
Sebelumnya...
Tapi, semoga renka bisa bangun. Aku sangat amat khawatir dengan kondisi nya. Ya tuhan, apabila boleh, aku berharap agar kau memberi kemudahan bagi renka. Aku ingin kita berkumpul lagi seperti sedia kala. Lalu, ketika Rachel sedang menatap keluar jendela. Ia pun mendapat telepon dari farrid. "AAAAA BAGAIMANA INI?? FARRID MENELPON KU ASTAGA!! AAA.. kira kira aku bakal dimarahin ga ya? Ah gatau deh....
Episode 8 : Warm and Cold
Begin...
"h-halo... dengan jasa kirim barang disini"
"JASA KIRIM BARANG BAPAKMU! KENAPA KAU TAK IZIN DULU KE AKU HA? - Farrid
"Ah, iya ini Rachel. hehe. hehe.. he"
"Besok, kau kesini. Ke Alessia. Aku ingin bicara dengan mu"
"****** lah aku.. apakah aku akan dikirim ke dungeon rank SSS?? atau aku disuruh memakai armor bulky keliling kota? apakah aku harus mengenakan pakaian budak prostitusi?? AAAAAA apapun itu, kumohon jangan bunuh aku farrid. hueeeeee~.."
Rachel pun menangis semalaman.
Hari esoknya
Bandung, Grysmana. Javelin Residence. 16 Meistos(Mei dalam kalender venilvein) 2060.
eggHngggg.. Rachel pun merenggangkan badannya. Lalu, saat rachel menghadap cermin bisa terlihat bahwa terdapat sebuah kantung mata yang sangat besar. Sudah seperti panda. lalu rachel pun tidak ingin mandi, karena ia sedang malas. Sebenarnya karena ia masih trauma dengan dingin, karena rasa dingin itulah yang telah membuat jantung renka Berhenti.
"Ex hoc ego oro tte, twister" Rachel menggunakan angin twister untuk merapikan dirinya. Dan setelah ia selesai, ia pun berangkat. Saat di jalan pun, Rachel masih gugup akan bagaimana nanti saat ia bertemu Farrid. Sampai sampai ia lupa bahwa ia masih pake topi tidur nya, dan menarik banyak atensi orang.
Dan singkat cerita, Rachel pun telah sampai.
Bandung, Alessia
16 Meistos, 2060
"Aaa..hufttt" Rachel menarik nafasnya dalam dalam. dan dia pun masuk. Saat dia masuk, dia melihat Farrid, Hojo, Valencia, Inami dan lain lain. ia pun bingung dan lalu bertanya, "uhhh apakah kalian semua akan menjadi orang tua ku dan menasihatiku?". Seketika, semua tertawa. Rachel pun di buat bingung. Lalu Valencia pun berbicara,
"Hari ini kita tidak akan memarahi mu, justru kita akan pergi menjenguk Ace kita. Renka. TAPI, kita masih akan memarahimu"
"Awwww man. ahh huftt tetep aja di marahin. Tapi, kita akan berangkat kapan? bukannya [O'Vitae] cukup jauh ya?" tanya aku.
"Sekarang, chel. soalnya biasanya bakal ngambil waktu 2-3 minggu. Karnaa kan memang pernah ke sana, jadi pasti dia punya town teleport ticket" ucap inami.
(Town Teleport Ticket, adalah sebuah teleport yang langsung memindahkanmu ke sebuah kota/desa, tapi kalau teleport ticket hanya bisa memindahkan mu ke teman yang berada di wilayah terdekat dari wilayah mu berada sekarang)
Lalu, farrid pun berbicara "Kita akan berangkat 20 menit lagi. Segera siapkan barang barang kalian, karena kita akan menjemput ace kita". Lalu, semua orang pun mulai mengecek barang bawaan dan sudah siap berangkat. Rachel tegang sekali, karena salahnya renka menjadi seperti itu. ia tak cukup kuat.
"Tunggu aku, Ren"
3 Minggu Kemudian.
"Ouhh, jadi ini [O'Vitae]" ucap Rachel dalam hati. Tunggu aku ren, aku membawakan sesuatu untuk mu. Rachel pun sejenak menatap ke Karzak Blade. Saat rachel sedang bengong melihati senjata itu, Karnaa pun menyapa mereka. Lalu setelah itu, mereka pun dibawa ke tempat dimana Renka sedang di rawat.
