
Tokk..tokk..tok
Ketukan pintu rumah berkali-kali bunyi namun tidak ada yang menyaut atau pun membukakan pintu untuk nya.
"Din..buka pintunya Din.Dindaa"ucap Putri dengan kuat
Yah sosok gemulai banteng mengeram lagi tidur pulas merasa terusik.Beberapa kali mengerjakan mata dan akhirnya tersadar ternyata kakaknya telah pulang sekolah.
"Iyaa tunggulah sebentar,aku segera membukakan pintunya,kenapa tuan putri ini cerewet sekali mengganggu saja"balasnya dengan kesal
Putri yang kesal namun memilih diam,dan kemudian pintu terbuka melihatkan sosok Tuan Putri dengan sosok pelayan yang saling menatap dengan mata bermusuhan.
Putri langsung masuk dan menarik sebelah kuping Dinda adiknya..
"Hei kenapa Tunggul monster ini selalu tidur, membosankan sekali"ucapnya malas dan kesal.
"Ampun.. ampun kak,aauuw sakit sekali telinga ku ini hei nenek lampir"balas Dinda dengan raut wajah yang imut dibuat-buat
Putri meletakkan tas diatas meja dan pergi ke kamar seraya berkata "Kenapa kau selalu menunjukkan wajah anjing yang sok imut itu , menyebalkan sekali"
"Kak baiklah maaf dan tidurkan lah mata itu seperti nenek lampir yang terkubur di gunung Merapi hahah"balas Dinda sambil berlari menjauh
__ADS_1
Putri mengabaikan ucapan adiknya dan langsung melompat ke kasur ternyaman nya sepanjang masa.
Tiba-tiba iya teringat akan Arka,
"Ah Arka ya namanya, bagaimana kau bisa memiliki wajah dan senyum yang indah,suara dan bentuk tubuh yang mengagumkan"gumamnya sebelum ketiduran.
"Putri bangunlah sayang"ucap Ayah Juanda lembut dan menyingkirkan selimut yang membalutnya seperti kepompong.
"Ayah 5 menit lagi kumohong"rengek gadis kecil ini dengan manja.
"Tidak..tidak ayo bangun,mandi dan berganti lah atau Ayah siram dengan air dingin itu sampai membasahimu"ucap Ayah santai.
"Baiklah ayah aku bangun"balasnya
"Ahh tidak ada notifikasi darinya sama sekali"ucapnya lesuh
"ehh kenapa aku memikirkannya"batin Putri sambil menggeleng-gelengkan kepala kekanan dan kekiri dengan cepat.
"Kak cepatlah,ayo kita bantu ibu membuat makan malam kita"panggil Dinda dari bawah.
"Ah ..iya ini kakak sedang turun,sabarlah sedikit kenapa kau ini cerewet sekali, melebihi ibuku!"balas Putri sambil tertawa.
__ADS_1
Dinda yang menyadari dirinya diejek,langsung memancungkan bibirnya mengadu kepada ayah melalui tatapan sedih.
Alih - alih mendapat perhatian yang Ia dapat malah tawa yang sama seperti yang ditampakkan oleh kakaknya.
Putri langsung menuju dapur dan membantu ibu memasak beberapa makanan.
"Bu aku takut menggoreng ikan,tolong jangan aku yang menggorengnya,beri aku yang lain asal jangan ini"Gumam Putri dengan manja.
"Hais.. anak zaman sekarang sungguh tidak tau lagi ibu harus berkata apa, menggoreng ikan mati saja takut"ucap ibu Ayu dengan santai dan wajah meremehkan.
"Bu aku bersungguh-sungguh"ucapnya malas.
Dan ibu hanya mengangguk sambil mengambil ikan yang ada didekat Putri.
Tak lama setelahnya makan malam selesai dihidangkan.
"Bagaimana hasilnya?"suara ayah tanpa ada yang tau kalau ayah sedang bertanya pada siapa,
"Emm ranking 1 yah"Saut Putri yang disusul suara lengking Dinda "Aku 2 yah"
"Baiklah tingkatkan dan pertahankan"balas ayah bangga dan ibu yang mengangguk mengiyakan ucapan ayah.
__ADS_1
Putri dan Dinda hanya membalasnya dengan sedikit anggukan.