
lanjut
selesai bersiap akupun pergi turun kebawah
"hah itu riki, aa aku bisa minta tolong padanya untuk antarkan ku?"
"masalahnya pasti kalau nunggu bis pun sudah tidak ada, karena aku telat"
"coba deh aku tanya"
aku yang sembari tadi bergimampun pergi menghampiri riki dan lia yang sedang berbincang
"loh kamu mau kemana kok rapi gini?" tanya riki heran
"ahh riki bisa kah kamu antar aku ke rumah sakit?" tanyaku memohon jawaban ya
"apa kamu sakit vanya!?" kulihat lia seperti hawatir padaku tp memang iya? sebaiknya aku bersikap baik dulu padanya
"ah tidak, aku hanya ingin berangkat kerja, ini jadwal ku hari ini"
"ohh gitu tp aku g bisa anterin kmu" ucap riki tiba tiba
"ga bisa!?"
"ya karena ada lia disini jadi aku harus temani dia" ucapnga lagi sembari merangkul lia
"dasar kau!!"
"stt jangan marah! kamu siapa disini mau marah sama aku!?"
duh aku lupa, haiss yaudah deh terpaksa aku jalan kaki batinku sembari keluar rumah
"ihh kok nggak kamu antar sodara manismu itu?" tanya lia pada riki
"tidak perlu, dia anak yang tangguh"
jawabnya
"hmm okey"
aku mulai berjalan melintasi trotoar yang mulai kotor karena daun , ya sekarang mulai musim panas? membuat semua pohon menjatuhkan daunya
terdengar alunan suara mobil yang berlalu di jalan raya
__ADS_1
duh kali aku jalan mulu nggak akan sampai sampai, batinku mulai berlari
sampai sampai keringat mulai berjatuhan dari dahiku ke bawah
kakiku yang mulai melemas tidak ku herankan sama sekali
aku tetap berusaha berlari sampai ke rumah sakit
bruk
aku terjatuh karena kakiku yang memang sudah tidak kuat lagi untuk berlari
"huh huh huh , ahhh kakiku sudah tidak kuat lagi!!"
"tapi bentar lagi sampai".
"eh bentar atau jauh"
"astaga.... emm semangat vanya!!"
aku kembali melangkahkan kakiku sembari berpegangan tembok tembok toko maupun gedung gedung di samping Trotoar.
angin yang menerbangkan rambutku dan daun daun di jalan ini pun ikut menyemangati ku karena hembusan nya yang kencang,
kurasa semangat seperti ini harus selalu kumiliki, ya aku harus semangat!
beberapa saat kemudian aku sampai di rumah sakit dengan kaki yang memar dan juga keringat yang bertetesan dari dahi sampai leherku
"hah sampai juga"
aku memasuki ruangan ku dengan bantuan suster disana
"kakiku sakit sekaliuntung aku mengerti cara mengatasi ini"
aku membalut kaki memar ku dengan sedikit pelembab dan memijat nya,ini terasa sedikit sakit, tp tak sesakit pasien yang sering ku periksa disini
"ahh aku merasa haus"
"aku mau cari minum dulu"
aku mencoba berdiri dari kursi
ceklek.
__ADS_1
pintu terbuka
seorang suster masuk dari balik pintu
"ehhh dokter mau kemana?" tanyanya dengan sigap membantuku
"saya mau ambil minum sus" jawabku
"anda disini saja biar saya ambilkan"
"astaga tidak perlu repot repot, saya bisa sendiri"
"sudah anda tunggu sini saja"
aku merasa beruntung kerja disini
banyak larang yang bisa saling membantuku, salah satunya suster tadi dia adalah suster yang sering datang ke ruangan ku untuk memberitahu info lebih lanjut
beberapa saat suster itu pun datang membawa segelas minum
aku menerima minum itu dan berterimakasih padanya atas bantuan ini
"hah ini bukan apa apa dok, sudah kewajiban saya membantu Anda" jawabnya padaku
aku hanya tersenyum mendengar jawabanya
suster ini juga sudah tidak muda lagi
umurnya melebihi umurku
tp dia masih tetap kuat bekerja demi keluarganya, ia memiliki 2 orang anak dirumahnya tetapi suaminya telah lama meninggalkanya karena masalah di rumah tangga mereka, aku sangat mengenal suster satu ini, karena ia selalu baik padaku dan suster lain walau tidak disukai beberapa pekerja lainya, karena menurut mereka ia sudah tak patut lagi bekerja disini karena umurnya.
BERSAMBUNG
jangan lupa
like
komen
vote
kasih vote juga di tim update aku ya
__ADS_1
kasih semangat terus ya readers!!
see u next eps bye..