
lanjut
.
.
.
.
.
vanya membuka pintu itu
"Hai selamat pagi silahkan masuk nyona" sapaku lembut pada seorang nenek lansia yang datang dengan seorang anak remaja yang tak lain adalah cucunya
Dan mereka sudah sering datang kesini untuk mengecek kondisinya nenek
"Hai kakak bisa tolong cek kondisi nenek lagi?" tanyanya dengan senyuman
"ah iya dek kakak cek dulu nenek kamu ya"
"ya kak"
aku pun segera memeriksa kondisi nenek itu
karena umurnya yang sudah tidak muda lagi sudah biasa sakit sakitan dan kondisinya yang semakin melemah
selesai mengecek
"gimana kondisi saya nona?" tanyanya rintih
"ah nyonya tidak perlu hawatir" tenangku
"iya nek, nenek pasti kuat kan, makanya nenek sehat ,kita kan datang ke sini cuma mau cek aja" tambah cucunya menyemangati
hati ku rasanya senang melihat seorang nenek yang sudah lansia ini dijaga penuh kasih sayang oleh cucunya.
"jadi saya boleh pulang nona?" tanyanya lagi
"boleh kok nyonya"
"terimakasih" jawabnya
"ya nyonya"
merak pun pergi meninggalkan ruangan ku
.
.
skip pukul 20.00 malam
.
.
"dah jam segini" gumam ku
"saat nya pulang" aku mulai mengemasi barang barangku
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
setelah selesai aku berjalan menuju halte.
malam sunyi itu membuatku merasa kedinginan,
semilir angin malam membuat seluruh tubuhku merinding
sampai di halte.
"dimana bisnya?"
"apa aku telat?"
aku bingung karena bis yang biasanya terparkir di depan halte itu tidak ada disana.
aku pun mengecek jam ku
"astaga ini udah jam segini, bener aja aku ketinggalan bis" ucap ku kesal
"yah harus jalan kaki deh" aku mulai berjalan menyusuri pinggiran rumah rumah di sana
saat aku melewati sebuah gang yang gelap di sana
"hei nona? apa kamu sendirian?"
aku mendengar seseorang bertanya kepadaku
aku pun menoleh ke belakang
"Hai"
"siapa kamu?" tanya ku kaget melihat seorang berdiri di bawah lampu yang mati dan menggunakan baju serba hitam dengan pukul di tangannya
"aku tidak akan menyakiti mu nona" ucapnya mendekat
"jangan dekat dekat!!" rasanya aku mulai panik dengan situasi ini
kata kata itu seperti menusuk telingaku
aku harus pergi dari sini batin ku serasa ingin berlari
tanpa berpikir panjang aku pun pergi menjauh dari orang jahat itu
"hei mau kemana kamu!?" teriaknya sambil mengejarku
sesekali aku menengok kebelakang untuk memastikan apakah dia masih mengejarku
saat aku berlari sampai di pinggir minimarket
tiba tiba
Bruk!!
aku menabrak seseorang
"apa kamu bisa jalan lebih hati hati!?"
"ah maaf tuan saya minta maaf" ucap ku menunduk
"untuk apa kamu lari lari seperti ini?" tanya pria itu
"ah tuan tolong saya!! ada orang jahat yang sedang mengejarku tuan!!" pintaku agar pria itu bisa membantuku
"orang jahat?" tanya nya
"mana ada" lanjutnya
"saya tidak berbohong!!" ucap ku meyakinkan
"kalau begitu ayo ikut saya" jawabnya yang lalu menarik tanganku
__ADS_1
aku hanya mengikutinya, siapa tau memang dia bisa menolongku.
aku masuk kedalam mobil miliknya
di dalam mobil pun samasekali tidak ada percakapan.
.
.
sesampainya di sebuah perumahan
.
.
aku turun dari mobil itu, begitupun dia
"anda bawa saya kemana ini?" tanyaku
"sudahlah, perumahan ini milikku, kamu bisa tinggal disini sementara waktu"
"ah terimakasih banyak tuan"
"kalu gitu saya pergi dulu" pamitnya mulai berjalan memasuki mobilnya
"kok tidak disini tuan?"
"apa kau tidak berfikir?" tanyanya yang kembali menoleh padaku
"mana mungkin seorang laki laki tinggal satu rumah dengan perempuan dan hanya ber 2" jawabnya
"astaga, maaf tuan sekali lagi maaf" ucap ku kaget
"hmm, saya pergi dan oh iya ini kuncinya"
"baik, makasih tuan"
pria pun pergi dari hadapanku
karena udara di luar semakin malam semakin dingin akupun memasuki perumahan itu
setelah ku lihat lihat perumahan ini sangat megah padahal memang hanya perumahan
"huftt perumahan saja sebesar ini"
malam mulai larut
aku tak sengaja tertidur di kursi ruang tamu
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
jangan lupa kasih
like
komen
dan vote ya semua:)
__ADS_1
see you next eps😊