Mr. ARROGANT IS MY LOVE

Mr. ARROGANT IS MY LOVE
05


__ADS_3

Pagi ini Hana bangun dari tidurnya karena suara berisik di depan kamarnya yang terus mengetuk pintu kamar pribadinya itu.


" yaa aada apa? Hooammh " Hana masih menutup Matanya karena dia benar-benar ngantuk akibat menangis semalaman.


" Cepat Bangun! Bersihin badanmu dan pakailah ini " ucap kakak nya Hana.


" Dress? Untuk apa? " Tanya Hana tidak mengerti.


" udahlah jangan banyak bicara! Dandan yang cantik karena diluar Jery sudah menunggumu. " Jawab Talia


Hana pun masuk kembali kedalam kamarnya dan melemparkan Dress berwarna Maroon itu.


" bisa-bisanya dengan santainya menyuruhku bersiap-siap! " gerutu Hana.


Hana pun segera masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, tak butuh waktu lama sekitar 30 Menit Hana sudah selesai mandi dan bersiap.


Dia segera berjalan ke depan menemui Jery.


" selamat pagi tuan, maaf membuat anda menunggu Lama. " ucap Hana dengan senyum pura-pura nya.


" tidak apa, ayo ikut saya Nona. Tuan Frans sudah menunggu Anda. " ucap Jery yang dibalas anggukan oleh Hana.


Mereka pun meninggalkan kediaman Wira dan menuju sebuah Restorant B.


Sampainya di restorant Jery mengajak Hana untuk memasuki ruangan VVIP dan disana terlihat laki-laki Tampan, kharismatik dan Juga berbadan Tegap.


" Ini Nona Hana tuan " ucap Jery.

__ADS_1


" Ya, kau bisa meninggalkan kami berdua. " perintah Frans.


Hana hanya menundukan kepalanya, bahkan tubuhnya berkeringat dingin karena tidak mau menatap Mahluk sempurna di hadapanya itu.


" kenapa dari tadi kamu nunduk terus? Apa aku terlihat menakutkan untukmu? " tanya Frans dengan suara Tegas nya.


Hana hanya menggeleng dan masih menunduk.


" hei kau, tatap aku kalau sedang berbicara " ucap Frans sambil menarik dagu Hana secara kasar.


Hana pun memberanikan diri untuk menatap Frans, dan disaat itulah Frans dan Hana saling bertatap muka.


" *Mata dan Tatapan itu? Serta Jantungku kenapa berdetak seperti ini? " batin Frans


" kenapa dia harus menatapku seperti itu? Apa penampilanku dan riasan wajahku terlihat kacau? " batin Hana*.


Kedua nya pun sadar dan segera memalingkan muka.


" tunggu, kenapa kamu menikah dengan orang yang tidak kamu kenal? Bahkan kamu juga tidak menanyakan persetujuan ku terlebih dahulu! " ucap Hana dengan Nada sedikit naik.


" hei, bukankah Ayahmu sendiri yang menyerahkan mu kepadaku? Aku hanya meminta satu putrinya untuk menjadi Istriku. Dan siapapun dia aku rasa itu tidak penting, yang jelas aku sudah membayarmu. " Jelas Frans dengan Angkuhnya.


" Aku tidak mau! Aku masih ingin melanjutkan pendidikanku. " tolak Hana.


" baiklah, jika kamu menolak maka akan ku pastikan Wira membusuk dipenjara, kakak perempuanmu tidak mendapatkan pekerjaan apapun dan juga keluargamu akan ku jadikan gelandangan. " Ancam Frans.


Hana hanya diam dan menatap tajam ke arah Frans.

__ADS_1


" lelaki sombong! Cih, dia selalu membanggakan kekayaan untuk menindas orang lain. " batin Hana.


" sudahlah jangan mengumpatku, sekarang kamu cukup menandatangani surat ini saja. " ucap Frans sambil melemparkan sebuah map coklat ke atas meja.


Surat itu berisi sebuah perjanjian dimana nama Frans dan Hana tertera sebagai yang bersangkutan.


1: Tuan Frans Maheswari adalah peraturan yang harus di taati.


2: dalam pernikahan pihak wanita tidak boleh mengurusi hidup dan masalah apapun dari pihak ke 1 yaitu Tuan Frans


3: dihadapan kedua orangtuan Tuan Frans harus terlihat saling romantis, Harmonis dan penuh kasih sayang


4: pihak ke 2 tidak diperbolehkan berhubungan dengan laki-laki lain untuk menjaga kehormatan keluarga Maheswari.


5: Tidur terpisah.


" hei Tuan Arrogant, ini bukanya perjanjian melainkan penindasan untukku " ucap Hana dengan emosi yang hampir meluap.


" bacalah nomor 1 " ucap Frans dengan santainya.


Hana pun kembali menutup map itu dengan kasar dan dia benar-benar dibuat kesal oleh lelaki itu.


" lalu bagaimana? Apakah anda bersedia? " tanya Frans dengan senyum mengejek nya.


Hana diam saja, dia memikirkan apa yang akan terjadi dengan keluarganya jika dia sampai menolak perjanjian itu.


" Arrgggh! Baiklah-baik, akan aku tandatangani. " ucap Hana lalu menandatangani surat itu.

__ADS_1


" puas? " teriak Hana sambil melempar map itu ke meja Frans.


Frans hanya tersenyum sinis dan tertawa mengejek karena ketidak berdayaan Hana.


__ADS_2