My First Love In Library

My First Love In Library
9. Curiga


__ADS_3

2 hari berlalu Daley datang kerumah sakit bersama Hadley untuk melihat hasil Tes DNA rambut Adrian dan Rambut Adrian dan Gelow.


"Hadley, kira kira Gelow sama Adrian sedarah nggak ya?" ucap Daley ragu.


"Semoga aja sih sedarah" jawab Hadley


Kemudian tak lama setelah mereka berdua berbincang bincang, seorang suster keluar dari ruang hasil Lab dan memberikan keterangan Tes DNA Rambut Gelow dan Adrian.


"Ley.. kok gasedarah?" ucap Daley


"Lah iya kok nggak sedarah, padahal dari semua yang gua selidiki kemungkinan besar mereka bersaudara itu 99%, Suster bisa di ulang lagi nggak sus?" jawab Hadley tidak percaya.


"maaf Dek, kami tidak mungkin salah karna rumah sakit kami terbaik disini" jawab suster itu


Hadley menggulung gulung kertas itu dan meremak remaknya dan di buang, Daley mengambil kertas itu dan menaruhnya di kocek .


**aku beneran nggk nyangka, padahal kalau dilihat lihat muka mereka agak mirip, juga petunjuknya udah jelas tapi... haih mungkin aku yang salah** isi hati Daley


percakapan pria misterius dan pria misterius lainya di telepon


"Lapor Tuan, semuanya berjalan lancar saya sudah menukar hasil Tesnya " pria 1


"bagus sekali, bawa Tes itu padaku aku ingin melihatnya" Pria 2


suara berat seorang mata mata yang menelpon seorang pria. Ternyata ada mata mata yang sedang memata matai Daley dan yang mengubah hasil Tesnya adalah Mata mata itu.


"Sialan, sudah kuduga pasti Gelow adalah adik kandung Adrian, tidak bisa diterima jika aku tidak menyingkirkan orang ini clara tidak akan bisa mendapatkan harta keluarga Blossom, Daley lihat saja kalau kamu melewati batas " geram ayah angkat Daley. Ayah angkat Daley adalah ayah angkat Clara, Nama ayah angkat Daley adalah Brodyy Brteater.


"Jika Clara tidak mendapatkan harta keluarga Blossom, Daley tidak akan mendapatkan kebahagiaannya" ujar Brodyy


"Suamiku, sebenarnya kenapa kau sangat mempedulikan Daley" tanya Filly istri kedua Brody


"Benar juga mungkin ini saatnya aku memberitaukan bahwa aku adalah ayah kandung Daley" ucap Brodyy


"Apa?! Daley adalah anak kandungmu?" bentak Filly


"iya Daley adalah anakku dengan istri pertamaku Darrvi" jawab Brody


"Sedangkan Renata adalah anak keduaku dengan Darrvi , tentu saja aku tidak pernah memberi tahumu karna aku takut kehilanganmu, kau tau aku sangat mencintaimu dari SMA" rayu Brody


"Baiklah baiklah, aku tau kau menikah dengan Darrvi karna perjodohan mitra bisnis tapi aku tidak menyangka kau sampai punya 2 anak dengannya " ujar Filly


"mengenai itu, hanya dua kecelakaan mau kuceritakan?" tanya Brody sambil merangkul Filly


"Ah mengesalkan, baiklah baiklah aku percaya padamu tapi kau juga harus menyayangi Clara meskipun dia anak angkat jangan hanya tau memanfaatkannya kau tau aku sangat menyayangi dia, ah iya benar mengenai Renata kapan kamu akan mengeluarkannya dari kamar dan membuat dia patuh seperti Clara" ucap Filly


"Mengenai anak itu, dia mudah di tangani sama seperti Daley" jawab Brody


"Baiklah,, mengenai rencana menguasai harta blossom aku perlu membuat strategi dengan Clara, kau harus menyuruh Clara pulang karna aku juga sangat merindukannya" Pinta Filly


"Tenang saja besok sepertinya dia akan pulang" jawab Brody


Dikediaman Blossom seminggu yang lalu.


"Tadaimaaaa" teriak Adrian, Adrian masuk kedalam rumah sambil menggandeng Clara dan di sambut hangat oleh para pelayan rumah. Seisi rumah kediaman keluarga Blossom sangat elegant dan mewah lukisan lukisan yang terpajang sangat indah furniture tertata sangat rapi dan juga berkilau Kemudian saat sampai di ruang tengah Clara melihat foto keluarga Blossom.