Terlihat bahwa renka sedang dalam kondisi koma diatas Holy stone, di Holy stone temple [O'Vitae]. ia tertidur dengan sangat indah dan elegant yang membuat rekan guild nya terpana akan kecantikan renka yang sedang dalam kondisi koma. Lalu, seketika para elder datang
"Selamat datang, Petualang"
sepertinya para elder ini adalah npc. ucap inami. dan para elder pun mulai menjelaskan kondisi Renka saat ini. Sudah hampir 4 minggu renka tidak sadar kan diri. Para elder pun masih belum menemukan cara untuk menyembuhkan renka. Tampak sebuah es mulai terlihat di bagian dada Renka, dan itu pun membuat Rachel sangat khawatir. Melihat hal itu pun, Farrid langsung berkata "Umm mungkin sebaiknya kami istirahat dulu. Penginapan terdekat disini dimana ya?". Para elder langsung menjawab "Kami sudah mempersiapkan tempat istirahat kalian, teman teman Karna".
__ADS_1
Hojo bingung dan langsung bertanya kepada Karna, "ughh Para elder itu siapa nya kau karna?". lalu karna menjawab "Mereka adalah orang tua angkat ku".
lalu, saat Holy stone temple sudah sepi, tiba tiba es pada dada renka mulai menyebar secara perlahan..
**
Ughh dimana ini? aku- aku sedang apa? ucap renka.
"Kau, kau yang disana" tiba tiba suara yang terdengar sangat berat, memanggil renka. Tentu saja renka takut, serta gemetaran. Namun renka memaksakan dirinya untuk menoleh. Saat renka menoleh ke arah asal suara itu terdengar, tampak seorang naga yang sangat besar sedang berdiri di hadapan renka seakan akan ia hendak menyerang renka. Lalu, saat renka menatap naga itu, naga itu pun mulai berbicara lagi. "Kau, kau sekarang memiliki Glacier offula bukan?" ucap sang naga. Renka pun heran, mengapa naga ini bisa tahu.
"Ba-bagaimana kau bisa tahu" tanya Renka.
"Karna semua kekuatan yang dimiliki oleh pedang itu, berasal dari ku" ucap sang naga.
Renka pun terkaget, karena ia ingat bahwa di deskripsi pedang tersebut tercantumkan nama sebuah naga, dan nama naga tersebut adalah..
"Namaku, adalah Slughtfrost. Aku SlughtFrost, naga dari 10 mahluk agung. Katakan padaku, mengapa kau hendak menggunakan pedang ini wahai manusia" ucap sang naga SlughtFrost
"A-aku.."
Renka tentu saja sedang ketakutan saat ini, karena dalam hidup nya ia sama sekali belum pernah bertemu sebuah naga ataupun sebuah mahluk agung. ia pun kebingungan ingin menjawab apa. Lalu, sang naga pun mulai berbicara kembali.
"Kau, ingin engkau gunakan untuk apa kekuatan sebesar ini? untuk Kekayaan? Kejayaan? harta melimpah? kekuasaan? tahta? atau engkau ingin menguasai sebuah negeri? ucap sang naga SlughtFrost.
Saat Karna ingin mengganti sapu tangan yang digunakan nya untuk mengompres demam renka, tampak sebuah es mulai membekukan bagian dada renka hingga ke sikut sampai seluruh tangan kiri nya. Melihat hal itu, Karna mulai panik lalu Karna pun memutuskan untuk memanggil para elder.
"ugh, anu.. aku tidak ingin hal hal yang engkau sebutkan" ucap renka.
"Hmm? jadi?" Sang naga SlughtFrost pun mulai kebingungan dengan hal yang renka ucapkan.
"Aku, tidak. Tujuan ku menggunakan kekuatan pedang tersebut adalah untuk melindungi orang orang yang yang ku panggil keluarga. Aku, aku tahu ini mungkin terdengar bodoh, tapi, aku hampir kehilangan mereka saat aku melawan Boss Treant itu. Aku tidak tertarik akan Harta, tahta ataupun hal lain nya. Aku hanya ingin melindungi mereka yang penting bagi ku" ucap renka.
"kau orang yang aneh" ucap sang naga SlughtFrost
"kau orang yang aneh, sama seperti dia HAHAHAHAHA *goaawwrrr*"
"orang yang aneh?" ucap renka dalam hati. Renka pun heran, seperti nya ada seseorang juga yang pernah berbicara dengan slughtFrost. lalu, sang naga SlughtFrost pun berbicara kepada renka. "hmm baiklah, kali ini kau bisa dengan bebas menggunakan kekuatan pedangku. Kau lulus test, manusia".
heh? ha? adalah eskpresi yang tergambarkan di wajah renka saat ini. test apa? apa yang sudah ku lakukan? aku di test apa?. Seketika, suhu di sekitar mereka pun mulai berubah menjadi panas.
