
Mobil yang mengikuti Alda dan Jane itu pun memberhentikan mobil mereka dan menyuruh mereka untuk keluar dari mobil.
"Ahgghh" teriak Alda di tarik paksa keluar dari mobil.
"Lepaskan, apa yang kalian inginkan!" Ucap Jane.
"Lepaskan kami!!" Ujar Alda lagi.
Tiba tiba orang itupun mengambil sebuah sapu tangan dan menutup mulut Jane dan Alda sehingga mereka pun pingsan akibat sapu tangan itu. Dan, mereka pun dibawa pergi oleh orang orang bertopeng itu.
Apa yang terjadi dengan Jane dan Alda. Siapa sebenarnya yang menculik mereka berdua, dan ada apa dengan orang orang itu. Mengapa mereka menculik Jane dan Alda. Apa sebenarnya yang mereka inginkan.?
Jane tiba tiba membuka mata dari ketidaksadaran nya akibat bius yang membuat ia pinsan bersama Alda. Dan pada saat ia membuka mata, ia mendapati dirinya bersama Alda di sebuah tempat gelap di dalam ruangan yang sepertinya itu adalah sebuah gudang dengan tangan mereka yang terikat erat.
"Alda, Alda!" Ujar Jane mencoba untuk membangun Alda.
"Alda, bangun Alda!" Sahutnya lagi.
Namun, Alda tak kunjung bangun juga sehingga Jane mencoba menggerakkan kakinya untuk menyentuh Alda agar tersadar dari ketidaksadaran nya itu.
"Alda, bangun dah!" Ucapnya lagi.
Tiba tiba Alda pun tersadar dan kaget ketika melihat mereka sudah berada di tempat itu.
"Jane, kita dimana?" Ucapnya bertanya.
"Gua juga gak tau dah kita ini dimana" sahut Jane.
"Kayaknya kita diculik deh Jane" ucap Alda.
"Iya kayaknya dah" sahut Jane kemudian melanjutkan:
"Tapi apa yang mereka inginkan dari kita?" Tanya Jane.
Tiba tiba, seseorang pun datang dan pada saat melihat Alda dan Jane yang sudah tersadar itupun membuatnya mengambil ponselnya dan sepertinya menelpon kepada seseorang.
"Halo bos, mereka sudah sadar" ucap pria itu melalui telepon nya.
"Lepaskan kami!" Ucap Alda kemudian melanjutkan:
"Apa yang kalian inginkan dari kami!!?"
"Lepaskan, lepaskan" ujar Alda juga.
Orang itu sepertinya tidak tahan dengan tingkah Jane dan Alda sehingga iapun menutup mulut Jane dan Alda dengan sebuah kain dan mengikatnya erat erat agar Jane dan Alda tidak bersuara lagi.
Tak lama setelah itu, seseorang yang sepertinya ditelpon tadi pun datang dengan mengenakan sebuah setelan putih dan berbicara:
"Halo Jane" ucapnya dan tertawa tipis:
"Hihihi"
__ADS_1
"Eewhhh"teriak Jane dengan mulut tertutup.
"Apa kau masih mengingatku Jane" ucap pria itu lagi dan melepaskan ikatan yang mengikat mulut Jane dan pada saat mendekatkan wajahnya Jane pun kaget:
"Haaa, chef Arga?" Ucap Jane.
"Hahahahahahaaaaa" tawa chef Arga dan melanjutkan:
"Apa kau kaget Jane!" Ucapnya.
"Ta.. ta.. tapi.." ujar Jane.
"Tapi apa Jane, apa kau pikir aku sudah mati?" Ujar chef Arga.
Jane pun terdiam dan tak bisa berbuat apa apa karena tangan nya yang terikat itu.
"Jane, Jane. Apa kau pikir aku semudah itu untuk mati? Hahahaa, asal kau tau Jane. Ini semua adalah bagian dari rencana ku dari awal." Ujar nya lagi dan lanjutnya:
"Kan aku sudah mengatakan dari awal, ini semua sudah aku konsep kan sebaik mungkin" lanjutnya.
"Bawa mereka" ujar chef Arga lagi menyuruh anak buahnya itu untuk membawa Jane dan Alda.
"Lepaskan, lepaskan kami!" Ucap Jane sambil memberontak.
Namun, itu semua sia sia. Jane dan Alda pun dibawa paksa oleh anak buah chef Arga.
Dan pada saat tiba di tempat chef Arga memerintahkan kepada anak buahnya itu untuk membawa Jane dan Alda, chef Arga pun berbicara:
"Ewhhgg" berontak Jane.
