
"Yang datang akan pergi, yang bicara setia akan meninggalkan, yang berjanji untuk mencintai akan melupakan"
-Aevabilaryn🦋
Hari ini, pukul satu siang Athala baru saja sampai di Apartmen minimalis miliknya. Baru saja pulang dari menuntut ilmu di salah satu kampus ternama di daerahnya, kini Athala terduduk di sofa empuk miliknya. Fikirannya tertuju pada Mutiara, Apa yang terjadi pada gadis cantik itu? Terlalu sibuk dengan Liana membuat Athala tak sempat mengabari gadis itu.
"lebih baik gue mandi, abis itu kerumah bunda terus ke rumah Muti" Athala memilih mandi ia tak mau terus larut dalam fikiran buruk yang tak kunjung menemukan titik terang, ia harus memastikan sendiri keadaan Mutiara.
Tak berselang lama, Athala keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang melilit pinggangnya memperlihatkan bahu kekar dan perut Atletis yang ia miliki, di tambah rambutnya yang masih basah menambah kesan sexy pada dirinya.
Athala berjalan menuju lemari mengambil kaos putih polos miliknya, serta celana jeans yang bagian lututnya sedikit robek. Siapa yang bisa menolak pesona Athala?
Kini Athala menyambar jaket khas scorpio dan kunci motornya, lalu berjalan menuju arah parkiran lalu melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju kediaman orang tuanya.
🦋🦋🦋
"Assalamualaikum Athala pulang"
Reni yang mendengar suara putra bungsunya itu berlari kecil menuju ruang tamu.
"Waalaikumsalam, Bunda kangen sama kamu" Reni berkaca kaca, sebenarnya tak ia tak rela jika harus membiarkan Athala hidup di luar sana tanpa pengawasan darinya.
"Gimana kabarnya baik? kok jarang pulang sih dek"
Suara dari arah tangga membuat Athala menoleh, Angga samudera Nugroho, kakak Athala yang kini sudah menjabat sebagai CEO menggantikan sang Ayah. sebab inilah Athala menjadi tak betah di rumah, Ayahnya selalu membandingkan dirinya dengan Angga. tapi Athala sama sekali tak membenci Angga, bagaimanapun ia adalah saudaranya.
"iyaa Athala baik bun, ini kue brownis buat bunda" Athala menyerahkan kantong plastik berisi kue kesukaan bundanya itu.
Kini Athala beralih memeluk kakak tercintanya
"apa kabar bang? ga ke kantor lo hari ini?"
"baik, hari ini ada meeting dadakan sama relasi bisnis penting, jadi Ayah yang ke kantor" Angga berucap, sudah lama rasanya tak berbincang bersama Adik yang sangat ia sayangi ini.
"Gimana kalo kita tanding main PS?" Angga berucap sambil memasang wajah jailnya, ia akan memanfaatkan waktu yang singkat ini.
Athala memasang smirk andalannya "deal, kalo gue menang, pinjem mobil lo yaa?"
Kemudian Dua bersaudara itu menghabiskan waktunya bersama.
🦋🦋🦋
Di lain tempat, seorang gadis kini tengah berbaring di atas brankar rumah sakit. Sudah tiga hari dirinya menginap di ruangan dengan bau obat yang menyengat ini.
Pada saat dirinya kehujanan waktu itu, Mutiara demam dan berakhir di rumah sakit. Sudah tiga hari ia tak bermain ponsel, ia khawatir akan keadaan Athala sekarang. Tapi apakah Athala juga menghawatirkannya?
__ADS_1
Sudah tiga hari pula Mutiara tak mendapat kabar dari kekasih pujaannya, apakah Doyoung Live Instagram? atau Vlive? pastinya cowok tampan itu sudah nyepam selca di akun buble nya. Mutiara ingin segera melihat panggeran tampannya.
"MUTIARA ADUHH KOK LO BISA SAKIT KAYA GINI SIH"
Teriakan dari arah pintu membuat Lamunan mutiara buyar. Kini di depannya sudah ada kedua sahabatnya Ananda dan Bunga.
"Apasihh masuk ruangan orang seenaknya, mana ga pake salam lagi" Mutiara memasang wajah jutek, sebenarnya ia sangat senang akan kedatangan dua kurcaci yang kini sudah duduk di sofa ruangannya.