Setelah Karna memanggil para elder, mereka pun langsung kaget karena tidak ada yang pernah melihat kejadian seperti ini. Karena mereka tidak tahu harus melakukan apa lagi, mereka pun akhirnya mereka menggunakan warisan tanah kelahiran mereka, [The fire of O'Vitae] yang sudah turun temurun di wariskan. Namun, justru yang mereka lakukan malah mengkerutkan keadaan, sekarang tangan kanan renka di selimuti oleh api [The fire of O'Vitae], yang sepertinya bila dibiarkan lama lama akan membakar tubuh renka.
"p-panas api ini.."
"h? sepertinya tuan SlughtFrost cukup familiar dengan api ini?" ucap renka dalam hatinya.
seketika, api itu berubah menjadi sesuatu.
"oh hohohoho, sepertinya aku bertemu dengan rival ku. Apakabar SlughtFrost?" ucap sebuah sosok yang nampak nya dikenal oleh SlughtFrost.
"k-kau?? TIDAK MUNGKIN... AZTAROTH??" ucap SlughtFrost dengan nada kaget.
Siluet yang tertutupi api tadi tersebut, mulai terlihat jelas. Sosok yang dipanggil Aztaroth ini, adalah sebuah burung phoenix yang dulunya merupakan teman sekaligus rival SlughtFrost. SlughtFrost pun kaget, dan lalu dia berkata " Bukan kah kau, salah satu dari sepuluh mahluk agung yang tiba tiba lenyap? mengapa kau bisa disini? wahai rivalku. Ternyata Aztaroth adalah salah satu dari 10 mahluk agung seperti SlughtFrost.
"Tapi nasib ku tidak buruk seperti dirimu, yang malah jadi senjata hahaha" - Aztaroth
seketika, Aztaroth pun menoleh ke arah ku. lalu ia bertanya "Apakah engkau Renka Wijaya?". Aku pun menjawab "iya". Lalu Aztaroth pun kembali berkata..
__ADS_1
"hah para elder bodoh itu akhirnya menggunakan ku lagi untuk yang ke 2 kalinya. Hei bocah sepertinya kekuatan SlughtFrost membuat tubuh mu dalam kondisi yang tidak stabil. Kini, aku akan memberikan kekuatan ku juga namun dengan sebuah syarat. Kau, jadilah kuat. Sangat kuat, yang pada akhirnya kau bisa mengeluarkan sosok kami dari kekuatan mu itu dan mungkin kami pun akan bebas dan bisa kembali ke wujud asal kami".
A-apa? ia ingin aku menjadi kuat? b- bagaimana cara nya? ucap ku saat itu. Mustahil bagiku untuk bisa menjadi kuat dengan cepat. T-tapi, aku haru menjadi kuat untuk melindungi Rachel agar ia tidak menggunakan dream sabre lagi. Baiklah aku akan menjadi kuat, apapun resiko nya. "Ya, aku.. Aku ingin jadi kuat! aku ingin jadi kuat agar aku bisa melindungi mereka yang kuanggap keluarga!"
"sepertinya dia sudah memantapkan hatinya" Ucap mereka berdua dalam hati.
"Hei, SlughtFrost bodoh. Kau tidak memberitahu nya apa apa kan? huuftt memang begitulah sifat mu. Hei nak, kini kau bisa menggunakan kekuatan kami. Namun kekuatan besar juga pasti memiliki konsekuensi juga. Seperti yang sudah kau ketahui, SlughtFrost akan mengambil darah mu apabila kau tidak menyerang setelah mengaktifkan [Glacier Offula] nya. Untuk kekuatanku, apabila kau ragu ragu saat menggunakan nya, stamina mu akan terkuras dengan cepat yang akan mengakitbatkan mu masuk ke mode *Mind Zero*. Sepertinya kau masih cukup bodoh, jadi akan ku jelaskan.
Mind Zero adalah kondisi ketika kau telah berada di atas limit mu, dimana Fatigue mu lebih dari 100% dan stamina mu habis. Tapi ingat, bila kau menjadi lebih kuat, kau akan bisa menghilangkan efek tersebut. Baik milikku, ataupun milik si bodoh SlughtFrost". ucap Aztaroth.
