Misteri Pulau Heidel

Misteri Pulau Heidel
Episode 25 "Meloloskan Dari"


__ADS_3

Jane pun menjerit kesakitan karena Ferdy menjepitkan alat itu ke tangannya lalu memutar dengan kuat sehingga Jane pun tak tertahankan menahan sakit yang begitu membuatnya menderita hingga rasanya ingin pingsan akibat kesakitan itu.


"Fer, please Fer. Hentikan permainan ini!" Ucap Liya memohon.


"Hahahahaa, apa yang kalian rasakan ini, tidaklah sebanding dengan rasa sakit yang udah kalian lakuin ke aku!" Sahut Ferdy kemudian melanjutkan lagi.


"Ok lanjut ke pertanyaan selanjutnya, dan, pertanyaan ini aku khusus kan buat Jane" ucapnya.


"Gak, gak, hentikan Ferdy. Udah cukup!" Ujar Liya memohon.


"Jane!" Ucap Ferdy melirik dan menatap Jane dengan tatapan tajam.


"Apa benar, kamu sedikit pun tidak pernah menyukai ku?" Ujarnya.


Jane yang terlihat penuh amarah itupun menatap Ferdy dengan tatapan tajam penuh kemarahan dan berkata dengan lantang.


"Iya, aku enggak pernah sedikitpun suka sama kamu!" Ucapnya.


"Uhhhh" suara Ferdy ketika mendengar perkataan Jane.


Dan tiba tiba iapun mendekati wajahnya dengan Jane dan berkata:


"Apa alasannya Jane? Apa karena aku culun waktu itu?" Ucapnya.


Dan Jane pun kembali menjawab dengan lantang dihadapan wajah Ferdy:


"Karena aku jijik sama lohh, ketika liat lohh ajah gua mau muntah. Dan lohh bukan selera gua!" Ucapnya.


Tiba tiba, Ferdy pun melototi mata Jane dengan tatapannya yang penuh kemarahan dan Berkata:


"Apa kau sadar dengan perkataan mu itu?" Ucapnya.


"Ya aku sadar, kalau kau itu memang menjijikan!" Sahut Jane kembali.


Ferdy yang terlihat begitu marah pun berdiri lalu mendekati tasnya dan terlihat mengambil sesuatu didalam tas itu. Dan ternyata pada saat dia mengambil sesuatu itu yang ternyata itu adalah sebuah pisau lalu iapun menghampiri Alda dan melepaskan tangan Alda dari ikatan itu lalu memberikan pisau tersebut kepada Alda dan berkata:


"Aku mau kau menusuk Jane dengan pisau ini!" Ucapnya.


Terlihat Alda pun menggeleng gelengkan kepalanya sambil menangis karena tidak bisa melakukan hal tersebut.


"Cepat lakukan perintah ku!" Seru Ferdy lagi.


"Dasar makhluk menjijikkan!" Teriak Jane kembali.

__ADS_1


Ferdy yang semakin marah itupun berkata:


"Jadi, kau tidak ingin melakukan perintahku Alda?" Tanya nya.


Alda kembali menggeleng geleng kan kepalanya.


"Baiklah, kalau begitu. Rasakan ini!" Ucap Ferdy


"Ahhgggg" suara Aldae teriak kesakitan ketika Ferdy menancapkan pisau itu ke perutnya.


"Alda, Alda!" teriak Liya.


"Apa yang kau lakukan Ferdy!" Lanjut jane.


Dan seketika Ferdy pun kembali dengan amarahnya ketika Jane berkata:


"Kau makhluk menjijikkan, lepaskan dia. Kau tidak pantas menyentuhnya dengan dirimu yang begitu menjijikan!" Ujar jane penuh kemarahan.


Ferdy kemudian berdiri dari hadapan Alda yang sekarat karena pisau yang sudah menancap di perutnya dan berbalik menghampiri jane lalu mencekik jane dengan kuat dan berniat mengakhiri hidup Jane detik itu juga.


"MATI KAU!!" Ucap Ferdy.


"Fer, lepaskan Jane, lepaskan Fer!" Berontak Liya yang tidak bisa berbuat apa apa dengan tangannya yang terikat ketika melihat Ferdy mencekik sahabatnya itu.


Dan tiba tiba, Alda yang sekarat itu mencabut pisau yang menancap di perutnya lalu berdiri dan menghampiri Ferdy dari belakang. Tanpa ragu sedikitpun, Alda dengan penuh kemarahan menusukkan pisau itu tepat di leher Ferdy jatuh kejang kejang dan mati di tempat.


