
" Bapak menjualku? " tanya Hana menatap tajam ke arah kedua orang tuanya itu.
" jaga ucapanmu, Bapak mu hanya ingin kamu menjadi wanita yang mapan dan kehidupanmu terjamin! " ucap Ibu Narti dengan suara agak tinggi.
" Ibu hanya memikirkan Uang, Uang dan Uang! Apa Ibu pernah memikirkan kebahagiaan Hana? Bapak juga, apa Bapak selalu ada untuk Hana? " bentak Hana.
Plak!
" sopan santun mu ada dimana? Apa kamu tidak melihat ada tamu penting hah? " bentak Pak Wira.
Hana menoleh ke arah Jery, dia terlihat tenang-tenang saja seperti tidak ada kejadian apapun.
Hana pun segera berlari menuju kamarnya yang ada di belakang, dia menangis sejadi-jadinya.
Bagaimana mungkin Bapak dan Ibu nya bisa melakukan ini semua kepadanya.
Jika memang harus berkorban untuk keluarga ini kenapa bukan anak sulung? Sedangkan setelah lulus kuliah kakak nya Hana masih diam saja di rumah.
Hana merasa kesal, dia benar-benar kecewa dengan sifat Tamak kedua orangtuanya. Dia pun bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap ke rumah Sahabat nya.
__ADS_1
**
Sedangkan Jery sudah pulang dan besok dia akan datang kemari untuk menjemput Hana.
" lihat Pak, uang sebanyak Ini kita bisa menggunakan untuk bersenang-senang dan yang pasti tuan Frans akan memberikan tunjangan setiap bulanya ke usaha Bapak " ucap Ibu Narti dengan bangga.
" ya,ya kamu benar. Bapak belum pernah pegang Uang sebanyak Ini dan Juga usaha kita memiliki Jaminan Unlimited rasanya Bapak sudah tidak sabar jika Hana menjadi menantu dari keluarga Frans Grup " balas Pak Wira dengan senyum Jahatnya.
Dan mereka bertiga pun tertawa, menikmati Uang pemberian dari Frans.
Hana yang mendengar itu semua pun semakin sakit hati, dia tidak jadi pergi dan memilih kembali ke kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya.
**
Jery sudah sampai di kantor FG ( Frans Grup ).
" bagaimana? " tanya laki-laki berwajah kharismatik tersebut.
" seperti yang Anda duga Tuan, keluarga Wira mau menyerahkan salah satu putri mereka dan bahkan saat mendapat penolakan dari si Bungsu Wira langsung menampar anak perempuanya itu. Cih, miris sekali " Jawab Jery dengan menggelengkan kepala pelan.
__ADS_1
" Haha, aku sudah menduga akan ada kejadian seperti ini. Kita lihat dulu seberapa jauh ke Hinaan keluarga Wira itu. " ucap Frans dengan senyum menyeringai yang dibalas senyuman juga oleh Jery.
" kamu selesaikan dulu pekerjaan di kantor, aku ada urusan diluar sebentar. " ucap Frana kemudian pergi meninggalkan Jery dan kantornya.
Frans mengendarai mobilnya sendiri tanpa supir atau pun bodyguard.
Mobil melaju kencang menuju sebuah Studio Photo, dan terlihat seorang model gadis cantik nan sexsy keluar dari dalam Studio dan menghampiri Frans.
" Hallo sayang, akhirnya kamu sampai Juga. " sapa gadis model itu dengan Manja.
" jauhkan tanganmu dari tubuhku! Aku hanya ingin memperingatkanmu untuk yang terakhir kali nya. Jauh i keluarga Frans atau aku bisa saja menghancurkan kehidupanmu ini. " ancam Frans.
" tenanglah dulu sayang, bisa kita bicara baik-baik dulu? Apa kamu tidak merindukan aku dan juga tubuhku Ini? " tanya gadis model itu.
" cih! " umpat Frans.
Gadis itu hanya terkekeh melihat sorot mata tidak suka dari Wajah Frans.
Frans pun segera meninggalkan Studio Photo itu, dia kemudian menuju kantor nya lagi dan membantu Jery menyelesaikan semua pekerjaan nya.
__ADS_1