Monster In Love

Monster In Love
Episode 01. Sebuah Gang Gelap


__ADS_3

Hai para pembaca yang cantik dan tampan


Biasakan untuk Like dulu baru baca lalu komen setelah membacanya 😁😊🙏 tinggalkan jejak setiap episodenya 😊


Kritik dan saran di sangat di butuhkan jadi berikan masukkan dan pendapat kalian 😍🙏


Selamat membaca


...****************...


Suatu malam di sebuah kota kecil


Seorang pemuda sedang berjalan kaki menuju rumahnya sambil membawa satu kantong plastik berisikan belanjaan di tangannya, ia berjalan santai dengan sebuah permen lolipop di mulutnya.


Pemuda itu berjalan hingga ahkirnya sampai di sebuah gang gelap yang biasa ia lalui jika ingin pulang rumahnya, karna gang itu sebagai pemotong jalan agar lebih cepat sampai di rumahnya, pemuda itu memasuki gang yang minim cahaya tersebut namun saat berada di tengah gang pemuda itu mencium bau yang aneh dan saat ia berjalan kakinya seperti mengijak sesuatu karna penasaran ia mengambil handphonenya lalu menyalakan senter dan mengarahkannya ke kakinya.


Betapa terkejutnya, dia mengetahui bahwa yang berada di bawah kakinya menyerupai sebuah tangan manusia, seketika permen yang berada di mulutnya terjatuh karna mulutnya terbuka.


Pemuda itu kaget dan hampir saja berteriak lalu ia mengangkat handphonenya menyinari sesosok yang tengah duduk dan ada seseorang tengah terbaring di hadapannya dengan darah yang mengalir di tanah.


Pemuda itu terpaku melihat sesosok yang menyurupai manusia dan sepertinya seorang wanita yang sedang memakan sesuatu dan terlihat seseorang tengah terbaring di depannya dengan tubuh yang sudah terbuka lebar di bagian perut.

__ADS_1


Seketika pemuda itu menjatuhkan langsung kantong plastik yang ia bawa tadi saat sesosok itu menoleh kedirinya dengan mulut yang berlumuran darah, pandangan mata mereka saling bertemu, tatapan makhluk itu membuat pemuda itu merinding, tak berapa lama pemuda itu tersadar dan langsung berlari secepat kilat keluar dari gang itu.


Dengan sekuat tenaga pemuda itu berlari hingga ahkirnya sampai di rumahnya, setelah masuk ke dalam rumah ia langsung mengunci pintu rumahnya dan berlari kembali masuk ke dalam kamarnya.


Ingatan mengenai kejadian itu masih teringat jelas di pikirannya dan terasa sangat nyata, pemuda itu masuk kedalam selimutnya, berdoa dan berharap apa yang ia lihat tadi hanya sebuah mimpi.


...****************...


Keesokkan paginya


Pemuda itu tengah bersiap-siap untuk berangkat sekolah, saat ini ia sedang memakai jaketnya dan membawa tas sekolahnya lalu berjalan keluar dari kamar.


Setelah memakai sepatu sekolahnya pemuda itu keluar dari rumah dan tidak lupa mengunci pintu lalu berjalan kaki menuju ke sekolahnya, ia memilih jalan memutar dan tak mau melewati gang yang ia lewati tadi malam.


Sesampainya di sekolah pemuda itu duduk di bangkunya dan langsung menjatuhkan kepalanya di meja, ia menutup wajahnya dengan tangannya hingga teman datang dan duduk di sampingnya lalu menyentuhnya pundaknya


"Kau kenapa Arka?" ucap temannya


"Kau pasti tidak percaya dengan apa yang aku lihat tadi malam Bram" ucapnya sambil kembali duduk tegak sempurna


Pemuda itu bernama Arka Sartawan seorang laki-laki tampan, berhidung mancung, rambut berwarna hitam dengan tubuh tinggi 177cm serta kulitnya yang putih membuatnya menjadi salah satu siswa yang populer di sekolahnya, Arka adalah seorang pelajar berusia 17 tahun dan saat ini ia sudah kelas sebelas di salah satu sekolah menengah atas di kota itu, Arka bukan anak yatim yang tinggal sendirian namun kedua orang tuanya telah berpisah dan memutuskan untuk tinggal diluar kota karna mereka memiliki pekerjaan masing-masing, Arka yang merasa sudah dewasa memutuskan untuk hidup sendiri tanpa harus ikut ayah atau ibunya walaupun begitu Arka tidak pernah kekurangan uang karna kedua orangtuanya tetap mengirimkan uang padanya setiap bulannya.

__ADS_1


Kembali ke Arka yang sudah selesai menceritakan apa yang ia alami kepada teman sebangkunya atau bisa di bilang sabahatnya karna pertemanan mereka sudah terjalin semenjak sekolah menengah pertama.


"Kau berbohong Ar. . . Itu hanya mimpi Arka" ucap Bram tak percaya


"Gak Bram aku melihatnya langsung dan dalam keadaan sadar bahkan sekarang aku masih merinding jika mengingatnya" ucap Arka


"Lalu bagaimana kelanjutannya? Apa kau mengecek kembali gang itu tadi pagi?" tanya Bram sambil melihat ke Arka


"Ya gak lah.... siapa juga yang mau kembali ke gang itu, aku masih sayang sama nyawaku" ucap Arka


"Tapi Ar ceritamu seperti cerita fiksi horor, aku yakin kau hanya bermimpi gara-gara suka menonton film horor" ucap Bram sambil geleng-geleng dan mengeluarkan buku dari laci mejanya


"Kau tak percaya Bram?" tanya Arka


"Sudahlah Ar jangan berpikir yang tidak-tidak aku yakin itu hanya sebuah mimpi buktinya tidak ada berita pembunuhan hari, ini" jelas Bram


Arka langsung terdiam dan berpikir bahwa yang dikatakan temannya itu mungkin ada benarnya karna jika benar apa yang ia lihat tadi malam adalah sebuah kenyataan seharusnya gang itu sudah ramai oleh orang dan polisi karna melihat sebuah mayat yang dimakan oleh monster itu tapi tadi pagi suasana komplek perumahannya damai saja seperti tidak ada terjadi apa-apa pikir Arka.


*********


Jangan lupa Like dan Komen

__ADS_1


__ADS_2