
Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan di salah satu SMA ternama di kota Z.
Menjadi Awal baru dan langkah baru untuk semua Murid-murid disana.
" Hai, kamu Lulus? " tanya seorang laki-laki tampan dengan senyum manis di wajahnya.
" Iya, aku Lulus. Kamu? " Tanya balik seorang gadis berambut hitam dan Mata yang Indah itu.
Laki-laki Manis itu hanya mengangguk dan tersenyum, mereka berdua pun meninggalkan lorong sekolah dan menuju Kantin.
" Hana, ada yang Ingin aku sampaikan. " ucap Laki-laki Manis itu saat sampai di kantin.
" Ada apa Rey? Katakan saja. " balas Hana dengan tersenyum.
Reynaldi, dia menggenggam tangan Hana dan mulai menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.
" sudah 2 Tahun terakhir aku memendam perasaan ini, Han. Aku menyukaimu " ucap Reynal.
Seketika Hana melepaskan genggaman tangan Reynal. Dia tidak tahu harus bagaimana?
Jika boleh berkata Jujur dia ingin menerima cinta Monyetnya alias cinta pertamanya. Tapi disisi lain, Bapak nya tidak mengizinkan Hana untuk menjalin kasih dengan laki-laki di usia nya yang masih 17 Tahun.
" Maaf Rey, aku bukan bermaksud menolak mu. Tapi aku masih mempunyai cita-cita membanggakan Bapak dan Ibu ku, terlebih Bapak tidak mengizinkan aku untuk pacaran. " Jelas Hana.
Reynal menarik nafasnya pelan dan membuang nya ke sembarang tempat, memang kalau urusan Restu itu adalah benteng terkuat Cinta kasih di sekolah.
__ADS_1
" aku akan memunggumu Han, aku yakin kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku bukan? " tanya Reynal.
Hana hanya menundukan kepala, dia memang menyukai Reynal semenjak kedekatan mereka 2 Tahun yang lalu.
Tapi jika mengingat Bapak nya yang melarang keras hubungan Hana dengan pria yang sama-sama masih pelajar itu tidak memungkinkan jika Hana menerima cinta dari Reynal.
Mereka pun memesan Mie Ayam dan Bakso, kemudian memakan pesanan itu dan kembali lagi ke Aula.
Sehabis dari Kantin Hana hanya diam saja, dia bingung dengan dilema anak muda yang saat ini melanda nya.
Sampai-sampai sahabat nya memanggilpun dia tidak sadar.
" ngelamun saja " tegur Marina.
" dari tadi aku manggil kamu terus loh, tuh liat. Anak-anak juga ada disana. " Tunjuk Marina ke arah 2 gadis cantik yang sedang melambai ke arah Marina dan Hana.
" kesana yuk. " ajak Marina lalu menggandeng tangan Hana ke Ujung Aula.
Akhirnya, 4 serangkai itupun duduk bersama dan Hana hanya lebih banyak diam. Dia masih teringat dengan ucapan Reynal barusan
Dan langkah apa yang harus dia Ambil.
**
Sepulang sekolah Hana berhenti di halaman rumah kecilnya.
__ADS_1
Terparkir sebuah Mobil hitam keluaran terbaru berhenti di halaman rumahnya.
" tamu bapak mobilnya bagus juga " batin Hana.
Dia segera masuk kedalam rumah, dan ternyata benar. Ada seorang tamu laki-laki berpakaian rapi sedang duduk di hadapan Bapak, Ibunya dan Kakak perempuanya.
" ini dia anak nya, kebetulan sekali sudah pulang " ucap Ibu Narti sambil mempersilahkan Hana duduk di sampingnya.
Hana pun mengikuti instruksi Ibu Narti meskipun dia tidak mengerti apa maksud dari ucapanya barusan.
" dia Juga putri di keluarga kami, saya rasa dia lebih pantas dengan tuan Frans " ucap Bapak.
" tunggu, apa maksud ucapan bapak aku lebih pantas dengan laki-laki bernama Frans? Atau jangan-jangan bapak menjualku? " tanya Hana dalam Hati.
" perkenalkan nona, saya Jeremy panggil saja Jery, Saya sekertaris dari perusahaan Frans grup " ucap laki-laki bernama Jery itu.
Frans grup? Sebuah perusahaan terbesar se INDONESIA dan tempat Bapaknya Hana pak Wira bekerja.
" lalu? Ada urusan apa anda datang ke gubuk kami? " tanya Hana dengan melirik ke arah Bapak dan Ibu nya.
" tuan Wira, apakah putrimu belum mengetahui apa yang sudah kamu janjikan? " tanya Jery.
" maaf uan Jery, saya rasa tanpa bertanya pun putri bungsu kami akan setuju menikah dengan laki-laki kaya dan mapan seperti tuan Frans.
Hana semakin tidak mengerti, untuk saat ini hanya perasaannya saja yang tidak enak sama sekali.
__ADS_1