Monster In Love

Monster In Love
Episode 05. Aku Mau Berteman


__ADS_3

Hai para pembaca yang cantik dan tampan


Biasakan untuk Like dulu baru baca lalu Komen setelah membacanya 😁😊🙏 tinggalkan jejak setiap episodenya 😊


Kritik dan saran di sangat di butuhkan jadi berikan masukkan dan pendapat kalian Tentang episode ini 😍🙏


Selamat membaca


...****************...


Keseharian Arka di sekolah sekarang tidak setenang dan berjalan dengan lancar seperti sebelumnya, sehari ini Arka di ikuti kemanapun bahkan walaupun Arka sudah pura-pura tak melihat atau bahkan pura-pura tak mendengar.


Di dalam kelas


"Arka kalau nanti tidak paham sama pelajarannya tanya saja padaku" ucapnya di dalam kelas sebelum guru masuk.


"Bagaimana Arka mengerti pelajaran tadi?" tanyanya saat guru sudah keluar dari kelas.


Dilapangan sekolah


"Go!!!.... Go!!!..... Go!!!!..... Arka semangat" soraknya saat melihat Arka bermain bola basket di lapangan.


Dikantin sekolah


"Arka lagi istirahat ya? Arka harus ingin minum apa biar Rara belikan".


Dilorong sekolah


"Arka kenapa jalanmu cepat sekali, Arka kenapa tidak menjawab perkataanku aku sedang berbicara padamu"


Di dalam kelas saat sudah selesai dan semua tengah bersiap-siap pulang


"Arka ayo pulang sama-sama".


Rara adalah siswi wanita cantik yang seharian ini sudah menganggu kegiatan Arka hingga pulang sekolah pun Arka masih diikuti, karna sudah tak tahan ahkirnya Arka menarik tangan Rara dan menariknya bawa ketempat yang cukup sepi.


"Sebenarnya maumu apa?" ucap Arka yang saat ini berdiri di depan Rara.

__ADS_1


Mereka saat ini berada di sebuah gang kecil yang sepi, wajah Arka tampak emosi sedangkan Rara malah tersenyum bahagia.


"Ahkirnya kau berbicara padaku" ucap Rara dengan senyum riang di wajahnya


"Aku tanya sebenarnya maumu apa? Kenapa seharian ini mengangguku" ucap Arka dengan kesal


"Kan aku sudah bilang aku ingin berteman denganmu Arka" ucap Rara


"Bohong kau pasti ingin memakankukan dan kenapa kau ingin berteman denganku"


"Kau orang yang baik Arka, Rara suka Arka" ucap Rara dengan tersenyum manis


Deg....


Jantung Arka berdetak, pipi Arka langsung memerah melihat wajah Rara


"Aarrgghh. . . . Arka sadar dia monster pemakan daging mentah, kenapa kau tersipu melihat wajahnya" ucap Arka didalam hati


"Ap. . . Apa maksudmu? Jangan bicara yang bukan-bukan" ucap Arka berbalik dan berjalan meninggalkan Rara


Rara memiringkan kepalanya melihat wajah Arka yang memerah, Arka berlari keluar dari gang itu melihat itu Rara ikut menyusulnya.


"Aaaarrgghh. . . Jangan ikuti aku dasar monster" teriak Arka sambil berlari sekuat tenaga


Sekitar 15 menit ahkirnya Arka sampai di rumah dengan nafas terputus-putus, Arka memastikan bahwa dirinya tidak diikuti lalu ia membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya Arka melihat Rara sudah duduk di sofa dengan santainya serta senyum yang tak pernah hilang di wajahnya.


"KAMU. . BA. bagaimana bisa?"


Rara hanya membalas pertanyaan Arka dengan senyuman. Arka menggelengkan kepalanya dengan pelan lalu masuk ke dalam rumahnya dan mendekat ke Rara dengan wajah penuh emosi.


