
"Jangan pernah memaksa siapapun untuk memeluk jiwamu, karena cinta sama seperti agama, tidak ada paksaan di dalamnya."
-Aevabilaryn🦋
Jika menanam harapan kepada seseorang secara berlebih maka yang akan kamu dapatkan adalah kecewa. Begitulah yang di rasakan Mutiara sekarang, ia fikir Athala akan menemaninya di rumah sakit.
Namun nyatanya laki laki itu lebih memilih menemani gadis yang kini menjabat sebagai sahabatnya hanya dengan alasan orang tuanya keluar kota.
Lalu apa kabar dengan Mutiara yang kini terbaring lemas di brankar rumah sakit? Setakut itukah Athala jika Liana di tinggal sendirian? entah apa yang membuat laki laki berparas bak dewa yunani itu tega meninggalkan sang kekasih yang tengah sakit demi sahabatnya yang di tinggal keluar kota oleh orang tuanya.
Jangan terlalu keras berjuang, semesta akan metertawakan keseriusanmu. Entahlah, kini mutiara tak tahu harus berbuat apa. Ingin marah kepada Athala tapi ia tak sanggup melakukannya. Mutiara kini hanya bisa menyalahkan takdir, bagaimana bisa dirinya kini terkurung dalam jeratan problema asmara yang begitu rumit?
Namun satu hal yang perlu di ketahui, Mutiara hanyalah manusia yang mudah di buat tak berdaya oleh perasaan, sekeras apapun Mutiara berusaha jika itu sudah takdir maka ia bisa apa?.
Mutiara kini sedang menatap lurus ke arah depan memikirkan bagaimana hubungannya dengan Athala.
"Akankah kita sampai ke tujuan? Atau justru terlanjur hangus dan berantakan di perjalanan pulang?"
Angin malam yang berhembus kencang dan menusuk hingga ke tulang tak membuat Mutiara mengurungkan niatnya untuk meninggalkan balkon kamarnya, suasana yang sepi dan sedikit cahaya temaram yang berasal dari sinar bulan membuatnya merasa nyaman.
Lagi, lagi, dan lagi. Ia hanya sendiri di temani kesunyian malam.
Sejak kepulangannya dari rumah sakit beberapa jam yang lalu Mutiara sama sekali tak berminat hanya untuk sekedar menghubungi Athala, walaupun pesan yang dikirimkan cowok itu puluhan bahkan ratusan pun Mutiara tak akan peduli. ia lebih memilih mematikan handphoneNya.
Kali ini ia benar benar kecewa, hanya dengan alasan Liana sendirian di rumah ia harus di tinggal sendirian di rumah sakit dalam keadaan lemas tak berdaya. Selalu saja seperti itu.
"Non muti"
Panggilan dari seseorang membuyarkan lamunan Mutiara.
"kenapa bik?"
"ini ada telfon dari den Arkan, kayanya hpNya non ga aktif"
Mutiara kini segera mengambil alih Ponsel itu dari tangan bik ina, ia rindu sekali akan kehadiran sosok Kakak sekaligus Ayah baginya.
__ADS_1
"iya bik tadi hp Aku mati" Iya sengaja aku matiin biar Athala ga ganggu aku. Lanjut Mutiara dalam hatinya.
"yaudah bibik tunggu di bawah ya non"
Mutiara mengangguk.
"halo abang..... Muti rindu" ucap Mutiara sendu
"Halo adek abang yang paling cantik, Abang juga rindu sama Muti." Arkan berujar di seberang sana, ia juga pastinya sangat rindu kepada adik yang sangat ia sayangi itu.
"Abang ga pulang lagi? apa abang masih belum bisa lupain masalah itu?" Mutiara menyeka bulur bening yang kini nembasahi pipinya.
"bukannya abang belum bisa Ikhlas Mut, abang cuma ga siap aja kalau harus ketemu lagi sama dia" Arkan berujar sendu, kejadian di masa lalu membuatnya trauma sehingga mengurungkan niatnya untuk kembali ke tanah air.
"Jangan lama lama ya bang, Mutiara butuh abang hiks hiks" Mutiara tak bisa membendung isakannya lagi, terlalu sesak rasanya jika harus memendam.
"Muti jangan nangis dong abang juga jadi sedih nih, janji deh nanti abang bakal pulang tapi tunggu perusahaan stabil dulu ya?"
"Janji ya jangan lama lama"
"waalaikumsalam"
Dan sambungan telefonpun terputus.
Kenapa masih mikirin perempuan yang jelas jelas udah hianatin kamu sih bang
🦋🦋🦋
"Bodoh banget sih lo Tha" seseorang bergumam pelan sambil terkekeh.
"Gue gatau jalan fikiranlo itu gimana, ck ck ck ck ck"
orang itu berdecak kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya "Halo, kamu sudah dapat buktinya?"
Jawaban dari seberang telfon membuatnya murka "Saya tidak mau tahu, buktinya harus ada besok pagi di meja saya, Kalau tidak nyawa kamu taruhannya"
__ADS_1
Setelah memutuskan sambungan telefon secara sepihak kini ia memandangi foto seorang perempuan yang tengah tersenyum manis sambil memegang lolipop di tangannya.
"Orang orang yang membuat MutiaraKu menderita akan merasakan hal yang sama juga, termasuk kamu Angga Samudera Nugroho. dimulai dengan orang yang paling kamu jaga dahulu" seringaian kecil yang menghiasi bibir indah itu terlihat sangat seram, entah rencana kotor apa yang kini sedang teranam di otaknya. hanya ia dan tuhan yang tau.
🦋🦋🦋
Malam ini, semua anggota Scorpio sedang berkumpul dan saling melemparkan canda tawa. Dengan cara sederhana pun bisa membuat orang bahagia, contohnya Thoriq yang kini tengah tertawa terbahak bahak karna mendengar lawakan adam yang garing.
"buah, buah apa yang luarnya kuning dalemnya putih, hanya monyet yang tau"
"pisang lah" Roy menjawab dengan penuh percaya diri, ia yakin jawabannya kali ini pasti akan benar.
Tapi roy seketika terdiam menyadari ada yang janggal dari teka teki yang di lontarkan adam tadi.
"Sialan lo adam" Ucap Roy sambil melemparkan ampas kuaci pada Adam
"hahaha Hanya monyet yang tau, berarti lo itu hahahahah" Semuanya tertawa.
Roy kini sedang cemberut, lalu bergelayut manja di lengan Aska "bangg liat tuh si Adamnjing dia ngeledekin aku"
"gilanya kumat" Athala berujar sambil menggelengkan kepalanya.
Ledakan tawa yang memenuhi markas scorpio membuat Athala sedikit merasa tenang, foto foto yang ia jumpai tadi di kamar Angga membuatnya merasa ada yang janggal. Foto dengan dua lelaki yang mengapit seorang perempuan yang memegang lolipop, laki laki itu tak lain adalah Angga, dan perempuan itu adalah kekasihnya Angga, tapi siapa laki laki itu? Athala sama sekali tak mengenalnya teman Angga ia sudah tau semua tapi laki laki satu itu melihat mukanya pun tak pernah.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Haiii semuanyaaa😁✌
typo bertebaran, mohon maaf kalo banyak salah kata huhuuu:(
Salam hangat-Aevabilaryn🦋
Mohon maaf ya, aku jarang bgt update karna ada kepentingan. aku usahakan yah setelah ini
Terimakasih🤩🤗
__ADS_1