
Gelow telah bersiap untuk kesekolah,tapi sebelum itu Gelow mendapat Teflon dari orang tuanya, orang tua Gelow hari ini akan datang ke kost kostsannya Gelow orang tuanya bilang akan mengatakan sesuatu yang penting karna Gelow merasa mungkin akan sangat penting akhirnya Gelow memutuskan untuk pulang ke kost kostsannya pulang sekolah nanti, karna Gelow biasanya tidak selalu menetap di kost kostsannya terkadang Gelow menginap di asrama sekolah Gelow mempunyai Teman sekhhamar yang jahat hati apalagi saat ada rumor bahwa Gelow dekat dengan Pangeran Es dan Pangeran Surga.
(Sebutan baru untuk Daley dan Hadley)
"Hadley, terimakasih telah membiarkan ku menginap kemarin malam aku harus berangkat sampai jumpa~"
"Hei... bukannya aku yang harus berterima kasih, um.. tentang semalam aku anggap tidak pernah terjadi jadi kau santai saja"
Tanpa sadar Hadley, ternyata Gelow telah pergi meninggalkannya~
"Apakah orang itu bisa disebut wanita?!"
Sesampainya Disekolah~
Gelow agak telat sampai kesekolah karan jarak dari rumah Hadley ke sekolah itu sangat jauh, dibanding jarak asrama sekolah yang hanya didepan sekolah. Sesampainya Gelow, ia langsung menuju Perpustakaan untuk mengecek apakah berantakan atau tidak, ternyata tidak. Akhirnya Gelow beranjak ke kelas dan menunggu guru. Disamping iti ada Daley yang ternyata dari tadi memanggil manggil Gelow sedari kejauhan.
"Gelow?! Berhenti sebentar?!"
"Ada apa kak?".
"Boleh nggak aku minta bantuan mu?
kalau ada waktu senggang hari ini kamu mau nemenin aku ke tempat kemarin untuk ketemu seseorang?"
"Seseorang? tapi kak hari ini orang tua aku bakal datang ke ruman jadinya gabisa maaf banget"
"*(Orang tua?)* oh... yaudah enggak papa, eh itu guru kamu udah mau masuk"
" ah iya duluan ya kak!"
"#Senyum#"
Sebenarnya Daley terkejut saat Gelow bilang akan bertemu orang tuanya, padahal saat mereka masih kecil Gelow adalah anak Yatim Piatu, dalam pikiran Hadley ia mengira bahwa Gelow mungkin telah bertemu orang tua kandungnya. Saat jam istirahat berlangsung Gelow seperti biasa menuju perpustakaan hanya saja pada hari ini tidak ramai seperti biasanya karna sang Pangeran Perpustakaan tidak datang, Daley sedang mengikuti Olympiad Matematika di SMA utama.
"Haih~ sepi banget... " ucap gelow lesu
"Gelow~" kejut Hadley
"KUCING KU TERBANG MELAYANGLAYANG?! Heh ngagetin banget, apa mau mu?!" jawab Gelow terkaget kaget
"Low, Gw butuh penjelasan?! intinya lu harus ceritain apa yang terjadi sebenernya?!".
"Huh... oke jadi gini..."
Gelow menceritaka semua yang terjadi pada malam itu dengan sangat rinci, saking rincinya bahkan seekor semut yang menggigit Hadley saat digendong Gelow pun ia ceritakan. Gelow juga mengatakan bahwa tubuh Hadley sangat berat Gelow merasa seperti menggendong sebuah bangunan hidup yang mabuk. kemudian tibalah saatnya untuk Hadley bertanya mengenai Pakaian yang Gelow pakai tadi pagi,dan pakaian Hadley yang berubah.
"um.. masalah itu, waktu itu lu muntah di baju gw trus ya gw pakek baju lu lah" ucap Gelow sedikit ragu
"wah jadi lu udah nggak marah lagi sama gw? lu peduli banget ya sama gw? kita udah akrab ya sekarang? bahkan baju gw lu berani makek" Ucap Hadley
Plakkk ?!.....
Pukulan keras mendarat di kepala Hadley, Hadley merintih kesakitan...
