Moribus

Moribus
Episode 4 : Who am i?


__ADS_3

In the previous episode


"aku tahu kau baru naik level, dan item yang kami belikan untuk mu masih level restricted. Untuk sementara kau bisa memakai ini."


"terimakasih. Aku selalu saja merepotkanmu."


"tidak apa. Kau kan anggota guild kami hihii."


"heh."


Renka tersenyum lebar.


Baiklah mari kita pergi. Ucap renka


Yossshhh ayo kita berangkaatt !


[status]


[Renka Wijaya]


Asmodeus Guild


Rank A


Title:


Equiptment :


[Newbie Sword level 5] attack +10


-


-


-


-


Moribus


Ep 4


Begin


***


Renka dan Rachel memberi tahu dulu pada yang lain bahwa mereka akan pergi ke hotspot untuk membantu Renka mendapatkan beberapa experience. Setelah itu mereka berangkat. Salah satu hotspot yang terdekat adalah di Shurabinotora, di dekat perbatasan Jakarta. Jadi mereka tidak mempunyai pilihan lain lagi selain pergi kesana. Dalam perjalanan, Rachel memberi tahu Renka agar tidak terlalu menampakan diri nya. Karena ia kini sudah menjadi topic pembicaraan dimana mana karena telah membantai seluruh anggota guild yang melakukan ambush. Akan sangat merepotkan bila tiba tiba mereka di ambush ditengah jalan atau di datangi wartawan. Lalu, Rachel mengajak Renka untuk pergi ke toko baju terdekat dan menyarankan membeli beberapa item disguise, seperti masker, hoodie sarung tangan dan lain lain.


[Rachel mengundang anda kedalam party]


[Terima/Tolak]


[Player yang masuk ke dalam party akan mendapat bonus exp+10%. Dan salah satu player juga tidak perlu ikut pertarungan untuk mendapatkan exp. Bila level anda terlalu jauh dengan anggota party anda, maka seluruh anggota party tidak akan mendapatkan drop item]


"maaf karena aku masih level kecil kita jadi tidak bisa mendapatkan drop nya"


"tidak apa. Toh aku kan aku juga bisa membelinya di marketplace"


"oh begitu.."


[Rachel, Level 55 – Party leader]


[Renka, Level 7 – Member]


Setelah mereka memakai item disguise mereka, mereka langsung pergi ke stasiun untuk membeli tiket kereta ekspres untuk pergi ke Shurabinotora. Singkat cerita, mereka pun akhirnya telah masuk di kereta dan sedang mencari tempat duduk yang kosong. Sayang nya mereka tidak dapat kursi 4 seat yang kosong dan hanya kebagian kursi dengan kapasitas 2 orang. "Duh ini canggung sekali." Ucap Rachel saat itu. mereka terpaksa duduk bersebelahan. Bisa dilihat bahwa wajah Renka mulai memerah. "yah mungkin orang lain juga tidak akan sadar bahwa yang disebelahku ini asalnya seorang pria. Mungkin mereka akan mengira bahwa kami adalah saudara" pikir Rachel.


"Ehmm.. anu"


"Sepertinya ini agak sedikit canggung"

__ADS_1


"i-iya."


Suasana kembali hening.


"Sebentar lagi kereta akan sampai di stasiun pemberhentian 1 dan akan berhenti sejenak. Silahkan turun apabila anda sudah berada di tempat yang anda tuju. Sekian, Terimakasih"


"Anu, sepertinya bibi sudah sampai tujuan. Kami akan turun dari sini. Kalian hati hati ya, semoga sampai tujuan"


"Ah baik"


Bibi itu turun bersama dua orang disebelah nya.


"kalau begitu, mumpung sudah sepi nih, bagaimana kalau kita bahas hal hal yang akan kita gunakan nanti?"


.


Rachel pun pindah ke bangku di depan ku.


Biar ku jelaskan hal hal yang akan kita gunakan nanti saat disana.


Jadi, nanti kita akan berburu di hotspot. Tentunya disana juga banyak adventurer lain.


biasanya, mereka akan mengusir kita secara halus dengan berada di tempat yang sama dengan kita selama 30menit. Ada juga yang akan langsung membunuh kita, untungnya kamu punya aku di party kamu, jadi aman deh hehe umu.


"Tapi, kita juga harus hati hati, soalnya hotspot berada di teritori clan orang, dan biasanya sudah terisi oleh anggota clan tersebut. Kita bisa saja sih izin dengan formal dengan cara mengirim surat perizinan ke clan tersebut, tapi karna aku punya kenalan di tempat hotspot ini, sudah kupastikan akan aman. dan, sekarang kita bahas soal equipment. Dan ini adalah hal yang sangat krusial, karena kau hanya punya pedang longsword itu saja. Yang dimana itu kurang banget. Tapi kalo ga salah, kita kan pernah belanjain kamu senjata kan ren? Nah mending nanti saat level nya sudah terpenuhi, langsung buru buru pakai. Biar stat kamu juga bisa bersaing dengan monster monster disana" ucap Rachel.


