Monster In Love

Monster In Love
Episode 04. Kesekolah Bersama


__ADS_3

Hai para pembaca yang cantik dan tampan


Biasakan untuk Like dulu baru baca lalu Komen setelah membacanya 😁😊🙏 tinggalkan jejak setiap episodenya 😊


Kritik dan saran di sangat di butuhkan jadi berikan masukkan dan pendapat kalian 😍🙏


Selamat membaca


...****************...


Pagi hari


Arka sudah siap untuk berangkat ke sekolah dengan tas di punggungnya, Arka keluar dari rumahnya dan mengunci pintu rumahnya lalu berjalan namun baru dua langkah keluar dari perkarangan rumahnay wajah Arka langsung berubah pasalnya ada seorang wanita sedang berdiri di dekat pagar tanaman depan rumahnya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


Arka berjalan dan pura-pura tak melihat wanita itu, Arka melewatinnya soal dia itu tidak ada di pandangannya.


"Hai..... Arka selamat pagi" ucapnya dengan senyuman namun Arka tak menjawab dan berjalan meninggalkan dia.


"Arka tunggu. . . Kenapa jalanmu cepat sekali. . . Hei Arka aku kau tak melihatku"


"Arka lihat aku. . . Hei. . . Aku bicara padamu"


"Hei. . . Arka" ucapnya lagi namun Arka masih tak menghiraukan dirinya dan tetap berjalan dengan cepat.


Karna geram tak di hiraukan ahkirnya ia menarik tangan Arka dan mengigitnya sontak Arka langsung kaget dan berusah menarik tangannya.


"Aaawww. . . Apa yang kau lakukan?. . Sakit tau" ucap Arka sambil mendorong kepala seseorang yang mengigit tangannya, berusaha melepaskan tangannya.


Setelah melepaskan tangan Arka ia pun tersenyum, "Makanya jangan diamkan aku atau aku makan kamu" ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Arka yang melihat itu langsung ketakutan, "Dasar monster" ucap Arka sebelum berlari menuju ke sekolah yang sudah tak jauh lagi.


Sesampainya di gerban sekolah nafas Arka ngos-ngosan namun ia tersenyum karna merasa sudah berhasil meninggalkan seseorang yang mengigitnya tadi namun ternyata tidak wanita itu ternyata sudah berada di sampingnya dengan wajah tak berdosa melihat ke Arka sontak senyum Arka langsung menghilang.


Arka menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu berjalan masuk kesekolahannya diikuti seorang wanita cantik namun bagi Arka ia seperti diikutin malaikat maut.


Saat Arka berjalan banyak yang memperhatikan mereka berdua bahkan sambil berbisik-bisik namun Arka hanya diam saja dan tidak peduli, ahkirnya Arka dan wanita itu sampai di kelas.


"Wow. . . Arka . . Rara, kalian ke sekolah bersama-sama" tanya Bram karna melihat Arka masuk ke dalam kelas


"Hhhmm ia aku menjemput Arka" ucap Rara sambil tersenyum, Rara adalah orang yang dari tadi mengikuti Arka dan mengigit tangan Arka


Bram tersenyum membalas senyuman Rara sementara Arka hanya diam menuju tempat duduknya lalu menaruh tasnya kemudian duduk.


"Kalian dua beneran pacaran?" tanya Bram sambil melihat ke Arka yang sudah duduk disampingnya


"Apa sih Bram" ucap Arka dengan nada kesal


"Tau ah Bram terserah kamu aja"


"Rara yang jemput karna Arka tidak tau rumah Rara" ucap Rara sambil duduk di depan Arka dan menghadap ke Arka


Rara tersenyum manis namun Arka malah menatapnya dengan tatap tajam.


"Sekali lagi kau mengigitku maka aku pastikan identitasmu akanku bongkar" bisik Arka.


"Lakukan saja, aku yakin pasti tidak ada yang percaya hal itu" ucap Rara dengan senyum yang tak hilang di wajahnya membuat Arka semakin kesal.


"Cey. . . Cey. . . Cey. . . Yang punya pacar di kelas jangan bermesraan di depan jomblo donk" ucap Bram yang langsung di hadiahkan tatapan tajam dari Arka.

__ADS_1


Tak lama kemudian seorang guru masuk ke dalam kelas dan memulai pelajarannya, Rara kembali menghadap ke depan dan memperhatikan guru menjelaskankan pelajaran, sementara Arka masih menatap punggung Rara.


"Badan kecil seperti itu bagaimana cara dia membunuh orang" batin Arka sambil memperhatikan Rara


Bram melihat Arka dan menyegol tangannya, "Hei. . . Aku tau kamu lagi kasmaran tapi lihat kondisinya donk ada guru tuh lihat papan tulis sebelum di marahi" ucap Bram pelan


Arka malah menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh emosi lalu beralih ke papan tulis.


Jam istirahat pertamapun di mulai, Arka dan Bram menuju kantin diikuti Rara disamping Arka namun tak hiraukan Arka sehingga Bram lah yang mengajak Rara berbicara, ahkirnya mereka berjalan ke kantin bersama-sama.


Sesampai di kantin Arka dan Bram memesang makanan sedangkan Rara hanya diam dan duduk manis di depan Arka dan Bram.


"Kau tak memesang makanan Ra" tanya Bram.


"Tidak aku sudah kenyang dan aku tak bisa memakan itu" jelas Rara dengan senyuman.


Bram memandang Rara dengan heran, tapi tidak Arka yang cuek dan diam saja seolah mengerti apa maksud dari perkataan Rara.


"Maksudnya Ra?"


Rara hanya diam dan tersenyum tak menjawab pertanyaan dari Bram. "Kalian sudah berapa lama berteman" tanya Rara mengalihkan pembicaraan.


"Kami sudah berteman cukup lama, kalau kau mau tanya tentang Arka tanyakan saja padaku aku mengenal Arka sudah lama" jawab Bram dengan bangga sementara Arka hanya mengelengkan kepalanya dan membuang pandangannya.


Tak lama kemudian makanan pesanan mereka pun datang dengan semangat Bram langsung menyantap makanannya, Rara yang melihat mereka makan tiba-tiba merasa mual karna mencium bau masakkan itu.


"Eehh. . . . Teman-teman aku duluannya aku baru ingat ada yang harus aku kerjakan" ucap Rara bangun dari bangkunya dan berlari meninggalkan Arka dan Bram yang makan.


"Kenapa dia?" tanya Bram heran.

__ADS_1


"Tidak tau dan tak mau tau" ucap Arka melanjutkan makannya.


__ADS_2