
Belum sempat Azril melanjutkan kata-katanya tapi
Cttak...!!
sebuah lemari tas kecil menimpa Azril,tepat di kepalanya,sehingga mengakibatkan Azril pingsan dan harus di bawa Istirahat di ruang CEO Mall
"ah mas Azril bangun dong..." Ciprat..Ciprat...
Andis juga menyirati wajah Azril dengan air tapi Azril tak kunjung bangun juga,Hal itu membuat ibu dari anak kecil yang menabrak Andis tadi merasa bersalah.
"Mbak...eh..Nona...Bagaimana ini,apa perlu dibawa ke rumah sakit?Saya minta maaf yang sebesar-besarnya,karena sudah lalai dalam menjaga anak saya" mendengar sang ibu yang terus meminta maaf,akhirnya Andis mencoba menenangkan ibu itu "yang penting sekarang anak ibu ga apa-apaakan,lain kali ibu harus lebih sigap lagi ya,Namanya juga anak kecil,Kalau di tempat ramai pasti suka berpetualang(senyum)"
mendengar ucapan Andis yang lemah lembut dan tidak menyalahkan,ibu itu menjadi lega dan refleks memeluk Andis "makasih makasih...nona"
"lalu...bagaimana dengan Tuan Azril,Nona?" ucap manajer mall yang khawatir dengan ke adaan CEOnya itu,"Apakah perlu kita membawa Tuan ke rumah sakit Nona? Karena Saya khawatir,dari tadi Tuan belum bangun juga" mendengar ucapan dari manajer itu Andis Sempat berpikir sejenak,namun "Bisakah aku mendapatkan sebuah minyak kayu putih?" mendengar pinta Nona mudanya itu,sang manajer langsung menyuruh salah satu karyawan mall untuk mengambilkan minyak kayu putih,seperti yang di minta oleh Andis tadi.
Sekitar 2 menit kemudian sang karyawan Mall itu kembali dengan membawa minyak kayu putih
"ini Nona minyak kayu putihnya.." sang karyawan itu memberikan minyak kayu putih kepada Andis,Andispun menerima minyak kayu putih itu lalu langsung membukanya dan mulai menghirup-hirupkanya di bawah hidung Azril
"Apakah cara ini bisa berhasil Nona.muda?" ucap Manager yang masih khawatir dengan keadaan Azril.
Dan benar saja Tak lama kemudian Azril mulai perlahan-lahan membuka matanya
"Mas Azrill...."
"Tuan..."
Semuanya langsung senang ketika Azril telah sadar,tapi di situ Tatapan Azril menjadi aneh,ia menatap aneh ke semua orang kecuali Andis "Kenapa Mas Azril?...badan kamu atau kepala kamu ada yang kerasa sakit ta???" ucap Andis sambil menyentuh kepala Azril
Srethhhh...
Tapi Azril malah menarik tangan Andis dan membuat Andis jatuh ke pelukannya. "Mas Azril..." Andis langsung kaget karena Azril begitu bangun malah langsung memeluk dia dengan begitu erat,"istriku..." bisik Azril dengan nada lirih sedikit ketakutan
"hah...??" Andis langsung tersadar bahwa kini Syndrom Bochilia dari Azril tengah kambuh,akibat benturan tadi, "ah...iya suamiku,kamu pasti bingung, kok banyak orang di sini,itu...tadi karena kamu sempet pingsan" "aku pingsan...????" Ucap Azril dengan polos "iya....kamu pingsan tadi dan sekarang karena kamu sudah sadar,aku suruh orang-orang ini kembali dulu yah" Azril pun mengangguk dan Andis langsung menyuruh ibu,karyawan mall,dan pak manajer untuk kembali ke aktifitas masing-masing
"nah sekarang orang-orangnya udah kembali ke tempat mereka" Andis menarik tangan Azril agar berdiri "Beneran udah pergi semua???" tanya Azril dengan polos kepada Andis "Iya suamiku...." jawab Andis dengan lembut dan penuh senyuman
Pshhhh//////
Melihat senyuman dari Andis,Azril langsung menutup mukaknya "loh kamu kenapa mas....sakit t??"
"ng..nggak kok.."
"lah kok mukakmu merah??" Andis menyentuh pipi Azril mencoba memastikan apakah Azril demam atau tidak "Ahhhh...." Azril malah berteriak ketika di sentuh oleh Andis "Mas!!! kamu ga apa-apa ta,yang aku sentuh tadi sakit t??" Andis yang khawatir kini malah ditatap polos dan sangat intens oleh Azril,perlahan-lahan Azrilpun mendekatkan wajahnya ke wajah Andis
"ihhhh...istriku aku baper tahu(menyentuh pipinya sendiri dengan ke dua tangannya) kamu tuloh terlalu manis..(malu-malu tapi senyum)" Ucapan dari Azril membuat Andis menjadi tercengang
Dag...dig...dug....dag...dig...dug.... "(Ah....jantungku...kenapa jantungku berdebar??!!..dan...ini...ini kenapa suhu disini mendadak panas sekali)" Saat Andis tengah melamun,Azril mendadak menyentuh dahi Andis "Istriku....apakah kamu sakit...kok wajahmu merah???" Andis sempat terpaku dengan ucapan Azril,detik itu kedua mata mereka saling bertatapan hingga "Arggghhhhh..." Andis tersadar dan terkejut,sampai-sampai refleks menghempas tangan Azril,Azril yang tanganya di hempas oleh Andis langsung merasa sedih,dia berfikir Andis tengah marah kepadanya "hikss...istriku maaf...aku tadi hanya ingin memastikan apakah kau demam atau tidak...maaf...hikss..." Melihat Azril yang menangis Andis langsung memeluk tubuh suaminya itu "maaf mas...aku tadi....cuman kaget..aku ga nyalahin kamu kok"
"beneran??...kamu gak marah??" Azril menatap Andis dengan tatapan berharap
__ADS_1
"iya mas...maaf yah..sebagai permintaan maaf gimana kalau....kita cari eskrim"
"es krimm???" Andis mengangguk dan Azril langsung menyeret tangan Andis untuk mencari Es Krim
...........
