
Hadley menghampiri Gelow dan memeluknya, agar Gelow lebih tenang. Gelow menangis di pelukan Hadley, Gelow merasa sangat sedih karna semuanya terjadi sangat mendadak dan bahkan sangat tidak jelas apa penyebabnya. Keesokan harinya dihari pemakaman kedua orang tua Gelow, Hadley, Daley dan orang orang yang akrab dengan Gelow datang, bahkan para guru disekolahnya datang untuk mengadiri pemakaman tersebut, Gelow yang terlihat masih sangat sedih menangis sambil dipeluk Neteli tetanggnya...
"Gelow kamu harus kuat ya, ini mungkin cobaan untuk kamu" kata Neteli sambil merangkul Gelow
"Turut berduka ya Gelow " ucap Daley yang menepuk perlahan bahu Gelow.
Pemakamannya telah selesai, tapi Gelow tidak mau pergi dari peristirahatan terakhir orang tuanya Hadley yang melihat hal itu membujuk Gelow untuk pulang bersamanya, tapi Gelow menolak dan tetap berada disisi makam orang tuanya.
"Gelow, kamu harus pergi dari sini,,, tau nggak kalo kamu nangis di depan makam orang tuamu, mereka gabakal tenang, karna kamu masih sedih, jadi kamu jangan nangis lagi ya" ucap Hadley menghibur Gelow.
"Gelow kamu harus merelakan mereka, kalo kamu disini terus kamu nggak bakal bisa ketemu keluarga kandungmu lo,kamu juga nggak bakal tau siapa dalang dari semua ini" ucap Daley meyakinkan.
"iya tau aku pernah ngomong gitu tapi nyatanya itu susah, nggak semudah yang diomongin." bantah Gelow
"Iya tapi kalo kamu tetep nggak mau pergi dari sini mereka bakal ngerasa bersalah, aku antar pulang yuk nanti buat nyari dalang dari semuanya aku sama Hadley bakal bantuin kamu, yok pulang" ajak Daley.
Daley mengangkat lengan Gelow dan memapahnya, Hadley juga mengikuti mereka dari belakang. Hari demi hari berlalu, Gelow masih diselimuti oleh kesedihan akan kepergian orang tua angkatnya Gelow tidak bisa merelakannya karna Gelow merasakan kehangat keluarga yang sebenarnya bersama mereka, Gelow juga merasakan ketulusan akan kasih sayang mereka padanya saat memikirkan itu Gelow teringat saat saat yang indah bersama orang tuanya,, sehingga ingatan itu membuat Gelow menangis tak tertahankan. Saat disekolah Gelow terlihat lebih pendiam dari biasanya, Gelow juga hanya menjawab perkataan guru, selebihnya tidak bahkan Daley Hadley dan levon juga tidak dia pedulikan.
"wah... Von kayaknya lu udah nggak ada harapan lagi,,liat aja tu Gelow nggak meduliin lu sama sekali, bahkan noleh aja nggak" ucap Derry teman Levon
"hih,,, maklumin lah Derr lu nggak kasian apa ,sama Gelow? kasian lo dia" bantah Albezt
Levon termenung mendegar percakapan temannya, kemudian sekilas dia melihat Gelow yang selalu memalingkan wajahnya ke arah jendela.
"Gelow, kamu harus pergi dari sini,,, tau nggak kalo kamu nangis di depan makam orang tuamu, mereka gabakal tenang, karna kamu masih sedih, jadi kamu jangan nangis lagi ya" ucap Hadley menghibur Gelow.
"Gelow kamu harus merelakan mereka, kalo kamu disini terus kamu nggak bakal bisa ketemu keluarga kandungmu lo,kamu juga nggak bakal tau siapa dalang dari semua ini" ucap Daley meyakinkan.
"iya tau aku pernah ngomong gitu tapi nyatanya itu susah, nggak semudah yang diomongin." bantah Gelow
"Iya tapi kalo kamu tetep nggak mau pergi dari sini mereka bakal ngerasa bersalah, aku antar pulang yuk nanti buat nyari dalang dari semuanya aku sama Hadley bakal bantuin kamu, yok pulang" ajak Daley.
Daley mengangkat lengan Gelow dan memapahnya, Hadley juga mengikuti mereka dari belakang. Hari demi hari berlalu, Gelow masih diselimuti oleh kesedihan akan kepergian orang tua angkatnya Gelow tidak bisa merelakannya karna Gelow merasakan kehangat keluarga yang sebenarnya bersama mereka, Gelow juga merasakan ketulusan akan kasih sayang mereka padanya saat memikirkan itu Gelow teringat saat saat yang indah bersama orang tuanya,, sehingga ingatan itu membuat Gelow menangis tak tertahankan. Saat disekolah Gelow terlihat lebih pendiam dari biasanya, Gelow juga hanya menjawab perkataan guru, selebihnya tidak bahkan Daley Hadley dan levon juga tidak dia pedulikan.
