
Jin Chentong Part...
Chentong memilih untuk cuti dari tugasnya. Dengan masih mencoba menenangkan Aurora yang masih merajuk. Aurora terus menghindari Chentong .
Makan Malam.
"Sayang, makanlah dulu. Marahnya udahan dong, aku akan jelasin semuanya", pinta Chentong memelas.
"Iya aku tahu kamu mau bikin dedeq".
"Bukan begitu, kemarin aku dibius oleh Olivia".
"Udah tau salah masih bohong. Gausah bohong Chen, aku tahu maksudmu"
*Grep
Chentong segera menarik Aurora kedalam pelukannya. Aurora memberontak, namun pelukan Chen lebih kuat dari tubuhnya. Ia akhirnya pasrah.
"Aku jujur padamu, aku tak pernah bermaksud ada main dibelakangmu. Aku dibius oleh Olivia, jika aku ingin dedeq, aku bisa dengan mudahnya minta padamu".
'Hmm, bener juga yak', batin Aurora berkecamuk.
"Jadi maafin aku, aku bersumpah belum mengambil keperawanan Olivia. Aku cuma menciumnya. Dan itu karena dibius".
Aurora menatap tajam kearah Chen.
"Jadi kalau gak dibius tetap mau jamah tubuh Olivia? Apa bedanya cium dengan yang biasa?".
"Jadi apa yang harua kulakukan supaya kau mau memaafkan aku. Asalkan jangan berpisah, karena aku tanpa mu bagaikan Wine tanpa Alkohol".
'Ini suami siapa sih? Banyakan nonton suara hari Istri campur drama Korea ya gini. Banyakan drama', batin Aurora.
Chentong masih mencoba meminta maaf pada Aurora. Sedangkan Aurora mulai merasakan bahwa ada seseorang yang tengah mengintip kebersamaan mereka dari balik lubang kunci. Tentu saja pintu kamar mereka telah dikunci oleh Chen agar Aurora tak kabur.
Aurora sadar, itu adalah Olivia yang sedang mengintip.
Aurora tersenyum nakal, dalam benaknya ia mencoba membuat Olivia cemburu.
*Cup
Aurora segera menarik tengkuk Chen untuk mencium bibirnya. Awalnya Chen kaget, kemudian ia mengikuti ciuman Aurora.
Chen semakin bernafsu, kemudian menggendong Aurora keatas ranjang dan melanjutkan permainan panas mereka.
"Rara, aku mau kamu", bisik Chen pada telinga Aurora.
Aurora tersenyum kecut, ia yang awalnya ingin membuat Olivia cemburu harus terjebak dengan Chen.
"Boleh ya?", cicit Chen dengan nada memelas.
'Ehh kampret, ini kok senjata makan tuan'
"Chen, aku tid-- emphh"
Chen segera membungkam bibir Aurora dengan bibirnya.
'Ahh sialan, pasrah aja nih aku dijajah gini. Harga diriku, kini telah hilang'
Chen tersenyum, malam ini Aurora milik Chen sepenuhnya. Ia tak akan pernah melepaskan miliknya.
Dan sebenarnya Chen juga sadar bahwa Olivia tengah ada dibalik pintu mengintip kebersamaan mereka. Namun Chen hanya bersandiwara tak tahu.
__ADS_1
Sekolah Bencana Jackson
"Jack, lu kek nya harus cari Thalia deh. Ini udah jam istirahat terakhir dia gak balik", ujar Kena ndra khawatir.
"Yaelah nyet, biarin aja dia. Gue kan bukan siapa-siapa nya dia", bela Jackson.
"Heh Bege, bukanya kalian itu kek Soda. Soda gak lengkap tanpa busa. Cariin Thalia, gue ada feeling buruk soal dia".
"Lu siapa? Bokap dia bukan? Gausah cari-cari, ntar juga balik. Biarkan manusia purba pergi lepas mencari habitatnya".
"Lu pikir dia monyet beranak kek di film Dora, dia manusia nyet".
"Gue bukan monyet *****, lu panggil gue nyet lagi, gaada duit jajan buat lu besok".
