
6 jam kemudian
saat nya aku pulang, aku mengemasi barang barangku,
.
.
di sisi riki
"rik, anterin aku pulang dulu yuk" bujuk lia pada riki
"kamu dah mau pulang?"riki bertanya pada lia
"ya, jadi antarkan ku pulang"
"okey ayok" jawab riki
riki pun mengantar lia pulang.
skip selesai ngantar lia
riki kembali melakukan perjalananya kembali ke rumah, saat di jalan handphone riki ber bunyi
drttttt drtttt drttt
in call
"halo ma?"
ya itu adalah panggilan dari mama riki
"ah ya riki, bisakah kamu pulang sekarang?"
"ya nanti aku akan pulang, kenapa harus sekarang?"
"karena ada yang mau mama bicarakan"
itu membuat riki terdiam sejenak
"halo? riki"
apa yang ingin mama bicarakan padaku? lebih baik aku temui saja mama batinya
"ah iya ma, riki akan pulang sekarang"
"oke mama tunggu di rumah"
end call
.
.
back to vanya
selesai beberes aku keluar dari rumah sakit dan duduk di kursi taman disana,
"apa aku harus lari lagi?"
"kalau naik bis jam sekarang bukan jurusanku pulang ke perumahan riki tp kerumahku"
"apa aku sekalian pulang aja?"
aku bergumam memikirkan hal ini
tiba tiba mobil sedan mewah berwarna hitam lewat tepat di jalan raya sampingku
di mobil itu
"bukakkah itu vanya?"
"ow dia berkerja di rumah sakit ku yang ini?"
"tapi kenapa dia belum pulang juga?"
mobil mulai pelan
"loh itu kakinya kok memar kayak gitu?"
"apa dia tadi tidak berangkat naik bis?"
ia pun menghampiri ku
"vanya?"
"loh riki.. kok kamu disini?"
pemilik mobil sedan itu tak lain adalah dokter riki
sebenarnya aku juga tau ada seorang dokter muda yang memiliki beberapa cabang di rumah sakit kota,termasuk rumah sakit yang menjadi tempat untuk ku bekerja ini hanya saja aku tidak tau siapa namanya
"iya aku kebetulan lewat tdi" jawabnya
"ahh gitu" jawabku balik sambil mengangguk
"kamu mau pulang van?"
"ya aku mau pulang tapi kalau bis jurusan perumahan mu itu butuh nunggu 1 jam lagi" ucapku lesu
"yaudah bareng aku yuk"ajaknya
"yang bener rik?"
"iya ayo"
"tapi lia?"
"dia udah pulang kok, baru aja aku antar tadi"
"oh oke"
tak lama kemudian aku memasuki sedan itu, udara yang awalnya diluar sangat panas berubah menjadi sejuk dan dingin karena ac di dalamnya, suasana ini membuat aku mengantuk dan juga lelahnya berlari dan bekerja,
aku pun mulai tertidur
skip sampai di rumah riki
riki membawaku kerumahnya bukan ke perumahan karena tadi dia sedang terburu buru di panggil ibunya
"loh dia tidur?"
__ADS_1
"terus apa aku bangunin?"
gumam riki
"aku bisikin aja pasti denger"
riki membisiki vanya jika ia suda bangun boleh pergi masuk kedalam rumahnya
setelah itu riki pun masuk kerumahnya
.
.
di dalam rumah riki
"oh kamu sudah pulang kenapa telat?"tanya mama riki padanya
"maaf, mah"
"oh iya mama mah ngomong apa?" tanya riki penasaran
"em jadi gini riki"
"kenapa?" tanya riki lagi sambil duduk di samping mamanya
"mama pengan kamu segera menikah"
"apa menikah!?"
"ya kenapa kamu kaget gitu?"
"tp ma... "
"dengerin ya riki, mama udah tua, mama cuma pengen kamu udah ada yang bisa bantu urusin kamu kalau mama udah nggak kuat lagi" jawabnya menjelaskan
"riki masih bisa jaga riki sendiri kok" ucap riki
"emang kamu bisa masak?, bisa cuci baju kamu sama punya mama?, bisa cuci piring?, bisa bersihin isi rumah?, enggak kan?"
"yah.. kan bisa cari pembantu!"
"dari pada cari pembantu mending kamu cari istri"
hah aku sebaiknya turutin ucapan mama, kasian juga mama batin riki
"oke kalau itu mau mama,aku udah ada orangnya kok"
"oke tp jangan lia"
"loh kenapa ma!? riki kan sayang sama lia!"
