
"jadi..."
"Udah2 besok aja lanjut ceritanya,udah jam 11,kasian kakak iparmu itu,pasti lelah banget soalnya dari subuh sampek jam 11 gak istirahat sama sekali"
Belum sempat Belia menjelaskan eh udah dipotong sama Ny.Bara karena hari sudah sangat larut
"ealah nek buyut ah.......Y udah Kakak iparku sayang,lain waktu aku bakal curhat-curhat deh,untuk sekarang kita tidur dulu yah,kasian kakak pasti capek(senyum sambil menggandeng tangan Andis menuju kamar atas)"
srethh///
Azril menarik tangan Andis dari genggaman Belia
"ini istriku biar aku yg bawa"
Azril langsung menggendong tubuh mungil Andis menaiki tangga
"huh dasar posesip"
Beliapun mengikuti langkah Azril menuju kamar atas
........
Setelah itu kini sampailah mereka bertiga di kamar atas yang ternyata kamar mereka berhadapan
"ah...yamete...ternyata kamar kita bertiga berhadapan..huft jadi takut nih"
"takut kenapa?"
Andis bertanya dengan polos dan hal itu membuat Belia menjadi gemas langsung saja dia mencubit pipi Andis
"ihhhhhh....kakak ipar kamu lucu banget sih...lebih pantes jadi adek aku tau gk...."
"ah...kan aku nanya,takut kenapa,kok malah di cubit sih(pipi mengembang)"
jduar....
jantung Belia dan Azril meledak seketika karena dihantam ke imutan dari Andis
"huaaaa.......aku mau tidur aja deh...ga kuat imut banget"
langsung saja Belia masuk kamar dan siap mengunci kamarnya
"eh..eh adik belom jawab loh"
"oh iya(mengintip dari pintu kamarnya) aku takut nanti denger suara yg aneh"
Bruak!!!
langsung saja Belia menutup pintu kamarnya
"eh suara apa??!!!"
"Tanya aja sama paman"
Dari dalam kamarnya Belia berteriak menjawab penasaran Andis
Andis yang masih bingung hanya bisa plonga plongo di didepan kamar Belia
Srethhh...
Azril langsung menarik Andis masuk kekamar
"eh.."
"halah ayo tidur..ga ush dipikirin"
Brak...
Azril menutup pintu kamar dan berusaha menarik tangan Andis yang hendak di ajak tidur
"itu mas...suara apa sih yang dimaksud Belia??"
Greb...
Azril yang kesal dengan kepolosan Andis langsung memojokkan tubuh Andis ke arah pintu
"(berbisik) dari pada kamu mikirin suara2 ga jelas...lebih baik kita klarifikasi...kok bisa kamu muncul di altar"
Sreth...
Andis langsung menghindar dari kekangan Azril
"heh.."
Azril tersenyum melihat langkah Andis yang berusaha menghindarinya
"ngapain ngehindar???"
__ADS_1
"aku gk ngehindar kok(senyum)"
Andis tiba2 melangkah maju dan berbalik memojokkan Azril
"(berbisik) mas...kamu pikir aku bodoh?...hihi(menutup sedikit mulutnya dengan telapak tangan)"
Plok plok plok
Andis menjauhkan wajahnya dari Azril dan bertepuk tangan sambil tersenyum mendominasi
"lain kali kalau mau bikin rencana jangan sambil telfonan dong"
setelah mengatakan hal itu Andis langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri sedang Azril kini menjadi terpaku dengan ucapan dari Andis
"telfonan(senyum tertekan)"
# kamis malam sebelum Resepsi
_jam 12 malam
"Hoammmm.......(melihat ke arah posisi Azril)..mas Azrol kemana,kok ga ada di sini?!"
waktu itu tengah malam dan tiba2 Andis terbangun,dan karena melihat suaminya yang tidak berada di tempat,Andis menjadi bingung,namun saat celingak-celinguk mencari keberadaan Azril,Andis tanpa sengaja melihat ada secerca cahaya dari arah depan kamarnya
"ah...cahaya apa itu...siapa ya tengah malem di depan lorong kamar"
tanpa pikir panjang Andis langsung mengendap-endap ke arah cahaya itu
kriet...
perlahan dan hati2 Andis membuka pintu dan
"kita lakukan sesuai rencana"
terdengar samar2 ada suara Azril yang bicara dengan telfonya
"eh tunggu...itu kan mas Azril,dia lagi telfonan sama siapa itu?"
Andis memilih untuk menguping secara diam-diam obrolan Azril
"kalian harus inget besok selundupin gas di salon,aku benar2 ingin membakar masa depan dari istri kecilku itu"
"ah.." Andis yang mendengar kata bakar dari Azril langsung terkejut dan menutup mulutnya
"apa maksudnya membakar masa depanku..." Andis langsung melihat ke arah tubuhnya "ah..ga aku kan tepos ya..eh ngapain aku mikirin itu...Ah..."
