
Episode 5 : Farming
Sebelumnya, di Moribus
[Gliss, GLISS! Tolong aku]
[Gliss, cepatlah! GLISSS]
Tampak seorang pria yang samar samar dipandanganku.
Mengapa dia memanggil nama karakter ku?
[Gliss]
[Aku a-]
"UaaaAAAAAAAARGhhh"
Hosh hosh hosh
"ADA APA REN? APA YANG TERJADI?" ucap Rachel
"hosh hosh, tidak, tidak apa apa. Hanya sebuah mimpi buruk. Hosh hosh"
"cup cup cup"
Rachel pun memelukku.
Aneh nya aku merasa nyaman dan ingin menangis.
Mata ku pun mulai basah.
"tidak apa kok ren, semua sudah baik baik saja"
"tidak ada yang perlu kau khawatirkan"
"huuuu hiks.. huuu Rachel"
"Serem"
"hiks"
Tanpa ku sadari, aku pun mulai menangis seperti bayi..
Aku heran. Sebenarnya, mimpi apakah itu?
Mengapa ia memanggil nama karakter ku? Sebenarnya, nama siapa yang ku dapat ini?
Aku pernah membaca bahwa nama ini disertai kutukan, tapi kutukan apakah itu?
Mengapa pria itu memanggil ku Gliss?
Siapa itu Gliss?
Kenapa aku mendapatkan nama ini?
Siapa aku?
****
Now, we begin.
Chapter 5 :Farming
Setelah kejadian tadi, Kami pun pergi ke pemandian setempat untuk menyegarkan badan kami. Betapa bodohnya aku, membuat Rachel khawatir tapi aku seneng sih, akhirnya aku ada yang merhatiin. Sudah lama juga aku tidak merasa seperti ini.
Kami pun akhirnya sampai di pemandian air panas nya. Nama tempat nya adalah "Pemandian air panas dan dingin Vicente". Kata orang orang di tavern sih, tempat ini rekomen banget, but mari kita coba. Oh iya nanti kami juga akan pergi ke Hotspot, aku harus setidaknya membuat badan ku rileks sebelum bertarung lagi.
Byurrrrr~
Rachel pun langsung masuk ke pemandian air panas tersebut.
"AAAaaahhh enak nyaa. Iya kan ren?"
"uhmmm anu, apa bener nih engga papa?"
Rachel baru ingat bahwa Renka dulu nya adalah pria.
Renka pun berdiri canggung di samping pemandian sambil memegangi handuk.
Ohiya, baru inget kalo si Renka itu asalnya cowok. Heheh, ku kerjain ah. Ucap Rachel dalam hatinya
"ah iya aku lupa sesuatu, kamu tunggu sini ya Ren"
"anu Rachel, jangan tinggalin aku sendiri doongg. Di pemandian wanita lagi.. ntar kalo ada yang begituan gimana?"
Namun, saat aku berbicara, dia langsung menghilang. Ah iya juga, mana ada hal hal aneh yang akan terjadi disini hahaha. Ah yasudah deh, aku lepas dulu handuk nya. Pikir ku saat itu. Namun, sesuatu yang tidak aku duga pun terjadi.
[Alert]
[Bahaya]
[Bahaya]
Hmm? Mengapa system nya menyala ? pikir ku.
Seketika muncul seseorang dari belakang Renka.
"Ke-JUTAAAAN!!! "
"whoaaaa whoa aaaaaaa"
Rachel pun mendorongku. Aku pun lalu terjatuh ke pemandian nya
Byuuurr~
"Ahhhahahahahha"
"reaksi mu lucu sekali ren"
"wkwkwkwkwkkw"
"ah kau jahat sekali Rachel"
Ucap Renka sambil menutupi bagian atas tubuhnya
__ADS_1
Mereka berdua pun tertawa bersama
Dan merekapun lalu menikmati waktu mereka di pemandian tersebut.
Singkat cerita, mereka telah selesai dan hendak pergi menuju hotspot.
"apakah kamu sudah menyiapkan barang barang untuk disana ren?" – Rachel
"hmm" – Renka
Renka Meng-angguk
"sip, tapi apa kamu beneran udah gpp nih ren?" –rachel
"aku sudah baik baik saja kok Rachel, memang sih mimpi itu aneh. Tapi mungkin itu hanya mimpi buruk belaka"
Singkat cerita, mereka pun akhirnya berangkat ke tempat hotspot. Untung tidak terlalu jauh dari penginapan mereka. Di jalan, mereka berjalan sambal melihat sekeliling. Karena, selain dikenal dengan ubi nya, Shurabinotora juga dikenal sebagai pusat perdagangan yang cukup murah nan bagus. Sambil melihat-lihat, Renka menemukan sebuah gem, ukuran nya sebesar kalung yang entah mengapa gem itu sepertinya memanggil Renka.