"Hahahaaaa, ya ini adalah restoran yang telah hancur akibat ledakan itu" ujar chef Arga lagi.
Chef Arga pun memerintahkan kepada anak buahnya untuk membuka ikatan mulut Jane dan Alda.
"Lepaskan kami!" Ucap Jane memberontak.
"Lepaskan kami chef aku mohon" ucap Alda memohon agar chef itu melepaskan mereka.
"Yahh, tentu, aku akan melepaskan kalian" ucap chef itu dan melanjutkan:
"Tapi... Setelah kalian mati" ujarnya lagi dan tertawa jahat.
Terlihat Alda pun menangis tak tertahankan karena ia merasa jika sebentar lagi mereka akan mati di tangan chef itu. Dan tiba tiba terdengar teriakan dari kejauhan yang suara itu tidak asing di telinga Jane dan Alda.
"Lepaskan, lepaskan aku!" Suara teriakan itu.
Dan pada saat wajah orang itu jelas di mata Jane dan Alda, mereka pun berteriak memanggil nama orang itu.
"Liya. Liya" teriak Jane dan Alda memanggil sahabatnya itu.
Liya yang melihat Jane dan Alda pun teriak.
__ADS_1
"Jane, Alda" teriaknya.
Orang yang membawa Liya itupun mendekatkannya kepada Jane dan Alda dengan tangan terikat erat.
"Hahahahaaa, tiga sahabat yang tak akan terpisahkan. Dan, sampai maut menjemput pun akan tetap bersama. Hahahaaa" ujar chef Arga.
"Lepaskan kami chef" berontak Jane, Alda dan Liya.
Jane terlihat sedang memperhatikan sekeliling nya dan iapun berusaha menggerak gerakkan tangannya untuk melepaskan tangannya dari ikatan itu. Namun, ia yang terus berusaha itu sepertinya tidak berpengaruh sama sekali dengan tali tersebut, karena begitu kencang mengikat tangannya.
Terlihat dari kejauhan ada seseorang mendekati Jane Alda dan Liya. Dan pada saat sudah berada di dekat mereka alangka terkejut nya mereka ketika mengetahui ternyata orang itu adalah Ferdy.
"Ferdy!!" Ujar Jane dengan mulut yang masih tertutup kain itu.
"Fer tolongin kami" berusaha meminta tolong dengan mulutnya yang terikat dan susah berkata.
Ferdy yang sudah tiba ditempat mereka itupun seketika mendekati chef Arga dan berbisik kepada chef Arga. Yang kemudian setelah itu chef Arga pun meninggalkan Ferdy, Jane, Alda dan Liya.
Ferdy pun mendekati Jane, Alda dan Liya lalu melepaskan kain yang menutupi mulut mereka sehingga Jane pun dengan cepat bersuara:
"Ferdy, tolongin kami Fer!" Ucapnya.
Namun, Ferdy hanya berdiam dan tak menjawab sama sekali. Lalu, ia mengambil sebuah kursi dan duduk di hadapan Jane, Liya dan Alda.
"Fer, apa yang kamu lakuin, tolong lepaskan kami!" Ujar Jane lagi.
"Iya Fer, cepat lepaskan kami. Kita harus cepat keluar dari pulau ini!" Alda. Kemudian, Liya pun berbicara:
"Gak usah minta tolong sama orang ini!" Ujarnya.
Mendengar perkataan Liya itupun membuat Alda dan Jane bingung. Dan seketika Ferdy pun tersenyum tipis.
"Maksud lohh Liya?" Tanya Alda.
"Percuma minta tolong sama penjahat ini" sahut Liya.
"Tunggu, tunggu. Maksud lohh, Ferdy komplotan mereka?" Tanya Jane.
"Tanya ajah sendiri sama orang gila ini!" Ujar Liya.
"Fer, apa benar yang dikatain sama Liya itu?" Tanya Jane.
Namun, Ferdy pun hanya tersenyum dan tertawa kecil mendengar Jane berkata seperti itu.
"Fer, apa benar kamu salah satu dari mereka? Jawab Ferdy!!" Ujar Jane dengan lantang.
"Hahahaaa, Jane, Jane." Ujar Ferdy kemudian melanjutkan.
"Kamu ini bodoh banget ya. Dari awal itu emang aku yang punya rencana ini semua. Hahahaaa" ujar Ferdy dengan tawa jahatnya.
Jane pun terlihat seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ferdy. Orang yang ia percayai dari awal karena kejadian pada waktunya Ferdy menolongnya. Namun, ternyata semua itu adalah bagian dari konsep atau rencana Ferdy.
__ADS_1
*Bersambung*