Musuh Jadi Sahabat

Musuh Jadi Sahabat
7


__ADS_3

LINDA POV


Saat gue mulai melihat siapa yang telah menolongku, betapa terkejutnya gue ternyata mereka adalah Irfan dan revan. Mereka adalah sepupuku yang sangat tengil dan nyebelin. Walaupun kita sering bertengkar, tapi jika ada yang menggangguku mereka selalu ada untuk gue, katanya sih karena mereka berdua laki-laki sedangkan gue sendiri perempuan.


"Irfan, Revan kok kalian bisa ada disini?" gue pun memecahkan kebingunganku, "iya gue dan Revan udah pindah ke sekolah ini" kata Irfan, "Tapi kok gue nggak tau sih?" tanyaku lagi "ialah kan biar surprise, tapi saat kita sampai eh malah ada masalah kayak gini" kata Revan.


 Btw Rati dan kawan-kawan udah berlalu dari kantin karena merasa di kacangin (wkwkwk ialah pergi siapa juga yang mau di kacangin ada ada aja lu author). Jadi dikantin tersisa gue, Nadia, Vivi, Irfan, dan Revan. karena murid yang lain sudah kembali ke kelas masing masing berhubung bell pertanda jam istirahat telah selesai. Gue nggak pernah takut jika terlambat masuk kelas karena gue anak pemilik sekolah ini (wkwkwk sombong dikit nggak papa kan ya hehehe).


 AUTOR POV


Setelah dari kantin akhirnya Linda mengajak semua sahabatnya ke taman untuk menjelaskan kepada para sahabatnya apa yang dia belum jelaskan dari awal. Mulai dari dia adalah anak dari pemilik sekolah dan disini Irfan dan Revan juga ingin menjelaskan alasan mereka pindah ke sekolah yang sama dengan Linda.Setelah menceritakan semua rahasia yang dia tutupi dari para sahabatnya, Dinha dan kawan-kawan beserta Irfan dan Revan pun kembali ke kelas mereka. Namun sebelum Irfan dan Revan menuju ke kelas yang baru mereka tempati, mereka terlebih dahulu mengantar Dinha dan kawan-kawan ke kelas mereka.

__ADS_1


"Jadi gitu ceritanya. Sebenarnya gue mau ceritain ke kalian dari dulu, tapi gue mau tunda dulu, gue Cuma mau lihat siapakan orang yang tetap Bersama gue kalua gue udah jatuh alias rapuh kayak gini" Ucap Dinha dengan santainya. "oalah gue kira lu memang nutupin ini semua dari kita, terus gimana ya masalah Renata, kok gue curiga ada yang dia tutupi dari kita ya. Kalau dia udah marahin kita atau ngelabrak kita, dia kayak terpaksa gitu dan dia juga kayak mau nangis waktu kita di labrak sama Rina dan Rati." Ucap Vivi dengan penasaran. "kita harus tanyain dia secara diam-diam tanpa sepengetahuan Rina dan Rati" saran Nadia. "Yaudah masalah itu nanti aja kalua kalian mau urusin, sekarang gue dan Revan anterin kalian ke kelas kalian ya, kan tadi kita yang izin ke guru kalian" kata Irfan "Yaudah kita ke kelas aja sekarang nanti kita di cariin lagi kalau kita kelamaan izinnya" Ucap Dinha "OK" Ucap mereka serempak kecuali Dinha.


Akhirnya Irfan dan Revan pun mengantarkan Dinha dan kawan-kawan ke kelas mereka. 


Saat selesai pelajaran akhirnya mereka kembali bertemu di taman yang terletak di dekat parkiran. Saat ingin pulang Linda dan teman-temannya tidak sengaja bertemu dengan Renata. Saat bertemu dengan Nadia dan teman-temannya, Renata pun kelihatan menghindar. Namun Nadia merasa ada yang beda dari sikap Renata Karena Renata kembali memusuhi dirinya dan teman temannya tanpa alasan yang pasti, mereka pun belakangan ini tidak pernah bertengkar sama sekali. Kejadia pada saat itu terlalu mendadak. Akhirnya Nadia menahan tangan Renata agar Renata tidak lagi menghindar dari dirinya dan teman-temannya.


"Renata tunggu dulu" ucap Nadia sambil menahan tangan Renata, "Apalagi sih Nad, udah gue mau pergi" Ucap Renata sambil berusaha melepaskan tangannya yang di cekal oleh Nadia. Namun Nadia mencekal tangan Renata sangat kuat sehingga Nadia tidak mampu melepaskannya. "Ren gue tau, lu sebenarnya mau kayak gini kan?" tanya nadia, "Maksudnya apa sih gue nggak ngerti?" Renata yang merasa kebigungan pun kembali bertanya maksud dari Nadia. "Maksudnya pasti lu lakuin semua ini karena terpaksa kan? Lu cerita aja sama kita nggak usah takut." Jelas Nadia.


RENATA POV


Karena tidak berhasil melepaskan tanganku yang di cekal oleh Nadia, akhirnya aku pun menceritakan yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Yaudah kita cari tempat yang aman aja ya takutnya Rina dan teman-temannya ngelihat kita" ucapku. "Yaudah tapi janji ya, kalau udah dapat tempat yang aman lu cerita semuanya apa yang terjadi dan apa alasan lu ngelakuin semua ini" Ucap Nadia.


Akhirnya aku, Nadia dan teman-temanku yang lain pergi mencari tempat yang aman agar tidak ada yang mengetahui jika aku bertemu dengan Nadia dan teman-temanku yang lain. Setelah mendapatkan tempat yag aman aku pun menceritakan yang sebenarnya terjadi.


"Ren" Panggil Papa ku yang di sampingnya terdapat mamaku juga. "Ya pa" jawabku, "Kamu masih berteman dengan Rina?" Tanya papaku, "Sudah tidak pa, emangnya kenapa?" tanyaku, "Papa harap kamu kembali berteman dengan Rina" Ucap Papa dengan nada yang terdengar tegas. "Tapi kenapa? Mereka itu sifatnya nggak baik, makanya aku nggak pernah mau lagi berteman dengan dia dan teman-temannya" Ucapku seolah olah membantah perkataan papaku. "Ren dengar ya, perusahaan kita itu sekarang sedang bangkrut dan Cuma papanya Rina yang bisa membantu kita tapi dengan syarat kamu kembali berteman dengan Rina" ucap papa kembali. "Jadi maksudnya papa mau korbanin kebahagiaanku demi perusahaan papa?" Ucapku sambil menangis.


Setelah berucap seperti itu, aku pun beranjak dari tempat dudukku dan berlari kearah kamarku sambil membanting pintu dan menangis. Tiba-tiba mamaku menyusulku dan menenangkanku.


"Tok... Tok.... Tok..." kudengar suara ketokan pintu, "Lin mama boleh masuk nggak?" Tanya mamaku setelah mengetok pintu. "Masuk aja ma, nggak linda kunci kok" jawabku. Akhirnya mamaku pun menghampiriku dan mulai menenangiku. "Lin, mama harap kamu bias membantu papamu ya. Baru kali ini kan mama dan papa meminta bantuan kamu, mama harap kamu mau menolong kami walau Cuma sebentar aja, mama mohon" Ucap mamaku dengan nada yang terdengar sedih. Karena kasihan aku pun mengiyakan permohonan mamaku. "Yaudah ma renata mau. Tapi, ini demi kalian ya" ucapku. Setelah itu mamaku pun keluar dari kamarku dan akupun memikirkan alasan apa yang akan aku jelaskan kepada teman-temanku.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2