"tapi mama lia adalah orang yang pernah mau bikin perusahaan kita gagal!" kata mama riki lantang
"ya aku tau ma!, tapi dia kekasihku!"
"pokoknya mama gamau tau kamu harus cari yang lain"
"mah kok gitu sih!?"
.
.
mmmm
aku membuka mataku yang sembari tadi tertutup karena tidur
"lah aku kok masih disini aja?"
"oh iya aku denger bisikan tadi"
"kalau sudah bangun suruh masuk?
itu yang aku dengar dari bisikan riki tadi
"yaudah deh aku masuk"
"nah.. bener aja mobilnya nggak di kunci"
aku keluar dari mobil itu dan melihat rumah besar di di depan mataku
"wow! ini rumah apa istana?besar banget!!"
"tunggu tunggu aku pernah cari di mbah google kalau rumah ini milik orang yang punya beberapa rumah sakit dikota"
"ah iya salah satunya rumah sakit ku!!"
"tp kenapa aku kesini!?"
"kan aku mau cari rumah riki.. kok sampe sini sih!?"
aku memutar balik badanku karena merasa bahwa aku salah rumah
brok
"auuuu"aku memenangi dahulu yang terbentur
"apa ini?"
"hih dasar mobil!" aku menendang mobil itu sekeras mungkin
tuit tuit tuit tuit
mobil itu berbunyi
"duh apaan sih aku!? ini mobil orang juga"
beberapa orang berseragam hitam dan mengenakan topi pun datang, mereka adalah penjaga rumah ini
"hei apa yang kamu lakukan!?" tanya salah satu penjaga
"ahh maaf tuan, saya tidak sengaja"
jawabku
"ayo ikut kami kedalam!!"
"eh mau ngapain!?"
"udah ikut aja"
__ADS_1
merekapun membawaku kedalam
"aaa astaga lepaskan aku!!?"
"ada apa ini?" tanya mama riki
"loh riki!?"
"kamu ngapain di bawa penjaga ku kayak gini vanya?" tanya riki padaku
"gatau tuh"
"hei lepasin" suruh riki pada penjaganya
"baik tuan"
"jadi kamu kenal dengannya?"tanya mama riki pada riki
"ya aku kenal" jawabnya
"yaudah kalian semua keluar saja dari sini" perintah mama riki pada penjaganya
"baik nyonya" jawab mereka serentak
"riki ini rumahmu!?"
"hmm iya"
"hei! jangan bercanda dong... "
"siapa yang bercanda!?" jawab riki menatapku
"eh masak ini rumah kamu sih?
"iya kenapa g percaya?"
"ya iya g percaya, ini kan rumah pemilik rumah sakit terus banyak di kota" ucapku menjelaskan
"ya pemilik rumah sakit itu aku"
"apa!?, hahahahaha jangan ngehayal deh riki riki hahahaha!!" aku tertawa atas jawabannya
"kalo g percaya tanya aja mamaku🙄"
"oh oke oke😌"
"halo tante" sapaku sambil menjabat dan mencium tanganya
"Hai" jawabnya manis
"kenalin tante namaku vanya😊"
"oh ya, saya mamanya riki" balasnya dengan senyum di mukanya
"jadi rumah ini milik riki tan?" tanyaku langsung to the poin
"iya.. hehehe"
"woooo!?"
"eh jangan teriak teriak dong!" ucap riki
"yee maaf ya"
"wahh jadi kamu bos ku dong... "
"hmmm😌"
"satu beruntung banget lia!!😆"
"eh iya riki jadi gimana?" tanya mamanya kepadanya lagi
"hah mana mungkin sama orang lain mah.."
"sama vanya aja mau?" tanya mamanya lagi
"apa!?"
"eh sama aku? sama aku kenapa tan?" tanyaku balik tak mengerti
"jadi istrinya riki"
"weee!? jadi istrinya riki!!!"
"iya kamu mau?"
"duh gimana ya tan"
"aku pikirin dulu deh, permisi"ucapku sambil keluar dari rumah besar itu
"kamu bujuk ra rik, mama suka sama dia, leliahtanya baik , lembut dia manis lagi, cantik juga.... "
"tapi ma~~"
"mama mohon rik"
"hmm okey" ucap riki yang kemudian ikut menyusulku keluar rumah
aku kaget akan apa yang diucapkan mama riki tadi..
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
jangan lupa
like
komen
vote
__ADS_1
dan vote juga tim aku di lima update ya semua
see u next eps...