Wooshh~
[Hosh hosh hosh, tenang aku akan menyembunyikan nya di tempat yang aman. Kalian, tolong hadang dia jangan biarkan dia mendekati Gliss]
[Tenang, semuanya sudah baik baik saja. Glish, aku titip kan kalung ini padamu. Kalung ini bis-
.
..
....
"HEY RENKA!!" –Rachel
"ugh ah-AH YA?" –Renka
"Ada apa? Mengapa kau melototi dagangan mas mas itu?" –Rachel
"Entah kenapa, benda itu terasa seperti, memanggilku" –Renka
"Sebentar"-Rachel
**
"Permisi, ini kalung cantik banget" –Rachel
"Kamu punya mata yang jeli, ini adalah salah satu barang favorit ku. Namun karena adik sangat imut, aku kasih diskon seharga 250 DS (Drieghan Silver)" –Abang penjual barang
"230"
"Saya udah ga dapet bati dik, 240 bagaimana?"
"gabisa dik, sudah pas 250. Paling 240 dik"
"220?"
"Ya sudah nih dik, ambil saja di harga 200 DS"
"Yeaaayyy! Ariga-ttouu penjual-san!"
"aduh gusti lucunyaaaa~, Terimakasih dik semoga perjalananmu menyenangkan!"
Dan begitulah caramu bernegosiasi! Ucap Rachel.
Ah anu, Ra-
Tidak apa apa, aku tahu kau tidak punya uang jadi aku saja yang traktir. Tapi nanti kamu traktir aku makan ya?
Hummmmmu!
Tergambar ekspresi bahagia di wajah Renka saat ini.
***
Setelah itu pun mereka langsung sampai di hotspot. Ketika mereka sedang mengecek inventory, sebuah peringatan muncul pada system Rachel.
RENKA AWAS!!
Clangg!!
Rachel pun menahan sebuah serangan yang tidak diduga. Ketika Rachel melihat lebih dekat, ternyata itu adalah sebuah orc. Serangan tersebut datang dari sebuah orc!
Rachel heran. Karena biasanya orc tidak akan bisa meng-ambush seorang player, kecuali ada seseorang yang memerintahnya. Setelah Rachel melihat sekitar, ternyata ada seorang mage. Rachel pun menyuruh Renka untuk diam disini, sementara Rachel maju untuk menghadapi si mage tersebut.
Di AdventureQuest, kalian bisa diam saja dan mendapat EXP ketika kalian sedang berada dalam sebuah party. Jadi Rachel menyuruh Renka diam disini agar Renka tidak kenapa kenapa. Namun Rachel keliru, justru para monster serta mage tersebut tertarik pada Renka. Seakan akan mereka ter-fokuskan kepada sebuah item. Renka yang panic pun segera menyiapkan posisi kuda kuda nya. Lalu Orc pun menghantam Renka dengan sebuah Orc Club atau pentungan. Renka pun terpukul mundur, dan terlempar. Saat Orc tersebut akan menhantam Renka, Rachel pun dengan sangat cepat berlari ke arah Renka, dan menangkis serangan Orc tersebut.
"Apa kau baik baik saja?" ucap Rachel. Rachel yang sedang terbawa emosi langsung menghabisi orc tersebut dengan brutal. Tubuh Orc tersebut berceceran dimana mana, dan Renka terlihat sangat ketakutan.
Rachel menghampiri Renka, dengan tubuh penuh cipratan darah orc.
Renka dibuat takut oleh Rachel. Ini mengingatkan nya pada saat saat ia berada di guild lama nya. Dan seketika, Rachel datang tepat ke depan Renka dan memengg-
HOI RENKA!! Tidak apa, disini sudah ada aku. Ucap Rachel.
Ternyata Renka teringat trauma nya saat berada di guild lama nya. Rachel sedang menahan serangan Orc. Lalu Renka pun dengan emosi yang setengah ketakutan mengeluarkan pedang nya, dan menusuk dada orc tersebut. "Hosh hosh hosh, aku sangat takut" Ucap Renka.
Rachel pun memeluk Renka
Ternyata, anak ini sangat rapuh. Ucap Rachel dalam hati.
Rachel:
"Tidak apa apa, sekarang mari kita kerja sama dan kalahkan **** **** itu"
Renka:
"Aku takut, bagaimana jika kamu meninggalkanku nanti? Apa kau akan membuangku?"