Disitu terdapat foto keluarga besar Blossom Clara melihat wajah yang sangat familiar, di tengah lamunannya ada suara yang memanggilnya, suara itu adalah adik angkat Adrian.


"Wah jeje cantik sekali..." puji France adik angkat ke 5 Adrian

__ADS_1


"Jejee....? Kak ini beneran jeje?" tanya Farrell adik angkat ke 6 Adrian. Farrell menghampiri Ferryz adik angkat pertama dan berbisik.


**kak kok aku nggak punya rasa akrab ya sama jeje yang ini, aku ngerasa dia itu kaya orang asing** bisik Farrell.


**mungkin karna kita sama jeje udahlama nggak ketemu** bisik Ferryz


Kemudian Franco adik angkat ke 2 Adrian mendekati Clara sambil mengamati Clara.


"kamu.. Jeje?" tanya franco


"a.. Umm.. " jawab Clara gugup


"Co, dia ini jeje Jesalfa Angelisca kamu nggak percaya sama aku?" ucap Adrian


"hehe maaf kak cuma iseng aja haha" hibur franco


Adrian memperkenalkan satu per satu adik angkatnya, dan menceritakan kronologi mereka bisa menjadi adik angkat Adrian.


"Kakak punya banyak Adik ya" ucap Clara


"Tapi.. Yang kakak sayang cuma jeje, hehe nah iya sekarang nama kamu bukan Clara lagi ya tapi Jeje, Jesalfa Angelisca" ujar Adrian


"iya kak" jawab Clara sambil tersenyum..


Seminggu kemudian


"Clara kalo mau tidur tidur di kamarnya Clara ya" ucap adrian


"iya kak, tapi kak kayanya aku malam ini nggak kesini deh kak" jawab Clara


"Loh kenapa? Kamu baru seminggu Loh disini" tanya Adrian


"Haa... Iyadeh nanti kakak nyuruh Supir ngatar kamu ya soalnya kakak ada acara sama adik yang lainya" ucap Adrian


"iya kak nggak apa apa, aku duluan ya kak" Clara pergi dengan diantar oleh supir. Kemudian Adrian duduk di ruang tengah bersama Farrell sambil menunggu adik adiknya bersiap.


"kak" sapa Farrell


"hmm"


"kakak nggak ngerasa aneh ya sama Clara?" tanya Farrell


"apa aneh? " jawab Adrian


"Kan kakak tau sendiri jeje itu orangnya kasar gasuka di manja, aku juga akrab sama dia dulu. Trus pas kakak nyeritain kronologi aku sama yg lain diadopsi dia kayak beneran gatau apa apa, masa iya dia lupa sih? Seenggaknya ingetlah panggilan dia ke kakak apa" jelas Farrell


"Farrell Farrell kamu ini cerewet sekali,kan dulu Clara masih kecil dan sekarang dia udah gadis mungkin aja teman temannya ngasi dia pengaruh baik jadinya sifat buruknya dia ngilang udahlah gausah di perpanjang. Eh ngomong ngomong kamu kok makin tembem makin sayang..." ucap Adrian sambil mencubit cubit pipi Farrell


"Hentikan" Farrell membalas dengan mengelitiki Adrian. Sepertinya Farrell tidak merasakan aura yang akrab dengan Clara, ya.. karna Clara bukan Jeje. 6 bersaudara itupun mengadakan rapat untuk membahas kebenaran tentang Clara.


Duak?! I suara keras tangan yang memukul meja


"Tidak?!" Ternyata itu adalah Farrell yang mengamuk karna tidak di percayai kakaknya.


20menit yang lalu..


"Sekarang berikan pendapat kalian, tentang Jeje yang sekarang dan jelaskan apa yang membuat kalian ragu jika itu Jeje" ucap Adrian dengan ekspresi serius sambil meminum mocha latte.


"Aku duluan... " Farrell mengangkat tangan dan berbicara.

__ADS_1


"Pertama, aku tidak merasakan aura akrab pada Jeje yang ini. Kedua,meskipun sudah sangat lama tidak bertemu dengannya tidak mungkin sifat kasarnya berubah." Farrell menjelaskan semua yang ingin dia sampaikan.


kemudian Ferrzy memotong omongan Farrell


"Aku juga Merasakan hal yang sama, aku paling ingat setiap kali aku berpapasan dengan Jeje aku pasti akan merasa geli karena menurutku dia seperti selalu mengikuti gaya hidupku" ujar Ferrzy


"Aku juga tidak merasakan hal yang sama tapi aku rasa Jeje yang ini cukup meyakinkan" tambah France


"Iya juga kalau tidak salah kak Adrian menemukan Jeje karna Jeje memakai gelang itu" Tambah Franco.