"hehehe Assalamualaikum" Ananda terkekeh
"ohiya, nihh gue punya perintilan kpop buat lo, Acrilic nya Doyoung sama Chenle"
ucapan bunga seketika membuat mata mutiara berbinar "makasih loh Bunga cantikk"
"apa sih lo bunga Bego, temen sakit tuh di bawain buah buahan bukan malah perintilan kpop, gajelas lo"
"suka suka gue dong" bunga menjulurkan lidahnya ke arah Ananda.
"Hehhh udah udah, kok malah berantem si kalian" mutiara menengahi, kalau begini tak ada yang mau mengalah.
"Ehh ngomong ngomong Bik ina mana mut?"
"Bik ina lagi pulang bentar mandi dan ngambil keperluan gue" Mutiara sengaja menyuruh bik ins pulang, selain menyuruh wanita paruh baya itu untuk istirahat, ia juga minta tolong di bawakan ponselnya ketika bik ina sudah mau kembali.
"iya Mut, gue juga abis ada acara keluarga jadi baru sempet sekarang" Ananda pun ikut meminta maaf karna tak bisa menemani sahabatnya itu.
"apaan sih kalian, gapapa kali gue juga ngerti. lagian ada bik ina kok di sini" mutiara mengerti, lagi pula ia juga tak sendiri ada bik ina yg selalu menemaninya.
"si At-"
"Assalamualaikum"
baru saja bunga ingin menanyakan keberadaan Athala, cowok itu sudah muncul dengan menenteng keranjang buah dan sebuah paperbag.
"waalaikumsalam" Ananda, Bunga dan mutiara berucap serempak.
"Maaf ya sayang, aku baru jenguk sekarang. tadi aku kerumah kamu tapi kata bik ina kamu lagi di rumah sakit, aku Khawatir bgt tau" Athala kini sudah duduk di bangku yang di sediakan di samping brankar Mutiara.
"iya gapapa, aku juga minta maaf karna ga ngabarin kamu, soalnya hp aku ketinggalan di rumah, kamu gimana kabarnya sehat?"
"harusnya aku yg nanya gitu, kamu udah baikan kan? atau masih sakit? sini aku liat apanya yang sakit" Athala cemas akan keadaan fisik gadis cantik itu, tapi apakah Athala mencemaskan keadaan hati yang sudah porak poranda itu?
"hati aku yang sakit Tha, sakit bgt kalau kamu lebih memprioritaskan Liana di banding aku. bahkan aku sakit aja kamu ga tau, udah tiga hari aku ngilang kamu baru nyariin sekarang"
tapi sayangnya kalimat itu hanya bisa Mutiara ucapkan di dalam hati.
__ADS_1
"Kok diem aja yang? kenapa? ada yang sakit?" Athala mengernyitkan keningnya.
"gapapa, aku baik baik aja" mutiara tersenyum.
"ekhemm ekhemm, panas bgt sih" Ananda berdehem
"emang dasar jomblo irian" Bunga menusuk telak Ananda menggunakan kata katanya.
"tega banget lo tante girang sama gue, awas aja lo" Ananda berucap sambil memegangi dadanya dramatis.
"dih drama, ayo ke kantin aja. ga panaslo kalo terus terusan liat Athala sama Muti uwu uwu" Ucap Bunga kemudian menarik tangan Ananda.
Hening.
"aku kupasin buah ya" Athala memecah keheningan.
mutiara mengangguk
"eh yang di paperbag itu apa?"
"itu kiriman kue kering dari bunda buat Liana"
Ucapan Athala membuat mutiara termenung, Sudah menjalin hubungan hampir dua tahun bersama Athala, tak sekalipun ia di perkenalkan kepada keluarganya.
Mutiara menatap mata Athala "kamu tulus ga sama aku?"
Athala mengerutkan keningnya, "Kenapa nanya gitu Mut? kamu ngeraguin aku?"
Mutiara menggeleng "kalo kamu bener bener serius, kenalin aku ke orang tua kamu"
Mutiara tak mau lagi terus terusan begini, Jika ingin mempertahankan Athala, Mutiara harus bisa mengambil hati orang tuanya.
"Yaudah, cepet sembuh makanya. aku janji abis ini aku ajak ke rumah" Athala mengacak rambut Mutiara
"aku nginep disini ya?"
Ucapan Athala membuat Mutiara sangat antusias. mutiara mengangguk, ia berdoa semoga saja Liana tak hadir dalam kehidupan Athala, sehari saja.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Haiii semuanyaaa😁✌
typo bertebaran, mohon maaf kalo banyak salah kata huhuuu:(
Salam hangat-Aevabilaryn🦋
__ADS_1