MUSLIHAT CINTA IBLIS

MUSLIHAT CINTA IBLIS
9.


__ADS_3

Renata dan panglima Wira Seta berjalan menuju ke ruangan pertemuan. Di sana raja iblis sudah menunggu kedatangan mereka.Raja iblis mendekat ke arah mereka dan membawa Renata ke ruangannya.



Renata menatap takjub ruang kerajaan bantara angin. Kemarin dia hanya datang dari alam mimpinya saja, sekarang dia datang secara langsung. Dan kini,hanya mereka berdua di dalam satu ruangan.Yaitu Raja iblis dan Renata saja.



"Kau tinggal di kamarku dan anggaplah ini kamarmu sendiri sayang."ucap raja iblis


Mendengar perkataan raja iblis,Renata menjadi merinding.Walaupun raja iblis gagah dan tampan,namun dia tidak mengetahui asal usul lelaki itu.Dia hanya mengangguk kecil menuruti perintah raja.


Melihat Renata yang patuh dengannya,membuat raja iblis sangat senang.Lalu dia memanggil satu pelayan. "Dayang Ratih."



Seorang pelayan memasuki kamar raja,pelayan itu adalah pelayan yang biasa menyiapkan segala keperluan raja.Pelayang tersebut menunduk dihadapan raja dan menunggu perintah raja iblis.


"Dayang Ratih,gadis ini adalah calon ratu kerajaan Bantara Angin.Kau jaga dia baik-baik selama dia tidak berada dalam pengawasan ku.Tiga hari lagi,aku akan menikah dengannya saat malam satu suro.Dan bertepatan dengan gerhana bulan merah.Layani calon istri ku dengan baik."ucap raja iblis sebelum pergi dari ruangannya


"Baik yang mulia,perintah yang mulia akan segera hamba laksanakan."ucap Dayang Ratih


"Bagus."ucap Raja iblis,lalu dia memandang wajah Renata. "Aku akan pergi sebentar,jangan sungkan atas pelayanan yang dilakukan oleh mereka nanti."ucap Raja


"Emm..... Apakah aku boleh melihat dan berkeliling disekitar kerajaan.Aku penasaran,karena tempatnya sangat bagus seperti nya."tanya Renata


Raja iblis menghela nafas. "Tidak bisa,aku tidak bisa membiarkan mu berkeliling tanpa diriku.Saat waktunya tiba nanti,aku akan membawa mu berkeliling dan membawa mu kemana pun kau suka.Untuk sementara itu, patuh lah dan tetap didalam istana bersama Dayang Ratih.Karena hanya dia dayang yang aku percayai."ucap raja


Akhirnya Renata mengangguk patuh. "Baiklah."



"Bagus. Tunggu sebentar,nah ini pakai "ucap Raja dan memberikan Renata sebuah cincin bermata merah."Pakai cincin ini,jika terjadi apa-apa.Aku bisa memantau mu.Kalau begitu,aku pergi.Dayang,ingat perkataan ku baik-baik.Jaga calon ratu kalian,aku tidak akan menerima kabar buruk nantinya.Jaga dia dan jangan sampai ada yang tergores sedikit pun dari tubuhnya."titah Raja sekali lagi



"Baik yang mulia."ucap Dayang Ratih


Setelah itu,raja keluar dari ruangan nya.Kini,tinggal lah mereka berdua.


"Aku harus panggil apa?"tanya Renata pada Dayang Ratih


"Panggil saja dayang Ratih,yang mulia ratu."ucap Dayang Ratih


"Dayang,apa yang harus aku lakukan sekarang?"tanya Renata



"Hamba akan menyiapkan air untuk yang mulia ratu mandi.Yang mulia ratu bisa membuka semua pakaian nya dan memakai kain jarik ini."ucap Dayang Ratih,lalu dia menyiapkan air yang sudah ditaburi kembang mawar.Aroma nya sangat nyaman.

