
malam hari lea sedang menonton tv yang ditemani ari, awalnya ari gak mau nemani tetapi lea memaksa nya.
"kak ganti film drakor dong kak?"
"kenapa sih kamu ni dari tadi ganti film terus" sambil mengganti film
"bosan kak "
"kak tolong ambilkan cemilan kak"
"ambil sendiri, aku mager"
"dasar orang tua"
"apa kamu bilang" menarik tangan lea
"aaaaa..."pekik lea karena terjatuh di tarik ari
lea jatuh ke atas tubuh ari
" cantik "
tanpa sadar ari mencium bibir lea cukup lama
lea pun terkejut karena ari mencium nya dengan mendadak
"mmm lepaskan kak, aku gak bisa nafas"
"maaf maaf aku gak sengaja"
"kakak ni main nyosor aja"
ari pun berjalan ke kamar dengan gugup
"dasar pria aneh, sudah mencium ku lansung pergi aja"
dalam kamar**
"iss kenapa aku menciumnya, apa aku suka dengan nya, tapi gak mungkin secepat ini lagian di hantu"
"dasar bodoh" ari merebahkan badan di kasur
***
"kok ari cium aku tiba tiba ya, apa kak ati suka sama aku, ahhh gak mungkin "
__ADS_1
mereka berdua sibuk dengan pikiran nya masing .
pagi nya ari menurun tangga dan kea pun keluar kamar, tanpa sengaja mereka ketemu.
"kenapa harus ketemu dia sih" batin ari
"kak mau kemana" memanggil ari yang hendak balik ke atas
"aku mau makan"
"meja makan di sana kak"
"dasar bodoh" gumamnya "aku tau, aku mau mandi dulu" menaiki tangga ke atas
"hahaha lucu juga lihat kak ari begitu, apa lebih baik aku ganggu aja dia" gumamnya
***
"kenapa aku salah tingkah begini sih di depan itu hantu, apa memang suka padanya"
ari pun bersiap siap untuk ke kantor tanpa sarapan karena malas ketemu dengan lea. dan dia pergi tanpa sepengetahuan lea
"kok kak ari gak turun turun ya, apa aku lihat ke atas aja"
tok tok tok
"kok gak ada suara, apa dia lagi mandi, coba aku masuk dulu"
"kok gak ada orang, dimana kak ari, atau dia ke kantor ya, tapi kenapa dia gak beritahu ya"
"iss kak ari, aku kan mau ikut, lebih baik ke kantor nya, kan aku sudah pernah kesana"
*** dikantor
"untung aku bisa tidak melihat lea tadi, rasanya jantung ku mau copot kalau ketemu dengan nya"
" hai kak"
"kamu.. kok kesini"
"kakak kenapa tinggalin aku di rumah"
"kenapa kamu ke sini, kamu tunggu di rumah aja"
"aku bosan di rumah kakak"
__ADS_1
"kenapa sih kak, atau kakak gugup dekat aku gara gara kakak ci..."
"gak aku gak gugup, aku sibuk di kantor" lansung potong bicara alea
"yaudah aku tunggu di sini aja" sambil duduk di sofa dalam ruangan ari
"gak usah di sini, lebih baik kamu jalan jalan aja"
"gak aku mau di sini"
kenapa sih lea ni gak nunggu di luar aja, sudah jelas jantung ku gak aman kalau dekat dengan nya. batin ari
" terserah aku ada meeting, aku pergi dulu"
"jangan lama lama ya kak" sambil mengedipkan matanya
"kenapa tu bocah, kedipin mata nya" gumamnya setelah keluar dari ruangan nya
"hahaha enak juga ngerjain kak ari, lagian mau menghindar dari ku. lebih baik aku tidur kamar dalam ruangan ini"
***
keesokan harinya, lea gak ikut ari ke kantor karena lea ingin membalas dendam sama pamannya.
"lea mau tumben gak ikut ke kantor, apa dia mau balas dendam sama paman nya, semoga aja dia gak apa apa"
**
"itu dia paman, masih berani dia jualan, lihat aja akan aku buat dia mengaku ke kantor polisi"
"sudah sepi aku akan takutin dia"
lea pun mulai dengan menendang kursi yang ada di warung
"astaga.. siapa yang jatuhkan kursi itu, perasaan gak ada angin, kalau ada gak mungkin kursi itu sampai jatuh"
dan lea mulai membuang bahan bahan makanan untuk jualan
"siapa itu, jangan ganggu aku"
"le..lea... apa itu kau" bicara dengan ketakutan
"leaa jangan ganggu paman, paman minta maaf lea"
lea puan semakin mengobrak Abrik barang barang paman nya.
__ADS_1
"lea tolong jangan ganggu paman, paman minta maaf, apa yang harus paman lakukan agar kamu tenang.
Next...