Grusuk...
"bos ada apa?"
"pokonya lakukan sesuai rencana besok..aku tutup dulu telfonya(mematikan telfon)"
tutttt
"ah sial apa Mas Azril curiga,aku akan pura-pura tidur ah...mmm"
Andis langsung melompat ke arah kasur dan pura-pura menyalakan lampu kamar
kriet...
Azril membuka pintu dan melihat Andis terbangun sambil menyalakan lampu kamar
"Ah sayang...kamu kebangun?"
"Ah mas Azril..(cih sok manggil sayang,emang mencurigakan nih tuyul)...mas Azril juga kok ke bangun kenapa?..ini aku aus mau nyari air"
"oh...aku tadi...itu apa..mau..nyari makan iya..mendadak aku laper..kamu Aus kan aku ambilin air yah(senyum)"
tanpa basa-basi Azril langsung turun dan mengambilkan air untuk Andis
3 menit kemudian
kini Azril telah membawa seteko Air beserta cangkir untuk Andis
"ini sayang kamu minum.."
"ah iya makasih mas(Mas Azril meskipun kamu baik malem ini tapi besok liat aja aku bakal bikin perhitungan sama kamu)"
"gimana udah enak...kita tidur lagi yuk biar besok fressh"
"iya mas"
Andis dan Azril langsung menarik selimut dan tidur
5 menit kemudian
__ADS_1
Andis terbangun ia melihat ke arah Azril
"ah udh tidur(mengambil ponsel)"
Andis menekan nomor di ponselnya dan mulai menelefon seseorang
"hallo...bos tumben malem-malem nelfon...kenapa?"
"besok suruh melia nyamar jadi aku,dan masuk ke salon milik keluarga Bara"
"ah...emang buat apa??"
"udah ikutin aja,suruh melia nunggu mobil dengan plat ***** datang,setelah mobil itu datang nanti tunggu aku diruang cermin/ruang dandan,setelah itu kita bertukar posisi"
"ah baik boss(dari pada kepalaku dipenggal mending Ikutin arahan bos aja deh) saya akan memberitahukan perihal ini ke melia"
"okeh..aku tutup"
tutttttttt
Setelah itu Andis lanjut tidur di samping Azril
Keesokan harinya
#di bawah
"Ah Andis,Azril ayo berangkat" ucap yuda menyambut
Azril dan Andis kini masuk ke dalam mobil
Andis menyempatkan untuk melihat ke arah bagasi "(apapun rencanamu hari ini mas Azril,aku Andis ga akan pernah terjebak)"
Mobilpun dinyalakan dan dijalankan
.....
Akhirnya sampailah mereka Disalon
skip percakapan antara yuda dengan Azril dan Andis sampai Azril menarik tangan Andis masuk ke arah salon
"aku tunggu disini kamu langsung masuk aja ke ruang kaca sana benerin jilbabnya sama sekalian di make up disana"
"iya mas"
Andis masuk ke ruang kaca lalu samar-samar dari dalam kaca Andis melihat ada bayangan Melia
"kau sudah membereskan pelayan disini"
melia mengangguk dan dia keluar dari dalam cermin dan mulai mendadani Andis
15 menit kemudian
Andis keluar dan menunjukkan hasil make upnya kepada Azril
hingga adegan dimana Andis pingsan setelah di cium Azril
saat itu tubuh Andis sudah di ikat oleh Azril di atas kursi tapi mendadak Azril mendapat telefon jadi dia keluar untuk menjawab telefon itu
lalu kesempatan itu dimanfaatkan olh melia untuk melepaskan ikatan Andis dan menggantinya dengan tubuh melia sendiri
"bos bangun..."
"ah....dia memakai bubuk pembuat pingsan di bibirnya,tapi untungnya aku sudah menelan pil penawar terlebih dahulu"
"iya bos lalu sekarang??"
"iya ayo gantikan tubuhku di sini"
Melia dan Andispun bertukar tubuh,setelah digantikan oleh melia Andispun masuk ke dalam ruang cermin dan menembus keruang rahasia yg telah dibuat melia
dan akhirnya Andis bisa hadir di acara resepsi itu karena dia sudah menyiapkan gaun ke 2
........Akhir cerita
°^° Muwah
seperti biasa
Ahhhh makasih udah baca
jangan lupa like buat penyemangat dan tips buat uang permen......Gugu suka permen apalagi kalau uang permenya dari para readersss yang cakep²:)
see U Chapt 21
salam manis Gugu miawww....
jangan lupa juga di favoritkan ya....dan di share bila bagus:)
__ADS_1
KOMEN YA KALAU MAU CRAZY UP
(DUKUNG TERUS GUGU YA LEWAT KOMENTAR LIKE DAN FAVORIT DARI KALIAN)