"Aduh.. sakit lo kenapa si pake pukul segala, mana tanganya keras banget lagi"
"makanya kalo ngomong jangan ngasal dulu, tadi malam itu ya gw nggak ada pilihan lain, jadinya ya gw harus makek baju lu, ya tapi sebagai gantinya lu harus nyuci baju gw sampe bersih, INGET?! "
__ADS_1
"iya gw tau, makasih ya Gelow udah mau nganter gw kerumah, lu pasti capek ya semalam ngegendong gw um..sebagai gantinya gw bakal ngebantuin lu apapun itu gw bakal bantuin"
"udah gausah (soalnya tadi malam gw udah dibayar kok)"
"Jangan jual mahal, gw bantuin ya ngejaga perpusnya"
Hadley membantu Gelow menjaga perpus sekaligus membersihkan perpustakaan tersebut, saat istirahat kedua juga seperti itu dan tibalah jam terakhir pelajaran kemudian waktunya pulang. Hadley bergegas menuju kelas Gelow untuk mengantar Gelow pulang tapi ditengah perjalanan Hadley dicegat oleh Erik.
"Hadley ~ nih black card nya thanks ya hehe"
"iya" ucap Hadley terburu buru
"eh.. tunggu dulu?! Gimana semalam seru? "
"Seru MATA lu seru, awas awas "
"Dih ditanyain baik baik juga"
Hadley meninggalkan Erik dan menghampiri Gelow yang baru keluar kelas, tapi saat Hadley menghampiri Gelow terlihat banyak mata para betina yang memerah seaakan tidak terima pasangan masa depan ratu kecantikan sekolah Clara menghampiri gadis miskin penjaga perpus.
Tapi tidak ada selain Clara yang berani menyakiti Gelow karna bela diri Gelow terbilang sangat bagus. Disaat yang bersamaan Gelow dipanggil Bu guru Agnes untuk datang keruangannya, iya tepat sekali hari ini adalah hari dimana Gelow diberi semacam gaji karena telah mau mengurus perpus dengan senang hati, setelah keluar ruangan Bu Agnes Gelow melihat Hadley yang masih menunggunya.
"Hadley lu ngapain disini? "
"aku nunggin km lah yok pulang bareng" Hadley menarik tangan gelow dan mengajaknya pulang bersama.
"gw nggak bisa, gw ada urusan soalnya"
"kok nggak bisa? urusan apa? perlu aku bantu?"
"nggak nggak usah ini urusan keluarga, duluan ya"
"Hei?! " ucap Daley sambil menepuk bahu Hadley
"nggak usah sok akrab?!" ucap Hadley sambil menyingkirkan tangan Daley dari bahu Hadley
"udahlah nggak usah pura pura nggak kenal,jujur aja lu kenal ama gw kan"
"huh Pangeran Perpustakan ini memang susah dibohongi kok lu bisa ada di SMA ini?"
"orang tua angkat gw yang nyuruh sekolah disini"
"Renata juga?"
"iya "
Disisi lain Gelow sedang berada di toko Sup iga untuk membelikan ibunya yang akan pulang kerumahnya. Gelow merasa sangat senang bahwa ibunya akan menjenguknya saat di perjalanan menuju rumah Gelow di tabrak oleh seorang pemuda yang terlihat lebih tua darinya.
"ah.. maaf kak maaf "
"iya nggak papa, ini sup nya tumpah saya ganti yang baru ya"
"ah.. terimakasih"
Pemuda itu bergumam "gadis ini...kenapa seperti sangat familiar aku merasakan sesuatu yang akrab"
"Terimakasih kak saya permisi dulu"
__ADS_1
Gelow meninggalkan pemuda itu, Pemuda tersebut ternyata adalah anak dari President Negara Blossom yang terkenal dan merupakan orang terkaya pertama di dunia.
Saat Gelow sampai dirumah, Gelow disambut hangat oleh kedua orangtuanya meskipun itu adalah orang tua angkat tapi Gelow menganggap bahwa mereka adalah orang tua kandung.
"Ibu ayah, Lihat aku membawakan kalian Sup Iga ini pasti enak ayo kita makan bersama" ucap Gelow dengan sangat bahagia
Tetapi kebahagiaanya pudar karna melihat orangtuanya yang tiba tiba tidak ada respon terhadapnya.
"Ayah, ibu? kalian kenapa?"