__ADS_1



Renata sudah memakai kain jarik dan rambutnya sudah disanggul oleh dayang Ratih.Lalu dia masuk ke dalam air yang sudah dicampur dengan mawar.Renata memang sangat menyukai mawar sedari dahulu.Yang Renata pakai hanya air mawar dalam bentuk kemasan botol.Sedangkan sekarang,kembang mawar nya langsung yang Renata lihat.Renata pun merendamkan tubuhnya hingga lehernya dengan mata terpejam,yang kelihatan hanya kepala nya saja.


Dayang Ratih mendekati Renata dan berkata. "Yang mulia,izinkan hamba memijat yang mulia."ujar nya meminta izin,Renata pun menyahut. "Lakukan lah dayang Ratih."ucap Renata memberi izin


Lalu dayang Ratih mulai memijat bahu Renata, kemudian dia memijat kepala Renata dengan lembut.Renata pun merasa nyaman dengan pijatan dayang Ratih.


***


Riuh bunyi burung di hutan membangunkan pemuda dan pemudi itu.Ada yang menggerakkan tubuh nya ke kanan dan ke kiri.Terutama Sarah,dia tidak terbiasa tidur didalam tenda.Dan badan nya terasa remuk sekali.Lalu dia menatap ke arah kanannya,dia tidak melihat keberadaan Renata.


"Dimana Renata?"tanya Sarah pada semua orang,ketiga pemuda itu terkejut dengan pertanyaan Sarah.


"Mbak Renata tidak ada?"tanya Hasan



"Kok bisa tidak ada? Apa mungkin dia sudah bangun dan sedang berada diluar?"tanya Haris pada mereka semua


"Mungkin saja! Ayo kita coba cari di luar, mungkin saja dia sudah terbangun duluan."ucap Adam menengahi pembicaraan mereka


Sebenarnya,ada banyak hal yang ingin ditanyakan oleh Adam pada Sarah.Namun,dia segera mengurungkan niatnya.Karena ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya.


Lalu mereka semua keluar dari tenda secara bergantian.Dan mereka melihat sekeliling tenda,namun mereka tidak menemukan keberadaan Renata.



"Renata....kamu dimana..!!teriak Adam dan teman-teman nya


Karena tidak ada sahutan,akhirnya mereka kembali menemui Sarah.Sarah pun langsung menanyakan tentang Renata kepada mereka."Bagaimana? Apa Renata sudah ketemu?"tanya Sarah


Adam dan teman-temannya menggeleng, sehingga hal itu membuat Sarah jadi lemas.Kemana lagi dia harus mencari Renata,apakah dia harus menelusuri hutan ini dan mencari Renata?pikir Sarah


"Bagaimana kalau kita cari Renata ke dalam hutan lagi?"tanya Sarah penuh harap kepada mereka


Ketiga pemuda itu terkejut dengan perkataan Sarah."Ke dalam Hutan lagi?"tanya Hasan dan Haris secara bersamaan


"Tidaakk..aku sangat takut."ucap Hasan dengan ekspresi wajah yang ketakutan membayangkan keadaan dalam hutan.Ditempat mereka tidur tadi malam saja sudah seram,apalagi masuk ke dalam hutan.Bisa-bisa mereka bertemu dengan binatang berkaki empat yang tubuh nya belang-belang itu.Pikir Hasan dengan segala kengerian yang ada dalam pikirannya.



"Tenang dulu,kita akan cara solusinya sebentar.Untuk sementara,kita harus sarapan terlebih dahulu.Dan baru menyiapkan langkah apa yang harus kita lakukan.Agar bisa menemukan Mbak Renata."ucap Adam


"Benar apa yang dikatakan Adam,kita harus sarapan dulu.Perut ku sudah lapar minta diisi makanan."ucap Haris


Sarah pun akhirnya menyetujui usul mereka dan mulai menyiapkan makanan bersama-sama.


***

__ADS_1


Berbagai macam siluman datang dan memasuki kerajaan Bantara Angin.Ada siluman Kera,siluman ular,siluman serigala,siluman kelabang dan masih banyak siluman lagi.Mereka adalah pengikut setia raja iblis.



Siluman Kera datang bersama siluman serigala.