"Terimakasih karena sudah menjelaskan, tuan Aztaroth"
"h-hei mengapa kau tidak memanggilku tuan? mengapa hanya kepada Aztaroth saja?" ucap SlughtFrost.
"Mungkin karena kau terlalu bodoh, dan mengapa juga kau bisa menjadi salah satu mahluk agung hah?" ucap Aztaroth.
hahahha, sepertinya mereka sangat akur. tapi.. ughhh aaaaaaAAAAAA. Seketika tangan kanan renka pun sakit.
"TOLONG!! KALIAN KAN PARA ELDER, MENGAPA KALIAN TIDAK BISA MENYEMBUHKAN RENKA???" ucap Karnaa sambil menangis.
"Api yang menyelimuti tangan nya itu berbeda dengan api biasa. Itu api dari salah satu mahluk agung. Apapun yang kami lakukan tidak akan bisa memadamkan api itu. Api itu harus ia padamkan sendiri" ucap para elder.
Karna sangat sedih dan marah. Namun, seketika es dan api yang menyelimuti tubuh renka mulai menghliang secara perlahan. Tapi, bekas luka yang di akibatkan oleh api tersebut masih ada dan tidak menghilang.
**
"K-KAU AZTAROTH BODOH APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN API MU ITU!!" - SlughtFrost
"DAN KAU JUGA, APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN ES MU HINGGA MEMBUAT JANTUNG NYA MEMBEKU??" - Aztaroth
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaa.. hiks.. sa-sakit sekali. tolong, kalian.. aku--...
Seketika, renka pun dibuat tidur oleh Aztaroth dan mereka pun mulai mulai menyembuhkan jantung renka. Mereka hanya bisa menyembuhkan jantung renka saja, tidak luka nya pada tubuh renka.
Dan saat mereka telah selesai menyembuhkan jantung renka yang membeku, Renka pun mulai membuka mata secara perlahan. Karna yang melihat itu, langsung menangis dan tergambar wajah bahagia di wajah Karnaa. Karnaa sangat bersyukur dan para elder pun lega karena Renka telah berhasil disembuhkan. Namun, kini api yang menyinari pohon [O'Vitae] telah tiada. Tapi, mereka tidak peduli lagi dengan api yang menyinari pohon [O'Vitae], sebab tanpa api tersebut pohon nya pun hanya kembali ke kondisi sedia kala sebelum diberi api Aztaroth.
Elder:
"APAKAH DISINI ADA SEORANG HEALER?"
Zion dan Inami:
"saya"
Elder:
"CEPAT HEAL RENKA. KALAU BISA GUNAKAN LINGERING LIGHT!! CEPAT"
"Baik" adalah jawaban mereka. lalu mereka pun mulai menggunakan mantra healing pada renka. "Heal yang lumayan besar dari kalian, bisa membuat agar renka keluar dari mode Fatigue nya. dan bisa cepat sadar. sekarang ia masih berada di mode Mind Zero, walaupun ia telah membuka mata nya" ucap para elder.
Lalu para elder, serta Zion dan inami mulai merapal mantra. Ex hoc ego oro tte, adiuva sana quad sit pro nobis. (Dengan ini aku memohon kepadamu, tolong sembuhkan lah yang ada di hadapan kami) LINGERING LIGHTT!!
Sebuah cahaya yang sangat terang menyinari renka, dan setelah itu para elder pun lalu mengecek status nya. Mereka sangat lega, akhirnya renka sudah keluar dari fase Mind Zero. Lalu, terdengar suara seseorang "To-Tolong.." dan mereka pun langsung langsung mendatangi renka setelah cahaya tadi menghilang. Betul saja, Renka ternyata sudah bisa berbicara walaupun kondisi nya saat ini masih belum pulih..
"Hueeee Renka, maaf aku gak cukup kuat buat ngelindungin kamu.. huueeee" Rachel pun menangis.
"sudah lah chel, mari kita biarkan dia beristirahat terlebih dahulu"
__ADS_1
dan mereka pun memutuskan untuk membiarkan renka istirahat dulu. Saat mereka semua sudah pergi, Tiba tiba pesan system muncul di depan Renka. [Aztaroth Flame has been acquired] [Glacial Dance of Frost, has been Acquired] Namun renka masih tidak mempunyai tenaga untuk melihat pesan tersebut, dan ia pun lalu akhirnya tertidur..