Rachel:
"Hei!! Kau menghina orang baik seperti aku. Tenang saja, aku akan selalu ada bersama mu. Walaupun itu sulit sekalipun. Kau sudah bersama kami sekarang, kau tidak perlu takut lagi"
Renka pun mengusap air matanya dengan sikut nya.
Renka:
"mmm!"
__ADS_1
Setelah Renka senyum kembali, mereka pun mulai membantai para orc bersamaan. Ada banyak sekali orc yang telah disummon oleh mage tersebut.
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
[Level anda telah naik]
....
Para orc tersebut memberikan Experience yang sangat besar untuk Renka. Saat ini Renka berada di level 12. Renka pun membuka 2 skill. Walaupun renka masih belum mempunyai class, ia mendapatkan skill advanced basic attack. Salah satu privilege bagi mereka yang mendapat job Hybrid. Skill skill tersebut yaitu Advanced Slash, dan Moonlight slash. Skill ini tidak memakai mana, namun memakai stamina. Stamina Renka masih terlalu rendah untuk memakai skill skill tersebut. Jadi Renka hanya menyerang dengan mengayunkan pedang nya saja. tidak menggunakan skill apapun.
***
1 jam telah berlalu.
Para orc tidak ada habisnya. Mage mage tersebut terus saja men-summon mereka. Rachel pun ingin Renka yang menyerang mage tersebut sendirian. Karna mage tidak diberkahi dengan serangan fisik, hanya magis.
Rachel:
"RENKA! SERANG MAGE MEREKA!"
Renka:
"Baik Rachel, hhhhHEAAAAAAAAAAAAAATTTT"
Renka menghantamkan sebuah serangan
[Renka dealt 400 damage] – System
Rachel:
"Duh emang deh summoner yang paling ngeselin, masa ini summonan orc nya ga abis abis.. fyuhh"
Renka
"Pedang ku juga akan kehilangan durability nya. Terus kita mau gimana?"
Rachel:
"Butuh berapa Experiences lagi biar kamu bisa pake Celerity staff?"
Renka:
"17 Ribu lagi Rachel. Soalnya kita tidak memakai buff. Experience gain nya pun sudah sangat lambat untuk level ku saat ini"
Status!!
[Renka Wijaya]
[Level 13]
[ITEM]
[Newbie Sword: Durability is low, the item might break]
[Sturdy Armor: Durability is Low, the item might break]
(Bagaimana ini, apabila item ku hancur aku tidak akan mampu bertahan lagi... jika saja..) ucap renka dalam hati
Tiba tiba sebuah buff di aplikasikan ke tubuh Rachel dan Renka. Mereka pun kaget dan langsung menoleh kebelakang.
???:
Farrid bilang kepadaku bahwa kau pergi bersama Renka untuk farming tanpa se izin nya. Jadi dia mengirim ku kesini. Untung saja aku tepat waktu.
Renka:
K-kau?
Zion:
Kau seperti melihat sebuah setan saja. ini aku, zion. Yang menggantikan pakaianmu ketika kau pingsan saat gender change.
Renka:
Ah, terimakasih sudah data- EH? Yang apa?
Zion:
Aku tidak macam macam kok. Btw ini tipe summoner ya? Hmmm.. Renka, pakai ini.
[Zion memberikan anda EXP Scroll x200]
Zion:
Dengan begini kau bisa leveling dengan lebih cepat. Tapi aku belum pernah melihat summoner yang mampu meng-summon sebuah orc dengan jumlah sebanyak ini. Ex Hox Ego Oro Te (artinya, dengan ini aku memohon kepadamu), LINGERING LIGHT!
[BUFF APLIED FOR 3 PLAYER]
[Player mendapatkan bonus Critical up x15%, Heal Over Time 5%, Attack up to 45% untuk 15 menit]
Renka:
Aku merasa sangat kuat sekarang. Serasa, seperti ada yang membantuku.
[Renka Skill: ?????? has meet the condition. You can now use the effect]
__ADS_1
(Skill apa ini? Mengapa aku bisa mempunyai nya? Bagaimana cara ku menggunakan nya?) ucap Renka dalam hati.
Namun, efek dari skill aneh tersebut dapatdirasakan Renka saat setelah menghabisi para orc. Saat ini Renka tidak tahubahwa skill tersebut adalah pemberian dari GM {Hope}. Di episode lalu, GM{Hope} memberi Renka sesuatu. Entah itu kutukan atau sebuah keuntungan bagiRenka. Orc demi orc pun telah dihabisi satu persatu, namun suatu hal yangsangat jarang terjadi di hotspot pun muncul.