My Husband Is A Doctor

My Husband Is A Doctor
capter 3


__ADS_3

keesokan harinya


"hoamm"


"ahh aku dimana?"


"oh iya aku kan kemarin di ajak sama laki laki itu"


kruyuk kruyuk


perutku berbunyi


"haiss pagi pagi kayak gini udah laper aja"


"masak deh"


aku pun segeran pergi ke dapur


.


.


.


.


.


.


aku membuka satu persatu lemari makanan dan kulkas tp


"hah!? rumah sebesar ini nggak ada satu aja makanan kah atu sayur buat dimasak?"


"mana perutku laper banget lagi"


aku pergi belanja aja deh


batinku dan segera pergi ke ruang tamu mengambil tas ku


tapi sebelum aku keluar dari pintu rumah ini seseorang masuk kedalam


ceklek bunyi pintu *terbuka


siapa itu*? batinku


"Hai" sapanya


"ah ternyata anda tuan" aku memberikan senyuman pagi padanya untuk tanda terimakasih ku kemarin


"kamu mau pergi kemana?" tanyanya yang lalu duduk di kursi


"ah tuan saya ingin mencari bahan masak, masalahnya di rumah ini saya tidak menemukan satu makanan pun" ucapku menjelaskan


"ya tentu tidak ada makanan kan awalnya rumah ini kosong jadi untuk apa aku menaruh bahan masak di sini" jawabnya


"ah iya juga sih"


"kalau begitu saya permisi untuk pergi ke minimarket dulu tuan"


"ayo saya antar" dia langsung berdiri dan menarik pergi ke mobil


.


.


.


.


.


.


sesampainya di mini market


aku bergidik ngeri karena masalah kemarin


karena memikirkan hal itu aku melamun


"hei cepatlah masuk! kenapa kamu diam saja di sini!?"

__ADS_1


"astaga tuan, anda mengagetkan saya saja"


"lagian kamu ngapain ngelamun?"


"ahh tidak apa apa" jawabku


"yaudah atuk masuk"


"baik"


di dalam minimarket aku memilih bermacam macam sayur dan bumbu bumbu, aku berputar mengelilingi semua sudut minimarket itu.


selesai aku memilih akupun pergi membayarnya.


"mari tuan saya sudah selesai belanja" ajakku


"oke ayok tp bntr"


"kenapa tuan?"


"jangan panggil aku tuan, aku belum setia yang kamu pikirkan-_ "


"pftt hahahahahah!!!" aku tertawa karena ucapanya yang dia bilang tua


"kenapa kamu tertawa?" tanyanya dengan memandang ku


"apa ada yang aneh?"


"hahaha tuan tuan, saya tau anda belum setua itu" jawabku yang masih sedikit tertawa


"jadi saya harus panggil anda apa?"


"oh kenalin aku Riki Aditya" ucapnya sambil membenahi dan merapikan jas yang dipakainya


"panggil aku Riki" dia mulai mengulurkan tangannya padaku


"aku Vanya Kirana" balas ku menjabat tangannya


"jadi? aku harus panggil kamu apa?"


"vanya tuan" senyum ku


"ck apa kau lupa aku tadi bilang apa hah?!"


"ahh hehe iya riki, panggil aku vanya"


"oke kalau begitu ayo kita pergi pulang" ajaknya sambil menarik tanganku


"ah taun kamu suka sekali menarik tangan saya"


"tuan lagi?" tanyanya menghadap ku


"ehh riki maksudnya"


"hmm jadi ada masalah kalau aku menarik tangamu? memang sakit?"


"enggak sih"


"terus?"


"gpp deh ,yaudah ,jadi pulang nggak nih?"


"kamu sih yang bikin kita g jadi jadi pulang"


"hehehe" aku hanya tertawa melihat tingkah lucu riki


saat kita memasuki mobil ada sekarang yang berteriak nama riki


"RIKI!!!"


sontak saja hal itu membuat kita keluar kembali dari mobil


kulihat dia wanita dengan baju yang , sepertinya mahal..


"ahh lia?" ucap riki yang menghampirinya


loh itu siapa y? kayaknya mereka saling kenal deh batinku


"ngapain kamu jalan sama cewek lain hah!?" banyak nya pada riki


"astaga apakah dia pasangan nya,?"

__ADS_1


"lia tenang dulu , aku cuma anterin dia buat belanja aja kok" jawabnya panik


"haiss nggak usah bohong deh kamu!!"


"aku nggak bohong lia!!"


"terus aku harus percaya sama kamu!?"


lia pergi dari tempat itu, sedangkan riki masih mengejarnya


aku hanya diam tak dapat bicara


dari pada aku menunggu disini aku memutuskan untuk pergi kembali ke perumahan milik riki


"aku cari bis lagi deh"


tp di seluruh kota ini aku sama sekali tidak menemukan halte


"apa aku harus mencarinya di terminal!?"


"astaga mana mungkin ini sangat jauh"


"aku harus jalan lagi?"


"huftt juma itu caranya"


aku pulang ke perumahan itu, untung jalanan masih ramah karena masih pagi, aku melewati trotoar yang masih jauh.


.


.


sesampainya di rumah.


kakiku serasa ingin patah


"astaga aku sampai rumah sudah pukul 8 aja, padahal pas mau pulang tadi masih pagi banget sekitar pukul 7"


"akhh kakiku... "


aku segera masuk dan membuat sarapan


selesai aku membuat sarapan itu aku langsung menyantapnya


.


.


selesai makan aku pergi ke kamar


"hah.. aku lelah sekali.. " ucapku seperti tak kuat lagi berjalan


"mending aku istirahat"


saat aku mencoba tidur aku terbayang


*apakah perempuan itu pasanganya? lalu kalau aku disini ini akan jadi masalah untuk mereka.. apa sebaiknya aku pulang saja dari sini?


ahh sebaiknya besok aku kembali ke rumah*


batinku yang lama lama mulai tertidur


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


jangan lupa


like


komen

__ADS_1


vote


makasih semua😊


__ADS_2