
"Cu--cucu,maksud kakek apa?"tanya Sarah yang begitu terkejut dan bingung.Tidak pernah terpikirkan oleh nya,jika ayah dari ibunya masih hidup.Dan sekarang,lelaki tua ini mengaku bahwa dia adalah Kakek nya.Jika itu benar,Sarah sangat berharap dia memang kakeknya.Karena,dia memang tidak mengetahui asal usul ibunya.Karena ayah nya selalu menyimpan rapat rahasia tersebut.
"Kamu adalah cucuku,cucu yang sejak bayi dibawa pergi ke kota oleh menantuku.Dan ibumu adalah putriku,dia memang sudah meninggal setelah melahirkan mu."ucap Ki Prana
"Ja--jadii,kakek adalah kakek saya?"tanya Sarah lagi,dia bingung antara sedih atau bahagia.
"Iya nak,kamu adalah cucuku.Kamu sangat mirip sekali dengan putriku,Parwati.Dia gadis yang sangat manis, bahkan tingkah kalian sangat mirip."ucap Ki Prana
Sarah langsung mendekati Ki Prana dan menatap lekat lelaki tersebut dengan senyum sumringah dan akhirnya dia memeluk lelaki tersebut."Kakek."lirih nya senang,akhirnya dia mempunyai seorang kakek.
"Cucuku,akhirnya takdir menemukan kita.Rasa nya aku sangat senang sekali,bahkan aku seperti melihat Parwati muda."ucap Ki Prana yang mendekap erat Sarah.
Pelukan mereka terurai dan Sarah berkata."Selama ini,kakek tinggal bersama siapa?"tanya Sarah
"Kakek tinggal bersama Parwuni,adik kembar ibumu."ucap Ki Prana
"Jadi ibu kembar?"tanya Sarah. Ki prana mengangguk.
"Wah, saya sangat tidak sabar ingin bertemu dengan bibi Parwuni."ucap Gadis tersebut sumringah
"Bibi mu juga pasti sangat senang,jika dia bertemu dengan keponakan nya ini."ucap Ki Prana
"Ohhyaa, Seperti nya sudah pukul dua belas siang.Kita akan kembali melanjutkan pencarian."ucap Haris pada mereka semua
"Benar,kita harus segera menemukan Renata.Pasti kedua orang tuanya khawatir saat ini,karena kami akan kembali ke kota besok."ucap Sarah
"Bisa kah kamu mengajak kakek,Sarah.Kakek ingin sekali bertemu dengan ayahmu."ucap Ki Prana
"Tentu saja kek, Sarah akan membawa kakek ke kota."ucap Sarah
Kemudian mereka melanjutkan pencarian Renata ke dalam hutan lagi.Namun, pencarian mereka kali ini tidak berhasil.Dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali.Seperti perjanjian yang mereka tentukan,yaitu kembali setelah pencarian selama dua jam jika tidak berhasil.
***
Perempuan bercadar itu merebahkan tubuh Renata ke lantai.Dia sangat puas, akhirnya dia bisa menculik gadis tersebut.Dan dia akan melakukan langkah selanjutnya.
"Akhirnya,aku bisa menculik mu dan bebas melakukan apapun terhadap mu,manusia bodoh. Hahahaha....!!"ucap Perempuan tersebut.
Terlihat pergerakan dari Renata,gadis tersebut menggeliat dan membuka matanya."Dimana aku sekarang?" lirih Renata dan dia pun mengedarkan pandangannya ke semua sisi.Lalu dia melihat seorang perempuan bercadar,dia berusaha jelas mengenali siapa perempuan tersebut.Namun,dia tidak mengenali siapa perempuan tersebut.
"Siapa kau?"tanya Renata
Perempuan bercadar itu terkekeh pelan,lalu memegang cadar nya dan membukanya.Terlihat wajah yang sebenarnya,dia adalah Laksmi.Putri dari Patih Raganatha dan dia merupakan sepupu sekaligus perempuan yang dijodohkan dengan raja iblis sejak kecil.
"KAU."ucap Renata tertahan
__ADS_1
"Tentu kau kenal siapa aku bukan?"tanya Laksmi sembari tersenyum sinis pada Renata
"Bukan kah kau adalah sepupu raja dan putri dari Patih Raganatha."ucap Renata
"Benar. Aku adalah putri patih Raganatha sekaligus calon istri raja."ucap Laksmi
"Calon istri?"ucap Renata heran,dia memang tidak tahu jika Laksmi dan Raja iblis sudah dijodohkan.Yang dia tahu,gadis dihadapannya ini adalah putri dari Patih Raganatha sekaligus sepupu raja iblis.
"Iya,aku adalah calon istri raja.Dan kau.."ucap Laksmi sambil menunjuk ke arah Renata. "Jangan harap kau bisa menikah dengan Panji.Karena hanya aku yang pantas menikah dan bersanding disisi nya.Hanya aku yang pantas menjadi ratu kerajaan Bantara Angin.Aku adalah wanita yang hebat dan kau tidak ada apa-apa nya dibandingkan aku. Hahahahahah..."ucapnya dengan sombong dan tertawa keras
"Hahahahaha." Renata tertawa keras seperti Laksmi dan hal itu membuat Laksmi menghentikan tawanya.
"Kenapa kau ikut tertawa?"tanya Laksmi sinis
"Sebenarnya kau lucu sekali."jawab Renata
"Apa maksudmu?"ucap Laksmi dengan nada tidak senang, bisa-bisanya gadis tersebut mentertawakan nya.