"Ah....itu...itu eskrim istriku" Azril yang kegirangan melompat-lompat sambil menepuk tangan,layaknya seorang anak kecil,hal itu membuat para gadis pengunjung mall menjadi sinis
"psss lihat...pemuda itu ganteng tapi kayaknya punya kelainan deh..."
"ih iya...kasihan banget,apa gunanya ganteng tapi gila" Mereka menatap Azril dengan tatapan meremehkan,Azril yang sepertinya merasa di ejek langsung berhenti melompat dan hampir saja meneteskan air mata,Andis yang melihat hal itu langsung menghampiri Azril dan menggandeng tanganya
"mas ayo...katanya mau nyari eskrim"
"eh...iya ayo istriku" saat Azril mulai tersenyum kembali karena ajakan dari Andis,para gadis itu malah lanjut dan mengejek lagi
"ah...apakah itu istrinya,sepertinya cantik walau bercadar,tapi...(melihat sinis ke arah Azril)"
"tapi..sayang...kok mau yah,nikah sama suami gila" sahut teman dari gadis itu
"oh mungkin dia...dijual,lihat saja jam tangan lelaki itu,pasti dia dari keluarga kaya"
"oh pantas saja gadis itu mau"
hahhah para gadis itu menertawakan Andis dan Azril
Tes..... saat Andis melihat ke arah Azril,Azril sudah menunduk dan tak sengaja Andis melihat tetesan air mata dari Azril,hal itupun membuat emosi Andis yang coba ia pendam menjadi buyar seketika,Andispun langsung menghampiri para gadis itu dan meninggalkan Azril sendirian
disisi lain
"haloo...(senyum)" Andis menyapa para gadis itu
"ah...hai" para gadis itu membalas sapaan Andis dengan pandangan meremehkan
"ah...selamat datang dan tolong jangan datang lagi(senyum)" ucap Andis sambil menatap ke arah para gadis itu
"apa maksudmu..???"
"apa mungkin gadis ini juga gila???"
"ah mungkin saja..hahahah"
Para gadis itu mulai meremehkan dan mengejek Andis dengan mengatainya sebagai gadis gila
"Hallo..." Andis mengeluarkan ponselnya dan mulai menelefon seseorang "hallo manajer bisa kemari sebentar dan....(menatap ke arah para gadis)"
"ada apa...??"
"siapa namamu nona?"
"aku Elvyna dan ini temanku Ajeng kami adalah tamu VIP dari Mall ini"
__ADS_1
"ah Elvyna kenapa kau memberitahunya"
"tak masalah Ajeng hanya nama sekaligus posisi saja..hahah"
Andis hanya tersenyum dan tak merasa tersinggung saat direndahkan,ia malah melanjutkan telefonya
"iya pak manajer bawa daftar nama pengunjung VIP mall dengan nama Elvyna dan Ajeng"
Tutttt....Andis menutup telefonya
"gadis ini benar-benar gila......"
"Ajeng....kau ini benar sekali"
"aku sarankan kau cepat minta maaf,karena yang kau hadapi sekarang adalah Adik dari manajer mall ini"
"iya dan juga seorang model papan atas,dari pada kau di usir dan diviralkan di dunia sosial media,karena menghina model Elvyna djaya,lebih baik kau sekarang cium kaki kami dan minta maaf,suasana hatiku dan ajeng mumpung sedang baik"
"hahahaha ayo...ayo cium sini"
gadis bernama ajeng menekan pundak Andis dan mencoba menjatuhkanya
"tunggu..." Azril menyahut tubuh Andis ke pelukanya
"kalian tidak boleh menyakiti istriku atau merendahkannya"
"hahah dasar pasangan gila...biar aku kasih tahu posisi kalian yah!.."
saat Ajeng hendak melemparkan minuman yang ia bawa ke arah Azril
"Tunggu...!!!! apa-apaan ini!!!
mendadak
.
.
.
.
.
mendadak aku jadi suka novel ini
hahah kalau suka jangan lupa di Like,komen,dan Favoritkan
oh jangan lupa tip (DENGAN NONTON VIDIO IKLAN BISA NGASIH TIPS GRATIS LOH KE AUTHOR,SEKALIGUS NGASIH DUKUNGAN +++ KE AUTHOR)
OKEH See u Chapt 23
__ADS_1