
Sungguh, Jane tak menyangka sama sekali jika Ferdy adalah bagian dari rencana gila ini. Dia tak menyangka ternyata Ferdy adalah pemain dalam permainan ini.
"Jadi benar yang dikatakan oleh Liya? Kalau kamu itu bagian dari mereka?" Ujar Jane menanyakan.
"Hahahahaaa, Jane, Jane. Kamu bilang aku bagian dari mereka? Hahahaaaa" ujar Ferdy kemudian melanjutkan.
"Asal kalian tahu, akulah pemain yang sebenarnya. Dan, chef Arga itu hanyalah bagian dari rencana yang aku buat ini" ujarnya lagi.
"Apa? Jadi, kau adalah dalang di balik semua ini?" Sahut Alda yang kaget mendengar perkataan Ferdy itu.
"Hahaaa, ya. Akulah dalang nya, mulai dari kedatangan kalian ke pulau ini. Hingga, misi penyalamatan dan meledaknya restoran ini adalah hasil dari konsep yang sudah aku rencanakan" ujar Ferdy.
"Ta.. tapi. Kenapa Fer, kenapa kau lakukan semua ini kepada kami?" Tanya Jane.
Ferdy ketika mendengar perkataan Jane itupun terlihat begitu marah dan mendekatinya lalu memegang dengan kuat wajah Jane sehingga ia merasa sakit akibat perlakuan Ferdy itu.
"Kau tanya kenapa? Apakah kau lupa Jane, semua ini aku lakukan karena ulah mu. Kaulah yang membuat aku seperti ini" ujarnya.
Liya yang melihat sahabatnya itu diperlakukan dengan kasar oleh Ferdy pun memohon agar melepaskan tangannya itu dari wajah Jane.
"Fer, Fer. Aku mohon Fer, jangan sakiti Jane"
Ferdy pun melepaskan genggaman nya itu dengan kasar sehingga membuat Jane terbatuk batuk.
"Uhukk, uhukk"
"Apa kau ingat Jane? Waktu zaman sekolah dulu?" Ujar Ferdy dan kemudian menceritakan kejadian masa lalu mereka.
Ferdy pun perlahan lahan menceritakan semua, mengapa ia sampai melakukan hal ini kepada Jane, Liya dan Alda. Yang ternyata pada saat masih dibangku sekolah dulu Ferdy pernah menyatakan perasaannya kepada Jane. Namun, Jane menolak cinta Ferdy itu sehingga Ferdy pun dendam dengan Jane hingga merencanakan semua ini untuk membalas dendam kepada Jane.
"Apa kau ingat Jane, dulu aku pernah menolong mu ketika kau diganggu oleh kakak kelas kita. Dan pada waktu itu aku dihajar habis habisan oleh kakak kelas kita Jane. Aku kesakitan, tapi semua itu aku lakukan karena aku mencintaimu" ujarnya kemudian melanjutkan:
"Tap apa Jane, apa balasan mu untuk ku setelah aku membantumu? Aku datang kepadamu menyatakan cintaku. Tapi, kau menolak ku mentah mentah dan para sahabatmu ini ikut menyaksikan dan berkata jika orang culun seperti ku tidak pantas untukmu" lanjutnya.
"Fer, itu sudah lama sekali Fer dan dulu aku tidak tahu jika hal yang aku lakuin dengan Alda dengan mengejekmu culun itu akan membuatmu sakit hati Fer" ujar Liya.
"Iya Fer, kami khilaf waktu itu" sahut Alda.
__ADS_1
"Haa?? Khilaf? Khilaf kalian bilang. Hahahaaa lucu sekali kalian ini" ujar Ferdy.
"Fer, Fer. Tolong Fer. Itu kejadian sudah lama sekali. Dan tolong kalau pun kau dendam, balaskan itu semua ke aku, jangan ke Liya dan Alda. Mereka gak tahu apa apa Fer" sahut Jane.
"Ahhggg. Kalian semua sama saja" teriak Ferdy dengan penuh amarah.
"Please Fer, tolong lepasin kami" ujar Alda yang terus memohon.
Namun, Ferdy yang sepertinya yang masih menyimpan dendam lama itupun tak memperdulikan rintihan Alda. Ferdy kemudian mengambil sebuah alat jepit untuk mencabut gigi yang terletak di tasnya lalu menunjukkan alat itu kepada Jane, Alda dan Liya.