"Bukan kah kau tahu,jika aku akan segera menikah dengan raja.Dan raja pernah mengatakan,hanya aku yang pantas menjadi ratu kerajaan Bantara Angin nanti.Dan berarti,kau tidak akan menjadi ratu.Karena yang menjadi seorang ratu hanya seorang,sedangkan yang kedua dinamakan selir."ucap Renata dan hal itu membuat Laksmi marah.
"Kurang ajar."bentak Laksmi
PLAK.
Laksmi menampar pipi Renata,dan Renata merasakan jika pipi nya terasa panas akibat tampan Laksmi.Tamparan Laksmi terlihat membekas di wajah Renata.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi,karena aku akan menamatkan riwayat hidup mu.Jika kau tewas,maka aku yang akan menjadi ratu kerajaan Bantara Angin."ucap Laksmi dengan senyum sumringah
"Kenapa? Kau takut gadis kecil? Bukan kah tadi kau begitu semangat berkata sombong dihadapan ku?"tanya Laksmi sembari terkekeh. Kekehan Laksmi malah terdengar menyeramkan bagi Renata.
"Apa yang ingin kau lakukan?"tanya Renata dengan keras, padahal di dalam hatinya sangat ketakutan melihat tubuh Laksmi yang setengah manusia dan setengah kelabang.
"Aku? Tentu saja aku akan melakukan apa yang aku mau,yaitu membunuh mu."ucap Laksmi tertawa keras.Saat dia akan menyerang Renata, tiba-tiba saja terdengar keributan dari luar.Dan hal itu sangat menggangu kesenangan Laksmi.
"Sial. Siapa yang mengganggu kesenangan ku "gerutu Laksmi.Belum sempat dia mengetahui siapa pengganggu tersebut.
BRAK.
Pintu gubuk tersebut langsung hancur secara berantakan.Dan yang paling mengejutkan adalah lelaki yang berada didepan pintu tersebut.
"Kanda Panji."gumam Laksmi
***
Rombongan Ki prana berjalan dengan cepat,agar mereka segera tiba ditempat mereka bermalam.Sesekali Ki Prana melihat cucunya,dia hanya tidak ingin cucunya merasa kelelahan.
"Sini kakek bawa kan tas kau itu,pasti berat kan?"ucap Ki Prana pada Sarah
Sarah menggeleng cepat. "Tidak perlu,kek. Saya bisa membawa tas ini sendiri.Lagi pula,ini tidak lah berat."ucap Sarah tersenyum tulus kepada kakeknya.
__ADS_1
Melihat Sarah tersenyum,lagi dan lagi Ki prana teringat putrinya yang kini telah tiada.Dan dia sangat merindukan Putri pertamanya tersebut.
Parwati,ayah telah bertemu dengan putrimu.Dia sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan manis,sama seperti dirimu nak.Andai kau masih ada,pasti kau akan senang melihat putrimu yang begitu mirip dengan mu,anakku.Semoga kau tenang di alam sana.batin Ki Prana
"Berhenti."ucap Sarah tiba-tiba
"Kenapa?"tanya Harja heran
"Ada ular yang melintas didepan kita,biarkan dia lewat terlebih dahulu."ucap Sarah
Mendengar perkataan Sarah, ketiga lelaki berbeda usia tersebut mengerutkan keningnya.Mereka tidak mengerti maksud gadis tersebut.Dan mereka juga tidak melihat ular yang disebut oleh Sarah.
"Ular? Apa maksud mbak Sarah? Didepan kita tidak ada ular."ucap Haris
"Ada,itu dia di....."ucapan Sarah terhenti,karena ular yang dia maksud tidak ada lagi.Entah kemana ular tersebut,Sarah pun jadi bingung.
"Mungkin kamu salah lihat,nak!"ucap Ki Prana
"Tidak kek,aku beneran melihat ular itu.Dia tadi melintas didepan kita.Itu sebab nya aku menghentikan langkah kita."ucap Sarah meyakinkan sang kakek
"Tapi ular itu memang tidak ada,mbak Sarah!"ucap Haris
"Apakah kamu indigo?"tanya Ki Prana
"Kok kakek tahu?*tanya Sarah
"Berarti yang kau lihat tadi bukan ular biasa,tapi makhluk gaib yang menyerupai ular."ucap Ki Prana
"HAH. Jadi begitu yaa,pantas saja kalian tidak melihat ular itu."gumam Sarah dan kemudian mereka melanjutkan perjalanan.
"Sejak kapan kamu bisa melihat hal-hal gaib Seperti itu?"tanya Ki Prana pada cucu nya
"Kapan yaa? Seingat Sarah,sejak kecil Sarah sudah berdekatan yang nama nya makhluk halus."ucap Sarah
"Apakah ayahmu tahu hal itu?"tanya Ki Prana
"Tentu saja ayah tahu,bahkan ayah sudah membawa ku berobat kemana pun.Namun,tidak ada cara untuk menutup mata batin ku.Seseorang pernah berkata kepadaku,jika mata batin ku sudah terbuka.Maka diriku ini adalah manusia yang terpilih,kata orang tersebut.Dan dia juga pernah memberikan aku sebuah kalung.Kalung ini pau yang membuat ku terjaga dari makhluk-makhluk yang kerap usil mengganggu ku."ucap Sarah dan memperlihatkan kalung yang berada dilehernya kepada sang kakek
"Siapa orang itu?"tanya Ki Prana lagi
"Sarah tidak tahu,kek. Tapi berkat orang tersebut, Sarah bisa terlindungi dari makhluk-makhluk usil itu."ucap Sarah lagi dan sang kakek hanya mengangguk kecil
Tidak terasa,akhirnya mereka tiba di tempat tenda mereka dipasang.Yaitu tidak jauh dari danau.
Lima menit kemudian,rombongan Adam datang dan hasilnya sama seperti mereka. GAGAL.
__ADS_1
***