"wah... Von kayaknya lu udah nggak ada harapan lagi,,liat aja tu Gelow nggak meduliin lu sama sekali, bahkan noleh aja nggak" ucap Derry teman Levon
"hih,,, maklumin lah Derr lu nggak kasian apa ,sama Gelow? kasian lo dia" bantah Albezt
Levon termenung mendegar percakapan temannya, kemudian sekilas dia melihat Gelow yang selalu memalingkan wajahnya ke arah jendela.
**apa aku harus memberikannya? ** ucap levon dalam hati.
Saat istirahat tiba Gelow pergi ke perpustakaan untuk melakukan pekerjaannya, dan Hadley yang berkeringat masuk kedalam perpus dan menyerahkan kertas seperti dokumen dan sebuah Anting permata merah . Ternyata Hadley selama ini telah membantu Gelow untuk mencari keluarganya yang entah kemana.
"dari mana kamu mendapatkan ini?" tanya Gelow penasaran.
"beberapa hari yang lalu saat aku bilang akan membantumu aku telah menyuruh seseorang untuk mencari tau keberadaan keluargamu" jawab Hadley. Kemudian muncul juga levon yang memberikan setengah potongan foto yang terbakar.
__ADS_1
"Levon? " ucap Gelow
"Gelow aku ingin memberimu ini,, aku menemukannnya saat aku pergi ke pantiasuhan beberapa hari lalu aku menemukannya saat aku membantu kepala panti mencari dokumen tentang identitasmu aku menemukan foto ini di sela sela dokumen itu, saat aku tanya katanya foto itu ada ditanganmu saat kau di temukan" jawab Levon.
Gelow merenung sebentar dan meraih foto yang di pegang Levon. Foto itu terbakar sebelah dan di foto itu ada separuh wajah seorang anak laki laki yang menggendong Gelow saat masih kecil. Tapi Gelow tidak ingat siapa laki laki itu dan kemana dia saat Gelow menghilang.
"Hadley Levon terimakasih telah membantuku,ini sangat berguna kedepannya dukung aku agar aku bisa bertemu kakakku" ucap Gelow
Hadley dan levon tersenyum sambil mengangguk dan dibalas oleh Gelow yang juga tersenyum dibalik itu ada Daley yang sedang membaca buku di rak belakang mendengar percakapan mereka.
"mereka telah membantu Gelow, bagamana denganku? Bahkan menghiburnya dan membuatnya tersenyum saja tidak bisa"
Jam pulang tiba, Daley yang sedang berjalan menuju kantor kepala sekolah tiba tiba bertemu dengan Adrian yang sedang bersama dengan Clara.
"eh? Daley? Whoahhaha udah lama banget nggak ketemu kamu, gimana kabarmu?" sapa Adrian
"baik, bagaimana denganmu?" jawab Daley
"sama dong, oh iya kenalin ini adik aku cantik kan"
"adik? Sejak kapan kau punya adik?" tanya Daley penasaran .
"sejak beberapa bulan yang lalu, yaudah aku duluan ya kasian adik ku udah laper see you~"
Adrian meninggalkan Daley dan membawa Clara pergi.
Daley kebingungan karna setau dia Adrian tidak pernah punya adik, setau Daley Adrian hanya punya beberapa adik angkat yang sangat dia sayang. Daley pergi ke kantor kepala sekolah untuk menyusun dokumen, kemudian karna penasaran tentang Clara jadinya dia bertanya kepada kepala sekolah.
"um.. boleh nggak saya nanyak pak?" tanya Daley ragu.
"Apa?"
"Clara itu sebenarnya anak bapak?"
"oh kamu mau nanyak kenapa hari ini Clara bareng sama Adrian? Clara itu anak angkat saya, dan Adrian punya adik yang ngilang dulu pas kecil, terus si Adrian ketemu sama Clara pas lagi di Cafe,, bapak nggak tau kelanjutannya, intinya si Adrian bilang adiknya itu ngilang dan ngebawa gelang tali sepatu trus dia ngeliat tali sepatu yang sama persis dan tanda sama yang sama persis ya akhirnya gitu deh" jawab pak kepala sekolah panjang lebar.
**ku kira ini akan bakal nanyak tentang Gelow, tapi nggak mungkin juga sih anak ini nanyak kematian orang tua Gelow ke aku** ucap pak kepala sekolah dalam hati.
...Bersambung~...
Nama : Levon bellbrawn
tinggi :179cm
makanan fav : Sup rumput laut, dan nasi Kare
__ADS_1
minuman fav : Semua yang enak
Prestasi : Taekwondo juara 1 Nasional
julukan : Senyuman stroberi, Vovo
Niih buat yang masih bingung sama pemerannya :
1. Hadley
Daley
Levon
Adrian
Katrina ( Gelow )
6. Clara
__ADS_1
...Segitu dulu ya bund ~...