"ehmm baiklah kalo begitu" -Ren


"tapi kira kira, kita bakal berapa lama disana?" -Ren


"kita akan berada disana kira kira setelah kamu mencapai level 25. Soalnya kamu sudah bisa mulai mencari npc yang punya quest untuk membuka class ini" - Rachel


"ohh jadi setelah aku mencapai level 25, aku akan bisa memulai quest untuk mendapatkan blaze binder? Keren" -Ren


"hhehe deshou?" - Rachel


***


Akhirnya mereka sampai di shurabinotora, kota yang dikenal dengan ubi nya yang sangat enak nan murah. Mereka pun memutuskan untuk menginap terlebih dahulu di sebuah tavern di bagian selatan shurabinotora, karena hari pun sudah menjelang malam.


[Welcome to Shurabinotora]


[enjoy your time here player!]


Dan system nya pun langsung menyambut kami, seperti biasa.


Kita pun langsung istirahat di tavern.


"Selamat datang di Mila Tavern" –Mila-san


"Nikmati saat saat mu disini petualang-sama. Jangan lupa untuk pesan makanan juga" –Maid-san


Disini pun ada bard yang sedang memainkan lagu. Sungguh suasana yang sangat indah.


Kalau dipikir pikir, bagaimana bisa ya dunia kita bersatu dengan venilvein? Ah bodohlah. Aku akan nikmati suasana ini dahulu sebelum kami pergi raid besok.


Aku pun menikmati suasana tavern ini sebentar dan akan langsung menuju ke kamar yang kami pesan. Namun saat aku sedang melihat para bard yang sedang bermain, seorang pria datang menghampiriku.


"Hei nona yang disana!"


Kenapa mereka melihat kepadaku? Ucap hatiku.


"Halo nona, apakah engkau ingin menari bersama ku?"


[Racheeelll, tolonggg] < Renka mengirim whisper ke Rachel.


Entah karena apa, Rachel pun mendorongku kepada pria itu. Rachel tersenyum, lalu tertawa. Aku pun sangat teripu malu, karena aku tidak pernah berdansa sebelum nya. Ah kampret deh Rachel, lihat saja nanti,


"Aku ak—uWoaaahh"

__ADS_1


Aku pun ditarik oleh pria tersebut dan langsung menari. Aku sangat terkejut, karena ini pertama kalinya aku menari tapi, entah kenapa juga aku langsung bisa menari.


Seketika semua orang di tavern bersorak.


*hei wanita itu hebat juga ya


*dia juga cantik


*Ayo lah kita menari juga, sayang


Dan pada akhirnya, semua orang di tavern ini menari dan bersenang bersama sama.


Setelahnya, kami pun lelah lalu pergi ke kamar kami. Hah, sungguh hari yang amat sangat menyenangkan. Aku berpikir, bila dunia kami tidak bersatu dengan dunia game, apakah kami masih bisa bersenang senang seperti ini?


Ah entah lah, tidur dulu deh.


**


[Gliss, GLISS! Tolong aku]


[Gliss, cepatlah! GLISSS]


Tampak seorang pria yang samar samar dipandanganku.


Mengapa dia memanggil nama character ku?


[Gliss]


[Aku a-]


"UaaaAAAAAAAARGhhh"


Hosh hosh hosh


"ADA APA REN? APA YANG TERJADI?" ucap Rachel


"hosh hosh, tidak, tidak apa apa. Hanya sebuah mimpi buruk. Hosh hosh"


"cup cup cup"


Rachel pun memelukku.


Aneh nya aku merasa nyaman dan ingin menangis.


Mata ku pun mulai basah.


"tidak apa kok ren, semua sudah baik baik saja"


"tidak ada yang perlu kau khawatirkan"


"huuuu hiks.. huuu Rachel"


"Serem"


"hiks"


Tanpa ku sadari, aku pun mulai menangis seperti bayi..


Aku heran. Sebenarnya, mimpi apakah itu?


Mengapa ia memanggil nama karakter ku? Sebenarnya, nama siapa yang ku dapat ini?


Aku pernah membaca bahwa nama ini disertai kutukan, tapi kutukan apakah itu?


Mengapa pria itu memanggil ku Gliss?


Siapa itu Gliss?


Kenapa aku mendapatkan nama ini?

__ADS_1


Siapa aku?


__ADS_2