa kamu suka permainanku .?"
" cukup bagus , apa kamu punya tisu ,?
", ada ,sebentar aku ambilkan ."
"dalam hati sebasitan , gila permainannya sangat agresif . jika ada laki -laki yang melakukan itu denganya dia tidak akan bisa lepas begitu saja . kenapa bisa dia lebih lincah dari Kinan ."
"ini ambillah , apa aku saja yang membersihkanya."Dewi memberikan sekotak tisu pada Sebastian ."
" jangan khawatir , aku ada baju ganti kok , tinggal ganti saja nanti . "
" baiklah , kalau begitu aku pergi dulu , "
" tunggu , jasmu ketinggalan . Dewi menghampiri Sebastian dan memakaikan jasnya . ibu akan pulang besok pagi , karena keadaanya sudah baik . jadi datanglah lagi kerumah jika ingin menjenguk ibu ."
" bagaiman dengan bayinya, bukankah ibumu sedang mengandung."
" bayinya juga , baik-baik saja . untung saja calon adikku sangat kuat . melihat kondisi ibu yang lemah seperti itu ."
" baguslah, kalau begitu aku pergi ."
" trimaksih ya Sebastian , hati -hati dijalan daaa,,Dewi melambaikan tangannya , dia terus melihat Sebastian dari depan pintu ruangan itu.setelah Sebastian tidak terlihat dia masuk kedalam lagi ."
" rencananya berjalan sangat lancar, gumam Dewi . bibi , bibi , Dewi memanggilnya pemabntunya ."
" iya non , ini henfonya non . saya sudah merekam semuanya ."
" makasih ya Bi , aku akan mengeceknya dulu ."Dewi melihat rekaman itu . " bukankah ini sangat romantis bi , untung saja aku melepas jas yang menutupi kancing yang terbuka .jadi bisa terlihat lebih nyata lagi . disini Sebastian juga memegang wajahku , jika ini di berikan pada Kinan ,mungkin dia sudah curiga pada Sebastian . "
__ADS_1
" saya saja yang melihat ,seperti tidak ada pemaksaan non, karena tuan Sebastian duluan yang melakukanya , apalagi di tambah nona tadi , tuan Sebastian juga tidak menolaknya ."
" benar Bii, padahal aku kira dia akan menghentikan ku , tapi ternyata dia juga menerimanya . bukankah permainan ku sangat-sangat bagus . dia saja bisa masuk dalam permainanku , aku akan simpan rekaman ini dulu . pasti Sebastian akan selalu mengingat kejadian ini ."
*
*
Sebastian menghampiri Kinan , yang menunggu didalam mobilnya , Kinan yang sudah menunggu cukup lama merasa curiga pada Sebastian .
" bukankah ini terlalu lama , ucap Kinan."
" maaf sayang , tadi ada hal yang harus aku sampaikan pada Dewi ."
" Dewi ada didalam ,?
" iya , dia sedang menunggu ibunya . tapi pak Broto tidak ada didalam .padahal aku ingin bicara serius dengannya ."
" kamu cukup lama Lo didalam, apa Dewi membuat masalah .?"
" sedikit , tapi akhirnya dia mau berhenti ."
" benarkah, aku tidak percaya dia berhenti begitu saja , pasti dia merencanakan sesuatu ."
" sudahlah jangan bahas dia terus , apa ibumu ada dirumah ?."
" ibu baru saja aku telfon , dia sedang menjahit di tokonya , kita langsung kesana saja .ucap Kinan".
" baiklah, kita pergi kesana."
Sebastian dan Kinan pergi menemui ibu Kinan , didalam perjalanan Sebastian teringat kejadian didalam rumah sakit . dia bingung , apa dia diam saja atau menceritakan kejadian yang dia lakukan tadi bersama Dewi. Sebastian yang merasa bersalah dan berbohong pada Kinan , membuat hatinya gelisah . jika dia bilang sejujurnya dengan Kinan , apakah Kinan akan memaafkannya . karena itu bukan keinginannya."
*
*
"Sebastian apa ada sesuatu yang menggangu mu,?"
" tidak ada , aku hanya memikirkan apa yang dikatakan Dewi . apa dia benar bisa memegang janjinya atau tidak."
" bukankah kamu tau sendiri , Dewi itu wanita seperti apa . dia sangat terobsesi padamu .aku yakin dia tidak akan melepaskan mu begitu saja .''
" dalam hati Sebastian , aku sudah melakukanya jika dia tidak menepati janjinya .lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya .'' aku sudah mengancamnya setidaknya dia akan berfikir jika melakukan tindakan atau merencanakan sesuatu .''
__ADS_1
" semoga saja ,"