MUSLIHAT CINTA IBLIS

MUSLIHAT CINTA IBLIS
8.


__ADS_3

Setelah pergi dari tempat itu,Laksmi kembali ke kerajaan Bantara Angin.Dia langsung masuk kedalam dan menuju ke kamarnya.Karena asik berjalan,tanpa dia sadari dia berpapasan dengan ayahnya.Yaitu Patih Raganatha


"Dari mana saja kau malam-malam begini , Laksmi? Dan kenapa berjalan seorang diri?"tanya Patih Raganatha pada putrinya dengan nada heran


Laksmi yang mendapat pertanyaan dari ayahnya yang tiba-tiba menjadi terkejut. "A--Aku hanya berkeliling sebentar ayah."jawab Laksmi berbohong


"Benarkah?"tanya Patih Raganatha,dia masih tidak percaya.


"Iya ayah."jawab Laksmi


"Baiklah. Kembali lah ke kamar mu dan beristirahat lah."ucap Patih Raganatha dan ingin berlalu pergi,namun suara Laksmi menghentikan nya.


"Ayah."panggil Laksmi


Patih Raganatha menatap Putri nya dan berkata."Ada apa,Laksmi?"tanya nya


"Apakah ayah ada waktu sebentar,ada suatu hal yang ingin aku katakan."ucap Laksmi


Tanpa menyahut,Patih Raganatha mengangguk.Pasti ada hal penting yang ingin dikatakan oleh putri nya ini.Begitulah yang ada dalam pikiran Patih Raganatha.Lalu Patih Raganatha melangkah dan diikuti oleh Laksmi.Ayah dan anak ini pergi ke ruangan mereka yang berada di kerajaan Bantara Angin.


Setiba nya mereka diruangan itu,mereka lalu duduk berhadapan.Ayah dan anak itu saling tatap.


"Ayah,bukan kah ayah tahu.Jika aku dan kanda Panji Baskara akan segera menikah.Lalu kenapa tiba-tiba kanda Panji tiba-tiba ingin menikahi seorang gadis dari alam manusia.Lalu bagaimana dengan aku?"tanya Laksmi dengan nada menggebu-gebu,dia begitu marah dan kesal.Karena raja iblis tidak memikirkan bagaimana perasaan nya.Padahal yang akan menjadi ratu kerajaan ini adalah dirinya sendiri.


Patih Raganatha menghela nafas,dia juga tidak habis pikir dengan keinginan raja iblis.Yaitu menikahi gadis dari alam manusia dan gadis itu sudah diramalkan akan melahirkan anak untuk raja iblis.Anak itu akan menjadi penerus raja mereka.Dan anak itu akan menjadi seorang mempunyai kekuatan melebihi raja iblis.Patih Raganatha awalnya menyangka,jika gadis yang dimaksud pendeta itu adalah putrinya yang berdarah siluman.Namun siapa sangka,gadis itu adalah manusia biasa.


"Ayah juga tidak menyangka,Laksmi.Ayah pikir,gadis yang diramalkan untuk menjadi ratu kerajaan ini dan melahirkan seorang anak hebat adalah dirimu.Namun,tidak disangka-sangka,gadis itu adalah orang lain dan berasal dari alam manusia."ucap Patih Raganatha


"Aku harus melenyapkan gadis itu,dia sudah merebut kanda Panji dariku."ucap Laksmi dengan amarah tertahan di dada


Mendengar perkataan Laksmi,sontak saja membuat Patih Raganatha terkejut.Dia langsung berkata."Kau jangan gegabah,Laksmi.Tidak semudah itu kau bisa mencelakai gadis pilihan raja.Dia sudah mendapat perlindungan dari panglima Wira Seta.Dan dia selalu berada dalam pantauan raja.Mencelakai calon istri raja sama saja kau ingin membunuh dirimu sendiri."



"Aku tidak takut dengan Panglima Wira Seta,dia tidak ada apa-apa nya dibandingkan aku."ucap Laksmi dengan angkuh



"Ayah paham,jika kau itu hebat.Namun kau jangan menganggap remeh raja.Jika dia mengetahui perbuatan mu,bukan tidak mungkin kau bisa mendapatkan hukuman yang tidak bisa kau bayangkan melebihi apapun."ucap Patih Raganatha

__ADS_1


"Kanda pasti akan mengampuni aku,karena dia tahu apa yang kulakukan itu semua karena bentuk kasih sayangku untuknya."ucap Laksmi


"Laksmi, dengarkan perkataan ayah.Ayah tidak ingin kau celaka,bukan kah kau tahu.Jika raja sangat kejam terhadap orang yang mengganggu kesenangan nya."ucap Patih Raganatha mengingatkan putri nya



Namun Laksmi hanya menatap ayahnya acuh tak acuh,dan dia pun beranjak dari tempat nya lalu meninggalkan ayah nya.



"Laksmi.... Laksmiii...."teriak Patih Raganatha,namun Laksmi tidak menghiraukan panggilan sang ayah.Dia tidak akan membiarkan Renata merebut raja iblis.Dan dia akan menyingkirkan gadis itu.Begitulah tekad Laksmi.


***


Renata terbangun dari tidurnya,dia merasakan jika mimpinya itu benar-benar nyata.Lalu dia melirik ponselnya yang saat ini tidak ada sinyal sedikit pun.Terlihat bahwa waktu telah menunjukkan pukul lima pagi.


Renata pun melihat ke arah Sarah yang masih tidur dengan lelapnya.Begitupun dengan tiga pemuda itu. Lalu dia beranjak dari tempatnya dan keluar dari tenda dengan senter ponsel yang hidup ditangannya.Renata mengedarkan pandangan ke seluruh tempat,hutan ini masih terlihat gelap.