"Entah apa gerangan yang membuat raja menyuruh kita untuk datang dan berkumpul di kerajaan bantara angin.Seperti nya ada sesuatu yang sangat penting."ucap siluman Kera


Siluman Serigala menyahuti perkataan temannya tersebut."Aku tidak tahu,tapi menurut kabar yang aku dengar.Raja akan segera menikah,tapi aku tidak tahu dia akan menikah dengan siapa."ucap nya


"Bukan kah raja sudah dijodohkan dengan putri Patih Raganatha,dan gadis itu masih sepupu raja.Karena Patih Raganatha adalah adik dari raja tua."ucap Siluman Kera


"Mungkin saja,aku pun tidak tahu.Tapi aku berharap semoga gadis itu tidak jadi ratu kerajaan Bantara Angin."ucap Siluman Serigala berbisik


"Kenapa ?"tanya siluman Kera heran dengan perkataan temannya itu


"Dia itu gadis yang sangat sombong dan angkuh, dia tidak cocok dengan raja.Ku dengar,dia suka bermain gila dengan para pemuda tampan dari alam manusia."ucap siluman Serigala lagi dengan berbisik


"Benarkah? Kalau begitu,semoga saja raja mendapatkan perempuan dari golongan yang baik-baik.Yaa walaupun kita ini bangsa siluman,tentu saja ingin perempuan yang baik bukan."ucap Siluman Kera terkekeh


"Kau benar kawan,alangkah baik nya seperti itu."ucap siluman Serigala dan ikut terkekeh Seperti Siluman Kera



Lalu mereka memasuki ruangan kerajaan Bantara Angin.


***


Raja iblis duduk di singgasana nya dan menatap semua pengikut nya kini berkumpul didalam ruangan kerajaan bantara angin.Semua pengikut raja iblis terlihat tegang,karena mereka tidak tahu apa gerangan yang ingin disampaikan oleh raja.Bahkan,dalam pertemuan ini ada raja tua dan permaisuri tua.Mereka berdua adalah ayah dan ibu Panji Baskara,yakni Raja iblis.


Dari raut wajahnya,kedua orang tua raja iblis tidak mengetahui apa maksud dan tujuan Panji Baskara mengundang mereka semua untuk hadir diruang istana.


Dengan memberanikan diri,Patih Raganatha mengawali pembicaraan diantara mereka semua."Yang mulia,ada gerangan apa kah yang mulia memanggil kami semua untuk berkumpul di ruangan ini?"tanya Patih Raganatha



"Rupanya kau sudah tidak sabar,Paman."ucap Raja iblis dengan senyum sumringah



Semua yang berada didalam sana terkejut dengan perkataan dan ekspresi wajah Raja iblis.Mereka menduga dan penuh harap,semoga ada hal baik saja yang akan dikatakan oleh raja mereka.


"Aku... Panji Baskara,raja iblis yang terkenal karena kekejaman nya.Ingin mengatakan kabar gembira,yaitu tentang pernikahan ku yang akan dilaksanakan tiga hari lagi.Dan pernikahan ku akan dilaksanakan pada malam satu suro dan bertepatan dengan gerhana bulan merah."ucap raja iblis menjeda perkataan nya


Semua yang mendengar perkataan raja iblis sangat senang dan riuh.Dan sebentar lagi mereka akan mempunyai seorang ratu.Kebahagian juga terpancar dari wajah orang tua raja iblis.Mereka sangat senang dengan perkataan putra mereka.Dan mereka hanya mengetahui,jika yang menjadi ratu selanjutnya adalah keponakan mereka,yaitu Laksmi.Putri dari Patih Raganatha.Itu sebab nya mereka terlihat senang,jika mereka mendengar perkataan raja iblis selanjutnya.Entah bagaimana tanggapan mereka nanti.


Sedangkan Patih Raganatha,dia terlihat mengubah ekspresi wajah nya menjadi datar.Dia tahu apa maksud dari perkataan raja iblis,jika yang menjadi ratu selanjutnya adalah gadis dari alam manusia,bukan putrinya.Hal itu membuat Patih Raganatha kecewa dengan keputusan keponakannya tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2