
Pagi ini gue sedang bersiap-siap ke sekolah dan bertemu dengan sahabat gue yaitu Nadia. Gue kangen banget dengan Nadia yang selalu mengomeli gue kalau salah, selalu mengingatkan di saat gue lupa sesuatu , dan selalu ada di saat gue senang maupun sedih. Setelah sudah siap gue pun bergegas turun karena orang tua gue sudah menunggu untuk sarapan bersama.
"Pagi pa, pagi ma" sapa ku sambil tersenyum, "pagi juga lin" sapa mereka serempak. "Kamu hari ini mau makan apa lin? Nasi goreng atau roti?" tanya mamaku. "Aku mau roti aja deh ma takutnya nanti terlambat" jawabku." sebenarnya sih karena mau ketemu Nadia juga sih makanya buru-buru hehehe maaf ya ma" batin ku. Aku pun sarapan bersama keluarga ku. Setelah sarapan aku pun berpamitan dan berangkat ke sekolah ku.
__ADS_1
Kaki ku sudah mempunyai tujuan, melangkah menuju taman yang berada di belakang sekolah untuk menghampiri sahabatku yaitu Nadia. Hari ini saya merasakan sangat bahagia karena saya dapat kembali bersekolah, setelah beberapa hari tidak bersekolah karena sakit. Aku menghampiri Nadia lalu aku pun menyapanya
"Hai Nadiaaaa" sapa aku setelah berada di belakangnya, dapat aku lihat wajah kaget yang bercampur dengan wajah bahagianya. "Hai juga linda, Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah masih pusing? Ada yang sakit?" Tanya nya menggebuh-gebuh, Aku hanya terkekeh melihat wajahnya yang panik, yang menurutku sangatlah lebay. "Nadia kalau Tanya itu satu persatu dong, oke aku jawab ya, keadaanku udah membaik, sudah tidak merasa pusing dan sudah tidak ada yang sakit, oke" jawabku, dengan nada kesal, sedangkan nadia yang tadinya panik pun tersenyum tanpa dosa. "Bagaimana keadaanmu Nad?" tanyaku balik, yang ditanya malah memasang wajah seperti sedang memikirkan sesuatu, hal itu yang membuatku sedikit kesal terhadapnya. lalu dia pun menjawab "Aku juga baik kok, selalu baik dan selalu cantik" jawabnya sambil terkekeh tanpa dosa. "Emang kamu cantik ya?" tanyaku sambil menahan tawaku, "Iya lah emang aku cantik" jawabnya sambil memutarkan tubuhnya dan akhirnya kita pun tertawa bersama.
__ADS_1
"wow ada yang udah sembuh nih aku pikir dia tidak bakalan sembuh hahaha" kata vivi sambil tertawa sambil mengejek Linda yang diikuti sahabatnya yaitu Renata. " heh nenek lampir bisa jaga nggak sih omongan kamu , datang-datang kayak hantu aja. Emangnya kenapa kalau Linda sembuh? kamu takut ya? kan Linda jauh lebih pintar dari pada kamu." Jawab Nadia dengan nada emosi.
" heh cewek kampungan walaupun dia yang lebih pintar dari kita, tapi kalau populer kita kali yang lebih populer " Jawab Renata sambil tersenyum licik. "udah deh lebih baik kita pergi dari sini sebelum kita jadi ikut kampungan kayak mereka " ucap vivi dengan gaya sombongnya lalu pergi bersama Renata. " arrgghh awas aja ya tu orang, untung ini sekolah coba kalau bukan udah aku tonjok tu muka " ucap Nadia deng geramnya. " Sudah sabar aja , kamu kan sudah tahu sifat vivi dan Renata gimana" ucapku yang hanya diam dari tadi sambil melihatkan senyum yang setiap hari aku perlihatkan. " mending kita ke kelas aja yuk, kalau telat ntar di hukum lagi" ucapku lagi.
__ADS_1