"Ina,ibu akan pergi untuk waktu yang sangat lama bahkan mungkin tidak akan kembali, ayah dan ibu sudah tidak akan mengangap kamu sebagai ana kami lagi, karna... kami ingin selamat"
"Pergi? Selamat? apa yang ibu dan ayah katakan? kalian ingin meninggalkanku? kenapa? padahal aku sangat menyayangi kalian tapi kenapa? siapa yang mengancam kalian? beritahu aku ibu?! ayah?! aku bisa membantu kalian?!"
"ina... kami tetap harus meninggalkanmu, jika kamu menyayangi kami kamu harus merelakan kami ini juga demi kebaikanmu, kami ingin kamu aman sampai kamu menemukan orang tua kandungmu"
"Benar ina, kami sangat menyayangimu, jangan menangis, orang yang mengancam kami bukanlah apa apa, dia bilang kami akan tidak apa apa jika kami meninggalkanmu tapi tenang saja ina kami akan selalu berada disisimu diam diam"
"ina.. kamu harus merelakan kami ya, sudah jangan menangis tenang anggap saja kami sedang keluar kota ,jika kami selamat kamu juga akan selamat kami menyayangimu ina".
"Tapi..hiks.. aku.. tidak bisa.. hiks hiks... aku.. aku.. tidak mau, aku mau kalian tetap disisiku aku tidak mau kehilangan kalian"
"kami pergi dulu ya "
"tidak tidak tidak?!"
Ibu dan ayah angkat gelow keluar dari rumah Gelow ,tetapi gelow mengejar mereka sambil menangis dan disaat orang tua Gelow akan menyebrang, mobil dengan kecepatan yang sangat luar biasa menghantam kedua orang tua Gelow. Gelow yang melihat kejadian itu teriak sambil menangis menghampiri kedua orang tuanya yang telah tiada dengan kondisi yang mengenaskan tapi dengan tangan yang berpegangan. Gelow menangis tanpa henti, dan tiba tiba turun hujan yang sangat deras seakan ikut bersedih, sedangkan mobil yang menabrak orang tua Gelow melaju meninggalkan mereka.
"A.. ayah.. i.. ibu.. hwaa...... ke.. kenapa ke kenapa kalian meninggalkan ku sendirian, siapa yang akan menemaniku,hiks..hiks.. hiks.. TOLONG?! TOLONG?! TOLONG?!huuuhuuu.. ayah ibu aku akan mencari orang yang mengancam kalian.. hiks..aku akan membalaskan semuanya.. huuuhuuhuuhuu.... AYAH?! ...IBU?!..." Gelow menangis tersedu sedu .
Teriakan tersebut mengundang orang banyak yang datang, dan membantu Gelow memanggil ambulance untuk dibawa kerumah sakit tapi nyawa mereka tidak tertolong, sehingga Gelow terlihat sangat tertekan bahkan tampilannya yang sangat menyedihkan sekaligus berantakan, baju gelow penuh dengan darah karna memeluk kedua orang tuanya, rambutnya yang acak acakkan pun seperti orang yang sangat menyeramkan.
Hadley yang kebetulan berada di rumah sakit yang sama melihat Gelow dan menghampirinya.
"Gelow?" panggil Hadley
"Hadley, huuu huuuu.... aku sudah tidak punya siapa siapa apakah aku juga harus menyusul mereka atau aku harus membalaskan dendam mereka"
"Te.. tenanglah Gelow.. "
Tiba tiba dokter keluar dari ruang UGD dan memberitahukan bahwa ibu gelow sadar tapi sedikit kurang sadar namun terus memanggil nama Gelow.
Gelow yang mendengar hal itu pun langsung masuk ke ruang UGD untuk menemui ibunya.
"i.. ibu.. ibu.. huuuhuuuhu...aku disini bu... "
"i. na.. ibu ingin memberitahumu... ka.. kau memiliki seora... ng ka.. kak kandung... tapi aku tidak tau dia dimana... dia tinggal bersamaa orang tuamu namanya.... adalah."
"Bu. .. ibu.. ibu...hiks.. hiks.. terimakasih bu telah menjagaku selama ini... aku sangat menyayangimu aku sangat beruntung mempunyai ibu sepertimu.. huuhuu"
Hadley menghampiri Gelow dan memeluknya agar Gelow merasa tenang.
......Bersambung~......
Nama : Adrian Chatariz
Anak President Negara Blossom
__ADS_1
Prestasi : Idol terkenal, Juara bertahan athletic Renang, Pemain Tenis meja Terbaik di seluruh Dunia.