Musuh Jadi Sahabat

Musuh Jadi Sahabat
4


__ADS_3

AUTOR POV


Akhirnya mereka pun menonton salah satu film yang mereka pilih, setelah nonton mereka pun mencari makan, saat di perjalanan untuk mencari tempat makan, mereka bertemu dengan nita dan rati. Akhirnya mereka pun berdebat. nita dan rati adalah orang yang juga satu sekolah dengan renata, vivi, linda, dan nadia, yang juga tidak suka karena vivi, renata, linda, dan nadia berbaikan.


"Woww udah ada yang baikan ni, dan lu ren, vi kok kalian mau sih temenan sama anak kampung ini kan mereka nggak sederajat dengan kamu" Tanya nita ketika mereka ketemu. "emangnya kenapa kalau kita mau baikan emnag salah ya" Tanya renata, "ya salah lah, sekarang gue Tanya kenapa tiba tiba lu berdua mau baikan sama mereka?" Tanya rati "karena sekarang kita sadar bahwa, kita bisa berteman dengan siapa saja tanpa memandang derajat seseorang, dan gue juga sadar ternyata dulu gue salah memilih teman. gue berteman dengan orang yang jahat kayak lu berdua, sedangkan disisi lain gue menghiraukan orang yang baik yang seharusnya gue anggap teman" jawab vivi. akhirnya karena tidak suka akan pertengkaran dan keributan akhirnya linda pun melerai pertengkaran mereka, karena kalau tidak, akan menjadi masalah yang cukup besar. "udah udah lebih baik kita pergi aja yuk, nggak usah ladenin omongan mereka, nanti kalau di ladeni malah jadi masalah" lerai linda, " benar tuh kata linda dari pada nantinya jadi masalah besar,lebih baik kita pergi aja" sambung nadia 


Akhirnya tanpa berpikir panjang, mereka pun meninggalkan nita dan rati yang masih meneriaki mereka. Karena mood nya sudah hancur renata mengajak ketiga temannya untuk langsung pulang. karena memahami keadaan maka mereka bertiga hanya menuruti. Dalam perjalanan yang terjadi hanya hening, tidak ada yang berbicara hanya terdengar suara kendaraan. Hingga akhirnya setelah sampai di rumah renata, nadia dan linda langsung berpamitan untuk pulang karena linda harus mengantar nadia untuk pulang.


"yaudah ren, vi gue sama nadia langsung pulang aja ya" pamit linda, "loh kalian nggak masuk dulu?" Tanya renata "kayaknya kita langsung pulang aja deh, lagian lu kan juga harus istirahat kan, gue juga sekalian mau nganterin nadia pulang, takutnya kemaleman" jawab linda, "iya bener tuh lagian kan masih ada vivi kan disini?" sambung nadia menyetujui perkataan linda. "iya gue masih disini kok nemenin renata" jawab vivi, " Yaudah kalian hati hati ya di jalan" sambung renata "ok ren" jawab nadia dan linda serempak. setelah itu mereka pun pulang.


Di perjalanan karena pengen tahu, linda pun bertanya kepada nadia tentang masalah tadi hingga akhirnya mereka pun sampai di rumah nadia. " udah sampai nih nad" ucap linda "ok, kalau gitu gue langsung masuk ya, lu nggak mau mampir dulu?" Tanya nadia " kayaknya kapan-kapan aja deh" jawab linda "owh yaudah deh kalau gitu lu hati-hati ya" jawab nadia, "ok kalau gitu gu pulang dulu ya" pamit linda , dan di jawab dengan anggukan oleh nadia.


LINDA POV

__ADS_1


Setelah berpamitan akhirnya gue pun pulang, dan sialnya saat menuju jalan pulang gue terjebak macet yang cukup lama, setelah cukup lama akhirnya aku pun sampai di rumah. namun, setelah sampai di rumah ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 19:20 dan ternyata mama dan papa juga udah ada di rumah.


"Assalamualalikum ma,pa" salamku saat masuk rumah "waalaikumsalam" jawab mama dan papaku serempak. " kamu udah makan malam belum lin?" Tanya mama "udah kok tadi aku mampir makan sama nadia di salah satu rumah makan dekat rumah nadia" jawabku, "yaudah kalau gitu kamu langsung aja ke kamar kamu bersih-bersih dan langsung istirahat ya sayang" ucap mama sambil tersenyum "yaudah ma, pa linda naik dulu ya" pamitku yang di balas anggukan oleh kedua orang tuaku. setelah sampai di kamar, gue pun bersih-bersih dan beristirahat, namun pikiran gue mengingat kata-kata nadia tadi.