Ketika Ferdy sudah tak berdaya akibat tusukan pisau itu, Alda yang juga sekarang dan bercucuran darah dari perutnya itu mencoba memotong tali yang mengikat Jane dan Liya hingga mereka lepas dari ikatan itu.


Ketika Jane dan Liya sudah lepas dari ikatan tali tersebut, Alda pun seketika tak berdaya dan sepertinya tak mempunyai tenaga lagi sehingga membuatnya tersungkur duduk sambil menahan aliran darah yang terus keluar dari perutnya.


"Alda, Alda" ucap Liya sembari memegang Alda.


"Alda, lohh gak apa apa?" Tanya Jane.


Dengan cepat Jane dan Alda pun membantu Alda untuk berdiri lalu berkata:


"Kita harus segera keluar dari sini dan membawa Alda ke rumah sakit" ujar Jane.


"Tapi, gimana caranya. Sedangkan kita gak punya perahu" sahut Liya.


"Kita harus ke pelabuhan sekarang, disana pasti ada perahu yang mereka gunakan tadi" sahut Jane kemudian melanjutkan:


"Ayo cepat, sebelum anak buah Ferdy itu datang" lanjutnya.

__ADS_1


Dengan cepat mereka pun membawa Alda menuju pelabuhan untuk mencari perahu agar bisa dengan cepat membawa Alda ke rumah sakit.


Dan saat di tengah tengah perjalanan menuju pelabuhan itu tampaknya Alda semakin sekarat karena darah yang terus keluar dan sepertinya ia sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan.


"Guyss, aku udah gak sanggup" ucap Alda.


"Tahan dah, sebentar lagi kita nyampe" sahut Jane.


"Aku gak bisa, aku udah gak sanggup" ujar Alda merintih kesakitan.


Dan tiba tiba Alda pun pinsan tak sadarkan diri sehingga membuat Jane dan Liya semakin panik melihat keadaan sahabatnya itu.


"Dahh, Alda!" Ucap Liya yang panik melihat Alda.


"Dahh, kamu harus bertahan dah!" Ujar Jane.


"Jane, ini gimana. Alda gak sadarkan diri" ucap Liya.


"Gimana pun caranya, kita harus bawa dia keluar dari sini!" Sahut Jane.


Dan seketika Jane pun menyuruh Liya untuk membantu nya mengangkat Alda ke belakang nya dan bermaksud untuk menggendong Alda sampai ke pelabuhan. Dan disaat perjalanan menuju pelabuhan Liya pun seketika bersorak:


"Jane lihat!" Ucapnya sambil menunjuk ke arah pelabuhan.


"Sepertinya itu perahu Jane" lanjutnya.


"Iya, itu perahu. Ayo cepat kita harus cepat cepat kesana" sahut Jane.


Dengan cepat mereka pun menghampiri perahu itu, dan setibanya di pelabuhan iapun menaiki perahu tersebut dan menyalakan mesin perahu. Sementara mereka berusaha menyalakan mesin perahu tersebut, tiba tiba teriakan dari kejauhan:


"Woyy berhenti!" Teriakan itu yang ternyata itu adalah chef Arga dan para bawahan nya yang sedang mengejar Jane Liya dan Alda.


"Jane, Jane. Gimana ini? Mesin nya gak mau hidup!" Ucap Liya yang terus berusaha menyalakan mesin perahu itu.


"Buruan Liya buruan, mereka sudah dekat!" Ujar Jane.


"Woyy berhenti woyy" teriak chef Arga yang semakin mendekati mereka.


Dan, tiba tiba pada saat chef Arga sudah sampai di pelabuhan dan bersiap mengentikan Liya dan Jane yang sedang berusaha menyalakan mesin perahu itu dan pada saat chef Arga mau melompat ke atas perahu sontak mesinnya pun menyala dan tanpa berlama lama lagi, Liya dengan cepat menancap gas mesin perahu itu hingga membuat chef Arga terjatuh ke dalam air dan mereka pun berhasil meloloskan diri dari kejaran chef Arga itu.


"Jane, kita selamat Jane" ujar Liya yang begitu senang ketika berhasil melarikan diri dari pulau itu.


"Iya Liya kita selamat" sahut Jane yang juga senang dengan hal itu.

__ADS_1


Dengan semua hal yang terjadi kepada mereka, tentu saja itu akan menyisakan sebuah peristiwa yang tak akan bisa mereka lupakan, apalagi dengan kejadian itu membuat salah satu sahabatnya yaitu, Alda nyaris kehilangan nyawa. Tapi beruntungnya mereka berhasil membawa Alda ke rumah sakit dan Alda dapat diselamatkan dan bisa kembali berkumpul bersama mereka lagi.


*Terima Kasih Sudah Membaca*


__ADS_2