"Sudah cukup keluar dari rumahku" bentak Arka sambil menarik Rara dari sofa.


"Arka. . Arka. . . Sakit kau menarikku dengan kuat" ucap Rara memegang tangannya


"Sudah cukup jangan ganguku lagi dan aku sudah aku katakan aku tidak mau berteman dengan monster pembunuh sepertimu" ucap Arka dengan nada tinggi.


"Memang kenapa?" tanya Rara dengan polosnya

__ADS_1


"Dasar monster, jangan pasang wajah polosmu itu di mataku kau adalah monster pembunuh yang berniat memangsakukan?" ucap Arka.


Mendengar perkataan Arka, senyum di bibir Rara menghilang, raut wajah Rara berubah menjadi serius.


"Hanya karna aku memakan daging mentah dan menyukai daging manusia bukan berarti aku adalah makhluk yang mengerikan, manusia juga melakukan hal yang sama kok, mereka saling membunuh, saling menjatuhkan, manusia juga membunuh hewan tanpa ampun dan memakannya, aku rasa bangsa manusia lebih mengerikan dari bangsaku" jelas Rara dengan wajah datar dan sorot matanya berubah membuat Arka merinding.


Arka terpaku mendengarkan perkataan Rara yang menurut Arka ada benarnya, Arka merasa aura dingin keluar dari Rara sorot matanya berubah menjadi tajam membuatnya merinding.


"Pokoknya aku tak ingin berteman denganmu atau berurusan denganmu jadi tolong pergi dari rumah" ucap Arka kembali sadar.


"Baiklah kalau begitu jika kau tak ingin menjadi temanku maka jadi makananku saja" ucap Rara sambil berjalan mendekat ke Arka.


Seketika Arka semakin ketakutan dan bulu kuduknya berdiri melihat Rara yang berjalan mendekat ke arahnya dan Arka perlahan mundur, Rara mulai mengeluarkan kukunya wajahnya mulai berubah, ditumbuhi bulu-bulu halus yang semakin lama semakin tebal, sepasang taring keluar dari mulutnya melihat itu Arka langsung terjatuh karna kakinya lemas melihat perubahan bentuk Rara yang mirip dengan manusia serigala. Belum lagi aura membunuh keluar dari tatapan mata Rara.


Rara berjalan semakin mendekat, Arka berusaha bangun dan berlari namun kakinya langsung di tarik Rara membuatnya terjatuh dan terbaring di lantai.


"Padahal aku hanya ingin memiliki teman, aku kira kau berbeda Arka" ucap Rara.


Arka mencoba melawan namun ternyata Rara lebih kuat, tangan Arka di pegang dan di kunci, dengan Rara duduk di tubuh Arka membuat Arka tak bisa bergerak.


"Aaarrgghhh. . . Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku dasar monster"


"Kau tau Arka bagian mana yang paling aku suka" ucap Rara sambil membuka kancing seragam Arka dengan kukunya.


Arka terpaku tak bisa bergerak menatap mata Rara yang berubah menjadi warna kuning dan bercahaya.


"Oh tidak aku tak ingin mati saat ini, ya Tuhan tolong aku" batin Arka.


Satu persatu Kancing seragam Arka terbuka melihat itu ahkirnya Arka berkata.


"Baik. . . Baiklah ayo kita berteman" ucap Arka mencoba melepaskan diri dari situasi ini


Rara langsung tersenyum, kuku dan taringnya langsung hilang, wajahnya pun kembali ke semula.


"Benarkah? Arka mau jadi temanku?"


"Ia. . . Ia . . . Aku mau jadi temanmu jadi lepaskan aku?"

__ADS_1


Rara langsung turun dari tubuh Arka dan membantu Arka bangun, dengan gampang tubuh Arka di angkat dan di dudukkan di sofa, Arka kaget dengan hal itu jadi hanya bisa diam saja di angkat Rara.


__ADS_2