Flashback on


"nad" panggil gue "hmm kenapa lin?" jawab nadia, "Sebenarnya 2 orang tadi siapa sih?" Tanya gue soalnya gue nggak tau siapa mereka, "2 orang yang mana sih lin?" Tanya nadia balik, "ck, itu loh yang tadi berantem sama renata di mall tadi" jawab gue, "owh itu namanya rati dan nita, mereka itu sahabat dekatnya renata dan vivi, karena kita udah baikan sama renata dan vivi itu yang buat mereka nggak suka sama kita, mereka sangat nggak suka kalau kita baikan gitu" jawab nadia "oalah tapi kok banyak yang nggak suka sama kita ya?" Tanya gue "entah, gue juga nggak tahu" jawab nadia


Flashback off


keesokan harinya gue pun bangun tepat jam 05:30. guepun beranjak dari tempat tidur dan segera mandi dan bersiap-siap untuk ke sekolah. setelah bersiap-siap gue pun segera turun menuju ruang makan untuk sarapan bersama kedua orang tuaku.


"pagi ma, pagi pa" ucapku sambil duduk di kursi. "pagi juga lin" jawab kedua orang tuaku serempak, "kamu mau makan apa lin? nasi goreng atau roti aja?" Tanya mamaku "roti aja deh ma, soalnya udah mau telat" jawab ku " owh yaudah kalau gitu" jawab mamaku yang langsung menyiapkan roti dengan selai kacang. Setelah selesai makan gue pun langsung berpamitan kepada orang tuaku untuk berangkat ke sekolah. "yaudah ma,pa linda udah selesai, linda jalan dulu ya, assalamualaikum" ucapku sambil manyalimi mereka.

__ADS_1


AUTOR POV


Setelah beberapa menit akhirnya Linda pun sampai di sekolah, lalu dia pun berjalan menelusuri koridor sekolah menuju kelas. Setelah sampai dikelas ternayata nadia, vivi, dan renata belum terlihat di kelas. Akhirnya karena bosan menunggu ketiga sahabatnya linda pun memutuskan untuk memainkan Hp miliknya. saat linda sedang melihat salah satu aplikasi media sosial miliknya betapa terkejutnya linda saat melihat instastory milik renata yang isinya yaitu sedang merendahkan dan menghinanya. Air mata yang sudah linda tahan sejak membacanya pun kini mengalir dengan sendirinya tanpa di suruh, hanya satu yang sekarang linda rasakan yaitu kecewa.


"Apa sih salah gue sama lu ren, kenpa lu kayak gini" gumam linda dalam hati sambil terus menangis. Tak lama kemudian akhirnya nadia dan vivi pun datang dengan canda tawa mereka. Ketika mereka menuju ke tempat duduk linda, betapa terkejutnya mereka saat melihat mata sembab dan hidung linda yang merah akibat menangis.


"Lin lu kenapa nangis, ada masalah? coba lu cerita sama kita" Tanya vivi dan di angukin oleh nadia. Bukannya menjawab linda malah memeluk kedua sahabatnya sambil menangis. "Ada apa lin, coba lu cerita, kalau lu kayak gini terus kita nggak akan tahu apa masalah yang lu hadapin." Tanya nadia dengan nada yang sangat khawatir dengan kondisi linda. "Renata vi, nad hiks.. hiks... hiks dia ngehina gue hiks... hiks.." jawab linda dengan isakan yang makin menjadi-jadi.


Akhirnya karena sudah tidak sanggup menjelaskan ia pun menyuruh nadia dan vivi untuk melihat instastory renata. "Gue nggak habis fikir sama jalan pikirannya renata." ucap nadia, "Gue pikir dia itu sahabat yang baik dan sifatnya udah berubah, ternyata dugaan gue salah. Kita udah di bodohin dengan sikap dan ucapan dia ke kita" ucap vivi. "Yaudah lu nggak usah nangis lagi ya, nanti kita bantuin lu buat cari tau kenapa renata bisa bersikap seperti itu." Ucap nadia menenangkan linda.


Di tempat lain seseorang sedang menangis karena sudah mengecewakan ketiga sahabatnya salah satunya linda. yah sekarang Renata sedang menangis di salah satu taman, ia sengaja tidak masuk sekolah karena dia tidak sanggup melihat wajah ketiga sahabatnya yang sudah ia kecewakan. "Gue emang bodoh hiks.. hiks.., nggak seharusnya gue harus turutin kemauan orang itu hiks..., tapi gue terpaksa ini demi kebaikan kita, maafin gue vi,lin,nad" gumam renata sambil menangis.


*prok.. prok.. prok...* " hahahaha, dasar bodoh" saat sedang menangis tiba tiba ada orang yang datang di belakang renata sambil bertepuk tangan, saat renata membalikkan badan, ternyata orang itu adalah.........

__ADS_1


Ciiiieeeee kepo ni eee 😂😂 siapa hayo yang tepuk tangan, coba comment tebakan kalian.


Jika kalian penasaran jangan lupa vote and comment ya


__ADS_2