Tiba-tiba saja Renata teringat dengan lelaki yang mengaku raja di alam mimpinya.Lelaki itu menawarkan kerja sama dan lelaki itu akan membantunya mendapatkan cinta Daniel, tapi dengan satu syarat.Syarat itu sangat lah berat,tapi Renata sudah mengiyakannya.Yang ada dalam pikirannya adalah hidup bersama dengan Daniel,lelaki yang sangat dia cintai.


Tanpa dia sadari,sejak dia mengiyakan syarat dari raja iblis.Dia sudah terjebak dalam muslihat raja iblis dan raja iblis tidak akan semudah itu melepaskan dirinya.


"Ratu,mari ikut dengan ku.Aku akan membawa ratu menemui raja."ucap lelaki itu yang tidak lain adalah Panglima Wira Seta


"Ratu? Siapa maksudmu? Dan kau siapa?"tanya Renata heran


"Aku adalah panglima Wira Seta dan aku diutus oleh raja untuk membawa ratu ke dalam istana saat ini."ucap panglima Wira Seta


"Aku tidak mengerti dengan perkataan mu,raja siapa?"tanya Renata yang tidak mengerti


"Lelaki yang bertemu dengan ratu didalam mimpi itu adalah raja yang aku maksud."ucap panglima Wira Seta menjelaskan dengan sabar


Renata jadi ingat dengan lelaki yang yang berbicara dengan nya didalam mimpi itu.


"Ohh lelaki itu! Bisakah aku mempercayai mu?"tanya Renata,dia takut jika lelaki itu membohongi nya.


"Tentu saja,ratu bisa melihat ke arah danau itu jika ratu tidak percaya dengan ku."ucap Panglima Wira Seta dan tiba-tiba saja danau itu memperlihatkan seorang lelaki yang duduk diatas kursi singgasana nya.Lelaki itu menatap Renata dengan mengangguk.Renata ingat,jika lelaki itu lah yang bertemu dengan nya di alam mimpi tadi malam.


Setelah itu,gambaran raja iblis menghilang begitu saja dari danau itu.Renata menatap Panglima Wira Seta dan akhirnya dia berkata."Baiklah,aku akan ikut denganmu."ucap nya dengan yakin

__ADS_1



Tanpa banyak bicara, panglima Wira Seta mengulurkan tangannya kepada Renata.Renata pun menyambut uluran tangan panglima Wira Seta.Lalu panglima Wira Seta membawa Renata dengan melompat ke arah danau dan mereka berdua pun menghilang dari tempat itu.


Kini,mereka sudah berada dihadapan kerajaan Bantara Angin.Lalu Panglima Wira Seta melepaskan tangannya dan mengajak Renata untuk masuk ke dalam kerajaan.


***


"Gadis itu benar-benar keras kepala seperti ibunya."ucap Patih Raganatha menggerutu


"Kenapa kanda berkata seperti itu?"tanya seorang perempuan yang begitu mirip dengan Laksmi dengan nada tidak suka



"Hah,kanda.... kanda tidak mengatakan apapun."ucap Patih Raganatha berbohong,dia memalingkan wajahnya dari istrinya.


"Benarkah?"tanya Dewi Ambar dengan terus menerus menatap lekat suaminya


"I--iya."jawab Patih Raganatha gugup


Dewi Ambar bertanya."Kenapa Laksmi berjalan terburu-buru,bahkan dia tidak menegur aku."


"Aku tidak tahu."ucap Patih Raganatha


"Kenapa kanda berbohong,apa yang kalian bicarakan tadi?"ucap Dewi Ambar bertanya dengan tatapan menyelidik


Sepertinya Patih Raganatha tidak bisa berbohong kepada isterinya,akhirnya dia menceritakan tentang pertemuan dia dan putri mereka.


"Kenapa kanda tidak bersikap tegas kepada raja,dia itu keponakan kanda.Jangan biarkan dia bertingkah seenaknya saja dan ingin menikahi gadis dari alam manusia itu.Lalu bagaimana dengan putri kita? Pikirkan itu kanda,dia tidak bisa seenak nya menikahi gadis itu dan mencampakkan putri kita."ucap Dewi Ambar marah,dia tidak rela putri nya diperlakukan seperti itu.


"Aku juga ingin melawan kehendak raja,tapi aku tidak bisa.Bukan kah kau tahu,jika hal yang dia inginkan tidak bisa ditentang.Kau pasti ingat dengan selir raja tua yang menggoda dirinya.Saat itu juga dengan amarahnya,dia menghukum selir itu dengan keji dihadapan semua orang.Padahal dia tahu,jika selir itu juga melahirkan seorang putri,yang merupakan adik kesayangannya.Walaupun hanya satu ayah,Panji sangat menyayangi gadis kecil itu."ucap Patih Raganatha mengingatkan sang istri dengan kejadian lima tahun yang lalu


Dewi Ambar mengangguk. "Aku masih ingat,padahal Wulan hanya menggoda nya saja.Dia langsung marah dan memberi hukuman dengan cara nya yang kejam.Bahkan,yunda Pandan Sari saja tidak bisa menghentikan apa yang dilakukan oleh putra nya."ucap Dewi Ambar


"Itu sebabnya,aku tidak bisa menentang keinginan raja.Walaupun dia adalah keponakan ku sendiri."ucap Patih Raganatha


"Kita harus memikirkan solusi yang tepat kanda,aku tidak ingin gadis dari alam manusia itu menggeser posisi putri kita sebagai ratu."ucap Dewi Ambar


"Aku akan memikirkannya nanti,dinda.Aku pergi dulu,masih banyak yang harus aku lakukan."ucap Patih Raganatha dan dibalas anggukan kecil Dewi Ambar

__ADS_1


***


__ADS_2