My Naughty Boyfriend

My Naughty Boyfriend
CH 23 Mine (2)


__ADS_3

Paginya Thalia sedang bersiap-siap untuk pergi kesekolah.


*Kreek


Pintu dibuka, menampilkan Bapak Wilson dengan muka kelabakan nya yang menjengkelkan.


"Ada apa om?".


"Anu Lia, bisa gak bolos dulu hari ini. Om ada meeting penting di luar negri selama satu abad, ehh maksudnya 1 bulan. Pembantu gak ada di rumah semua karena pulkam, Om lupa cari pembantu dadakan. Si Kampret demam gak ada yang jaga, si kampret takut dokter, jadi gak mau pergi kerumah sakit. Bisa gak kamu jaga si kampret selama sebulan, besok pas si kampret sembuh kamu boleh sekolah lagi", jelas Wilson panjang kali lebar sama dengan keliling. Etdah, malah bahas matematika.


"Eh? Harus ya Om?".


"Kamu gak bisa?".


'Bukannya enggak bisa, tapi males ketemu Jackson. Tapi, kasihan juga Om Wilson kan harus kerja. Masa gara-gara aku kerjaan nya terlantar', batin Thalia.


"Yaudah, nanti sekolah naik taxi dulu ya. Om pergi--"


"Thalia mau Om, Thalia bakal jaga Jackson. Om fokus kerja aja", potong Thalia.


"Eh beneran? Gak ngerepotin nih?".


"Engga Om, Thalia bakal jaga Jackson. Jadi Om kerja aja".


"Yaudah, maaf Om ngerepotin kamu. Makasih udah jaga Jackson", dielus nya kepala Thalia penuh kasih sayang.


"Iya Om, makasih juga udah ngizinin Thalia tinggal".


"Bukan masalah, kamu tanggung jawab Om. Dan ini adalah balas budi Om kepada orang tua kamu yang selalu bantu Om".


"Iya, makasih Om".


"Yaudah, Om berangkat dulu. Kalau ada apa-apa bilang aja, nanti telpon Om ya. Hati-hati selama dirumah", pamit Wilson.


"Hati-hati juga Om, maaf Thalia gak bisa nganter".


"Gak papa, tolong jaga Jackson dan rumah ya. Om pergi dulu".


Perlahan sosok Wilson mulai menjauh. Thalia pun memilih pergi kekamar Jackson untuk mengecek keadaan Jackson.


*Kreek


Kamar Jackson begitu berantakan, dengan Jackson yang terbaring lemah di kasurnya. Beberapa kali ia terbatuk, bahkan sedikit mengingau.


Thalia menghampiri Jackson, duduk disebelahnya lalu menempelkan tanganya diatas kening Jackson. Ternyata Jackson benar-benar demam.


Thalia segera berlari kearah dapur untuk mengambil baskom berisi air dingin untuk mengompres Jackson.


Setelah itu langsung mencari obat kemudian memasak bubur. Sembari menunggu ia membersihkan kamar Jackson. Lalu 25 menit berlalu.


(Skipp ae biar gk gaje)

__ADS_1


"Jack, ayo bangun".


"Euh, Tha-lia".


"Iya, ini Thalia. Ayo bangun dulu, kamu harus makan".


Jackson menurut, ia berusaha bangun namun tak bisa. Thalia segera membantu nya untuk bangun.


"Ayo buka mulutmu, lalu katakan aaa~"


"Aaa~".


'Enak', batin Jackson.


"Maaf".


"Kenapa?".


"Intinya maaf untuk seluruh kesalahanku, maaf maaf maaf".


"E-ehh, jangan katakan itu. Memangnya apa salah Jack padaku?".


"Segalanya".


Thalia tersenyum. Detik berikutnya langsung mengusap sisa bubur di bibir Jackson.


Jackson bulshing.


"Thal".


"Ya?".


"I Like you, no!! I love you", kata Jackson malu-malu.


Thalia ikut bulshing. Benarkah ini Jackson? Atau cuma karena demam.


"Kamu sakit, jang--"


"Enggak, aku jujur. Aku suka padamu, bahkan mungkin mencintaimu".


"Tapi apa bagusnya aku?".


"Kamu cantik, baik, gadis sederhana, polos, manis, dan satu hal lagi, aku suka padamu apa adanya".


Mata Thalia memanas, detik berikutnya air mata jatuh dari kedua pelupuk matanya.


"You know Jack, I love you too", balas Thalia sesenggukan.


Jackson tersenyum, segera ia memeluk Thalia dan menyandarkan kepala gadis itu didada bidangnya.


"Will you be mine?".

__ADS_1


"Yes, I will".


"Mulai sekarang kamu itu Pacarku, gak boleh jauh-jauh ataupun deket-deket laki-laki lain", kata Jackson sembari menghapus air mata Thalia.


"Lah, lalu Ayahmu?".


"Boleh kalau cuma aki-aki bau ajab cem dia".


"Lalu Ken?".


"Gak boleh, kamu dilarang dekat-dekat sama anak dajjal. Gak baik buat kesehatan".


"Jadi besok gak bisa pergi bareng Ken dong?".


"Kamu mau kemana? Ninggalin aku? Pacarmu ini sakit keras lo", kaget Jackson mendramatisir.


"Cari kos-kosan, aku gak mau ngerepotin Om Wilson lagi".


"E-N-G-G-A-K, Kos-kosan itu gak bisa dijamin keamanan nya. Aku gak ngizinin kamu tinggal disana. Kamu harus tinggal disini, sama aku. Titik gak pakai koma".


"Oke deh".


"Kamu gak suka? Tinggal disini bareng aku?", kata Jackson mendramatisir.


"E-ngga gitu, aku senang sama kamu. Tapi juga takut digrebek warga".


"Jangan khawatir, aki-aki udah ngurus itu semua".


"Hmm, oke deh".


Keduanya hening, dan masih berpelukan.


"Thal".


"Ya?".


"Can I call you Tata? Or Atha?".


"Terserah kamu".


"Atha aja ya, keknya cocok buatmu".


"Iya, udah ayo lanjut makan terus kamu harus tidur lagi".


"Siap sayang".


Udah habis lur :)


Hai, masih sama asisten ketiga disini. Panggil aja Naze. Mulai bab kemaren aku bakal ambil adil dalam pengerjaan novel ini. Semoga kalian suka


:') hehe Mon maaf yah jarang up mager gak ada ide kepikiran cogan auto Ambyar khilaf kuota emang iya hati ga bisa berbohong kalau ada cogan disamping kita

__ADS_1


__ADS_2