
gaun merah disudut ruangan itu terasa tidak asing mengapa Gaun merah cantik itu membuatnya begitu tertarik hingga ia beranikan diri bertanya kepada pelayan.
" pelayan gaun merah itu begitu cantik apakah bisa aku mencobanya?" tanya Jia li kepada pelayan itu.
"maaf nona gaun ini milik seseorang ia menitipkan gaun ini kepada bos saya" jawab pelayan tersebut.
"tapi saya hanya ingin mencobanya !" Jia li sedikit memaksa kepada karyawan butik tersebut.
"maaf nona saya tidak berani sembarangan karena jika nona memaksa silahkan izin dulu ke bos saya?" jawab pelayan toko tersebut.
"dimana bos anda?" jawab jia li
"beliau sedang keluar untuk meeting mungkin nona bisa kembali besok untuk berdiskusi tentang baju anda? " jawab karyawan tersebut.
"sudahlah Jia li kenapa memaksa?" perintah gaara
__ADS_1
"tapi aku ingin mencobanya?" jawab jia li
"ayo kita pulang?" perintah gaara kepada jia li.
mereka berdua pun pergi meninggalkan butik tersebut.
jia li pun terus memikirkan gaun itu. gaun itu seperti melekat dibeknya seperti ia pemilik gaun tersebut. kenapa gaun tersebut hanya diletakan begitu saja dibutik itu bukankah untuk di jual bahkan pemilik butik itu menutupnya dengan kaca akrilik seperti benar benar benda yang sangat spesial.
memang sih gaun tersebut sangat indah bahkan sangat ekslusif seperti desain khusus hanya ada satu. benar-benar membuat jia penasaran .ia membayangkan akan tampil angun dan sangat elengan jika mengenakan gaun tersebut diperjamuan makan malam pernikahannya.
"gaara seperti ada yang aneh dengan diriku akhir akhir ini. mengapa aku selama ini tidak pernah mengenal kehidupanku sendiri ?" tanya jia li
"kenapa ?" tanya gaara ." apakah kamu mengerti tentang kehidupanku sebelumnya? "tanya jia li. "tidak ada yang spesial dengan mu jia li kamu baik baik saja dan tidak terjadi apa -apa ?" jawab gaara mencoba meyakinkan jia li.
" malam ini kamu tidur dimana dirumahku atau kembali ke hotel?" tanya gaara mengalihkan pembicaraan .
__ADS_1
"malam ini aku ingin tidur dihotel saja !" jawab jia li.
gaara tidak memahami jia li tentang apa yang dirasakanya hari ini dikota ini semuanya terasa aneh semua terasa sangat dekat denganya bahkan laki-laki yang ia temu meski hanya melihat pungungnya seperti sudah mengenalnya dengan sangat lama bahkan ada getaran rindu yang tiba -tiba muncul didalam dirinya ia tak menyadari siapakah laki -laki itu mengapa ia seperti bisa merasakan kepedihan laki-laki itu .
setibanya dihotel gaara pun mengantarkan jia li sampai depan hotel saja ia tidak ikut naik keatas karena hari ini ia harus segera bertemu seseorang untuk membahas bisnis.
"naiklah dulu nanti setelah aku pulang kerja aku akan menghubungimu dan menemanimu disini? jawab gaara.
"baiklah aku naik keatas dulu?" jawab jia li
dengan sedikit lesu jia li pun berjalan masuk hotel.
"selamat datang" sapa resepsionis
"terima kasih " jawab jia li. ia pun segera berdiri didepan lift tempat menuju kamar yang akan ia tiduri. lift pun terbuka jia li pun segera masuk kedalam lift.pintu lift ingin menutup tiba-tiba wanita cantik yang berparas tinggi masuk kedalam lift tersebut. gadis itu pun masuk lift saat ia baru masuk ia sangat terkejut. jia li pun langsung menekan tombol naik.
__ADS_1