"Apa yang ingin kau lakukan Fer?" Tanya Jane ketika melihat alat jepit itu.
"Hahahaaa, kita akan bermain main dulu ya!" Ucap Ferdy.
"Mau kau apakan alat itu kepada kamu Fer!" Sahut Liya.
"Fer, please Fer, jangan main main!" Ujar Jane.
"Hahahaaa, ok baik. Aku tentunya tidak ingin kalian mati begitu saja, tapi secara perlahan aku akan membuat kalian merasakan sensasi kematian yang begitu menyakitkan!" Ujar Ferdy kemudian melanjutkan:
"Ferdy, please Fer, jangan lakuin itu" ujar Jane penu ketakutan.
Ferdy yang sudah tidak ada toleransi itupun memulai permainan nya dengan pertanyaan pertama yang ia berikan.
"Ok baik! Pertanyaan pertama untuk Jane dan Alda" ucapnya kemudian melanjutkan:
"Apa kalian sengaja menghinaku waktu itu, ketika aku menyatakan cinta kepada Jane?" Tanya nya.
Alda pun reflek menjawab pertanyaan itu tanpa berfikir panjang lagi:
"Tidak Fer, itu semua salah paham. Kami tidak bermaksud seperti itu" ucapnya.
Mendengar perkataan Alda itu seketika Ferdy melirik kepada Jane, dan Jane pun menjawab dengan pernyataan yang sama seperti Alda:
"Betul Fer, aku bukan bermaksud untuk menolak cinta mu pada saat itu tapi waktu itu aku hanya sedang fokus dengan sekolahku, dan teman teman ku juga tidak bermaksud seperti itu kepada Fer" ujarnya. Kemudian, Ferdy pun teriak dengan teriakan:
"BOHONG!!"
__ADS_1
"Kalian bohong!" Teriaknya, lalu Ferdy pu. Menghampiri Liya dan menjepit jadi Liya dengan alat itu lalu memutar jari Liya hingga membuat Liya merintih dan teriak kesakitan.
"Ahhhgggggghh" teriak Liya sambil menangis karena kesakitan.
"Fer, Fer. Lepasin Liya fer"
"Lepasin!" Teriak Jane dan Alda karena tak tahan melihat sahabatnya itu disakiti oleh Ferdy.
"Hahahaaa" ketawa Ferdy kemudian berkata:
"Ok, lanjut ke pertanyaan kedua untuk Liya dan jane" ucapnya kemudian lanjutnya:
"Apa yang ada dibenak kalian, setelah mempermalukan aku pada saat itu!?" Ujarnya.
"Sungguh kami tidak bermaksud seperti itu Fer" ucap Jane sambil menangis. Dan Ferdy pun melirik kepada Liya menunggu jawaban dari Liya.
"Betul Fer, kami tidak bermaksud" sahut Liya.
"BOHONGG!!" teriak Ferdy lagi.
Dan kemudian iapun menghampiri Alda dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada Liya sebelumnya. Yaitu, menjepit jadi Alda lalu memutarnya hingga Alda pun menjerit dan menangis kesakitan.
"Fer udah Fer!" Ucap Jane.
"Please Fer, jangan lakuin ini" sahut Liya.
"Ok baik, kita lanjut ke pertanyaan ketiga untuk Liya dan Alda" ucap Ferdy.
"Apakah waktu itu karena penampilan lu yang culun sehingga membuat Jane menolak cinta ku?" Tanya nya kepada Liya dan Alda.
Alda yang sedang ditatap oleh Ferdy itupun tak memberikan perkataan atau jawaban sama sekali, melainkan hanya menggeleng geleng kan kepalanya. Kemudian Ferdy pun berbalik melirik kepada Liya.
"Fer, udah Fer. Sudahi semua ini, apa yang kau perbuat ini enggak benar Fer" ucapnya.
Ferdy pun tertawa lepas mendengar perkataan Liya itu dan kemudian menghampiri Jane lalu menjepit jadi Jane dan memutar jari Jane itu dengan kuat, bukan hanya satu hari saja ia melainkan beberapa jari Jane dibuat seperti itu dan bahkan itu dia lakukan berkali kali hingga membuat Jane pu teriak kesakitan.
*Bersambung*
__ADS_1