Perdebatan mulai tak tertahankan hanya karna kebenaran seorang adik tersayang. Jeje menghilang saat mereka sedang piknik di Taman Harrosz, saat itu Jeje sedang tidak enak badan namun tetap ingin ikut , dan saat semua kakaknya sedang asik sendiri Jeje menghilang sehingga membuat kakak kakaknya panik dan saling menyalahkan.


Duak?!


"Tidak?! ini bukan salahku?!" bentak Farrell, Farrell menolak jika hilangnya Jeje disebabkan oleh dirinya.


"Jelas jelas saat itu Jeje sedang tidak enak badan, dan aku hanya meninggalkan dia karna dia ingin minum dan aku membelikannya?!............. jelas jelas Kalian.. kalian yang sibuk sendiri" Tegas Farrell dengan wajah memerah hampir menangis.


"hiks.. hiks... atau memang aku?? yang membuat Jeje menghilang, Oleh karena itu aku tidak bisa menerima jeje yang ini dan aku tidak akan sudi memanggilnya jeje karna dia bukan jeje" Farrell meninggalkan ruangan itu dan menutup pintu dengan keras sehingga membuat kakak kakaknya terkejut.


"Kak apa aku rasa kita terlalu berlebihan berdebat sampai seperti itu dengan Farrell" ucap Freszy adik angkat ke 4


"Aku merasa bersalah terlalu membentaknya" jawab Adrian


"tapi bukan kah yang Farrell katakan ada benarnya?" ujar Franco


"tunggu apa yang benar?" tanya France


"Menurutku begini saja, bagaimana jika kita semua menyelidiki latar belakang Clara ini siapa tau dia menyembunyikan sesuatu" tambah Ferrzy


"Terserah kalian lah aku ngikut aja, tapi kayanya kita harus mempertimbangkan apa yang dibilang Farrell tadi, jarang jarang dia ngomong sambil ngotot" jawab Franzy adik angkat ke 3.


Adrian menopang wajahnya dengan tangan dan menutup wajahnya sejenak.


"Baiklah akan aku cerna perkataan Farrell dengan baik kalian juga harus membantuku, jika Clara bukan Jeje kita harus tetap menemukan Jeje yang asli. jika kalian bertemu dengan gadis yang auranya mirip Jeje beritaukan padaku" putus Adrian.


6 bersaudara itupun bubar dengan keputusan yang sudah bulat. Sedangkan Farrell yang penuh dengan emosi telah meninggalkan rumah untuk menenangkan dirinya, biasanya Farrell akan pergi ke Warung kecil favoritnya yaitu Sup Jamur Hitam.


Sedari dulu bahkan sebelum dia diadopsi oleh Adrian Farrell selalu pergi ke warung itu untuk makan Sup Jamur Hitam. Mungkin menurut Farrell Sup Jamur Hitam adalah makanan yang sangat pas di makan ketika suasa hati sedang buruk.


"Halo paman, aku ingin yang seperti biasa" Pinta Farrell layaknya orang yang telah akrab.


"Tentu saja, eh bagaimana jika aku tambahkan Sayap Ayam kesukaanmu?" tanya paman itu


"Wah kau baik sekali, baiklah aku terima haha" ucap Farrell senang.


"Paman.." Ternyata Gelow juga datang ketempat itu.


"Wah Gelow sudah lama kau tidak kemari,kau mau yang spesial dari paman?" tanya paman itu.


"Wah paman baik sekali, baiklah janganlupa bikin yang sangat pedas" ucap Gelow kesenangan.


...Gelow duduk di hadapan Farrell yang sedang memainkan Handphone. Gelow menatap wajah Farrell dengan sangat teliti, Gelow merasa pernah melihatnya di suatu tempat. Saat Gelow tengah asik meneliti wajah Farrell, Farrell menatap ke arah Gelow sehingga Gelow kaget dan hampir terjatuh. ...


"eh... maap maap saya tidak bermaksud memandangi wajah anda" ucap Gelow.


"Eh.. gpp kok gpp haha"


btw maap ya upnya lama

__ADS_1


dan jg kayanya ini novel bakal libur up dulu lagi banyak urusan soalnya jadi gasempet, tapi ntar pas sekali up bakal 2 eps sehat selalu ya buat kalian keep smiling


__ADS_2