"Bunda, ampuni Kenandra bunda. Ken salah bunda, jangan kutuk Ken jadi maling ****** bunda".
"Maling ****** jidat lu lebar, yang ada Malin kundang onyet. Lu kata Maling ****** yang ada dideket rumah lu".
"Oh iya iya, banyakan micin soalnya. Btw, lu dah berani ama Bapak lu ya?"
"Maksud lu?"
"Nyatanya lu biarin Thalia keliaran, kalau hilang atau diculik kan lu yang dimarahin Bokap lu. Berarti pu dah gak takut sama Bokap lu dong".
Detik berikutnya Jackson sudah lari terbirit-birit meninggalkan Kenandra dengan wajah melonggo.
"Bapak Wilson sialan!!", teriak Jackson ditengah larinya.
Gudang Sekolah
Thalia tertidur dalam gudang. Hingga seseorang datang dan melepaskan ikatan tangannya dan segera menggendong Thalia.
"Gadis malang, ck ck ck. Lihat bagaimana aku membalas mereka", gumam orang itu.
Jam pulsek...
Jackson masih terus mencoba mencari Thalia. Bahkan sampai absen 3 mata pelajaran. Ia mencari berpuluh-puluh kali.
Baby shark dududu dududu, baby shark dudududu du baby shark
Jackson segera mengangkat telpon miliknya.
Bapak Wilson yang terhormat:
Woy anak kampret, kapan lu balik
Baginda Jackson:
Sabar aki-aki, mantu lu ilang
Bapak Wilson yang terhormat:
Siapa kata mantu gue ilang, dia lagi bobok nungguin lu. Cepetan pulang. Eh bentar, jangan lupa beliin Chitato diwarung
Baginda Jackson:
Heh aku, lu pikir gue upik abu?
Bapak Wilson yang terhormat:
Terserah lu mau balik atau enggak, ntara malah bagus lu minggat.
__ADS_1
Baginda Jakson:
Bapak minta disantet yang gimana? Nanti Jackson bawain
Bapak Wilson yang terhormat:
Janganlah Jack, bapak kan yang bikin kamu lahir. Kasih belas kasih ke Bapak
Baginda Jakson:
Serah
*Tut tut
Udah bosen Jackson ngurusin bapak tua modelan Wilson. Kalau soal santet, langsung ciut nyalinya.
Heran Jackson itu beneran anak pungut atau bukan sih.
Jackson segera berlari memasuki mobilnya untuk pulang. Untunglah tas Jackson tidak tertinggal dikelas, karena Jackson tak membawa tasnya.
Ini niat gak sih
Kediaman Keluarga Bencana
Jackson segera buru-buru memarkirkan mobilnya. Ia segera bergegas kearah kamar Thalia.
Bahkan mengabaikan Wilson yang ada diruang tamu menunggunya.
Begitu masuk kekamar, ia melihat Thalia tengah tertidur lelap. Bibirnya terluka, untunglah tidak parah.
Jackson duduk diusudut ranjang dan mengambil anak rambut Thalia dan menciumnya.
"Jangan pergi, kau membuatku terkena gagal jantung", gumam Jackson.
Harusnya gagal ginjal mas.
Thalia membuka satu persatu kelopak matanya. Dihadapannya Jackson tengah memandang kearahnya nanar.
"Jackjack".
"Hei gadis purba, kemana saja kau?"
"Dikurung digudang oleh Kei"
*Grep
"Jangan pergi, maafkan kata-kata kasarku padamu. Maafkan aku", Jackson segera memeluk Thalia erat.
Thalia hanya tersenyum dan membalas pelukan Jackson.
Cukup lama mereka berpelukan hingga akhirnya Jackson melepason pelukannya.
*Cup
Thalia memekik kaget dengan kejadian dihadapannya. Jackson saat ini tengah menciumnya. Jackson secara perlahan melepaskan ciumannya.
"You are mine Lia", katanya. Kemudian mengusap pipi Thalia.
Wajah Thalia bersemu merah. Baru kali ini ada orang lain yang membuatnya malu selain Chentong
Misi jugak mau promosi why him baca yup 🤣 sekalian tentang cinta jugak bucin author tuh
__ADS_1
karya by Haruka